Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK YANG AMAN TANPA BAHAN KIMIA BERBAHAYA TERHADAP SISWA SMA/K DI KABUPATEN KARAWANG Nia Yuniarsih; Farhamzah, Farhamzah; Anggun Hari K; Himya H; Maulana Yusuf A; Sudrajat Sugiharta; Iin Lidia P. M
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1: Juni 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v4i1.7952

Abstract

Lifestyles are increasingly modern and people, especially teenagers, are starting to pay attention to the aesthetics of their skin, so they are competing to use various kinds of cosmetics that can support self-confidence, especially among teenagers. Almost all teenagers use their money for beauty maintenance needs by buying based on information obtained from the internet or from beauty influencers they follow. However, another impact of this advertising is that illegal cosmetics are also circulating on the market. Therefore, it is necessary to provide assistance so that high school/K students in Karawang Regency understand how to select and use cosmetics safely and understand the impacts of using cosmetics with dangerous chemicals. This activity was carried out using the outreach method using leaflet media. The results of this outreach are expected to increase the understanding of SMA/K students in Karawang Regency regarding cosmetics. Apart from that, SMA/K students in Karawang Regency have knowledge and are wise in choosing and using cosmetics
MENGEMBANGKAN PSIKOMOTORIK HALUS SISWA KELAS DUA MELALUI KETERAMPILAN MENGGAMBAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI SRIKAMULYAN 2 Neng Windi Prihatini; Farhamzah
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jurnalbuanapengabdian.v6i1.6654

Abstract

Perkembangan psikomotor halus mengacu pada penggunaan gerakan tangan untuk berbagai tugas, termasuk menggambar. Penelitian ini berfokus pada kemampuan psikomotorik halus siswa.
FORMULASI DAN EVALUASI PATCH BUAH STROBERI (Fragaria ananassa) TERHADAP EROSIVITAS DAN TINGKAT KECERAHAN GIGI Alifia Dwi, Rahma; Neni Sri, Gunarti; Farhamzah, Farhamzah
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2500

Abstract

Buah stroberi (Fragaria ananassa) merupakan buah dari tanaman famili Rosaceae yang mengandung asam elagat dan asam malat yang berpotensi sebagai bahan alami yang mampu mengembalikan kecerahan gigi. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk tujuan mencerahkan gigi adalah sediaan patch. Patch merupakan salah satu jenis sediaan yang paling digemari, karena memberikan kenyamanan saat digunakan dan dapat dengan cepat dilepas jika terjadi efek samping yang merugikan. Penelitian formulasi sediaaan patch untuk sediaan pencerah gigi mengandung buah stroberi masih terbatas. Sebelumnya telah dilakukan sediaan dengan tujuan serupa dalan bentuk sediaan lain seperti pasta gigi. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengembangkan sediaan patch pemutih gigi yang mengandung jus stroberi (Fragaria ananassa). Penelitian dilakukan secara in-vitro menggunakan metode visual konvensional melalui alat Vitapan Classical Shade Guide, dan evaluasi erosivitas melalui analisis morfologi permukaan gigi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai peningkatan kecerahan gigi setelah pemakaian patch stroberi, serta membandingkan tingkat erosivitas setelah penggunaan patch stroberi dan hidrogen peroksida. Patch dibuat dalam tiga formula, yaitu F1, F2, dan F3, dengan variasi konsentrasi jus stroberi masing-masing 55%; 60%; dan 65% (b/b). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kecerahan gigi meningkat setelah penggunaan patch F1, F2, dan F3, di mana formula F3 menunjukkan peningkatan kecerahan yang signifikan pada sampel gigi hingga peningkatan 5 tingkat kecerahan gigi, sementara hidrogen peroksida (H2O2) menunjukkan efek erosif yang lebih kuat dibandingkan dengan patch stroberi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah patch stroberi dengan konsentrasi 65% paling efektif dalam memutihkan gigi dan stroberi merupakan alternatif pemutih gigi alami dengan efek erosif yang lebih rendah.
FORMULASI DAN EVALUASI PATCH BUAH STROBERI (Fragaria ananassa) TERHADAP EROSIVITAS DAN TINGKAT KECERAHAN GIGI Rahma Alifia Dwi; Gunarti Neni Sri; Farhamzah Farhamzah
Pharmacoscript 2025: Special Issue Pharmacoscript
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/pharmacoscript.v1iSpecial.2500

Abstract

Buah stroberi (Fragaria ananassa) merupakan buah dari tanaman famili Rosaceae yang mengandung asam elagat dan asam malat yang berpotensi sebagai bahan alami yang mampu mengembalikan kecerahan gigi. Salah satu sediaan yang dapat digunakan untuk tujuan mencerahkan gigi adalah sediaan patch. Patch merupakan salah satu jenis sediaan yang paling digemari, karena memberikan kenyamanan saat digunakan dan dapat dengan cepat dilepas jika terjadi efek samping yang merugikan. Penelitian formulasi sediaaan patch untuk sediaan pencerah gigi mengandung buah stroberi masih terbatas. Sebelumnya telah dilakukan sediaan dengan tujuan serupa dalan bentuk sediaan lain seperti pasta gigi. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengembangkan sediaan patch pemutih gigi yang mengandung jus stroberi (Fragaria ananassa). Penelitian dilakukan secara in-vitro menggunakan metode visual konvensional melalui alat Vitapan Classical Shade Guide, dan evaluasi erosivitas melalui analisis morfologi permukaan gigi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai peningkatan kecerahan gigi setelah pemakaian patch stroberi, serta membandingkan tingkat erosivitas setelah penggunaan patch stroberi dan hidrogen peroksida. Patch dibuat dalam tiga formula, yaitu F1, F2, dan F3, dengan variasi konsentrasi jus stroberi masing-masing 55%; 60%; dan 65% (b/b). Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kecerahan gigi meningkat setelah penggunaan patch F1, F2, dan F3, di mana formula F3 menunjukkan peningkatan kecerahan yang signifikan pada sampel gigi hingga peningkatan 5 tingkat kecerahan gigi, sementara hidrogen peroksida (H2O2) menunjukkan efek erosif yang lebih kuat dibandingkan dengan patch stroberi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah patch stroberi dengan konsentrasi 65% paling efektif dalam memutihkan gigi dan stroberi merupakan alternatif pemutih gigi alami dengan efek erosif yang lebih rendah.
Integrasi Parameter Spesifik, Nonspesifik, dan Penapisan Fitokimia Sebagai Sidik Mutu Ekstrak n-Heksana Daun Begonia × erythrophylla Herincq Lia Fikayuniar; Putri Agustina; Farhamzah Farhamzah; Delika Syalomita; Diany Astuti
OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2026): Juli : OBAT: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/obat.v4i4.2405

Abstract

Begonia × erythrophylla Herincq is an ornamental plant with potential as a source of secondary metabolites; however, information on the standardization of its non-polar extract remains limited. This study aimed to establish the quality profile of the n-hexane extract of Begonia × erythrophylla Herincq  leaves based on specific and non-specific parameters and phytochemical screening. An experimental study was conducted using successive maceration of 317 g of powdered leaves. The extract was evaluated for yield, organoleptic properties, water- and ethanol-soluble extractive values, loss on drying, specific gravity, ash values, and secondary metabolite groups. Extraction produced 37.0 g of extract with a yield of 11.67%. The extract was thick, dark green, homogeneous, and had a characteristic odor. Phytochemical screening indicated the presence of alkaloids, flavonoids, tannins, polyphenols, steroids, and monoterpenoids/sesquiterpenoids, whereas quinones and saponins were not detected. The water- and ethanol-soluble extractive values were 0.1137 ± 0.0401% and 0.2119 ± 0.0095%, respectively. Loss on drying was 0.0106 ± 0.0017%, specific gravity was 0.8802 ± 0.0029 g/mL, total ash was 0.5543 ± 0.0434%, water-soluble ash was 0.4859 ± 0.0405%, and acid-insoluble ash was 0.4845 ± 0.0229%. Overall, the ethanol-soluble extractive value, loss on drying, specific gravity, and ash parameters were relatively consistent, whereas the water-soluble extractive value showed considerable variation. These findings provide a preliminary standardization profile for the n-hexane extract of Begonia × erythrophylla Herincq leaves. However, the water-soluble extractive value and relationships among ash parameters require verification before being established as quality specifications for herbal raw materials.
PELATIHAN TERPADU PEMBUATAN BRIKET SEKAM PADI, ECO- ENZYME, DAN KOMPOS BAGI IBU PKK DESA TEGALLEGA Farhamzah
JURNAL BUANA PENGABDIAN Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL BUANA PENGABDIAN
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/8z4mdf24

Abstract

Pengelolaan residu sekam padi dan sampah organik rumah tangga memerlukan jalur pengolahan yang berbeda, sederhana, dan dapat diterapkan pada tingkat desa. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan model pelatihan terpadu dengan sumber daya sederhana bagi ibu-ibu PKK di Desa Tegallega, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Indonesia. Kegiatan dilaksanakan pada 2 Agustus 2026 melalui edukasi lingkungan singkat, demonstrasi oleh fasilitator, praktik kelompok secara langsung, refleksi, dan perencanaan tindak lanjut. Tiga jalur teknologi tepat guna diperkenalkan, yaitu karbonisasi dan pencetakan briket sekam padi, fermentasi sisa buah dan sayuran menjadi eco-enzyme, serta pengomposan aerob sisa dapur dan bahan pekarangan. Evaluasi proses secara deskriptif digunakan karena tidak dilakukan pre-test dan post-test terstandar. Bukti pelaksanaan diperoleh dari ketercapaian tahap pembelajaran, observasi fasilitator, dokumentasi tahapan produk, dan foto kegiatan. Program menghasilkan prototipe briket sekam padi, beberapa wadah fermentasi eco-enzyme berlabel, serta unit awal pengomposan. Peserta mempraktikkan pemilahan di sumber dan memahami bahwa setiap jenis residu organik membutuhkan jalur pengolahan yang berbeda. Kegiatan dapat dilaksanakan menggunakan bahan lokal, peralatan manual sederhana, dan wadah bekas pangan yang masih layak, tetapi mutu produk belum diuji di laboratorium. Eco-enzyme dan kompos juga masih berada pada tahap awal proses pada akhir kegiatan. Model terpadu ini sesuai sebagai titik masuk edukasi lingkungan berbasis desa, dengan syarat kelompok PKK dan pemerintah desa melanjutkan pemantauan pematangan produk, replikasi di rumah tangga, aspek keselamatan, dan jumlah sampah yang benar-benar dapat dialihkan dari pembuangan.