Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pengaruh Kepuasan Kerja, Stres Kerja, dan Lingkungan Kerja Terhadap Turnover Intention di IFRS Dewi Sri Karawang Yazidthalib, Nawal; Dadan Ridwanuloh; Himyatul Hidayah
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 6 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i6.103

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah tingkat Turnover karyawan pada Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dewi Sri Karawang. Turnover merupakan masalah klasik yang selalu dihadapi para pengusaha. Seperti halnya replacement yang terus berjalan, baik replacement pergantian karena faktor umur maupun pengunduran diri. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiaan kuantitatif. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik sampling jenuh diperoleh sampel sebanyak 27 karyawan. Teknis analisi yang digunakan adalah uji statistik untuk menguji seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen menggunakan program SPSS. Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai t hitung dan nilai kritis sesuai dengan tingkat signifikan yang digunakan yaitu 0,05. Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada pengaruh negatif signifikan secara parsial kepuasan kerja, stress kerja dan lingkungan kerja terhadap turnover intention di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Dewi Sri Karawang. Berdasarkan uji t, kepuasan kerja diperoleh sig 0.456, stres kerja diperoleh sig 0.398, lingkungan kerja diperoleh sig 0.372 terhadap turnover intention > 0,05 maka H1, H2 dan H3 diterima.
Exploration Of The Potential Of Phaleria Macrocarpa Against Colon Cancer Using A Network Pharmacology Approach Network Pharmacology-Based Exploration of Phaleria Against Colon Cancer Laili Khusnul Khotimah; Restia Prasisila Hidayanti Nawangsasih; Diana Magdalena Larassati; Syalzhabilla Yasmin; Adelia NurFitri; Himyatul Hidayah
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 5 No. 2 (2026): Vol 5. No. 2 JULY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v5i2.936

Abstract

Colon cancer is one of the leading causes of cancer-related mortality worldwide. Phaleria macrocarpa contains various bioactive secondary metabolites with potential anticancer activity. This study aimed to identify the potential molecular targets of Phaleria macrocarpa against colon cancer using a network pharmacology approach. Compound data were collected from LC-MS/MS-based studies and screened using pkCSM. Protein targets were predicted using SuperPred and compared with colon cancer-related proteins obtained from GeneCards. Protein interaction and network topology analyses were performed using STRING-DB, Cytoscape, and CytoNCA. The results identified 10 overlapping target proteins, namely TLR4, GLS, MAP2K2, LDHA, STAT3, NFKB1, PTGS1, GSK3B, STAT1, and SLC2A1. Network analysis revealed that NFKB1 were the key targets with the highest centrality values. These findings suggest that Phaleria macrocarpa may inhibit colon cancer progression through multiple molecular targets and biological pathways.
REVIEW ARTICLE: AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAN SENYAWA KIMIA PADA BEKATUL Ayu Jasmine; Lia Eka Budiyanti; Azzahra Amelia; Monica Yashna Kusuma Adi Saputra; Himyatul Hidayah
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.392

Abstract

Pendahuluan: Beras (Oryza sativa L.) adalah sumber makanan utama manusia di seluruh dunia. Bekatul, produk sampingan dari penggilingan padi, adalah sumber penting antosianin, tokoferol, sterol, gammaorizanol, asam ferulic, dan asam protocatechuic yang meningkatkan kesehatan. Ada bukti bahwa ekstrak bekatul memiliki efek farmakologis terhadap hiperaktif enzim pengubah angiotensin, resistensi insulin, dislipidemia, stres oksidatif, peradangan, dan peradangan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian Literatur Review Article melalui database ScienceDirect, Google Scholar, Semantic Scholar, PubMed. Hasil: Hasil dari berbagai penelitian menujukkan bahwa Bekatul memiliki nutrisi dan dapat digunakan untuk mengobati diabetes, alopecia, hiperkolesterolemia, hepatitis C, herpes, TB alergi, dan kanker payudara. Simpulan: Kesimpulan yang dapat diambil mengenai bekatul adalah, bekatul mengandung zat-zat peningkat kekebalan tubuh seperti fitosterol, polisakarida, mineral, dan trace mineral seperti magnesium, selenium, seng, vitamin E, omega-3, asam lemak, dan beberapa fitonutrien lainnya.
SENYAWA BIOAKTIF BIJI BUAH JAMBLANG BERDASARKAN METODE EKSTRAKSI DAN EFEK KLINIS Mega Ayu; Agnes Dewi Maria; Bela Cindika Sagala; Syifa Kamilah; Himyatul Hidayah
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.404

Abstract

Pendahuluan: Buah jamblang, anggota keluarga Myrtaceae, banyak dibudidaya di daerah tropis dan subtropis di dunia karena buahnya yang manis dan asam serta dagingnya yang lezat. Biji buah jamblang dibuang sebagai limbah industri, buah jamblang diolah menjadi minuman, jeli, selai, cuka, arak, dan labu kuning. Metode: Penelitian ini menggunakan metode narrative review. Mengumpulkan penelitian dan kemajuan ilmu pengetahuan terkini mengenai komposisi nutrisi biji jamblang, komposisi senyawa bioaktif, sifat bioaktifnya dan potensinya sebagai bahan baku formulasi pangan fungsional. Hasil: Biji ini berpotensi menjadi sumber senyawa bioaktif, antara lain tanin terhidrolisis, asam fenolik, flavonoid, dan lain-lain. fenolat, terpenoid, turunan phloroglucinol dan saponin, mendukung sejumlah aktivitas biologis, seperti antidiabetik, antikanker, antiinflamasi, antioksidan, antibakteri, hipolipidemik dan hipokolesterolemik, serta sebagai pelindung, perlindungan kardiovaskular, perlindungan hati dan perlindungan saraf. Biji jamblang juga mengandung karbohidrat, serat, mineral, dan asam askorbat yang tinggi. Namun, potensi penggunaan benih ini sebagai alat inovatif untuk memberikan manfaat kesehatan belum sepenuhnya dipahami. Simpulan: Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) merupakan salah satu tanaman lokal yang paling sedikit dibudidaya di Indonesia. Beberapa senyawa yang terdapat pada tanaman jamblang mempunyai aktivitas antioksidan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan fenolik biji jamblang.
ANALISIS KADAR GLUKOSA PADA BEKATUL PADA BERAS MERAH Bela Cindika Sagala; Mega Ayu Anisa; Syifa Kamilah; Himyatul Hidayah
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 2 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i2.405

Abstract

Pendahuluan: Bekatul merupakan hasil sampingan dari proses penggilingan atau penumbukan gabah menjadi beras. Endosperma terdiri dari kulit ari (lapisan aleuron) dan bagian berpati. Bagian endosperma itu yang kemudian mengalami proses penyosohan menghasikan beras sosoh, dedak dan bekatul. Metode: Melakukan analisis glukosa pada bekatul beras merah dengan menggunakan beberapa metode, dipilih dari laman Google dengan menggunakan kata kunci “beras merah”, “kadar glukosa darah”, “indeks glikemik”, “antidiabetes”, “bekatul”. Basis data dikembangkan oleh ScienceDirect, Kadar gula total biskuit fungsional tertinggi sebesar 35,61% disebabkan oleh perlakuan substitusi tepung bekatul merah 20%, dan kandungan ekstrak jahe merah sebesar 6% terendah sebesar 35,61%. 32,12% adalah yang diperoleh dari perlakuan penggantian tepung bekatul merah. 40% dan 0% ekstrak jahe merah. Hasil: Dari hasil analisis LC-HRMS diketahui pinocembrin, tricin 5-O-B-D-glucoside, monoolein bagian senyawa flavonoid dan diketahui juga bahwa asam 4-kumarat, asam ferulat, dan asam 4-metoksisinamat bagian fenolik. Simpulan: Senyawa-senyawa bioaktif yang terkandung pada bekatul beras merah diantaranya flavonoid, antosianin, asam amino, saponin, alkaloid, dan lain-lain. Kandungan senyawa bioaktif tersebut mempunyai efek farmakologis yaitu dapat menurunkan kadar gula darah atau berguna sebagai antidiabetes.
ANALISIS KADAR GLUKOSA PADA BEKATUL PADA BERAS KETAN HITAM Agnes Dewi Maria; Syifa Salsabilla Nurfauziah; Seftiani Suaida Mahfud; Himyatul Hidayah
Midwinerslion : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol 9 No 1 (2024): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/mjksb.v9i1.411

Abstract

Pendahuluan: Ketan hitam memiliki potensi sebagai sumber energi, antioksidan, senyawa bioaktif, dan serat yang penting untuk kesehatan. Warna merah kehitaman pada ketan hitam berasal dari sel-sel epidermis yang mengandung antosianin. Antosianin memiliki berbagai fungsi, termasuk berperan sebagai antioksidan dalam tubuh, bertindak sebagai senyawa antiinflamasi, menghambat pertumbuhan sel tumor, serta memiliki kemampuan mencegah obesitas dan diabetes. Metode: Pada metode penelitian yang dilakukan basis data yang digunakan adalah pencarian artikel jurnal nasional maupun international. Durasi jurnal artikel yang digunakan sepuluh tahun terakhir tenggat dari 2013 sampai 2023. Artikel teks terkait dengan kandungan glukosa yang terdapat pada bektul beras ketan hitam. Hasil: Bekatul beras ketan hitam memiliki khasiat sebgai penurun kadar gula darah, gliserida dan kolesterol, rendah glukosa dibandingkan dengan glukosa lainnya Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa sifat fisikokimia berbeda secara signifikan di antara varietas beras hitam yang dianalisis. Penapisan sifat fisikokimia beras diperlukan untuk evaluasi kualitas dan kemungkinan penerapan industri makanan. Hasil Penelitian ini dapat memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap beras hitam dan membantu menguragi dan pemnyembuhan dari berbagai penyakit misalnya diabetes dan kolesterol karena mengandung glukosa yang rendah.