Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Meaning of Bhanti-Bhanti as Learning Media for Early Childhood in Wakatobi Udu, Sumiman; Jumaidin, La Ode; Ibrahim, Irianto; Marwati, Marwati; Susanto, Aris
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 25, No 2 (2023): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/eh.v25i2.24351

Abstract

The "lunga-lunga" tradition is a custom of putting a baby to sleep by lying on a pillow placed on the shins of the feet while chanting the traditional "bhanti-bhanti" as musical accompaniment. In this "bhanti-bhanti" text, the mother expresses all cultural values to her child. This research used an ethnographic paradigm to explore the education values and the cultural learning from the “bhanti-bhanti’ practiced in Wakatobi. Thus, data collection and processing were carried out using the principles of the ethnographic paradigm. It was found that this tradition is a custom of learning various cultural values that exist in the Wakatobi community. The teaching content consists of moral values, explaining history, and building hope for children. A mother creates sacred texts and simultaneously builds hope about the importance of education, including morals in the family, environment, and social life. Another lesson is to instill the value that "it is better to be hungry than to eat food that is not rightfully yours." Lastly, "bhanti-bhanti" in the "lunga-lunga" tradition teaches cultural values that can contribute to the formation of children from an early age. Tradisi “lunga-lunga” merupakan pranata menidurkan bayi dengan cara berbaring di atas bantal yang diletakkan di atas tulang kering kaki sambil melantunkan lagu adat “bhanti-bhanti” sebagai musik pengiringnya. Dalam teks “bhanti-bhanti” ini, ibu mengungkapkan segala nilai budaya kepada anaknya. Penelitian ini menggunakan paradigma etnografi untuk mengulas nilai Pendidikan dan pembelajaran budaya dari “bhanti-bhanti” yang diterapkan di Wakatobi. Dengan demikian pengumpulan dan pengolahan data dilakukan dengan menggunakan prinsip paradigma etnografi. Diketahui bahwa tradisi “lunga-lunga” merupakan tradisi pembelajaran berbagai nilai budaya yang ada pada masyarakat Wakatobi. Isi pengajarannya terdiri dari nilai-nilai moral, menjelaskan sejarah, dan membangun harapan bagi anak. Seorang ibu menciptakan teks-teks suci dalam waktu dan ruang yang sama, membangun harapan akan pentingnya pendidikan, termasuk akhlak dalam keluarga, lingkungan, dan kehidupan bermasyarakat. Hikmah lainnya adalah dengan menanamkan nilai bahwa “lebih baik lapar daripada makan makanan yang bukan haknya”. Terakhir, “bhanti-bhanti” dalam tradisi “lunga-lunga” mengajarkan nilai-nilai budaya yang dapat memberikan kontribusi dalam pembentukan anak sejak dini.
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DEAR ALLAH KARYA DIANA FEBI Mayang Atma Adinda; Irianto Ibrahim; La Ode Balawa
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.414 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i3.15

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis konflik batin tokoh utama dalam novel Dear Allah karya Diana Febi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan struktural, penelitian kepustakaan, yakni penelitian yang didukung oleh reverensi berupa teks novel maupun sumber buku lainnya yang mencakup masalah penelitian ini.. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yaitu berupa teks novel yang berhubungan dengan konflik batin tokoh utama dalam novel Dear Allah karya Diana FebiTemuan/hasil - Berdasarkan hasil pembahasan dalam penelitian ini bahwa konflik batin merupakan konflik yang terjadi dalam hati dan jiwa seorang tokoh cerita yang permasalahannya terjadi pertentangan antara dua keinginan, keyakinan, pilihan yang berbeda, harapan dan masalah yang ada dalam dirinya. Hal ini dialami oleh tokoh utama Naira.
KONFLIK TOKOH DALAM NASKAH DRAMA MALAM JAHANAM KARYA MOTINGGO BOESJE Sri Muharani; Irianto Ibrahim; Sulfiah
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.842 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i3.18

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik tokoh yang terdapat dalam naskah drama Malam Jahanam karya Motinggo Boesje. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terkandung didalamnya terdiri dari konflik eksternal yaitu konflik yang terjadi karena peristiwa matinya burung Beo dari MatKontan serta terkuaknya rahasia bahwa Kontan kecil adalah hasil dari perselingkuhan antara Paijah dan Soleman. Sedangkan konflik internal pada naskah drama ini didominasi oleh rasa kekhawatiran dan ketakutan paijah terhadap kondisi anaknya yang sakit serta rasa khawatir terhadap perselingkuhannya yang segera terbongkar. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konflik yang terkandung di dalamnya terbagi atas yaitu konflik eksternal yaitu konflik yang terjadi karena peristiwa matinya burung Beo dari Mat Kontan serta terkuaknya rahasia bahwa Kontan kecil adalah hasil dari perselingkuhan antara Paijah dan Soleman. Sedangkan konflik internal pada naskah drama ini didominasi oleh rasa kekhawatiran dan ketakutan paijah terhadap kondisi anaknya yang sakit serta rasa khawatir terhadap perselingkuhannya yang segera terbongkar.
ANALISIS STRUKTUR FISIK DAN STRUKTUR BATIN PUISI DALAM ANTOLOGI PUISI “SURAT DARI MATAHARI” KARYA SYAIFUDDIN GANI RR Arwis; Irianto Ibrahim
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 1 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI-MARET 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.113 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i1.66

Abstract

Tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan struktur fisik dan struktur batin puisi dalam antologi puisi “Surat Dari Matahari” karya Syaifuddin Gani.Masalah dalam penelitian adalah bagaimanakah struktur fisik dan struktur batin dalam antologi puisi “ Surat dari Matahari ” karya Syaifuddin Gani ? Metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dalam penelitian ini adalah metode deskritif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah Antologi Puisi “Surat dari Matahari”Teknik yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah teknik baca catat.Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan struktural. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah struktur fisik dan struktur batin puisi yang terdiri dari tiga puisi yang masing-masing memiliki enam struktur fisik yaitu: Diksi, tipografi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif, dan versifikasi. Dan empat struktur batin yaitu: Tema, nada, perasaan, dan amanat.
GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN MENGHARDIK GERIMIS KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Nurul Himah; Irianto Ibrahim; La Yani Konisi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v7i4.129

Abstract

Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan tentang gaya bahasa perbandingan dan pertentangan dalam kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif  kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, pada cerpen Menghardik Gerimis digunakan gaya bahasa perbandingan, yaitu simile, metafora, personifikasi, pleonasme/tautology, dan perolepsis. Dan gaya bahasa pertentangan digunakan gaya bahasa oksimoron, klimaks, antiklimaks, sarkasme. Pada cerpen Tentang Gerimis terdapat beberapa gaya bahasa perandingan yang ditemukan, yaitu simile, metafora, personifkasi, alegori, antithesis, pleonasme. Gaya bahasa pertentangan yang digunakan, yaitu apofasis. Pada cerpen Kalender dan Jam ditemukan gaya bahasa perbandingan, yaitu simile, personifikasi, pleonasme/tautology, alegori, antithesis, perifrasis. Gaya bahasa pertetangan, yang digunakan dalam cerpen Kalender dan Jam yaitu hiperbola, oksimoron, klimaks, antiklimaks, sinisme. Gaya bahasa perbandingan yang digunakan pada kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono yaitu gaya bahasa simile, gaya bahasa metafora, gaya bahasa personifikasi, gaya bahasa pleonasme/tautologi, gaya bahasa alegori, gaya bahasa antithesis, gaya bahasa prolepsis, dan gaya bahasa perifrasis. Gaya bahasa pertentangan yang digunakan pada kumpulan cerpen Menghardik Gerimis karya Sapardi Djoko Damono, yaitu gaya bahasa hiperbola, gaya bahasa oksimoron, gaya bahasa apofasis, gaya bahasa klimaks, gaya bahasa antiklimaks, gaya bahasa sinisme, gaya bahasa sarkasme.
Pengenalan Wawasan Pesisir dan Perdesaan Melalui Pertunjukan Tari Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Kendari Ibrahim, Irianto; La Niampe; La Ode Sahidin; Sumiman Udu; Alias; Muhammad Yazid Abd Rachim Gege
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v5i1.239

Abstract

Pemahaman siswa sekolah dasar tentang lingkungan dan budaya pesisir masih rendah sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif dan kontekstual. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan wawasan pesisir dan perdesaan melalui pertunjukan tari dan pameran seni rupa bagi siswa kelas VI B SD Negeri 2 Kendari. Pengabdian dilaksanakan di Kota Kendari dengan melibatkan proses persiapan berupa koordinasi dengan sekolah, penyusunan materi seni, dan penyiapan ruang kegiatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui demonstrasi seni, pameran visual, dan diskusi interaktif yang dilaksanakan dalam satu rangkaian kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai konsep lingkungan pesisir, budaya lokal, interpretasi karya seni, dan kesadaran pelestarian lingkungan. Respons siswa selama kegiatan sangat positif, ditandai dengan antusiasme tinggi, kemampuan menginterpretasi simbol budaya, dan keterlibatan aktif dalam diskusi. Peningkatan nilai pre-test dan post-test memperkuat temuan bahwa media seni efektif dalam mendukung proses belajar siswa. Kegiatan ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan pembelajaran berbasis seni untuk anak-anak Sekolah Dasar.