Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pre-Operative Teaching Islami Terhadap Tingkat Cemas Pasien Pre-Operasi TUR-P di RSI Jemursari Surabaya Sari, Ratna Yunita; Rohmawati, Riska; Faizah, Imamatul; Heris, Wesiana
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 1 (2020): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v15i1.87

Abstract

Transurethral Resection of the Prostate (TURP) is a surgical procedure to treat benign prostate hyperplasia. The planned surgical procedure will make the patient feel anxious. The purpose of this study was to determine the effect of Islamic-based preoperative teaching on the anxiety level of TUR-P preoperative patients in the Azzara 2 hospital room. Islam Jemursari Surabaya. Quasi-experimental research design with a pre and post-test control group design approach. The sample size used 24 residential respondents, which were then divided into 12 respondents in the intervention group and 12 respondents in the control group. The procedure is performed when the patient is hospitalized until near the operation. Data collection was carried out by measuring the level of anxiety before and after the Islamic-based preoperative teaching. Data were then analyzed using the Willcoxon and Mann Whitney tests. The results showed that Islamic-based preoperative teaching affected reducing anxiety levels in pre-operative patients. TUR-P analysis of the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.002. The conclusions of the study show that Islamic-based preoperative teaching can reduce patient anxiety levels, nurses should be able to apply Islamic-based preoperative teaching to overcome anxiety experienced by patients before surgery.Keywords: TUR-P, Islami Preoperative Teaching, Anxiety
Aktivasi Kader Surabaya Hebat melalui Stroke Self-Management Program pada Penderita Stroke Faizah, Imamatul; Kartini, Yanis; Sari, Ratna Yunita; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Septianingrum, Yurike; Aulia, Nurlisa Naila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16051

Abstract

ABSTRAK Penderita post stroke perlu mendapatkan pendidikan kesehatan secara menyeluruh dan memerlukan jangka waktu yang panjang dalam mengelola dirinya untuk mencegah kejadian stroke berulang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengaktivasi Kader Surabaya Hebat dalam pemberian edukasi Stroke Self-Management Program sebagai upaya peningkatan kemandirian dan kemaknaan hidup penderita post stroke. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan kesehatan dan memberikan penyuluhan stroke self-management program, beserta pelatihan stroke self-management program. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 24 kader dan masyarakat. Sebelum dilakukan pelatihan tentang Self-Management program, hampir seluruhnya (75%) responden memiliki pengetahuan dan keterampilan kurang dan setelah dilakukan pelatihan didaptkan hampir seluruhnya (83%) memiliki pengetahuan dan keterampilan baik. Aktivasi kader Surabaya sehat melalui stroke self-management program dan peningkatan pengetahuan kader serta masyarakat. Kata Kunci: Kader, Stroke Self-Management Program, Penderita Stroke  ABSTRACT Post-stroke sufferers need to receive comprehensive health education and need a long period of time to manage themselves to prevent recurrent strokes. Implementation of this community service activity aims to activate the Great Surabaya Cadre in providing Stroke Self-Management Program education as an effort to increase the independence and meaning of life for post-stroke sufferers. The method used in this community service activity is to provide health education and provide education on the stroke self-management program, along with stroke self-management program training. This activity was carried out for one month and was attended by 24 cadres and the community. before the training on the Self-Management program was carried out, almost all (75%) of the respondents had poor knowledge and skills and after the training it was found that almost all (83%) had good knowledge and skills. activation of healthy Surabaya cadres through the stroke self-management program and increasing knowledge of cadres and the community. Keywords: Kader, Stroke self-management program, penderita stroke
Optimalisasi Self-Management Diabetes melalui Health Coaching bagi Kader Kesehatan Sebagai Upaya Pengontrolan Kadar Gula Darah Penderita DM Sari, Ratna Yunita; Septianingrum, Yurike; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Irawan, Danny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15984

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus dengan kadar gula tidak terkontrol menyebabkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular yang dapat menurunkan dan memperburuk kualitas hidup penderitanya. Komplikasi terjadi diakibatkan oleh self management yang rendah, perilaku perawatan diri yang buruk sehingga kadar gula darah tidak terkontrol. Hal ini, jika tidak diatasi dan melaksanakan self management yang tepat, dampak terburuknya menyebabkan kematian akibat komplikasi. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan warga tentang self-management diabetes melalui health coaching sebagai upaya pengontrolan kadar gula darah penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah RT 09 RW 08 Kelurahan Banyuurip Kota Surabaya. Metode kegiatan menggunakan pelatihan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, tukar pendapat dan demonstrasi guna meningkatkan pengetahuan kader dan warga mengenai spiritual diabetes self-management health coaching untuk pengontrolan kadar gula darah penderita DM. kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2024 dan diikuti oleh 2 kader dan 15 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang ditunjukkan dengan hasil pretest 54% meningkat menjadi 95% hasil posttest dan disertai ketrampilan yang meningkat baik kader dan warga dapat melaksnakan Self-Management Diabetes Melalui Health Coaching dan kader mampu memberikan penyuluhan terhadap warga secara langsung maupun daring, sehingga dapat menjadi support system bagi warganya mempertahankan status kesehatan di area binaanya.   Keywords: Diabetes Mellitus, Health Coaching, Kadar Gula Darah, Self-Management Diabetes  ABSTRACT Diabetes Mellitus with uncontrolled sugar levels causes microvascular and macrovascular complications which can reduce and worsen the sufferer's quality of life. Complications occur due to low self-management, and poor self-care behavior so that blood sugar levels are not controlled. This, if not addressed and implemented with proper self-management, can have the worst impact of causing death due to complications. This service activity aims to increase the knowledge and skills of cadres and residents regarding diabetes self-management through health coaching to control blood sugar levels in DM sufferers. Community service activities are carried out in the area of RT 09, Banyuurip Village, Surabaya City. The activity method uses participatory approach training using lectures, discussions, exchange of opinions and demonstrations to increase the knowledge of cadres and residents regarding spiritual diabetes self-management health coaching for controlling blood sugar levels in DM sufferers. This activity was carried out in May-July 2024 and was attended by 2 cadres and 15 diabetes mellitus sufferers. The results of the evaluation of training activities showed that there was an increase in knowledge and skills as shown by the pretest results increasing from 54% to 95% posttest results and accompanied by increased skills, both cadres and residents were able to carry out Diabetes Self-Management through Health Coaching and cadres were able to provide counselling to residents directly. or online, so that it can become a support system for residents to maintain their health status in the areas they support. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Coaching, Blood Sugar Levels, Diabetes Self-Management
Pemberdayaan Laskar Gertak Kita dengan Edukasi Sadari sebagai Upaya Menuju Kampung Sehat Rusdianingseh, Rusdianingseh; Muhith, Abdul; Rohmawati, Riska; Afiyah, R. Khairiyatul; Hatmanti, Nety Mawarda; Shodiq, M; Maimunah, Siti; Damawiyah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17615

Abstract

ABSTRAK Laskar Gertak Kita merupakan singkatan dari Laskar Gerakan Serentak Kesehatan Ibu dan anak. peran kader laskar Gertak Kita ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kesehatan diberbagai topik terkait kesehatan ibu dan balita, salah satunya adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Angka kejadian kanker payudara semakin meningkat sehingga perempuan didorong untuk lebih mengenal tubuh sendiri dan bertindak proaktif dalam menjaga kesehatan payudara sendiri. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah dan demonstrasi. Sasaran terlebih dahulu diberikan edukasi tentang proses SADARI, kemudian dilakukan demonstasi menggunakan alat peraga manikin yang diikuti oleh semua sasaran. Tingkat pengetahuan sasaran diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil pretest dan postest terhadap 20 sasaran kader laskar Gertak Kita, didapatkan peningkatan pengetahuan dari 62% menjadi 89% dan peningkatan ketrampilan melakukan SADARI menjadi 90%. Edukasi kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi SADARI dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader untuk mendeteksi masalah kesehatan di payudara sendiri. Kata Kunci: Laskar Gertak Kita, Sadari, Edukasi ABSTRACT Laskar Gertak Kita is an abbreviation of Laskar Simultaneous Movement for Maternal and Child Health. The role of the Gertak Kita cadres is to increase health knowledge and skills on various topics related to maternal and toddler health, one of which is breast self-examination (BSE). The incidence of breast cancer is increasing, so women are encouraged to know their own bodies better and act proactively in maintaining their own breast health. The method used is to provide education using lecture and demonstration methods. The targets are first given education about the BSE process, then a demonstration is carried out using a manikin which is attended by all the targets. The target knowledge level was measured using a pretest and posttest questionnaire. The pretest and posttest results of the 20 target Gertak Kita cadres showed an increase in knowledge from 62% to 89% and an increase in skills in performing BSE to 90%. Health education through lectures and BSE demonstrations can increase cadres' knowledge and skills in detecting health problems in their own breasts. Keywords: Laskar Gertak Kita, BSE, Education
Pemberdayaan Kemaja Melalui Program “Healthy Youth Corner” Putri, Rahmadaniar Aditya; Kamariyah, Nurul; Firdaus, Firdaus; Noventi, Iis; Hasina, Siti Nur; Santy, Wesiana Heris; Algristian, Hafid; Rohmawati, Riska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.17067

Abstract

ABSTRAK Remaja akan menghadapi berbagai masalah yang kompleks terkait dengan perubahan fisik, kecukupan gizi, perkembangan psikososial, emosi dan kecerdasan yang akhirnya menimbulkan konflik dalam dirinya dan akan mempengaruhi kesehatannya. Kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini berupa program “Healthy Youth Corner” yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada remaja, orang tua, serta kader terhadap kesehatan diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan pelatihan, penyuluhan, dan sosialisasi. Kegiatan ini dilaksanakan selama satu bulan dan diikuti oleh 42 remaja, orang tua, dan kader. Sebelum dilakukan kegiatan pengabdian, Sebagian besar (64%) responden memiliki pengetahuan danketerampilan kurang dan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini sebagian besar (69%) memiliki pengetahuan danketerampilan baik. Program Healthy Youth Corner dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terhadap diri. Rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah dengan pendampingan serta peningkatan keterampilan berkelanjutan bagi kesehatan remaja. Kata Kunci: Kesehatan, Pemberdayaan Remaja, Program Healthy Youth Corner  ABSTRACT Adolescents will face various complex problems related to physical changes, nutritional adequacy, psychosocial development, emotions, and intelligence which ultimately give rise to conflicts within themselves and will affect their health. This community service activity is the "Healthy Youth Corner" program which aims to increase the knowledge and skills of teenagers, parents, and cadres regarding personal health. The method used in this community service activity is to provide training, counseling, and outreach. This activity was carried out for one month and was attended by 42 teenagers, parents, and cadres. Before carrying out service activities, the majority (64%) of respondents had poor knowledge and skills and after participating in this service activity the majority (69%)had good knowledge and skills. The Healthy Youth Corner program can increase teenagers' knowledge and skills regarding themselves. The follow-up plan that can be carried out is with assistance and continuous improvement ofskills for adolescent health. Keywords: Health, Youth Empowerment, Healthy Youth Corner Program
PENGUATAN KAPASITAS SANTRIWATI DALAM MENGATASI PENYAKIT MENULAR DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA SURABAYA Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Putri, Rahmadaniar Aditya; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Muhith, Abdul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26513

Abstract

Pondok pesantren merupakan salah satu yang kerap sekali menjadi lokasi penularan penyakit akibat padatnya santri yang bermukim. Padatnya aktivitas santri dan kurangnya pengetahuan dan kesadaran santri dalam perilaku kesehatan, menyebabkan santri mudah tertular penyakit. Penguatan kapasistas santri dalam mengpenyatasi akit menular melalui edukasi kesehatan untuk membantu santri dalam memecahkan masalah, menangani, mencegah, dan memutus rantai penyakit. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas santri melalui edukasi yang diberikan dan mampu membantu menjaga kesehatan individu ataupun kelompok. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi tentang penyakit menular menggunakan metode ceramah dan diskusi dengan bantuan media edukasi microsoft power point, Buku Panduan Penyakit Menular, dan lembar kuesioner pre test-post test. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya. Hasil edukasi penyakit menular di Pondok Pesantren Nurul Huda Surabaya, sebesar 27,6% santri cukup memahami tentang penyakit menular, sedangkan 72,4%% santri memahami dengan baik bagaimana penanganan dan pencegahan penyakit menular. Setelah dilakukan edukasi, tingkat pemahaman santri tentang penyakit menular meningkat menjadi 96,5% baik, dan 3,5% masih cukup memahami tentang edukasi yang diberikan. Terdapat perbedaan dampak perlakuan antara edukasi penyakit menular sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan.
PELATIHAN PENGOLOLAHAN MAKANAN DENGAN 3J SEBAGAI UPAYA KURATIF PADA PENDERITA DM Rohmawati, Riska; Muhith, Abdul; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Hasina, Siti Nur; Putri, Rahmadaniar Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30453

Abstract

Perubahan msyarakat dari kehidupan agraris ke masyarakat modern memperikan dampak terhadap lifestyle yang dapat memicu terjadinya beberapa penyakit, diantaranya adalah Diabetes Melitus (DM). Adanya fast food mendorong masyarakat mengkonsumsi makanan secara berlebih dan kurangnya aktivitas menyebabkan prevalensi DM menjadi tinggi. Salah satu model manajemen diet yang digunakan pada pasien diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar gula darah adalah model 3 J. Setelah dilakukan pelatihan diketahui gula darah pasien diabetes mengalami penurunan sebesar 80 mg/dl, rata-rata gula darah sebelum olahraga sebesar 290 mg/dl dan mengalami penurunan sebesar 200 mg/dl. Selain itu, pengetahuan pasien dalam mengatur pola makan 3J meningkat rata-rata 40-78 poin. Pelatihan penerapan pola makan 3J bagi penderita diabetes memotivasi mereka untuk menyesuaikan kebiasaan makan, jadwal makan yang tepat dan porsi makanan yang sehat sehingga dapat mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.
IMPLEMENTASI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) BERBASIS VIDEO DAN CEK RUTIN GULA DARAH DI POS SEHAT GEMBIRA POSYANDU LANSIA Muhith, Abdul; Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31906

Abstract

Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yang mencakup kegiatan pelayanan kesehatan untuk mewujudkan masa tua yang bahagia dan berdayaguna. Oleh karena itu, penting sekali lansia tahu pentingnya kegiatan Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader dan warga lansia melalui edukasi Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video dan cek GDA diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang ada di tempat mitra yaitu terkait masalah Diabetes Melitus pada warga Lansia. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi sosialisasi tentang Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video dan cek GDA pada warga lansia. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) dan Senam Lansia di desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Hasil Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video Menunjukan sebagian besar 44 (73,4%) warga Lansia memiliki GDA hasil Tidak Normal sedangkan setelah diberikan diberikan sosialisasi dan Implementasi DSME hasilnya sebagian besar 36 (60%) warga lansia memiliki GDA hasil Normal. Terdapat penurunan hasil cek GDA yang tidak Normal dari dampak perlakuan edukasi Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan tersebut. Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga lansia untuk dapat menyelesaikan masalah secara holistik mulai dan biopsikospiritual yang berkaitan dengan masalah kesehatan, dan pencegahan serta perawatan Diabetes Mellitus pada warga lansia.
PENGUATAN PENGETAHUAN SPIRITUAL CARE DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL PENDERITA DIABETES MELLITUS Hasina, Siti Nur; Shodiq, M.; Misutarno, Misutarno; Putri, Rahmadaniar Aditya; Noventi, Iis; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Sari, Ratna Yunita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.32066

Abstract

Pasien yang hidup dengan diabetes mengalami gangguan kejiwaan yang terjadi bersamaan, seperti depresi, dapat menghambat pengelolaan diabetes dengan menurunkan kepatuhan pengobatan. Meskipun diabetes dapat dikelola melalui pengobatan dan modifikasi gaya hidup seperti penurunan berat badan, pola makan, dan olahraga, manajemen spiritual dan psikologis juga sangat dibutuhkan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberdayakan masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan kader Kesehatan dan penderita diabetes mellitus melalui spiritual care dalam meningkatan kesehatan mental Penderita Diabetes Mellitus. sebelum mengikuti kegiatan masyarakat Sebagian besar 60% berpengatuan kurang dan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan Sebagian besar 82% berpengetahuan baik. Hasil dari pengabdian masyarakat ini diharapkan para penderita diabetes hidup Bahagia dan meningkatnya kualitas hidupnya.
PENGARUH EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SANTRIWATI PONPES NURUL HUDA SURABAYA Muhith , Abdul; Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 No. 2 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i2.26510

Abstract

Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) adalah upaya yang dilakukan sebelum dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan professional. Pertolongan pertama yaitu bukan tindakan pengobatan akan tetapi merupakan upaya tindakan sementara untuk menyelamatkan korban. Pada prinsipnya pelayanan pasien gawat darurat adalah Time saving is life saving. Pengetahuan tentang penanganan kondisi kegawatdaruratan memegang peran penting dalam menentukan keberhasilan pemberian pertologan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) terhadap tingkat pengetahuan santriwati ponpes Nurul Huda Surabaya. Oleh karena itu butuh adanya upaya untuk melakukan penyuluhan pendidikan kesehatan yang ditujukan langsung kepada santriwati dengan metode ceramah, diskusi dan kuisioner pretest dan posttest. Hasil dari penyuluhan pendidikan kesehatan ini didapatkan tingkat pengetahuan santriwati nurul huda surabaya pada saat dilakukan pretest mengenai P3K yaitu santri yang memiliki pengetahuan kurang 67,74% dan presentase hasil post test yang menunjukkan pengetahuan santri baik sebesar 90,3% . Keberhasilan penyuluhan kesehatan pada santriwati pondok tergantung pada komponen pembelajaran. Media penyuluhan kesehatan merupakan salah satu komponen dari proses pembelajaran. Mengingat pentingnya promosi kesehatan maka perlu adanya metode pembelajaran atau inovasi-inovasi baru agar santriwati bisa menerima pesan kesehatan dengan baik.
Co-Authors -, Rusdianingseh Abdul Muhith Abraham Ahmad Ali P Afiyah, R. Khairiyatul Afridah, Wiwik Ahla Tamaro Ahla Tamaro Ahla Tamarof Ahmad Misbahul Ulum Aizah Ari Setyana yuli Alfiya Algristian, Hafid Ali P, Abraham Ahmad Andikawati Fitriasari Arif Helmi Setiawan Arif Helmi Setiawan Arum Rahmawati Aulia, Nurlisa Naila Awwalia, Evi Sylvia Ayu, Friska Budhi Setianto Budury, Syiddatul Chaedar Sufy Magna Damawiyah, Siti Danny Irawan Danny Irawan Danny Irawan Dany Irawan Diaz Octavia Anggraini dr. Evi Sylvia Awwalia, Sp. PD Dwi Handayani Dyah Yuniati Evi Sylvia Awwalia Faiqotul Ilmi Faiqotul Ilmi Faizah, Imamatul Faizah Firdaus Firdaus Fitriasari, Andikawati Hatmanti, Nety Mawarda Helmi, Arif Heris Santy, Wesiana Hidaayah, Nur Imamatul Faizah Imamatul Faizah Immatul Faizah Kamariyah, Nurul Khamida Khamida Lea Maera Shanty Lea Maera Shanty M. Shodiq Magna, Chaedar Sufy Mawarda Hatmanti, Nety Misutarno, Misutarno Muhamad Khafid Muhith , Abdul Niken Adiba Nadya Noventi, Iis Nurlisa Naila Aulia Priyo Mukti Pribadi Winoto Putri, Rahmadaniar Aditya Rahayu Anggraini Rahmadaniar Aditya Putri Ratna Yunita Sari Reza Hery Mahendra Putra Rita Vivera Pane Sari, Ratna Yunita Septianingrum, Yurike Setiawan, Arif Helmi Shanty, Lea Maera Shodiq, M Siti Maimunah Siti Nur Hasina Soleha, Umdatus Sudarti, Erna Sulistyorini Sulistyorini, Sulistyorini Uliyatul Laili, Uliyatul Ulum F, Ahmad Misbahul Umi Hanik Wardani, Erika Martining Wesiana Heris Wijayanti, Lono Yanis Kartini Yuli, Aizah Ari Setyana Zahroh, Chilyatiz