Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN SAVI DAN STAD PADA MATERI BERMAIN ALAT MUSIK MELODIS PIANIKA DI KELAS IV SD NEGERI 08 MOWILA KABUPATEN KONAWE SELATAN Bahtiar Sawo; Irianto Ibrahim; La Ode Sahidin
Jurnal Pembelajaran Seni & Budaya Vol 4, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Universitas Halu oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.693 KB) | DOI: 10.33772/jpsb.v4i1.7817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi bermain alat musik melodis antara yang memperoleh pembelajaran dengan Model pembelajaran koopetarif tipe STAD,  mengetahui hasil belajar siswa pada materi bermain alat musik melodis antara yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan SAVI serta mengetahui perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang diajar dnegan Model pembelajaran koopetarif tipe STAD dan pembelajaran dengan pendekatan SAVI. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain posttest group design. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2018/2019 di kelas IV SD Negeri 08 Mowila Kabupaten Konawe Selatan, dengan jumlah peserta didik 50 siswa, terdiri dari 25 siswa kelas IV A, dan 25 siswa kelas IV B. Data dalam penelitian ini adalah data kualitatif yang diperoleh melalui hasil tes, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis deskripsi  dan analisis inferensial  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Prestasi belajar seni budaya siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan model STAD hasilnya berupa nilai rata-rata (mean) yang dicapai sebesar 75.46; nilai median sebesar 73.30; nilai modus sebesar 73.30; standar deviasi sebesar 8.96; nilai minimal sebesar 60.00; nilai maksimal sebesar 93.30 dan jumlah nilai sebesar 1886.50. 2) Prestasi belajar seni budaya siswa setelah mendapatkan pembelajaran dengan pendekatan SAVI diketahui hasilnya berupa nilai rata-rata (mean) yang dicapai sebesar 82.40; nilai median sebesar 80.00; nilai modus sebesar 80.00; standar deviasi sebesar 9.00; nilai minimal sebesar 66.70; nilai maksimal sebesar 100dan jumlah nilai sebesar 2060.00. 3) Terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada materi bermain alat musik melodis antara yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan SAVI dan yang memperoleh pembelajaran dengan Model STAD. Hal ini dilihat berdasarkan hasil perhitungan SPSS 16.0 for Windows Evaluation Version, diperoleh nilai sign < α atau 0.009 < 0.05.Keyword: Hasil Belajar;  Savi; STAD
PENGEMBANGAN PENULISAN CERPEN BERBASIS CERITA RAKYAT (Development of Creating Short Story Based on Folktale) La Ode ode Syukur; Irianto Ibrahim; La Ode Sahidin; Nur Israfyan Sofyan; NFN Alias
Kandai Vol 18, No 2 (2022): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v18i2.4549

Abstract

The process of creating literary works is a creative process that requires a comprehensive imagination space. Literature and human life are two inseparable sides. The existence of short stories has not been widely used as a medium and source of short story writing. Therefore, this study examines the development of short story writing based on folklore. The purpose of this study was to describe and explain the development of writing literary works based on folklore for students of the Department of Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This research uses analytical descriptive method. The data source is in the form of short stories written by students of the Department of Indonesian Language and Literature Education. The results of this study indicate that the development of short story writing based on folklore is carried out through: (1) developing a theme as a short story identity in the form of the emergence of various themes such as brotherhood, affection, patriotism, spirit of life, and work ethic, and honesty, (2) Plot As Storytelling innovation is described by the variety of plots shown for a folklore such as backwards or mixed plots, as well as fleshback plots, and (3) Setting as the field of events Short stories are presented according to the reality of current conditions and atmosphere. Proses penciptaan karya sastra merupakan proses kreatif yang membutuhkan ruang imajinasi komperhensif. Karya sastra dan kehidupan manusia merupakan dua sisi yang tidak dapat terpisahkan. Keberadaan cerita pendek belum banyak digunakan sebagai media dan sumber penulisan cerpen. Oleh karena itu, dalam penelitian ini mengkaji tentang pengembangan penulisan cerpen berbasis cerita rakyat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengembangan penulisan karya sastra berbasis cerita rakyat pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif analitik. Sumber data berupa naskahcerpen yang tulis mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan penulisan cerpen berbasis cerita rakyat dilakukan melalui: (1) pengembangan tema sebagai identitas cerpen berupa munculnya beragam seperti tema persaudaraan, kasih sayang, patriotisme, semangat hidup, dan etos kerja,dan kejujuran, (2) Alur Sebagai Inovasi Penceritaan digambarkan dengan ada variasi alur yang ditampilkan untuk sebuah cerita rakyat seperti dengan alur mundur ataupun alur campuran, maupun alur fleshback, dan (3) Latar sebagai Medan peristiwa Cerpen disajikan sesuai realita kondisi dan suasana masa kini.
KONFLIK TOKOH DALAM NOVEL “DEAR ALLAH” KARYA DIANA FEBI Nirwana; Irianto Ibrahim; Sri Suryana Dinar
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i1.144

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk konflik dalam novel Dear Allah dan faktor-faktor yang melatarbelakangi konflik yang terjadi dalam novel Dear Allah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa konflik yang terdapat dalam novel Dear Allah ini berupa konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal terjadi pada cerita, seperti Wildan yang mengkhitbah Zulfa, Naira harus menahan rasa sakit sebab Ia sangat menginginkan Wildan. Pernikahan Wildan batal, Naira keguguran, dan Aisyah mencintai laki-laki namun beda keyakinan. Konflik eksternal yaitu konflik sosial dan konflik elemental yang dialami tokoh novel Dear Allah. Konflik sosial terjadi pada cerita, seperti saat Genta memaksa Naira menjawab pertanyaannya, Athifa marah-marah kepada Naira, Wildan berkelahi dengan Genta, Ayah Wildan marah kepada Wildan, Aneke menyindir Naira di depan keluarga Wildan, dan Ibu Roy mendorong Naira. Konflik elemental terjadi pada cerita, seperti saat Naira kecelakaan karena hujan.
Pelestarian Bahasa Daerah Berbasis Literasi Digital Bagi Masyarakat Desa Sahidin, La Ode; Ibrahim, Irianto; Syukur, La Ode; Yunus; Saidiman; Zulzaman, La Ode Akhiri; Syah, William; Firmansah , Muhammad
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.293

Abstract

Pelestarian bahasa daerah merupakan salah satu upaya penting dalam menjaga kekayaan budaya, khususnya di tengah tantangan globalisasi yang mengancam eksistensinya. Program ini bertujuan untuk melestarikan bahasa daerah melalui pendekatan berbasis literasi digital. Metode kegiatan melibatkan pelatihan literasi digital kepada 25 peserta, terutama generasi muda, untuk memproduksi konten digital dalam bentuk video pendek dan cerita rakyat. Pelatihan ini dilakukan selama tiga bulan dengan bimbingan intensif dalam penggunaan teknologi digital dan platform media sosial. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan literasi digital peserta, dari 30% sebelum pelatihan menjadi 85% setelah pelatihan. Sebanyak 25 video pendek dan 20 cerita rakyat berbasis bahasa daerah berhasil diproduksi dan dipublikasikan melalui media sosial. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan literasi digital efektif dalam meningkatkan keterampilan teknologi dan kesadaran peserta terhadap pentingnya pelestarian bahasa daerah. Kesimpulannya, penggunaan teknologi digital merupakan solusi yang relevan dan berkelanjutan untuk pelestarian bahasa daerah, serta berpotensi diterapkan di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PETERNAK MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA HIJAUAN MAKANAN TERNAK UNGGUL DI KELURAHAN WATUMOTOBE, KECAMATAN KAPONTORI, KABUPATEN BUTON Badaruddin, Rusli; Saili, Takdir; Ido, Irfan; Ibrahim, Irianto; Syamsuddin, Syamsuddin; Munadi, La Ode Muh.
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 1 No. 6 (2024): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, November 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/rx159b07

Abstract

Watumotobe Village in Kapontori District, Buton Regency, has the potential to develop forage (HMT) to support the availability of quality feed for local livestock. However, the limited knowledge of local farmers regarding superior HMT cultivation techniques is a challenge. This community service program aims to improve the skills of farmers through training in planting HMT such as odot grass, molato, red elephant grass, pakchong, and indigofera. The training method involves delivering interactive materials, field practice in demonstration plots, and technical assistance in plant maintenance. The results of the activities showed an increase in understanding and skills of farmers in cultivating HMT, which is expected to support independent and sustainable livestock feed security. This program also encourages cooperation between farmers in managing local forage resources as a step towards feed self-sufficiency in Buton Regency.
Pemanfaatan Media Wattpad dalam Pembelajaran Menulis Puisi Peserta Didik Kelas XI SMA Adili, La Ode; Ibrahim, Irianto; Dinar, Sri Suryana; Sahidin, La Ode; Syukur, La Ode; Tike, La; Saidiman; Nurfadillah; Risna
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Edisi November 2024
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i1.274

Abstract

Upaya pembaharuan dalam proses pembelajaran sangat diperlukan guna meningkatkan mutu pendidikan. Inovasi tersebut ditandai dengan munculnya berbagai konsep baru tentang pemanfaatan teknologi digital. Perkembangan konsep dalam dunia pembelajaran menuntut peran guru yang strategis. Salah satu media digital yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah aplikasi wattpad. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah memberi pelatihan dan praktik pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan aplikasi wattpad. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan praktik. Analisis data hasil praktik pembelajaran mengacu pada standar KKTP Bahasa Indonesia Kelas XI SMA. Rangkaian pelaksanaan pengabdian ini meliputi kegiatan: (1) pengantar ketua tim pengabdian; (2) sambutan kepala sekolah; (3) penyampaian materi tentang media wattpad dan tanya jawab; (4) praktik pembelajaran menggunakan media wattpad; dan (5) analisis hasil evaluasi kegiatan pembelajaran. Berdasarkan analisis data hasil praktik pembelajaran, dapat diketahui bahwa dari 26 peserta didik, terdapat 12 peserta didik (46,15%) yang berada pada kategori sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial. Selanjutnya, 14 peserta didik (53,85%) berada pada kategori sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih. Dapat pula dikemukakan bahwa tidak terdapat peserta didik yang berada pada kategori belum mencapai ketuntasan, remedial di seluruh bagian serta remedial di bagian yang diperlukan
Penguatan Literasi dan Seni Budaya Berbasis Pertunjukan Puisi bagi Anak-Anak Komunitas the La Malonda Institute Ibrahim, Irianto; Sahidin, La Ode; Syukur, La Ode; Alias; Zulzaman, La Ode Akhiri; Sofian, Nur Israfyan; Haris, Amalia Putri; Muda, Efram Bala
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v6i2.347

Abstract

Penguatan literasi dan seni budaya merupakan sarana bagi anak dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis dan kepekaan sosialnya. Melalui pertunjukkan puisi anak-anak belajar mengembangkan kemampuan literasi dan budaya sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter mulia. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan literasi anak-anak komunitas The La Malonda Institute melalui pertujukkan puisi sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya pada anak-anak. Melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan, program ini dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan positif pada kemampuan literasi, kualitas karya puisi, dan keterampilan seni pertunjukan. Peserta mengalami dampak sosial dan psikologis yang positif, termasuk peningkatan kepercayaan diri dan keterampilan sosial. Keberlanjutan program didukung oleh pembentukan kelompok belajar, pengembangan modul mandiri, dan kemitraan strategis. Temuan ini menegaskan efektivitas integrasi literasi dan seni budaya dalam pembentukan karakter dan pengembangan potensi anak-anak. Kesimpulan dari pelaksanaan program kegiatan ini adalah penguatan literasi dan seni budaya berbasis pertunjukkan puisi berdampak positif bagi peningkatan kemampuan literasi, kualitas karya puisi, dan performa peserta melalui tes tertulis
The Meaning of Bhanti-Bhanti as Learning Media for Early Childhood in Wakatobi Udu, Sumiman; Jumaidin, La Ode; Ibrahim, Irianto; Marwati, Marwati; Susanto, Aris
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v25i2.24351

Abstract

The "lunga-lunga" tradition is a custom of putting a baby to sleep by lying on a pillow placed on the shins of the feet while chanting the traditional "bhanti-bhanti" as musical accompaniment. In this "bhanti-bhanti" text, the mother expresses all cultural values to her child. This research used an ethnographic paradigm to explore the education values and the cultural learning from the “bhanti-bhanti’ practiced in Wakatobi. Thus, data collection and processing were carried out using the principles of the ethnographic paradigm. It was found that this tradition is a custom of learning various cultural values that exist in the Wakatobi community. The teaching content consists of moral values, explaining history, and building hope for children. A mother creates sacred texts and simultaneously builds hope about the importance of education, including morals in the family, environment, and social life. Another lesson is to instill the value that "it is better to be hungry than to eat food that is not rightfully yours." Lastly, "bhanti-bhanti" in the "lunga-lunga" tradition teaches cultural values that can contribute to the formation of children from an early age. Tradisi “lunga-lunga” merupakan pranata menidurkan bayi dengan cara berbaring di atas bantal yang diletakkan di atas tulang kering kaki sambil melantunkan lagu adat “bhanti-bhanti” sebagai musik pengiringnya. Dalam teks “bhanti-bhanti” ini, ibu mengungkapkan segala nilai budaya kepada anaknya. Penelitian ini menggunakan paradigma etnografi untuk mengulas nilai Pendidikan dan pembelajaran budaya dari “bhanti-bhanti” yang diterapkan di Wakatobi. Dengan demikian pengumpulan dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan prinsip paradigma etnografi. Diketahui bahwa tradisi “lunga-lunga” merupakan tradisi pembelajaran berbagai nilai budaya yang ada pada masyarakat Wakatobi. Isi pengajarannya terdiri dari nilai-nilai moral, menjelaskan sejarah, dan membangun harapan bagi anak. Seorang ibu menciptakan teks-teks suci dalam waktu dan ruang yang sama, membangun harapan akan pentingnya pendidikan, termasuk akhlak dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat. Hikmah lainnya adalah dengan menanamkan nilai bahwa “lebih baik lapar daripada makan makanan yang bukan haknya”. Terakhir, “bhanti-bhanti” dalam tradisi “lunga-lunga” mengajarkan nilai-nilai budaya yang dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan anak sejak dini.
Utilization of wattpad media to enhance the effectiveness of poetry writing learning for high school students Adili, La Ode; Ibrahim, Irianto; Dinar, Sri Suryana; Sahidin, La Ode; Syukur, La Ode; Aso, La; Tike, La; Saidiman , Saidiman; Nurfadillah, N; Risna, R
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1157800

Abstract

One of the learning materials for 11th-grade high school students is writing poetry based on short stories. The characteristics of this material direct students to read short stories first to gain inspiration so that they can write poetry well. However, the learning process for this material seems less attractive to students due to the limitations of the learning media used by teachers. One digital medium that can stimulate students' imagination and creativity is the Wattpad application. This study explores the use of Wattpad media to improve the effectiveness of poetry writing learning. The research design used a one-group pretest-posttest design. The research instruments included: (1) student activity observation format, (2) learning outcomes test in the form of pretest and posttest, and (3) student response questionnaire to Wattpad media. There were 24 students who participated in this study. The results showed that student activity reached an average of 4.67 (very effective), and learning outcomes based on N-Gain analysis reached 0.76 (effective). Student responses to Wattpad media reached an average of 4.42 (very effective). This study concludes that the use of Wattpad media can improve the effectiveness of poetry writing learning. The implication is that the use of Wattpad can stimulate creativity and student engagement, leading to better learning outcomes. Indonesian language teachers can utilize Wattpad media for relevant learning materials.