Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Aktivitas Petani Padi Dalam Karya Seni Lukis Realis Putri, Tiara; Ondira Asa, Ferdian
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i2.18288

Abstract

Penciptaan karya akhir ini bertujuan untuk memvisulisasikan tentang permasalahan sosial melalui gambaran aktivitas petani padi dalam karya seni lukis realis. Harapan dari penciptaan karya ini untuk meningkatkan rasa kesadaran diri untuk saling menghargai dan saling membantu sesama makhluk sosial, serta meningkatkan pengetahuan dan memperkaya ide-ide dalam menciptakan sebuah karya seni lukis dengan teknik realis. Proses penciptaan karya ini melalui lima tahapan diantaranya: (1)Persiapan, (2)Elaborasi, (3)Sintesis, (4) Realisasi Konsep, (5)Penyelesaian. Dari tahapan tersebut tercipta 10 karya yang divisualkan diatas bidang kanvas menggunakan cat akrilik yang masing-masing memiliki judul antara lain: “Masuk an aia”, “Mambajak“, “Mamayak”, “Batanam”, “Basiang”, “Mamupuk”, “Manggaro”, “Malambuik”, “Manimbang”, “Manuai hasil”.
KOMUNIKASI DAN KEKUASAAN (DITINJAU DARI SUDUT SOSIOLOGI) Susanti, Eka; Syafira, Syafira; Yusriani, Yusriani; Putri, Tiara; Rizky, Septiana; Budiman, Budiman; Hizbullah, Gilang; Nasution, Ade Suriyani; Anggini, Nurasiah; Nasution, Masriyanti; Hasibuan, Ardina Khoirunnisa; Sabila, Sonia; Khairani, Lutfi Putri; Azmi, Khairul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29993

Abstract

Penelitian ini menggali kompleksitas hubungan antara komunikasi dan kekuasaan dalam media massa melalui analisis kajian pustaka. Pendahuluan menyajikan latar belakang mendalam tentang permasalahan tersebut, menjelaskan pentingnya pemahaman yang lebih baik terhadap dinamika tersebut. Metodologi penelitian menjelaskan pendekatan kajian pustaka yang digunakan untuk mengeksplorasi berbagai sumber literatur terkait topik ini. Hasil penelitian menyoroti distribusi kekuasaan komunikatif yang tidak merata dalam media massa, mempertimbangkan implikasi sosial, politik, dan budaya dari pengaruh media massa dalam masyarakat. Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam tentang dinamika kompleks dalam media massa dan memberikan landasan bagi pengembangan kebijakan serta praktik yang lebih efektif dalam mengelola kekuatan komunikatif dalam media.
Inadequate Cryptocurrency and Money Laundering Regulations in Indonesia (Comparative Law of US and Germany) Putri, Tiara; Amiludin, Amiludin; Ahmad, Dwi Nurfauziah; Hidayatulloh, Hidayatulloh
Yustisia Vol 12, No 2: August 2023
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/yustisia.v12i2.71835

Abstract

Cryptocurrency as a virtual currency managed by a decentralized system makes it immune to government interference and allows it to transact under pseudonyms. This has the potential for cybercrime and illicit transactions, especially money laundering. This study aims to compare legal instruments in Indonesia, the US, and Germany regarding the use of cryptocurrency as a money laundering tool and to analyze the readiness of Indonesia to respond to this crime. This study is normative legal research conducted using a comparative and statutory approach. These findings show that the US and Germany have extensively regulated crypto. In the US, Crypto transactions are considered MSB, subject to BSA compliance. Each transaction must comply with AML, KYC, and CIP requirements. In Germany, Cryptocurrency is considered a personal asset. The crypto trading must meet the KYC and AML requirements. Indonesia needs advanced regulations because crypto is only considered an investment asset. The investigation is difficult because cryptocurrency is transacted pseudonyms, so connecting pseudonyms with real people is challenging