Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan Kadar SGOT dan SGPT Pada Penderita Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta Umami, Silva; Widyantara, Aji Bagus; Amalia, Arifiani Agustin
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan dipengaruhi oleh kepadatan populasi jentik Aedes aegypti. Serum Glutamic Oxsaloasetic Transminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) Merupakan salah satu pemeriksaan penunjang diagnosis Demam Berdarah Dengue, keberadaan SGOT dan SGPT sering digunakan sebagai screening enzyme parameter dasar untuk mendiagnosa gangguan fungsi hati dan keterlibatan hati pada penderita Demam Berdarah Dengue. untuk mengetahui hubungan antara kadar Serum Glutamic Oxsaloasetic Transminase (SGOT) dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT) pada Penderita Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini memakai desain bersifat  korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi yaitu semua pasien penderita Demam Berdarah Dengue yang sedang melakukan pengobatan rawat inap saat bulan Januari sampai Desember 2023 pada Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Analisa data menggunakan uji chi-square Didapatkan hasil pada uji chi-square memperlihatkan nilai Nilai p = 0,014 >0,05 tidak ada hubungan yang signifikan antara kadar SGOT dan SGPT pada penderita Demam Berdarah Dengue di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta
ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN GLUKOSA DAN TRIGLISERIDA DI LABORATORIUM RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Trecia, Cessy; Widyantara, Aji Bagus; Shafriani, Nazula Rahma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31755

Abstract

Pengujian laboratorium klinik adalah prosedur medis diagnostik yang digunakan untuk menentukan diagnosis suatu penyakit. Dengan menggunakan aturan Westgard, penelitian ini mencoba untuk mengetahui grafik Levey-Jennings, keakuratan, dan presisi dalam analisis Quality Control pemeriksaan Glukosa darah sewaktu dan Trigliserida di RS PKU Muhammdiyah Yogyakarta. Desain penelitian adalah cross-sectional dan deskriptif, dan metodologi yang digunakan adalah kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan nilai bias (d%) pada pemeriksaan Glukosa darah sewaktu dan Trigliserdia pada bulan Agustus 2023 – Januari 2024 tidak melebihi batas ± 10%. Pada perhitungan Cofficient of Variation (CV) pada pemeriksan Glukosa darah sewaktu dan Trigliserida pada bulan Agustus 2023 – Januari 2024 masih dalam batas CV. Batas nilai CV Glukosa 5% dan Trigliserdia 7%. Hasil evaluasi grafik Levey-Jennings berdasarkan aturan Westgard terdapat nilai kontrol yang masuk aturan Westgard 12S.
PERBEDAAN MORFOLOGI NEUTROFIL DAN LIMFOSIT PADA APUSAN DARAH TEPI METODE GIEMSA MENGGUNAKAN BUFFER FOSFAT, AQUADEST DAN NaCl FISIOLOGIS Mustafa, Arjun; Astuti, Tri Dyah; Widyantara, Aji Bagus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32041

Abstract

Pewarna giemsa untuk sediaan darah menggunakan pengencer larutan buffer fosfat. Buffer fosfat dapat diganti dengan larutan pengencer lain asalkan memiliki sifat buffer dan pH yang sesuai dengan larutan penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan morfologi neutrofil dan limfosit pada apusan darah tepi dengan giemsa yang diencerkan buffer fosfat, aquadest dan Nacl fisiologis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Besar sampel yang di gunakan untuk penelitian ini adalah 1 sampel dengan 9 kali pengulangan dan 3 perlakuan yang berbeda. Analisis data dilakukan dengan uji statistik menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk karna sampel kurang dari 50 dan didapatkan hasil terdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji kruskal wallis menggunakan SPSS. Variabel terikat penelitian yaitu neutrofil dan limfosit hasil pewarnaan. Variabel bebas penelitian yaitu larutan buffer fosfat, aquadest dan NaCl fisiologis. Hasil pengamatan morfologi neutrofil dan limfosit dengan giemsa yang diencerkan buffer fosfat ditemukan semua morfologi dalam kategori baik (100%). Giemsa yang diencerkan aquadest ditemukan morfologi neutrofil 78% dan 100% limfosit kategori baik. Giemsa yang diencerkan NaCl fisiologis ditemukan morfologi neutrofil 22% dan 44% limfosit kategori baik. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terdapat perbedaan hasil morfologi neutrofil dan limfosit pada apusan darah tepi dengan giemsa yang diencerkan buffer fosfat, aquadest dan NaCl fisiologis dengan nilai sig (p-value) sebesar 0,000 (<0,05).
GAMBARAN UJI KEPEKAAN ANTIBIOTIK CEFTRIAXONE DAN GENTAMYCIN TERHADAP BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE PADA PASIEN DEWASA Rosiana, Putri Dwi Ivanka; Widyantara, Aji Bagus; Mu'awanah, Isnin A Ulfah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32248

Abstract

Infeksi akut yang merusak jaringan paru-paru dan menghentikan aliran udara bebas disebut pneumonia, pneumonia disebabkan oleh mikroba infeksius termasuk virus, parasit, dan bakteri. Bakteri Klebsiella pneumoniae merupakan penyebab umum banyak infeksi. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pernapasan, infeksi nosokomial, infeksi saluran kemih, dan yang paling buruk yaitu kematian. Infeksi pada bakteri Klebsiella pneumoniae dapat ditangani menggunakan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi uji sensitivitas antibiotik untuk bakterilebsiella pneumoniae pada orang dewasa menggunakan Ceftriaxone dan Gentamycin. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Data yang diambil dari penelitian ini berupa data sekunder mengenai uji kepekaan antibiotik ceftriaxone dan gentamycin terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae terhadap pasien dewasa dari hasil catatan rekam medis pada tahun 2023 di RSU PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Sampel penelitian ini sebanyak 55 sampel. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik sampling secara total sampling. Hasil menunjukan nilai  sensitivitas antibiotik Ceftriaxone adalah 56,4%, Gentamycin adalah 67,3%, nilai resistensi antibiotik Ceftriaxone adalah 43,6% , Gentamycin adalah 30,9%, sedangkan hasil distribusi responden berdasarkan jenis kelamin yaitu jenis kelamin laki-laki adalah 58,2%, perempuan 41,8%, sehingga dapat disimpulkan bahwa antibiotik Gentamycin memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae, antibiotik Ceftriaxone memiliki resisten yang tinggi terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae, dan jenis kelamin laki-laki merupakan jenis kelamin yang paling banyak terinfeksi bakteri Klebsiella pneumoniae pada penyakit pneumonia.
ANALISIS KADAR SGOT DAN SGPT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DALAM PENGOBATAN OAT DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Wabula, Supardin; Widyantara, Aji Bagus; Astuti, Tri Dyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32428

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan dengan angka kasus dan kematian yang signifikan. Kota Yogyakarta merupakan salah satu daerah dengan angka kejadian tuberkulosis yang masih relatif tinggi, dengan jumlah kasus 1.335 kasus pada tahun 2022. Terjadi peningkatan dari tahun 2021 sebelumnya dengan jumlah kasus 879 kasus. Pengobatan tuberkulosis dapat menyebabkan kerusakan hati. Parameter untuk menentukan adanya kerusakan hati adalah dengan melihat kadar SGOT dan SGPT. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar enzim SGOT dan SGPT pada pasien tuberkulosis dalam pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama enam bulan di RSU PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling dengan ketentuan pasien hanya penderita tuberkulosis paru dalam pengobatan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama masa pengobatan bulan 1 sampai dengan bulan 6. Hasil penelitian menunjukan bahwa laki-laki lebih tinggi daripada perempuan yaitu sebesar 55,9% sedangkan perempuan 44,1%. Hasil pemeriksaan juga menunjukan bahwa kelompok usia <60 tahun sebagian besar pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan OAT sebesar 67,6% sedangkan usia 60 tahun 42,4%. Hasill pemeriksaan berdasarkan lama pengobatan, kadar SGOT dan SGPT yang meningkat sebagian besar lama pengobatan 6 bulan dengan persentase sebesar 5,9% sedangkan kadar SGOT normal persentase sebesar 94,1%. Hasil pemeriksaan SGPT juga menunjukan bahwa terjadi peningkatan berdasarkan lama pengobatan sebagian besar lama pengobatan 6 bulan dengan persentase 5,9% sedangkan kadar SGPT normal persentase sebesar 94,1%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat kenaikan kadar sgot dan sgpt pada pasien tuberkulosis dalam pengobatan OAT selama 6 bulan.
ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL PEMERIKSAAN UREUM DAN KREATININ DENGAN METODE SIX SIGMA DI RSU PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA TAHUN 2023 WA MARLIN, ALIN; widyantara, Aji bagus; Rahmawati, Yeni
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32472

Abstract

Quality control adalah rangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi proses pengujian. Six sigma merupakan metode quality control yang menggambarkan penyimpangan dalam setiap proses yang mungkin terjadi dalam satu juta pemeriksaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presisi, akurasi dan nilai six sigma terhadap hasil quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin. Desain penelitian yang digunakan adalan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah data hasil quality control dari pemeriksaan ureum dan kreatinin, sampel penelitian berupa hasil quality control pemeriksaan ureum dan kreatinin bulan Agustus-Oktober, teknik pengumpulan sampel berdasarkan total sampling. Variabel dependen dan independen adalah quality control dan six sigma. Analisis data menggunakan aplikasi Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan Nilai CV% pemeriksaan ureum bulan Agustus-Oktober sebesar 2,96%, 2,83% dan 3,15%, pemeriksaan kreatinin bulan Agustus-Oktober sebesar 1,21%, 1,21% dan 2,38%. Nilai akurasi pemeriksaan ureum bulan Agustus-Oktober sebesar -6,56%, -7,86% dan -10,41%, pemeriksaan kreatinin bulan Agustus-Oktober sebesar -15,82%, 15,82% dan -14,29%. Nilai Six sigma tertinggi pemeriksaan ureum bulan Oktober sebesar 6,16 sigma, sedangkan nilai sigma tertinggi pemeriksaan kreatinin yaitu bulan Agustus dan September sebesar 25,82 sigma. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil CV% di bawah batas maksimum, nilai akurasi yang diperoleh memiliki nilai bias ±10%, dan nilai six sigma berkisar 5->6 dengan kualitas baik dan word class.
ANALISIS HASIL QUALITY CONTROL DAN SIX SIGMA PADA PEMERIKSAAN ASAM URAT DI RSUD DR. R GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA Widyaningtias, Septy; Widyantara, Aji Bagus; Novalina, Dhiah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32724

Abstract

Pemantapan mutu laboratorium adalah upaya untuk menilai berbagai aspek teknis dari proses pengujian dengan tujuan untuk menjamin presisi (ketelitian) dan akurasi (ketepatan) hasil pemeriksaan di laboratorium. Pelaksanaan mutu laboratorium salah satunya dapat menggunakan metode Quality Control (QC) dengan cara mengevaluasi pemeriksaan menggunakan grafik Levey-Jennings sesuai dengan aturan Westgard Multirule System. Six sigma merupakan matrik yang digunakan untuk menghitung performansi proses kesalahan yang terjadi persatu juta peluang (Rate of Defects-Per Million Opportunities). Penyakit asam urat masih menjadi masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevelensi penyakit asam urat di Indonesia yaitu 7,3% dan Indonesia menduduki peringkat kelima setelah gagal ginjal pada penyakit tidak menular. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui analisis hasil quality control dan six sigma pada pemeriksaan asam urat di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode yang digunakan yaitu desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan sampel 66 data dalam 66 hari. Data yang digunakan berupa data QC pemeriksaan asam urat pada bulan Januari-Maret 2024. Analisis data menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis QC pemeriksaan asam urat Januari-Maret 2024 memiliki CV dibawah batas maksimum. Nilai akurasi yang didapatkan memiliki nilai bias kurang dari 10%, terdapat nilai kontrol yang mengikuti aturan Westgard di bulan Februari serta nilai sigma 5 sampai lebih dari 6. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam kegiatan QC yang dilakukan dapat dipertahankan serta ditingkatkan kembali.
Hubungan Kadar Ureum dan Kreatinin dengan Elektrolit Pada Penderita Gagal Ginjal Kronik Iziana, Wafda Vivid; Widyantara, Aji Bagus; Solikah, Monika Putri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.15997

Abstract

Chronic kidney failure is a progressive condition characterized by a decline in the glomerular filtration rate, which eventually affects electrolyte levels in the body. This imbalance often leads to serious complications in patients. This study aims to identify the relationship between urea and creatinine levels with electrolyte levels in patients suffering from chronic kidney failure. To achieve this, the research utilized a literature review method by gathering data from two main databases: PubMed and Google Scholar. The literature search was conducted by considering studies relevant within a specified time frame. The analysis of several reviewed journals revealed that urea levels in chronic kidney failure patients ranged from 122.5 to 165.7 mg/dL. Meanwhile, creatinine levels varied between 3.9 and 12.6 mg/dL. Additionally, sodium electrolyte levels showed an increase, ranging from 134.5 to 136.8 mmol/L. On the other hand, potassium levels ranged from 4.4 to 5.6 mmol/L, which remained within normal limits for some patients. Chloride levels were also relatively stable, with a range of 100 to 107.1 mmol/L. Based on the review of this literature, it is concluded that there is a significant increase in urea, creatinine, and sodium levels in patients with chronic kidney failure, while potassium and chloride levels tend to remain within normal ranges. Recommendations for future research include exploring other variables that may influence electrolytes and other biochemical parameters in patients with chronic kidney failure, in order to gain a more comprehensive understanding of this condition and its management.
Profil Kadar Ureum dan Kreatinin pada Penderita Nefropati Diabetik dengan Hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Gamping Widyantara, Aji Bagus; Mu'awanah, Isnin Aulia Ulfah; Anggraini, Lidya Monalisa Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14209

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus is a carbohydrate metabolism disorder characterized by excess glucose levels in the body and causes one of the kidney complications or Diabetic Nephropathy. Impaired renal function can be treated with hemodialysis and it can be recognized by the detection of ureum and creatinine levels. The study aims to determine the profile of ureum and creatinine levels in diabetic nephropathy patients with hemodialysis. This study employed a quantitative descriptive study with a cross sectional approach with secondary data collection of ureum and creatinine levels. Data was in the form of medical records of diabetic nephropathy patients with hemodialysis at PKU Muhammadiyah Gamping Hospital. The results of ureum and creatinine levels based on age with mean values respectively in adulthood, 135.47 mg/dL and 9.25 mg/dL while in elderly age respectively 135.95 mg/dL and 9.46 mg/dL. Ureum and creatinine levels in male patients had mean values of 141.08 mg/dL and 11.08 mg/dL respectively while in females the mean values were 131.9 mg/dL and 8.18 mg/dL respectively. Patients undergoing hemodialysis had different levels for old and new patients. Old patients (≥1 year) had mean ureum and creatinine levels of 137.23 mg/dL and 10.04 mg/dL respectively while new patients (<1 year) had mean values of 133.29 mg/dL and 8.27 mg/dL respectively. This study shows that ureum and creatinine levels in Diabetic Nephropathy patients with hemodialysis are higher than normal values. Keywords: Diabetic Nephropathy, Ureum, Creatinine  ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat yang ditandai dengan kelebihan kadar glukosa dalam tubuh. diabetes menjadi penyebab salah satu komplikasi ginjal atau Nefropati Diabetik. Gangguan fungsi ginjal dapat dapat diatasi dengan hemodialisis dan ini dapat diketahui dengan deteksi adanya kadar ureum dan kreatinin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil kadar hemoglobin, ureum dan kreatinin pada penderita nefropati diabetik dengan hemodialisis. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif kuantitatif pendekatan cross sectional dengan pengambilan data sekunder kadar ureum dan kreatinin. Data berupa rekam medis pasien nefropati diabetik dengan hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Gamping. Hasil kadar ureum dan kreatinin berdasarkan usia dengan nilai mean masing-masing pada usia dewasa, 135,47 mg/dL dan 9,25 mg/dL sedangkan pada usia lansia masing-masing 135,95 mg/dL dan 9,46 mg/dL. Kadar ureum dan kreatinin pada pasien laki-laki memiliki nilai mean masing-masing 141,08 mg/dL dan 11,08 mg/dL sedangkan pada wanita nilai mean masing-masing yaitu 131,9 mg/dL dan 8,18 mg/dL. Pasien yang menjalani hemodialisis memiliki perbedaan kadar bagi pasien lama dan pasien baru. Pasien lama (≥1 tahun) memiliki kadar ureum dan kreatinin rata-rata yaitu 137,23 mg/dL dan 10,04 mg/dL sedangkan pasien baru (<1 tahun) memiliki nilai mean masing-masing 133,29 mg/dL dan 8,27 mg/dL. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar ureum dan kreatinin pasien Nefropati Diabetik dengan hemodialisis lebih tinggi dari nilai normal. Kata Kunci: Nefropati Diabetik, Ureum, Kreatinin
Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebagai Upaya Promotif dan Preventif Penyakit Tidak Menular melalui Kolaborasi Lintas Sektor, Sleman, Yogyakarta Sukarno, Rizky Triutami; Tambulana, Azizah Nurlitasari; Cloridina, Henny; Fivaprilani, Uttie Nooring; Husna, Adlina Karimina Nurul; Harini, Suci; Palupi, Sekar Sari Arum; Widyantara, Aji Bagus; Cahyarani, Astika; Mas'udi, Nasya Kamila Tsania; Aqila, Syafiya Rahma
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v5i2.26817

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) such as hypertension, diabetes, and obesity represent a significant public health burden in Indonesia, including the Special Region of Yogyakarta. To enhance early detection and preventive action, the Faculty of Medicine, Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, in collaboration with the Sleman District Health Office through Puskesmas Gamping 2, conducted a Free Health Check-up on Sunday, October 12, 2025, from 08.00 to 12.00 WIB at the Siti Bariyah Building, Faculty of Medicine UNISA Yogyakarta. This community service employed a Participatory Action Research approach, engaging participants throughout the process from registration, anthropometric measurements, vital signs assessment, simple laboratory tests, and visual acuity checks, to medical consultation, personalized health education, symptomatic medication, and referral for at-risk individuals. Among 141 participants, the majority were young adults (20–29 years) and female; 33.3% were classified as obese, 44.0% as pre-hypertensive, 7.1% as pre-diabetic, and 60.3% had abnormal cholesterol levels. The intervention facilitated early identification of NCD risk, immediate preventive measures, and referral to health services for high-risk participants. The program also strengthened the framework for sustainable community-based screening, provided practical experience for medical students, and established a replicable model of promotive and preventive collaboration between academic institutions and local health authorities. The results demonstrate that structured community interventions combining screening, education, and follow-up can effectively contribute to NCD prevention and support long-term public health initiatives.