Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelaksanaan Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal Oleh Kader Yusita, Intan; Yuliani, Meda; Megawati, Sri Wulan
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/pntjmx19

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi, yaitu 98,60 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2024. Penyebab utama kematian meliputi komplikasi non-obstetrik, hipertensi dalam kehamilan, perdarahan, serta keterlambatan deteksi dini dan penanganan kegawatdaruratan. Kader PKK memiliki peran strategis dalam upaya promotif dan preventif, namun keterbatasan pengetahuan, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi menjadi kendala. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penerapan Sistem Monitoring Awal Risiko Kegawatan Maternal (SMART-K) berbasis aplikasi Early Warning Score Indonesia (EWSI) dalam meningkatkan kapasitas kader PKK. Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, serta evaluasi pada kader PKK Anyelir 2 Cikutra Bandung. Desain pre-test dan post-test digunakan untuk menilai kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan kader.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh aspek. Kesadaran merumuskan strategi organisasi meningkat dari 92,3% kategori kurang menjadi 76,9% baik; kemampuan perumusan program dari 100% kurang menjadi 84,6% baik; pengetahuan kegawatan ibu hamil dari 15,4% baik menjadi 92,3%; keterampilan penilaian risiko dari 7,7% baik menjadi 96,2%; serta keterampilan penanganan kegawatdaruratan dari 7,7% bisa menjadi 73,1%.Penerapan SMART-K berbasis EWSI terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader PKK dalam deteksi dan penanganan risiko maternal. Program ini layak dilanjutkan secara berkelanjutan untuk mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu.
Pengaruh yogurt mix buah bit dan jambu biji merah terhadap kadar haemoglobin pada remaja putri Sari, Dewi Nurlaela; Yuliani, Meda; Anri, A
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbulnya masalah gizi pada anak erat kaitannya dengan persiapan kesehatan dan gizi seorang perempuan untuk menjadi calon ibu, dalam hal ini yaitu remaja putri. Hasil survey Nutrition International pada tahun 2018 menemukan kasus anemia pada remaja putri di Jawa Barat sebesar 41,93%, hal ini selaras dengan target cakupan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri masih rendah (25,2%) dan masih di bawah target Jawa Barat (52%). Perlu adanya upaya intervensi untuk mencegah anemia tersebut dengan optimalisasi pemberian makanan yang mengandung zat besi selain pemberian tablet tambah darah. Tujuan dari riset ini mengetahui pengaruh yogurt mix buah bit dan jambu biji merah terhadap kadar haemoglobin remaja putri. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan one group pre-post design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan sample secara purposive sampling dengan kriteria inklusi anemia ringan dan sedang serta tidak menderita suatu penyakit yang dapat menyebabkan anemia. Penentuan anemia melalui pengukuran kadar haemoglobin dengan metode POCT (Point of Care Testing). Teknik analisis menggunakan distrubusi frekuensi, uji normalitas dan uji bivariat dengan menggunakan uji wilcoxon melalui software computer SPSS versi 20.0. Hasil menunjukkan bahwa seluruh responden (100%) mengalami anemia ringan sebelum di berikan yogurt mix buah bit dan jambu biji merah. Terdapat perubahan yang signifikan dengan nilai p-value 0,000 < nilai alpha (0.05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian yogurt buah bit dan jambu biji merah jika dikonsumsi secara teratur dan tepat dapat menurunkan angka kejadian anemia, sehingga diharapakan hal tersebut dapat dijadikan sebuah kebijakan terhadap intervensi pada remaja putri dengan anemia.
ANALISIS KEBUTUHAN HOME CARE PADA IBU PASKA SALIN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN DI KABUPATEN BANDUNG Hayati, Ning; Yusita, Intan; Yuliani, Meda; Lestari, Sri; Horidah, Siti; Sugiharti, Ina
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v11i4.13165

Abstract

Home care  salah satu pelayanan kesehatan yang diberikan  petugas kesehatan untuk meningkatkan kesehatan pasien  secara fisik maupun psikis, untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan mempertahankan kesehatan individu. Metode penelitian yang digunakan adalah  survey .dengan populasi ibu paska salin  satu minggu pertama. Jenis sampel dalam penelitian ini purposive  yaitu  ibu paska salin  dengan  tehnik sampel dalam penelitian ini adalah  aksidental sampling. Hasil 16  orang ibu pasca salin  normal  (61 ,5%) tidak membutuhkan jasa home care dan 10 orang  ibu pasca salin (38 ,5%)  memerkulan jasa home care , dari  24 orang  (92,3%)  ibu pasca salin membutuhkan perawatan bayi (80%) ibu nifas KF-2 dalam kondisi tidak mempunyai keluhan fisik.  Pembahasan   sebagian besar ibu paska salin normal pada minggu pertama  tidak membutuhkan jasa home care karena secara fisiologi maupun psikologi kondisi ibu sudah mampu untuk melakukan aktifitas fisik secara mandiri. Kesimpulan ibu nifas normal  sebagian besar tidak membutuhkan jasa home care perawatan ibu  karena 80%  besar kondisi kesehayat baik fisik maupun psikologis sudah kembali normal pada hari ke 3 sampai dengan hari ke 7.
Pengaruh edukasi gizi seimbang melalui media video terhadap pengetahuan remaja putri di SMK Jatinangor Fitriani, Dyah Ayu; Winengsih, Ecih; Sugiharti, Ina; Yuliani, Meda; Nurlaela, Dewi
Indonesia Berdaya Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024834

Abstract

Masa remaja (adolescence) merupakan peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Masalah yang sering ditemui pada remaja, salah satunya yaitu konsep gizi seimbang yang belum tersampaikan dengan baik pada remaja. Pengetahuan remaja tentang gizi seimbang adalah salah satu penyebab tidak langsung dari kurangnya gizi pada remaja, sehingga dengan adanya pemberian edukasi gizi dengan menggunakan video, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan mencegah remaja dari kekurangan gizi, serta memperbaiki perilaku remaja untuk mau mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan gizinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian pre experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Pengambilan data pada penelitian menggunakan data primer dengan memakai kuesioner tentang gizi seimbang yang telah dilakukan uji validitas. Penelitian dilaksanakan di SMK Pasundan Jatinangor pada 23 siswi yang sesuai kriteria penelitian. Teknik pengumpulan menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian mayoritas berusia 16 tahun (60,87%), dan pekerjaan orang tua buruh (43,48%). Uji wilcoxon menunjukkan bahwa remaja putri lebih memahami gizi seimbang setelah intervensi media video; nilai rata-rata pretest 49,57 dan posttest 76,09 dengan alpha 5% dan nilai p-value sebesar 0,000, sehingga ada pengaruh edukasi gizi seimbang menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja putri di SMK Pasundan Jatinangor. Simpulan dari penelitian ini bahwa edukasi dengan media video dapat meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang gizi seimbang di SMK Pasundan Jatinangor.
Manajemant Breast Engogerment Kompres Daun Kubis Dingin (Brassica Oleracea Var. Capitata) dan Breastcare terhadap Pembengkakan Payudara pada Ibu Nifas Yusita, Intan; Yuliani, Meda; Hayati, Ning
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.4707

Abstract

Breast milk duct dams and swelling of the mammary glands are one of the lactation problems that occur after childbirth and during breastfeeding. Breast swelling occurs when the milk ducts do not drain completely and narrow. Milk thickens and the lumen of the milk ducts is blocked. From 3 to 6 days after birth until the milk is expelled normally, symptoms such as warmth, pain to the touch, tenderness, and swelling associated with breast swelling will appear. From 3 to 6 days after birth until the milk is expelled normally, symptoms such as warmth, pain to the touch, tenderness, and swelling associated with breast swelling will appear. The use of cabbage leaves for the treatment and prevention of breast swelling is very simple, the inside of cabbage leaves can be put in the freezer for approximately 20-30 minutes before the procedure. Place cold cabbage leaves inside your bra for 30 minutes and do it twice a day for 3 days. This study aims to determine the difference in effectiveness before and after cabbage leaves (Brassica Oleracea Var.Capitata) and Breast Care in Reducing Breast Swelling. This research is a quasi-experimental design research with one group pre and post design research methods. The population in this study was 34 postpartum mothers who experienced breast swelling on day 3 to day 14. The results of the Wilcoxon test found differences in breast swelling scores before and after applying cold cabbage leaf compresses and breastcare, so it can be concluded that there is a statistically significant average difference between breast swelling scores before and after treatment, where the mean after treatment decreased by 1.15 compared to the mean before treatment 2.79. This means that giving cold cabbage leaf compresses and breastcare can effectively reduce the problem of breast swelling in puerperal mothers. Applying cabbage leaf compresses (Brassica Oleracea var. Capitata) cold and Breast Care combined with very effective in reducing breast swelling in puerperal mothers.
PELAYANAN SAFARI KB DALAM RANGKA MENJAGA KESEHATAN REPRODUKSI IBU Yuliani, Meda; Ariani, Antri; Mulyani, Yanyan; Rofiasari, Linda; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Margaretha, Putri; Salsabila, Dilla C; Yusrin, Fhani Rahmani; Maulidya, Syaira F
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.29402

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang merupakan metode medis teknis keluarga berencana yang dicanangkan oleh pemerintah dalam perencanaan Keluarga Berencana yang sudah dapat diterima oleh hampir seluruh masyarakat. Strategi program KB yang digunakan dalam mengembangkan kebijakan pemerintah yaitu MKJP (Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) melalui kegiatan Safari KB sesuai dengan kebutuhan untuk menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, atau mengakhiri kesuburan yaitu AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (AKBK) dan kontrasepsi mantap. Program Pengabdian Masyarakat merupakan bentuk wujud penerapan Ipteks bagi Masyarakat terutama bertujuan tercapainya cakupan akseptor KB dan menjadi salah satu pelayanan dalam rangka wujud bhakti bidan bagi masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dengan bekerjasam dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) kabupaten Bandung diberbagai Lokasi pelayanan bidan mandiri yang berada di wilayah kabupaten Bandung.Safari KB yang dilakukan dalam pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu dengan memberikan pelayanan kontasepsi AKDR (IUD) dan AKBK (Implan). Luaran yang dicapai dalam pengabdian masyarakat melalui penerapan Ipteks bagi masyarakat akseptor KB khususnya dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) sehingga cakupannya bisa meningkat.
LATIHAN OLAH NAFAS DAN PENGUATAN KADER POSBINDU SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN LANSIA Wahyudi, Fikri Mourly; Yuliani, Meda; Mulyan, Yanyan; Mulyati, Iceu; Oktafiani, Hani; Wahdana, Wahyu
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39665

Abstract

Kota Cimahi merupakan kota terpadat di Jawa Barat. Per tahun 2024, jumlah lansia di Cimahi mencapai 58.509 jiwa atau sekitar 10% dari total penduduk. Persentase yang besar ini tentu membutuhkan pengelolaan program agar kesehatannya tetap terjaga. Upaya kesehatan lansia dan pra lansia oleh masyarakat disebut dengan Posbindu. RW 14 Kelurahan Baros, Kota cimahi memiliki Posbindu Flamboyan yang terbentuk sejak bulan Mei 2024. Sebelum terbentuk, lansia dan pra lansia di wilayah tersebut belum memiliki kegiatan rutin dalam rangka peningkatan derajat kesehatan dan pencegahan penyakit tidak menular. Kader yang menjadi pengurus posbindu belum mendapatkan pelatihan, sehingga masih dalam tahap mengidentifikasi kebutuhan program dan bagaimana program bisa tepat dilaksanakan. Padahal, kader posbindu merupakan agen terdepan dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada lansia, sehingga penguatan peran kader posbindu menjadi urgensi yang tidak terelakan lagi. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan mencakup kegiatan pemeriksaan kesehatan dengan konsep 5 meja posbindu dan pembekalan kader melalui penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan konsep organisasional posbindu yang disampaikan oleh perwakilan Puskesmas Cigugur Tengah. Sebagai bentuk upaya keberlanjutan program, tim pengmas menyiapkan kader kit berisi buku saku kader yang berisi materi-materi yang dapat digunakan kader saat kegiatan posbindu, alat-alat pemeriksaan kesehatan (tensimeter, timbangan badan digital, set alat pemeriksaan gula darah, alat ukur tinggi badan, dll.), dan KMS lansia sebagai media pencatatan dan pemantauan perubahan kesehatan lansia serta pemberian edukasi terkait olah nafas pada lansia dalam penurunan tekanan darah serta kesimbangan gula dalam darah. Salah satu perubahan yang terjadi setelah kegiatan pengmas adalah adanya peningkatan signifikan dari kunjungan masyarakat ke kegiatan posbindu, yaitu 17 orang di bulan September, menjadi 52 orang di bulan Desember 2024, diharapkan dengan penguatan posbindu ini dapat meningkatkan kepesertaan Lansia dalam kunjungan serta dengan hal tersebut dapat meningkatkan derajat Kesehatan lansia
Analisis Penatalaksanaan Dismenore Primer pada Remaja Putri dengan Penggunaan Terapi Teh Herbal Chamomile Disalah Satu Sekolah Menengah di Bandung Mulyati, Iceu; Lestari, Sri; Yuliani, Meda
Poltanesa Vol 23 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : P3KM Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51967/tanesa.v23i2.1911

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan hasil kajian bahwa haid yang terjadi secara periodik pada seorang perempuan terutama remaja putri memberikan dampak ketidaknyamanan,rasa nyeri saat haid adalah salah satu ketidaknyamanan yang sering remaja putri keluhkan sehingga dapat mengganggu aktivitas belajar, tidak sedikit remaja yang tidak masuk sekolah atau berakhir di ruang unit kesehatan saat nyeri haid terjadi, sehingga perlunya penatalaksanaan yang aman bagi remaja putri yang tidak memberikan efek samping yang berbahaya seperti penggunaan asuhan komplementer dengan penggunaan teh herbal chamomile, oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pengaruh teh chamomile pada remaja putri dengan mengukur tingkat nyeri haid sebelum dan sesudah diberikan teh herbal chamomile. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan observasi dengan analisis yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan one grup pre-post test design. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa teh herbal chamomile dapat menurunkan tingkatan nyeri haid, sehingga teh herbal chamomile bisa dikembangkan menjadi salah satu asuhan dalam penatalaksanaan dismenore atau nyeri haid terutama pada remaja putri, terutama untuk dimenore primer.
UPAYA PENCEGAHAN BABY BLUES SYNDROME DAN DEPRESI PASCA MELAHIRKAN PADA IBU NIFAS DAN MENYUSUI Wijaya, Wulan; Sugiharti, Ina; Fitriani, Dyah Ayu; Yuliani, Meda; Listriyati, Linda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37375

Abstract

Abstrak: Puskesmas Puding Besar merupakan salah satu Puskesmas yang mendukung kesehatan mental Ibu, baik pada Ibu hamil, Nifas dan menyusui. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pengetahuan ibu mengenai perubahan psikologis normal dan patologis setelah melahirkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah baby blues syndrom dan depresi pasca melahirkan melalui peningkatan pemahaman Ibu. Kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan dan sharing pengalaman yang diikuti oleh 30 Ibu nifas dan menyusui di wilayah Kerja Puskesmas Puding Besar. Evaluasi dilakukan melalui pre-test & post-test interakti dan tanya jawab dari peserta. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan Ibu tentang baby blues syndrom dan depresi pasca melahirkan meningkat dari 8,20 menjadi 12,85 dan peningkatan pengetahuan tentang ASI dari 9,10 menjadi 13,40. Ibu nifas untuk dapat mengeksplorasikan pengalaman-pengalaman tersebut dengan didampingi oleh anggota keluarag terutama suami serta didukung oleh tenaga kesehatan (bidan) guna menimalisir kejadian depresi atau tekanan saat melakukan perawatan pada bayi sehingga Ibu menjadi lebih tenang dan nyaman saat memberikan ASI.Abstract: Puding Besar Health Center is one of the Health Centers that supports maternal mental health, both for pregnant women, postpartum women, and breastfeeding women. The main problem identified includes mothers' low knowledge regarding normal and pathological psychological changes after childbirth. This community service activity aims to prevent baby blues syndrome and postpartum depression by increasing mothers' understanding. Activities include socialization, counseling, and sharing experiences attended by 30 postpartum and breastfeeding mothers in the Puding Besar Community Health Center's work area. Evaluation was carried out through pre-test & post-test interactions and questions and answers from participants. The results of the community service activity showed an increase in mothers' knowledge about baby blues syndrome and postpartum depression from 8.20 to 12.85 and an increase in knowledge about breastfeeding from 9.10 to 13.40. Postpartum mothers can explore these experiences accompanied by family members, especially husbands, and supported by health workers (midwives) to minimize the incidence of depression or stress when caring for babies so that mothers can be calmer and more comfortable when breastfeeding.