Ielda Paramita
Program Studi Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia

Published : 22 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS CASE METHOD PADA MATA KULIAH DASAR – DASAR FISIKA LANJUT UNTUK MENINGKATKAN HIGHER ORDER THINGKING SKILL (HOTS) MAHASISWA Pasaribu, Marungkil; Paramita, Ielda; Fihrin, Fihrin
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 10 No. 3 (2022): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) menghasilkan perangkat pembelajaran Dasar – dasar fisika Lanjut berbasis case method yang valid dan efektif digunakan guna meningkatkan kemampuan Higher Order Thingking Skills (HOTS) Mahasiswa; dan (b) untuk mengetahui seberapa besar peningkatan kemampuan HOTS mahasiswa melalui penggunaan perangkat pembelajaran dasar-dasar Fisika lanjut berbasis case method. Pengembangan dalam penelitian ini mengacu pada pengembangan model Addie. Untuk mengetahui kelayakan Perangkat yang dikembangkan maka dilakukan uji kelayakan materi, uji kelayakan media, dan uji coba terbatas pada subjek penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan HOTS mahasiswa dari penggunaan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Uji coba terbatas tersebut dilakukan dengan menggunakan desain penelitian yaitu kelompok tunggal one group pretest-posttest design. Berdasarkan hasil validasi aspek media menunjukkan bahwa nilai rerata aspek media dari modul yang dikembangkan adalah 3,67 pada kategori sangat valid, dengan koefisien reabilitas 100% atau 1,0. Sedangkan hasil validasi aspek materi menunjukkan bahwa nilai rerata aspek materi dari modul yang dikembangkan adalah 3,70 pada kategori sangat valid, dengan koefisien reabilitas 100% atau 1,0. Hasil uji coba terbatas pada subjek penelitian diperoleh data bahwa terdapat peningkatan kemampuan HOTS mahasiswa sebelum (pre-test) dan sesudah (posttest) penerapan perangkat pembelajaran Dasar – dasar Fisika Lanjut berbasis case method. Peningkatan tersebut sebesar 0,42 atau 60,2% berada pada kategori sedang. Serta persentase rerata respon mahasiswa terhadap penggunaan perangkat pembelajaran dasar - dasar Fisika Lanjut berbasis case method untuk meningkatkan kemampuan HOTS Mahasiswa adalah 84,76% dengan interpretasi sangat baik.
Pengaruh Media Evaluasi Wordwall pada Pembelajaran Fisika untuk Mengukur Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Rauf, Darma Kharisma; Abd. Syukur, Muh. Syarif S.; Wahyono, Unggul; Paramita, Ielda; Khuzaimah, Andi Ulfah; Santoso, Rudi
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh media evaluasi wordwall pada pembelajaran fisika untuk mengukur keterampilan berpikir kritis peserta didik. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi, dengan desain penelitian adalah Equivalent Pretest-Posttest Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MAN 1 Kota Palu yang terdiri dari 10 kelas dengan jumlah peserta didik 200 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan sampel penelitian kelas X A (n=20) sebagai kelas eksperimen dan kelas X B (n=20) sebagai kelas kontrol. Keterampilan berpikir kritis peserta didik diukur dengan tes esai berjumlah 9 soal yang telah divalidasi dengan reliabilitas 0,727. Analisis data untuk pengujian hasil penelitian menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis dengan menggunakan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pretest kelas eksperimen sebesar 43,30 dan Pretest kelas kontrol sebesar 39,30 sedangkan Posttest kelas eksperimen sebesar 81,90 dan Posttest kelas kontrol sebesar 79,80. Berdasarkan uji Independent Sample T-test data Posttest diperoleh nilai  2,203 >  2,024 dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh media evaluasi wordwall pada pembelajaran fisika untuk mengukur keterampilan berpikir kritis peserta didik.
Pengembangan Media Pembelajaran Terintegrasi Kearifan Lokal Untuk Mengetahui Literasi Sains Pada Materi Fisika Setiawan, Rio; Paramita, Ielda; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Jarnawi, Muhammad
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan media yang dikembangkan dan untuk mengetahui kemampuan literasi sains peserta didik terhadap penggunaan media pembelajaran terintegrasi kearifan lokal sebagai media pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup lima tahap yakni (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation dan (5) evaluation. Penelitian ini menggunakan angket sebagai instrumen penelitian. Berdasarkan validasi ahli materi menunjukkan skor 3,26 , validasi ahli media menunjukkan skor 3,08, hasil penilaian guru mata pelajaran IPA menunjukkan skor 3,18. Analisis respon tanggapan peserta didik menunjukkan skor rata-rata sebesar 3,06  berdasarkan penilaian dari ke empat penilai dapat di simpulkan kategori yang di dapatkan yaitu kategori “Baik” dan hasil tes literasi sains peserta didik menunjukkan skor rata-rata 76,5 dengan kategori “Baik”. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran terintegrasi kearifan lokal yang dikembangkan telah terbukti valid dan praktis sebagai sumber belajar untuk mengetahui kemampuan literasi sains peserta didik pada materi gelombang bunyi yang dikontekstualisasikan melalui alat musik tradisional lalove.
Analisis Soft skill Mahasiswa Pendidikan Fisika Yang Mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Anriawan, Ryan; Syamsu, Syamsu; Paramita, Ielda; Santoso, Rudi
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 2 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i2.4820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui soft skill mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Tadulako yang mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), khususnya pada kegiatan Kampus Mengajar Angkatan 8. Fokus utama penelitian ini adalah pada dua aspek soft skill, yaitu kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan komunikasi.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan pemecahan masalah dalam kategori tinggi sebanyak 12 orang, kategori sedang sebanyak 9 orang, dan kategori rendah sebanyak 1 orang.Kemampuan komunikasi mahasiswa juga tergolong sangat baik, dengan 14 mahasiswa masuk dalam kategori sangat baik, 7 mahasiswa dalam kategori baik, dan 1 mahasiswa dalam kategori cukup. Kedua aspek soft skill ini berkembang melalui pengalaman langsung di lapangan, interaksi sosial, serta penerapan strategi pembelajaran berbasis masalah. Temuan ini mengindikasikan bahwa Program MBKM memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan soft skill mahasiswa melalui pembelajaran yang kontekstual dan kolaboratif. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya penguatan pelatihan soft skill dalam program serupa guna mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Penerapan Pendekatan STEM Terhadap Kemampuan Psikomotorik Siswa Pada Pembelajaran IPA Winda; Haeruddin; Paramita, Ielda; Nurjannah; Ratnaningtiyas, Deltha Wati Isti
Hamzanwadi Journal of Science Education Vol. 1 No. 2 (2024): Hamzanwadi Journal of Science Education
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/hijase.v1i2.27390

Abstract

TTujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pendekatan STEM terhadap kemampuan psikomotorik siswa pada pembelajaran IPA di SMPN 1 Sigi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental dengan desain penelitian one-group pretest-posttest design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 25 siswa kelas VIII B. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa pengamatan secara langsung menggunakan lembar observasi psikomotorik. Nilai rata-rata pre-test sebesar 77,7 dan nilai rata-rata post-test sebesar 86,1. Berdasarkan uji paired simple test pada pretest dan posttest diperoleh nilai sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat perbedaan kemampuan psikomotorik yang signifikan. Kemudian selanjutnya uji N-Gain, diperoleh nilai sebesar 0,37 yang artinya terjadi peningkatan kemampuan psikomotorik dalam kategori sedang. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan STEM dapat meningkatkan kemampuan psikomotorik siswa pada pembelajaran IPA
The Effect of Argument-Driven Inquiry on Students’ Scientific Reasoning and Argumentation Skills Paramita, Ielda; Sani, Nurul Kami; Syamsuriwal, Syamsuriwal; Santoso, Rudi; Tang, Indo
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.7342

Abstract

Developing students’ scientific reasoning and argumentation skills is essential for achieving meaningful learning in physics, as these competencies are fundamental to scientific literacy and higher-order thinking. Nevertheless, physics instruction in many secondary classrooms still prioritizes procedural problem solving, providing limited opportunities for students to engage in reasoning and scientific discourse. This condition highlights the urgent need for instructional models that explicitly integrate inquiry and argumentation into learning. This study examined the effect of the Argument-Driven Inquiry (ADI) model on students’ scientific reasoning and argumentation skills using a mixed-method quasi-experimental design with a non-equivalent pretest–posttest control group. The participants were 72 eleventh-grade science students from a public senior high school in Central Sulawesi, Indonesia, divided into an experimental (ADI) and a control (conventional instruction) group. Data were collected using validated reasoning and argumentation instruments and analyzed through normalized gain, ANCOVA, and discourse analysis. The results showed that students in the ADI group achieved higher improvements in scientific reasoning (N-gain = 0.66, high) and argumentation quality (N-gain = 0.72, high) than those in the control group. Discourse analysis further revealed more frequent construction of claims, use of evidence, and rebuttals among ADI students, indicating deeper epistemic engagement. In conclusion, this study provides novel empirical evidence that ADI effectively strengthens reasoning-based physics learning by simultaneously enhancing students’ scientific reasoning and argumentation, offering a robust pedagogical contribution for fostering higher-order thinking in secondary science education.
Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Terintegrasi Kearifan Lokal pada Makanan Tradisional Kapurung untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Elisa, Rasti Nova; Paramita, Ielda; N. Laratu, Wahyuni; Miftah, Miftah
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 13 No. 3 (2025): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v13i3.5040

Abstract

Rendahnya literasi sains siswa dalam pembelajaran fisika masih menjadi permasalahan utama, yang ditandai dengan kurangnya keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari, bahan ajar yang tidak kontekstual, dan metode pembelajaran yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran fisika terintegrasi kearifan lokal berbasis makanan tradisional Kapurung serta menilai efektivitasnya dalam meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi lima tahap: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 89,3% (kategori sangat layak), sedangkan validasi ahli media sebesar 91,7% (kategori sangat layak). Uji coba lapangan menunjukkan respons positif dari guru dengan persentase 87,5% dan dari siswa sebesar 85,4% (kategori sangat baik). Efektivitas modul ditunjukkan melalui peningkatan literasi sains siswa dengan nilai rata-rata pretest 63,13 dan posttest 91,54. Perhitungan N-Gain sebesar 0,76 termasuk kategori tinggi, sedangkan effect size 2,16 menunjukkan dampak yang kuat. Dengan demikian, modul berbasis Kapurung ini terbukti layak, efektif, dan relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran fisika kontekstual berbasis budaya lokal.
Peningkatan Keyakinan Siswa Memahami Konsep Fisika dengan Metode Eksperimen Berbantuan PhET Sukmayanti, Ni Made; Haeruddin, Haeruddin; Paramita, Ielda; Sani, Nurul Kami
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.4933

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keyakinan siswa dalam memahami konsep fisika antara pembelajaran menggunakan metode eksperimen berbantuan PhET dan metode pembelajaran biasa. Selama ini, PhET lebih banyak diteliti dari aspek kognitif, sementara pengaruhnya terhadap keyakinan siswa masih jarang dikaji. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan non-equivalent control group design. Sampel terdiri dari 68 siswa SMA Negeri 5 Palu tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu 37 siswa kelas XI M2 (kontrol) dan 31 siswa kelas XI M3 (eksperimen). Instrumen penelitian berupa tes keyakinan siswa. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney U menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,44 > 0,05, yang menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil ini mengindikasikan bahwa penggunaan PhET belum memberikan pengaruh yang berarti terhadap peningkatan keyakinan siswa dalam memahami konsep fisika. Temuan ini memberikan masukan penting bagi pendidik dalam mempertimbangkan media pembelajaran berbasis simulasi PhET untuk penguatan aspek afektif siswa.
Pengaruh Pembuatan Alat Eksperimen Sederhana dalam Model Discovery Learning terhadap Keterampilan Proses Sains Siswa SMP Agustina, Agustina; Paramita, Ielda; Wahyono, Unggul; Ratnaningtyas, Delthawati Isti; Sani, Nurul Kami
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5586

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SMP sering masih berpusat pada guru, sehingga keterampilan proses sains siswa cenderung rendah. Selain itu, keterbatasan sarana eksperimen membuat siswa sulit melakukan pembelajaran secara aktif dan investigasi ilmiah secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuatan alat eksperimen sederhana dalam model Discovery Learning terhadap keterampilan proses sains siswa. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih melalui purposive sampling, yaitu kelas VII C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII A sebagai kelompok kontrol. Kelompok eksperimen melaksanakan pembelajaran dengan kegiatan pembuatan alat eksperimen sederhana, sedangkan kelompok kontrol menggunakan alat eksperimen yang sudah tersedia. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan proses sains. Hasil posttest menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen adalah 75,87, sedangkan kelompok kontrol 67,83. Uji-t menunjukkan bahwa thitung ≥ ttable(2,05 ≥ 1,67) pada taraf signifikansi 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan pembuatan alat eksperimen sederhana dalam model Discovery Learning secara signifikan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi model Discovery Learning dengan keterlibatan siswa dalam pembuatan media eksperimen memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif, kreatif, dan bermakna.
Analisis Potensi Etnosains pada Masyarakat Asli Kecamatan Lore Utara Sebagai Sumber Belajar Fisika Hiwauna, Cresia Kartina; Napitupulu, Nurasyah Dewi; Muslimin, Muslimin; Gustina, Gustina; Paramita, Ielda; N. Laratu, Wahyuni
JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online) Vol. 14 No. 1 (2026): JPFT (Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpft.v14i1.5627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi etnosains pada Masyarakat Asli Kecamatan Lore Utara sebagai sumber belajar fisika menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam kepada 2 Tokoh Adat, 2 Masyarakat, dan 5 Guru IPA/Fisika, serta dokumentasi. Penelitian berfokus pada unsur budaya lokal seperti alat musik tradisional (gendang/kanda dan suling/tulali), tarian daerah (tarian dondi), dan rumah adat (Sou tambi), yang dikaji berdasarkan kesesuaian nilai etnosains terhadap konsep IPA SMP dan Fisika SMA. Hasil penelitian kesesuaian etnosains dengan konsep fisika SMA/IPA SMP menunjukkan unsur budaya lokal berkaitan langsung dengan konsep getaran dan gelombang, resonansi, gaya dan gerak, Hukum Newton, Hukum Hooke Dan Elastisitas, Prinsip Bernoulli, tekanan serta perpindahan kalor. Berdasarkan penilaian tingkat potensi etnosains Kecamatan Lore Utara sebagai sumber belajar Fisika SMA/IPA SMP meliputi kriteria: relevansi kontekstual, keterkaitan dengan konsep fisika SMA/IPA SMP, nilai edukatif, ketersediaan dan keterjangkauan, kesesuaian kurikulum, serta potensi pengembangan media/modul menunjukkan budaya lokal masyarakat Lore Utara memperoleh rentang skor rata-rata 8,75-10,75 dengan tingkat Berpotensi-Sangat Berpotensi. Sehingga, budaya lokal masyarakat Lore Utara berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar yang tidak hanya memperkuat pemahaman konsep fisika, tetapi juga mendukung pelestarian budaya, peningkatan kualitas pendidikan berbasis lingkungan serta karakter lokal.