Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTASI SISTEM AKUNTANSI SEDERHANA DALAM MENINGKATKAN AKUNTANBILITAS KEUANGAN UMKM DI KOTA GORONTALO Welem, Rifandi; Tahuru, Nur Anisa S; Rahman, Sarmini; Rianti, Rianti; Arbie, Nur Afni; Mohehu, Fazri; Ahmad, Ratna
JAMBURA: Jurnal Ilmiah Manajemen dan Bisnis Vol 8, No 3 (2026): JIMB - VOLUME 8 NOMOR 3 JANUARI 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37479/jimb.v8i3.36909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana sistem akuntansi dasar diterapkan di UMKM Kota Gorontalo dan dampaknya terhadap peningkatan akuntabilitas keuangan. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan metode pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung dengan pemilik UMKM Raja Bakso sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian memnunjukan bahwa pelaku UMKM telah mencatat catatan keuangan dasar menggunakan buku kas untuk pendapatan dan pengeluaran sebagai bentuk sistem akuntansi dasar. Catatan ini memungkinkan pemilik usaha memahami arus kas harian serta gambaran keuntungan secara keseluruhan. Namun, karena implementasinya belum mencakup pembuatan laporan keuangan yang formal seperti laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, atau neraca, akuntabilitas keuangan masih jauh dari memadai. Faktor-faktor yang menghambat penggunaan sistem akuntansi dasar yang memenuhi persyaratan meliputi kurangnya pengetahuan tentang akuntansi, kebisaan pencatatan manual, dan minimnya bimbingan. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan sistem akuntansi dasar sangat membantu dalam meningkatkan transparansi dan evaluasi kinerja keuangan. Namun, sistem ini masih perlu disempurnakan dan diperkuat agar dapat secara optimal meningkatkan akuntabilitas keuangan di UMKM.
Pengaruh Pemberian Ubi Jalar Ungu Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Tanjung Kemuning Iii Kecamatan Tanjung Kemuning Kabupaten Kaur Rianti, Rianti; Eriestyana , Putri; Kartiwi , Lela; Sari , Novi Rufita; Oktapiasari , Lensi; Yanti , Sinta Fitri; Habibi , Julius; Fauzi , Yusran
Jurnal Kewirausahaan & Inovasi Vol. 3 No. 2 (2026): Februari
Publisher : Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jkwi.v3i2.1237

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a growing public health problem both globally and nationally. This disease is characterized by high blood glucose levels due to impaired insulin secretion, insulin action, or both. The current trend is that the number of people with diabetes mellitus is increasing worldwide (Firani, 2022). The International Diabetes Federation reported in 2021 that 537 million adults (20-79 years old) were living with diabetes worldwide. This number is expected to increase to 643 million (1 in 9 adults) by 2030 and 784 million (1 in 8 adults) by 2045. Diabetes mellitus caused 6.7 million deaths in 2021. An estimated 44% of adults living with diabetes (240 million people) are undiagnosed. 541 million adults worldwide, or 1 in 10, have impaired glucose tolerance, putting them at high risk of developing type 2 diabetes (International Diabetes Federation, 2021). One important factor contributing to the rise in diabetes is diet. The shift in people's consumption patterns from traditional local foods to instant and ultra-processed foods is an increasingly visible phenomenon. One non-pharmacological approach that has the potential to help lower blood pressure is the provision of functional foods, including purple sweet potatoes. Purple sweet potatoes are rich in anthocyanins, fiber, and antioxidants, which can improve endothelial function, reduce oxidative stress, and improve glucose and lipid metabolism. Anthocyanins are known to have vasodilatory and anti-inflammatory effects that can contribute to lowering blood pressure. Thus, purple sweet potato supplementation has the potential to be a cheap, easy, safe, and locally sourced intervention to help control blood pressure in patients with type 2 diabetes mellitus. Based on data from the Tanjung Kemuning Community Health Center and data from the Village Midwife from January to April 2024, there were 8 cases of diabetes mellitus in Tanjung Kemuning III Village, Tanjung Kemuning District. Therefore, based on the available data, this diabetes mellitus counseling and diabetes mellitus exercise program was conducted in Tanjung Kemuning III Village, targeting the elderly and pre-elderly who already have diabetes mellitus or are at risk of developing it.
Desain Pembelajaran Kontekstual dengan Bantuan Media Interaktif terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Rianti, Rianti; Eriyantika, Novi; Nufninu, Yoyada
Teorema: Teori dan Riset Matematika Vol 11, No 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/teorema.v11i1.23768

Abstract

Pemecahan masalah adalah proses yang digunakan untuk menemukan solusi atas suatu situasi atau tantangan yang tidak memiliki jawaban langsung. Artikel ini bertujuan untuk mendesain pembelajaran dengan bantuan media interaktif dalam hal ini menggunakan Desmos terhadap kemampuan pemecahan masalah. Prosedur yang digunakan yaitu Analysis, Design dan Develop (ADD) dengan merancang desain pembelajaran kontesktual dengan bantuan media interaktif Desmos terhadap kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. Adapun tahapannya yaitu: (1) Analysis dilakukan dengan memilih materi yang akan digunakan yaitu fungsi kuadrat. (2) Design dilakukan dengan menyajikan materi fungsi kuadrat melalui masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan di bawa ke dalam Desmos yang bertujuan memvisualisasikan suatu grafik. (3) Develop dilakukan dengan mendesain pembelajaran kontekstual dengan bantuan media interaktif Desmos. Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemecahan masalah kontekstual dengan bantuan media interaktif Desmos dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan aktif, sekaligus meningkatkan nilai, keterlibatan dan motivasi siswa. Penggunaan media interaktif ini memungkinkan siswa lebih terlibat dalam proses pembelajaran, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan pemecahan masalah secara mendalam melalui visualisasi konsep-konsep yang lebih jelas. Kata kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Masalah Kontekstual, Media Interaktif Desmos, Pembelajaran Matematika 
Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kesehatan Mental: Intensity of Social Media Use and Mental Health Sukriani, Wahidah; Rianti, Rianti; Arisani, Greiny
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI) Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Mei 2026
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jibi.v4i1.2000

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa merupakan isu kritis yang semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya penetrasi media sosial di kalangan generasi muda. Mahasiswa sebagai kelompok rentan berada dalam fase transisi kehidupan yang penuh tekanan akademis, sosial, dan emosional, sehingga pola penggunaan media sosial berpotensi mempengaruhi kondisi psikologis mereka secara bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palangka Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir, dengan total sampel 79 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner SMUIS (Social Media Use Integration Scale) untuk mengukur intensitas penggunaan media sosial dan SRQ-20 (Self-Reporting Questionnaire-20) untuk menilai status kesehatan mental. Penelitian dilaksanakan pada April–Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (83,5%) memiliki intensitas penggunaan media sosial sedang dan 49 responden (62%) terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental (p = 0,116). Namun nilai OR = 4,05 menunjukkan bahwa responden dengan intensitas penggunaan tinggi menunjukkan proporsi terindikasi gangguan kesehatan mental lebih besar dibandingkan kelompok penggunaan sedang. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi berkaitan erat dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan mental pada mahasiswa. Diperlukan pengembangan program promosi kesehatan mental yang mengintegrasikan edukasi penggunaan media sosial secara sehat bagi mahasiswa.