Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

EDUKASI GIZI SEIMBANG BAYI DAN BALITA Maesaroh, Maesaroh; Sartika, Sartika; Rohaeni, Ela; Kumalasari, Retno; Prihartini, Ade Rahayu; Setiawati, Rini; Nurkhasanah, Arrifah; Febiyanti, Ainiyyah; Fitria, Nabila Al; Fudali, Luthfiah
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1722

Abstract

Balita adalah kelompok usia 1-5 tahun yang memiliki karakteristik pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Status gizi pada bayi dan balita merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur status gizi masyarakat. Anak balita dan kelompok bayi merupakan salah satu kelompok umur yang rentan terhadap penyakit, salah satunya adalah kekurangan gizi. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu yang mempunyai bayi dan balita tentang definisi gizi seimbang, kebutuhan gizi seimbang pada bayi dan balita, serta pola pemberian gizi bayi dan balita. Kegiatan edukasi ini dilakukan di Posyandu Desa Beberan dan dikuti oleh 20 ibu bayi dan balita. Metode kegiatan edukasi ini dilakukan dengan menggunakan media leaflet dan buku KIA, dilakukan pretest dan posttest untuk mengevaluasi keberhasilan kegiatan. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan hasil yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu yang mempunyai bayi dan balita tentang pemenuhan gizi seimbang dengan hasil sebelum dilakukan edukasi responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 6 orang, cukup sebanyak 9 orang dan kurang sebanyak 4 orang. Setelah dilakukan edukasi didapatkan hasil responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik menjadi 14 orang, cukup 6 orang dan tidak ada yang memiliki pengetahuan yang kurang. Kegiatan edukasi ini dilakukan sebagai upaya dalam membantu kebijakan pemerintah untuk mengurangi masalah gizi pada bayi dan balita.
EDUKASI JADILAH ANAK HEBAT DAN SEHAT DENGAN IMPLEMENTASI 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT Maesaroh, Maesaroh; Prihartini, Ade Rahayu; Khaeriyah, Hana Nurul; Asih, Sari Wulan; Nugraha, Muhammad Fajri Nanda; Rohyati, Rohyati; Al Farizi, Muhammad Imam; Ramadhan, Yahya
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v4i2.11843

Abstract

The Government of the Republic of Indonesia has a vision to achieve Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 (Indonesia Advancing Towards Golden Indonesia 2045). One of the programs to realize this vision is through the 7 Healthy Habits of Indonesian Children Movement, which is implemented at the primary to secondary education levels. This program is expected to shape the character of the nation's children to be superior and resilient as an effort to prepare superior human resources. This community service activity was conducted in the form of education at SD Negeri Pulopanjang 1 in Serang Regency, Banten, on July 31, 2025, involving 38 students. Pulopanjang is a small island located in Banten Bay. Administratively, the island is part of Serang Regency, Banten, and can be reached by motorboat in approximately 1 hour from Karangantu Port in Serang City or 15–20 minutes from Grenyang Bojonegara Port in Serang Regency. Under the auspices of the Ministry of Basic and Secondary Education, Pulopanjang 1 State Elementary School stands firmly in Kp. Peres, Pulopanjang Village/Subdistrict, Pulo Ampel District, Serang Regency, Banten Province. This state school operates a morning learning system six days a week. This community service initiative is carried out as a form of support for the government's program to promote and implement the “7 Habits of Great Indonesian Children” movement in practice. It also aims to introduce the government's program so that elementary school students can apply these seven good habits. Through the implementation of the 7 Habits of Great Indonesian Children educational program, children gain a clear understanding of how the 7 Habits of Great Indonesian Children program is applied in daily life. It is hoped that with proper understanding, these elementary school students will consistently practice these habits, thereby developing the character of future leaders and becoming outstanding human resources in the future, in line with the government's expectations.
Hubungan Peranan Posbindu Dengan Peningkatan Kesehatan Lansia Di Desa Sindanghayu Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon Rahayu Prihartini, Ade
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v1i1.79

Abstract

Di Indonesia, secara nasional pemanfaatan posbindu masih jauh dari target SPM (Standar Pelayanan Minimal) bidang kesehatan di Kabupaten/Kota untuk pelayanan usila yaitu 70% dari target 85%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peranan posbindu dengan peningkatan kesehatan lansia di Desa Sindanghayu Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia usia 50-70 tahun di Desa Sindanghayu dengan sampel 34 orang dan teknik pengambilan sampelnya accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan analisis Spearman. Hasil penelitiannya adalahPeranan posbindu di Desa Sindanghayu Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon adalah 47,1% positif dan 52,9% negatif.Peningkatan kesehatan lansia di Desa Sindanghayu Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon adalah 45,1% tidak ada gangguan dan 55,9% ada gangguan. Ada hubungan signifikan peranan posbindu dengan peningkatan kesehatan lansia di Desa Sindanghayu Kecamatan Beber Kabupaten Cirebon tahun 2018 dengan p-value 0,001 dan Rho (ρ) 0,795
Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Anak-Anak di Daerah Pesisir Pantai SDN Pulo Panjang I Kecamatan Pulo Ampel Kabupaten Serang Prihartini, Ade Rahayu; Maesaroh, Maesaroh; Imam Alfarizi, Muhammad; Melisa, Melisa; Ayu Refina Oktaviani, Mas
Kahayan : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2025): November : KAHAYAN (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jak.v2i3.22707

Abstract

English plays a vital role for school children, both for their personal development, academics, and the future of the nation. English is considered a universal language because it is widely used in various countries as a primary language. Furthermore, it is also an international language that is crucial to master or learn. English learning should begin at preschool age, as this is the stage at which children most easily absorb and develop their language skills. Early learning also has a positive impact on English mastery as they progress through elementary school and college. Therefore, the goal of these English learning activities is expected to increase motivation to learn English and contribute to academic achievement at school.
Mengembangkan Literasi Finansial pada Anak Melalui Kegiatan Kemaritiman di RA Ibnu Abas Kampung Peres Desa Pulo Panjang Kabupaten Serang Ade Rahayu Prihartini; Mutoharoh Mutoharoh; Ossie Happina Sari; Gisella Aisyah; Yahya Ramadhan; Muhammad Jubran Febriyanto
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6666

Abstract

Di Indonesia pendidikan literasi keuangan khususnya pada anak usia dini masih jarang dilakukan baik pada lingkungan keluarga maupun sekolah. Pengenalan dan pendidikan tentang literasi keuangan belum banyak diberikan secara tepat dan terencana karena dianggap sebagai sesuai yang belum penting bahkan belum dibutuhkan oleh anak-anak. Orang tua masih berfikir membicarakan segala sesuatu tentang uang di hadapan anak-anak adalah hal yang tabu, hal ini mengakibatkan anak-anak menjadi tidak siap untuk mempelajari pengelolaan keuangan sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang literasi keuangan kepada orang tua atau wali siswa murid RA Ibnu Abas Kampung Peres Desa Pulo Ampel. Terdapat peningkatan pemahaman tentang literasi finansial pada anak yaitu meningkat menjadi 80% orang tua memahami tentang pentingnya literasi pada anak seperti mengajarkan menabung, menabung dirumah dengan menggunakan celengan, serta mengelola keinginan anak dengan cara menabung. Terdapat peningkatan pemahaman orang tua tentang literasi finansial pada anak melalui kegiatan kemaritiman yang dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari. Orang tua, Guru dan siswa diharapkan dapat bersinergis menerapkan literasi finansial ini untuk meningkatkan kemampuan anak dalam mengelola keuangan sedari dini.
Pendidikan Kesehatan Mengenai Diabetes Mellitus dan Hipertensi Serta Pemeriksaan Kesehatan di Poskesdes Kampung Peres, Desa Pulo Panjang, Kabupaten Serang Retno Kumalasari; Ade Rahayu Prihartini; Siti Isnaeni; Dinda Arumsari; Pegi Juliana Sinaga; Madona Sintiyawati
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6667

Abstract

Lansia adalah individu berusia 60 tahun ke atas yang lebih rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit degeneratif. Penyakit ini bersifat kronis dan jangka panjang, serta berdampak pada kualitas hidup dan produktivitas. Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang kerap muncul tanpa gejala. Antusiasme warga Desa Pulo Panjang cukup tinggi terhadap edukasi mengenai Hipertensi dan Diabetes Mellitus. Selama kegiatan berlangsung, banyak lansia yang aktif bertanya, terutama karena terdapat 5 dari 18 peserta yang diketahui mengidap hipertensi, dan 7 lainnya menderita diabetes mellitus. Mereka berharap mendapatkan kesembuhan atau setidaknya perbaikan kondisi, yang ditandai dengan penurunan kadar gula dan tekanan darah, sebagai hasil dari peningkatan pemahaman mereka terhadap pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut.
Edukasi Self Efficacy Dan Peningkatan Kualitas Diri Pada Siswa Mts Al-Ittihaad Desa Pulo Panjang Kabupaten Serang Kecamatan Pulo Ampel Provinsi Banten Ade Rahayu Prihartini; Astri Kartikasari; Hernawati Hernawati; Farhan Tamam; Gisella Aisyah; Linda Aulia; Galih Rizki Alparizi; Dinda Arumsari; Muhammad Jubran Febriyanto
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2025): Volume 7, No 1, Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i1.6914

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya efikasi diri dan peningkatan kualitas pribadi kepada siswa MTs Al-Ittihaad, Desa Pulo Panjang. Remaja pada jenjang sekolah menengah pertama berada pada fase penting dalam perkembangan identitas dan pembentukan kepercayaan diri. Kurangnya kesadaran diri serta keyakinan terhadap potensi diri dapat menyebabkan rendahnya motivasi belajar dan keterampilan pengambilan keputusan yang buruk. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, termasuk penyuluhan motivasi, diskusi kelompok, serta simulasi reflektif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang efikasi diri serta kesadaran akan pentingnya pengembangan diri. Siswa menjadi lebih percaya diri, aktif dalam diskusi, dan mampu mengidentifikasi kekuatan serta kelemahan mereka. Pihak sekolah memberikan tanggapan positif dan menyampaikan harapan agar program serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Dengan demikian, pendidikan mengenai efikasi diri terbukti menjadi strategi awal yang efektif dalam memperkuat karakter siswa dan meningkatkan kualitas pribadi remaja.
Analisis Pola Penggunaan Obat Antihipertensi Pada Pasien Lansia Di Puskesmas Kedawung Kabupaten Cirebon Peride Januari – Juni 2025 Anggito Abimanyu; Rini Setiawati; Ade Rahayu Prihartini
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 1 (2026): JUPIN Februari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2328

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit degeneratif dengan prevalensi tinggi pada lansia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikontrol secara optimal. Meskipun pedoman terapi antihipertensi telah tersedia, data mengenai pola penggunaan obat antihipertensi pada lansia di fasilitas kesehatan tingkat pertama, khususnya di Kabupaten Cirebon, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien lansia di Puskesmas Kedawung periode Januari–Juni 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan secara retrospektif dari rekam medis pasien, dengan teknik purposive sampling dan penentuan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 72 pasien lansia (≥60 tahun). Responden terdiri dari 42 perempuan (58,33%) dan 30 laki-laki (41,67%), dengan mayoritas berusia 60–65 tahun (62,5%). Hasil menunjukkan bahwa pola terapi didominasi oleh monoterapi (90,32%), sedangkan politerapi sebesar 9,68%. Amlodipin (CCB) merupakan obat yang paling banyak diresepkan (82%), baik sebagai terapi tunggal maupun dalam kombinasi, dengan kombinasi terbanyak Amlodipin dan Captopril (8,3%). Dominasi monoterapi menunjukkan kecenderungan penggunaan terapi awal yang sesuai dengan praktik di layanan primer, namun juga dapat mencerminkan pertimbangan klinis dan ketersediaan obat. Disimpulkan bahwa Amlodipin menjadi pilihan utama terapi antihipertensi pada lansia di Puskesmas Kedawung. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran praktik farmasi klinik di fasilitas kesehatan primer serta dapat menjadi dasar evaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertensi pada populasi lansia.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemenuhan Gizi pada Remaja di Posyandu Taman Sari Wilayah Kerja Puskesmas Pulomerak: Reproductive Health Counseling and Nutritional Fulfillment for Adolescents at the Taman Sari Integrated Health Post in the Pulomerak Community Health Center Work Area Maesaroh Maesaroh; Larasati Mallino Azzahra; Mutiara Ayu Fauji Ningsih; Ade Rahayu Prihartini; Lani Nurlita; Retno Kumalasari; Hana Nurul Khaeriyah; Cici Nurul Fauziah; Siti Isnaeni; Rini Setiawati; Febrina Nugrahini; Sri Wahyuni; Amalia Sofana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.132

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi bagi remaja sangat penting untuk mendukung proses pertumbumbuhan dan perkembangan. Salah satunya perubahan secara fisik yang terjadi adalah kemampuan untuk mengahadapi proses reproduksi. Peru-bahan tersebut mempengaruhi kebutuhan gizi, Selain itu remaja harus mengetahui pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. namun kurangnya pengetahuan remaja terkait menjaga kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi yang dapat mencegah masalah yang terkait sistem reproduksinya. Sehingga perlu dilakukannya edukasi mengenai Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan remaja. Dengan pemahaman yang baik, remaja diharapkan dapat menerapkan pola makan yang sehat dan menjaga kesehatan reproduksi. Metode: Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, media cetak/leaflet, dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Sasarannya adalah remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pulomerak yang berjumlah 20 orang.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan pada kategori baik nilai pre test sebanyak 35,1% peserta, nilai post test kategori baik menjadi 52%.Kesimpulan: Edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja sangat diperlukan dalam rangka peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku sehat remaja.
DIGITAL REPRODUCTIVE HEALTH LITERACY AND REPRODUCTIVE HEALTH BEHAVIOR AMONG FEMALE STUDENTS AT THE FACULTY OF HEALTH SCIENCES, BINA BANGSA UNIVERSITY Ade Rahayu Prihartini; Maesaroh; Pearly Otis Putri Oktaviani
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 2 (2026): VOLUME 10 ISSUE 2 AUGUST 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss2/827

Abstract

Digital media have become one of the main sources of reproductive health information among university students. However, not all information available online is accurate and evidence-based, making digital reproductive health literacy increasingly important. This study aimed to examine the relationship between digital reproductive health literacy and reproductive health behavior among female students at the Faculty of Health Sciences, Bina Bangsa University. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach involving 95 first-year female students selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through online questionnaires using the eHealth Literacy Scale (eHEALS) and a reproductive health behavior questionnaire. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. The findings revealed that most respondents demonstrated high levels of digital reproductive health literacy (44.2%) and positive reproductive health behavior (42.1%). The Spearman Rank test showed a statistically significant relationship between digital reproductive health literacy and reproductive health behavior (p = 0.000) with a strong positive correlation coefficient (r = 0.740). Digital reproductive health literacy plays an important role in shaping reproductive health behavior among female university students. Strengthening digital-based reproductive health education is necessary to improve students’ ability to evaluate online health information critically and promote healthier reproductive health practices.