Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

TRADISI KATOBA: KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MUNA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI KOTA KENDARI Rivi Handayani; La Ode Sahidin; Sitti Haerani Idrus
ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Vol 6 No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3, Oktober 2017
Publisher : Laboratorium Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.815 KB) | DOI: 10.33772/etnoreflika.v6i3.502

Abstract

This study offers a method based on local wisdom of Muna society in Kendari City. When the children enter the age of 7-12 years, parents are required to organize Katoba rituals. Katoba ritual is a means to deliver and guide the child into the early phase of adult life. The content of the values in the katoba becomes the basic of early age, adult, even to the old age. Starting from the age of the children (after doing the ritual of katoba) until he is mature, then he has immoral acts, sentences that come out from the society "mina namandehao ihino katoba, datumobae tora datumoba" (he doesn’t know the essence of katoba, so he should do a “Toba” again). When the language that is coming from the society related to his action, it means that his action is an expression of insult to the immoral perpetrators. This research is a qualitative research. It was done by using ethical and emic approach. This method deals with the handling of sexual violence taken from the point of view of the society and the author's interpretation.
PENGEMBANGAN PENULISAN CERPEN BERBASIS CERITA RAKYAT (Development of Creating Short Story Based on Folktale) La Ode ode Syukur; Irianto Ibrahim; La Ode Sahidin; Nur Israfyan Sofyan; NFN Alias
Kandai Vol 18, No 2 (2022): KANDAI
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jk.v18i2.4549

Abstract

The process of creating literary works is a creative process that requires a comprehensive imagination space. Literature and human life are two inseparable sides. The existence of short stories has not been widely used as a medium and source of short story writing. Therefore, this study examines the development of short story writing based on folklore. The purpose of this study was to describe and explain the development of writing literary works based on folklore for students of the Department of Indonesian Language and Literature Education, Faculty of Teacher Training and Education, Halu Oleo University. This research uses analytical descriptive method. The data source is in the form of short stories written by students of the Department of Indonesian Language and Literature Education. The results of this study indicate that the development of short story writing based on folklore is carried out through: (1) developing a theme as a short story identity in the form of the emergence of various themes such as brotherhood, affection, patriotism, spirit of life, and work ethic, and honesty, (2) Plot As Storytelling innovation is described by the variety of plots shown for a folklore such as backwards or mixed plots, as well as fleshback plots, and (3) Setting as the field of events Short stories are presented according to the reality of current conditions and atmosphere. Proses penciptaan karya sastra merupakan proses kreatif yang membutuhkan ruang imajinasi komperhensif. Karya sastra dan kehidupan manusia merupakan dua sisi yang tidak dapat terpisahkan. Keberadaan cerita pendek belum banyak digunakan sebagai media dan sumber penulisan cerpen. Oleh karena itu, dalam penelitian ini mengkaji tentang pengembangan penulisan cerpen berbasis cerita rakyat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan pengembangan penulisan karya sastra berbasis cerita rakyat pada mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif analitik. Sumber data berupa naskahcerpen yang tulis mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan penulisan cerpen berbasis cerita rakyat dilakukan melalui: (1) pengembangan tema sebagai identitas cerpen berupa munculnya beragam seperti tema persaudaraan, kasih sayang, patriotisme, semangat hidup, dan etos kerja,dan kejujuran, (2) Alur Sebagai Inovasi Penceritaan digambarkan dengan ada variasi alur yang ditampilkan untuk sebuah cerita rakyat seperti dengan alur mundur ataupun alur campuran, maupun alur fleshback, dan (3) Latar sebagai Medan peristiwa Cerpen disajikan sesuai realita kondisi dan suasana masa kini.
Majas Perbandingan dalam Puisi Surat Cinta Karya WS Rendra Abdul Jumail Syam; La Niampe; La Ode Sahidin
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 2 (2022): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i2.8107

Abstract

Majas perbandingan puisi Surat Cinta karya WS Rendra memegang peranan penting dalam menciptakan imajinasi dan pemikiran, sehingga diperoleh pengertian terhadap ungkapan yang tersirat dengan melibatkan simile, metafora, personifikasi, imaji, dan simbol dalam membentuk estetika puisi. Penelitian bertujuan menganalisis majas perbandingan dalam puisi Surat Cinta karya WS Rendra. Penelitian bersifat kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata dengan menggunakan teknik dokumentasi dan catatan untuk mengkaji puisi Surat Cinta karya WS Rendra dan selanjutnya dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis majas perbandingan dalam puisi Surat Cinta karya WS Rendra menggunakan pembanding simile bagai, yaitu membandingkan antara gerimis bagai tambur, dua ekor belibis bagai dua anak nakal, kaki-kaki cinta bagai logam berat, semangat kehidupan bagai jutaan jarum alit, semangat cinta bagai ribuan tangan gaib, dan suara bagai angin laut.
PEMBUATAN PETUNJUK TEKNIS ASPEK MEKANIS KARYA ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN TARAF LITERASI MAHASISWA Amirudin Amirudin; La Ode Sahidin; La Ode Syukur; La Ode Adili; Erny Harijaty
Jurnal Pengabdian NUSANTARA Vol 2, No 2 (2022): Juli - Desember
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jpnus.v2i2.29054

Abstract

The purpose of this writing is to find out how to make technical guidelines for the mechanical aspects of scientific work to increase student literacy levels. There are two important aspects that must be considered, namely substantive aspects and mechanical aspects. The substantive aspect is related to the substance of the science being studied, while the mechanical aspect is the aspect that becomes the means of conveying the substantive aspect. This community service activity uses a focus group discussion (FGD) method or technique and is continued with socialization or training on how to write scientific papers based on technical guidelines for mechanical aspects which are elaborated into documents entitled Technical Guidelines for Mechanical Aspects of Writing Scientific Papers. The results of the dedication show that the writing mistakes that are often made by students in writing scientific papers are mechanical aspects which include spelling, punctuation, and grammar errors. In addition, there were also errors in the composition aspect caused by the lack of attention of students in reading the writing guide. With existing technical guidelines for scientific work, students are able to adjust their writing style according to thesis and journal writing standards so as to increase student literacy levels.
PERJUANGAN TOKOH DALAM NOVEL I AM SARAHZA DI MANA ADA HARAPAN DI SITU ADA KEHIDUPAN KARYA HANUM SALSABIELA RAIS DAN RANGGA ALMAHENDRA Wa Ode Hastuti; La Ode Sahidin; Yunus
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 1 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i1.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perjuangan tokoh dalam novel I Am Sarahza karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra yang fokus pada telaah sosiologi karya. Dari hasil data, dapat disimpulkan bahwa perjuangan terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu perjuangan bertahan hidup, perjuangan untuk meraih impian dan perjuangan dalam bentuk kasih sayang. Perjuangan bertahan hidup salah satunya yaitu perjuangan Hanum untuk tetap bertahan hidup dan berusaha mencari jalan terang untuk sembuh dari depresi yang hampir merenggut nyawanya. Perjuangan untuk meraih impian salah satunya yaitu perjuangan Hanum untuk mengikuti keputusan orang tua untuk ikut program bayi tabung keenam di Surabaya dan rela meninggalkan karirnya demi untuk meraih impiannya yaitu mendapatkan buah hati. Perjuangan dalam bentuk kasih sayang salah satunya yaitu pada saat Hanum melakukan program kehamilan baik dengan cara inseminasi maupun program bayi tabung Hanum selalu ditemani oleh suami dan orang tuanya hingga ia benar-benar mendapatkan buah hatinya.
STEREOTIPE DALAM NOVEL GALAKSI KARYA POPPY PERTIWI Sakina; Erny Harijaty; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 8 No. 3 (2023): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v8i3.193

Abstract

Penelitian ini berjudul Streotipe dalam novel Galaksi karya Poppi Pertiwi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan streotipe dalam novel karya Poppi Pertiwi. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah teks novel Galaksi karya Poppi Pertiwi dengan jumlah halaman 492 halaman, yang diterbitkan oleh Coconut Book di terbitkan di Depok tahun 2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik studi dokumen. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Berdasarkan hasil penelitian dalam novel Galaksi karya Poppi Pertiwi terdapat bentuk-bentuk streotipe yaitu: 1) Fakta streotipe, 2) Mitos streotie, 3) Aspek Esensia Streotie, 4) Faktor yang Mempengaruhi Streotipe, 5) Dampak Streotie, 6) Konsep Streotipe, 7) Pemberian Streotipe.
DEIKSIS DALAM NOVEL KERLIP SANG BINTANG YANG HILANG KARYA ANNA AZLINA Peri Irawan; Yunus; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 3 (2022): JURNAL BASTRA EDISI JULI-SEPTEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.255 KB) | DOI: 10.36709/bastra.v7i3.23

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk menemukan dan mendeskripsikan penggunaan deiksis dalam novel Kerlip Sang Bintang yang Hilang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang deiksis dalam novel Kerlip Sang Bintang Yang Hilang karya Anna Azlina, peneliti menemukan empat macam jenis deiksis dalam novel tersebut yakni deiksis persona atau orang, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis tempat. Dalam novel yang dikaji, peneliti menemukan sebanyak empat puluh empat buah, yang mengandung deiksis, yaitu; berupa deiksis persona sebanyak dua puluh dua buah yang tebagi dalam kategori deiksis persona pertama terdiri atas empat belas buah kalimat yang berupa deiksis,seperti kata saya, aku,kita, dan kami. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang deiksis dalam novel KerlipSang Bintang Yang Hilang karya Anna Azlina, peneliti menemukan empat macam jenis deiksis dalam novel tersebut yakni deiksis persona atau orang, deiksis waktu, deiksis wacana dan deiksis tempat.
KONFLIK SOSIAL DALAM NOVEL SURGA YANG TAK DIRINDUKAN KARYA ASMA NADIA Intan Permata Sari; Haerun Ana; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 7 No. 4 (2022): JURNAL BASTRA EDISI OKTOBER-DESEMBER 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.035 KB)

Abstract

   Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan konflik yang terdapat dalam Novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini, yaitu agar pembaca lebih memahami konflik sosial yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tertulis yaitu berupa teks novel yang berhubungan dengan konflik sosial dalam novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia. Sumber dalam penelitian ini adalah novel Surga Yang Tak Dirindukan karya Asma Nadia yang terbitkan oleh Asma Nadia Publishing House cetakan ke 7 tahun 2014, dengan jumlah 300 halaman. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah teknik baca catat. Teknik analisis data menggunakan pendekatan sosiologi karya sastra dengan melihat isi dan tujuan yang tersirat dalam karya sastra ini sendiri dengan menginterprestasikan tentang konflik sosial. Dari hasil analisis menunjukan konflik sosial yang terjadi dalam novel yang terdiri atas berbagai macam konflik, Seperti konflik antar pribadi, berupa terlalu percaya dengan orang lain, konflik fisik antara tokoh David pada Mei Rose.Lalu, berupa pertengkaran mulut yang terjadi di antara tokoh dalam novel, pengrebekan yang dilakukan Arini pada Mei Rose, dan Prasetya.Serta bersitegang di antara para tokoh dalam novel.  
ANALISIS STRUKTURAL CERITA RAKYAT KERBAU EMAS BUAT RINGKULELE DAERAH WAWONII Jeriy Saputra; Amirudin Rahim; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 1 (2024): JURNAL BASTRA EDISI JANUARI 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i1.390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur cerita rakyat Kerbau Emas Buat Ringkulele dengan mengunakan metode deskriptif. Kemudian data dalam penelitian berupa keseluruhan isi teks cerita rakyat Kerbau Emas Buat Ringkulele yang bersumber dari dokumen cerita rakyat Kerbau Emas Buat Ringkulele dan data hasil wawancara. Pengumpulan data yang dilakukan melewati tiga tahapan yaitu teknik wawancara yang kemudian dideskripsikan dalam bentuk tulisan, lalu melewati teknik bacan itensif dan terakhir teknik baca analitik untuk memeperoleh hasil yang diinginkan.Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah terdiri atas dua yaitu struktur luar dan struktur dalam. Berdasarkan struktur luar terdapat 9 episode yang menggambarkan setiap pokok isi cerita, kemudian ditemukan pula mytheme yang berjumlah 16 mytheme dari seluruh episode. Selain itu ditemukan pula unit-unit dari setiap episode yang berjumlah 36 unit yang masing-masing menggambarkan peristiwa yang terjadi disetiap episode. Sedangkan, hubungan sintagmatik pada cerita ini terdiri atas empat deret dengan dua deret hubungan paradigmatik. Selain itu, struktur dalam yang ditemukan terdiri dari makna, oposisi biner sebagai penghubung antar mytheme yang ada. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa struktur cerita rakyat Kerbau Emas Buat Ringkulele dalam penelitian ini menggunakan cara kerja Levi Strauss yang memandang cerita rakyat sebagai mitos yang dikelompokkan dalam struktur luar dan struktur dalam.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENULIS SURAT LAMARAN PEKERJAAN KELAS XII SMA NEGERI 11 KENDARI Dinda Cahya Timoramadani; Fahruddin Hanafi; La Ode Sahidin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v9i2.400

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi buruknya hasil belajar siswa pada saat menulis surat lamaran kerja kelas XII di SMA Negeri 11 Kendari.  teknik yang digunakan adalah  penelitianlapangan  istilah yang digunakan untuk menggambarkan jenis penelitian ini. Total sampling digunakan sebagai sampel, dan 82 siswa dengan nilai di bawah KKM dimasukkan dalam sampel. Penelitian ini menggunakan wawancara terhadap guru mata pelajaran bahasa Indonesia dan angket siswa untuk mengumpulkan data mengenai faktor-faktor yang berpotensi mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa pada saat menulis surat lamaran kerja kelas XII di SMA Negeri 11 Kendari.Berdasarkan temuan penelitian, terlihat bahwa faktor internal berkontribusi terhadap rendahnya nilai 82 siswa tersebut. Faktor-faktor tersebut terlihat pada indikator sikap belajar siswa yang dapat mempengaruhi . Dari jumlah tersebut, sebesar 41,7% tergolong rendah, hal ini juga terlihat pada indikator kesehatan siswa yang dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa yaitu sebesar 45,9%. % tergolong rendah yang dibuktikan dengan kecerdasan dan bakat siswa yang dapat mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa; 51,5% tergolong rendah; dan 47,4% tergolong rendah, hal ini dibuktikan dengan indikator minat dan motivasi. Sebaliknya, faktor eksternal dapat  digambarkan sebagai sangat rendah pada 9,4% kasus ketika guru berperan sebagai pelatih belajar siswa. Sebaliknya rendahnya hasil belajar siswa dapat dipengaruhi oleh rendahnya sarana dan prasarana belajar siswa yang digambarkan rendah pada 55,4% kasus, dan rendahnya hasil belajar siswa yang dipengaruhi oleh lingkungan sosial di sekolah, yaitu dikategorikan rendah pada 48,3% kasus.