Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Fermentasi Ubi Jalar Ungu oleh Lactobacillus sp terhadap Kesehatan Saluran Percernaan Anisyah Arivianti; Alsya Nursafa; Putri Nur Sabila; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22234

Abstract

Fermentasi pangan berbasis umbi lokal seperti ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) berpotensi mendukung kesehatan saluran pencernaan melalui peningkatan aktivitas probiotik dan bioaktivitas senyawa fungsional. Kajian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh fermentasi ubi jalar ungu oleh Lactobacillus sp. terhadap komposisi gizi dan fungsi fisiologisnya bagi saluran cerna. Metode yang digunakan berupa telaah literatur deskriptif-kualitatif terhadap 25 artikel ilmiah dari tahun 2015–2025, diperoleh melalui Google Scholar, ScienceDirect, dan ResearchGate. Hasil menunjukkan bahwa fermentasi meningkatkan populasi Lactobacillus hingga 1–2 log CFU/mL, menurunkan pH produk dari 6,5 menjadi ±4,2, serta meningkatkan aktivitas antioksidan sebesar 30–50%. Proses ini juga menghasilkan metabolit seperti asam laktat dan senyawa antimikroba yang mendukung keseimbangan mikrobiota usus, fungsi imun lokal, serta menurunkan risiko gangguan pencernaan. Selain itu, fermentasi meningkatkan ketersediaan senyawa bioaktif, memperbaiki karakteristik sensorik, dan memperpanjang umur simpan produk. Dengan demikian, fermentasi ubi jalar ungu menggunakan Lactobacillus sp. merupakan pendekatan strategis dalam pengembangan pangan fungsional berbasis lokal yang sehat dan berkelanjutan.
Karakterisasi Fisikokimia dan Viabilitas Lactobacillus Casei pada Es Krim Probiotik dengan Substitusi Tepung Kulit Pisang Kepok Mila Azkia; Weni Sumirat; Sheva Fadillahi Putra; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.22240

Abstract

Pengembangan es krim probiotik berbasis bahan lokal berpotensi meningkatkan nilai gizi dan keberlanjutan pangan fungsional. Tepung kulit pisang kepok mengandung serat pangan dan pati resisten yang bermanfaat sebagai prebiotik alami. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik fisikokimia dan viabilitas Lactobacillus casei pada es krim probiotik dengan substitusi tepung kulit pisang. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional dalam rentang tahun 2010–2024. Hasil telaah menunjukkan bahwa substitusi 4% tepung kulit pisang dapat meningkatkan kadar serat pangan hingga 7% dan menurunkan kadar lemak sebesar 10%. Viabilitas L. casei tetap terjaga dengan kisaran 8,84–9,23 log CFU/mL, memenuhi standar minimum probiotik sebesar 6 log CFU/mL. Selain itu, peningkatan serat berkorelasi positif dengan jumlah koloni L. casei (R² = 0,87), meskipun penambahan melebihi 6% dapat menurunkan viabilitas akibat kerapatan matriks yang menghambat difusi nutrien. Dengan demikian, tepung kulit pisang kepok berpotensi sebagai bahan fungsional dalam formulasi es krim probiotik, dengan manfaat gizi, kestabilan mikrobiologis, dan nilai keberlanjutan yang tinggi.
Pengolahan Talas Menjadi Tepung untuk Meningkatkan Mutu dan Daya Simpan Anya Arwa Faiha; Salva Tiara; Sulthan Fadhil Farihin; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.22258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pengolahan umbi talas (Colocasia esculenta) menjadi Tepung. talas segar memiliki kadar air tinggi (sekitar 70–80%), sehingga mudah rusak, busuk, dan berjamur bila disimpan lama. yang menurunkan kadar air dan mengubah bentuk fisik menjadi lebih kering, ringan, dan Awet. Selain meningkatkan daya simpan, proses ini juga memudahkan transportasi, penyimpanan, dan pemanfaatan dalam berbagai produk olahan. Pengolahan talas dilakukan dengan beberapa tahap yaitu pengupasan, pengirisan, perendaman, pengeringan dengan oven pada suhu 60–70 oC, penggilingan, dan pengayakan. Berdasarkan hasil kajian dari berbagai jurnal nasional, proses pengeringan berpengaruh signifikan terhadap mutu fisik dan kimia tepung. Semakin tinggi suhu dan lama pengeringan, kadar air dan rendemen menurun, sedangkan warna dan derajat putih meningkat. Tepung talas yang dihasilkan memiliki kadar air berkisar 6,7–11%, rendemen 18–23%, dan derajat putih 64–75%. Selain itu, tepung talas memilih. Dengan demikian, pengolahan talas menjadi tepung dengan kondisi yang tepat dapat meningkatkan mutu dan memperpanjang daya simpan tepung talas secara signifikan.
Sains Sakral dan Etika Bioteknologi Pangan: Tinjauan Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis Rekayasa Genetika (GMO) dalam Perspektif Seyyed Hossein Nasr Sahnur Mulya; Latifah Hanum; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24017

Abstract

Bioteknologi pangan berbasis rekayasa genetika (GMO) sering dipromosikan sebagai solusi strategis menghadapi krisis pangan, perubahan iklim, dan degradasi lahan global. Namun, landasan pengembangannya berakar pada paradigma sains modern yang bersifat sekuler dan mendesakralisasi alam. Kontras antara pendekatan saintifik "bebas-nilai" dan perspektif sains sakral yang bertauhid memunculkan pertanyaan filosofis mendalam: apakah GMO merupakan bentuk perubahan terhadap ciptaan Allah (taghir khalqillah) yang melampaui kodrat, atau justru wujud optimalisasi alam dalam kerangka amanah kekhalifahan. Penelitian ini menganalisis status ontologis, epistemologis, dan aksiologis GMO melalui perspektif Sacred Science Seyyed Hossein Nasr, dengan mengintegrasikan gagasan Islamisasi ilmu dari Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan, analisis ontologis mengungkap bahwa masalah mendasar GMO terletak pada worldview yang mereduksi makhluk hidup menjadi sekadar objek manipulasi teknis dan komoditas. Secara epistemologis, paradigma ilmu bebas-nilai dikritik karena mengabaikan wahyu, sehingga diperlukan rekonstruksi epistemologi tauhid yang menyinergikan wahyu, akal, dan empiris dalam menilai risiko-manfaat GMO. Dari segi aksiologi, penerimaan GMO harus memenuhi prinsip maqaṣid al-syariʿah, ḥalalan ṭayyiban, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan perlunya membangun paradigma "bioteknologi profetik" yang memadukan kemajuan rekayasa genetika dengan kesadaran kosmos sakral dan etika tauhid.
Implementasi Pemikiran Islamisasi Sains melalui Model Kampus Biru A.M. Saefuddin dalam Pengembangan UMKM Pangan Berbasis Ketauhidan di Bogor Agus Triana Wijatagati; Metrizal; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24074

Abstract

Islamisasi sains merupakan gagasan penting dalam membangun aktivitas keilmuan dan ekonomi yang selaras dengan nilai-nilai ketauhidan. Artikel ini bertujuan menganalisis secara konseptual dan praktis penerapan pemikiran Islamisasi Sains dalam pembinaan UMKM pangan lokal di Bogor melalui implementasi Model “Kampus Biru” yang dikembangkan oleh A.M. Saefuddin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi kasus, melalui telaah literatur, observasi program pendampingan UMKM, serta analisis normatif terhadap prinsip-prinsip ontologi, epistemologi, dan aksiologi Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Model Kampus Biru mampu mengintegrasikan aspek teknis panganseperti keamanan pangan, kehalalan, dan mutu produk—dengan nilai tauhid, amanah, dan keberlanjutan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan daya saing UMKM secara ekonomi, tetapi juga membentuk karakter pelaku usaha yang berorientasi ibadah dan kemaslahatan. Studi ini menyimpulkan bahwa Islamisasi sains dalam pengembangan UMKM pangan dapat menjadi model alternatif pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan bernilai spiritual.
Epistemologi Pangan Islami: Integrasi Nilai - Nilai Wahyu dalam Akselerasi Inovasi Teknologi Pangan Modern Septa Sopiatun; Suri Handayani; Aji Jumiono
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 5 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i5.24269

Abstract

Penelitian ini merumuskan landasan epistemologi pangan Islami serta menganalisis integrasi nilai-nilai wahyu (Al-Qur’an dan Sunnah) dalam akselerasi inovasi teknologi pangan modern agar tidak semata berorientasi pada efisiensi, produktivitas, dan profitabilitas, tetapi tetap berada dalam koridor halalan thayyiban. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis; data bersumber dari Al-Qur’an dan hadis terkait halal–thayyib serta literatur ilmiah, regulasi, dan sejarah sertifikasi halal periode 2015–2025, penelusuran sistematis pada Google Scholar dan Scopus, dan repositori perguruan tinggi Islam, kemudian dianalisis melalui content analysis dan analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa wahyu berfungsi sebagai rujukan normatif yang mengarahkan tujuan, batas etik, dan pemaknaan pengetahuan tanpa menggantikan metode ilmiah, dengan iqra’ sebagai basis riset yang bertanggung jawab serta halal–thayyib dan anjuran “memperhatikan makanan” sebagai standar evaluatif yang menyatukan kepatuhan syariat dan kelayakan ilmiah. Implikasinya, inovasi pangan diarahkan untuk menjamin mutu–keamanan dan kemanfaatan, memanfaatkan bioproses secara bertanggung jawab, serta mengarusutamakan keberlanjutan melalui pengurangan pemborosan dan penguatan tata kelola ketahanan pangan berbasis perencanaan.
Co-Authors Aang Ahyarudin Adhelya Rahmadhani Suryadi Afryansyah Afryansyah Agus Triana Wijatagati Akhlul Putra Pratama Alifah Rahma Mutiasari Alsya Nursafa Andita Nurintania Anisyah Arivianti Annida Rihhadatul Aisya Anya Arwa Faiha Arief Rahman Hakim Arini Rizakiya Aulia Nur Rahma Azzahra Kheiysa Raihana Baswir, Irdawati Calya Fahira Chandra Desi Agustina Safitri Desti Isna Danias Desti Novia Salsabilla Desy Triyanti Detya Zalfa Dhiva Dwi Handayani Dian Rizkina Diana Mustafa Diana Mustafa Difa Nur Asyah Dinar Siti Maulida Dwi Haryanto Eliska, Arshyla Erna Puspasari Erna Puspasari Eva Fahri Rizal Syahid Fauzanna Ababil Fauziah Aqmalia Febriyanti, Siti Hendra Utama Intan Kusumaningrum Intan Kusumaningrum Irdawati Baswir Irmawati Irmawati Janitra Yasmine Habibi Julia Kusumaningrum Kusumaningrum, Julia Latifah Hanum Lia Amalia Lia Amalia Lia Amalia Lia Amalia LIA AMALIA Lia Amalia Lidiyani, Nurfitri Lintang Ayu Mielza Azwharid Maesaroh, Mia Mardiah Mardiah Mardiah Mardiah Medina Fiamanella Metrizal Mia Maesaroh Miftah Matlaul Badroen Mikail Rizki Mila Azkia Miranda Laela Khoerurrohmah Mir’atu Saa’diah Septiani Muhamad Husain Maruapey Muhammad Ajriya Fadhullah Muhammad Idris Muhammad Ihqbal Hidayatullah Muhammad Rifqi Muhammad Rizky Fauzi Mulya, Sahnur Mutimmah Mutimmah Nida Idzni Noli Novidahlia Noviyanti Sutisna Nurlaila Agustina Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pramadita Amila Shaliha Putri Nur Sabila Qoriatul Arbaiyah Ramadhan, Etwin Ramadhan, Muhamad Fauzi Rasya Monika Br Perangin Angin Ratu Destri Fitria Ratu Vernanda Nur Nazmah Qakti Rian Rizki Widiarto Rima Yanti Riyani Rizela Azzahra Rizka Rahmania Rizki Putra Sahnur Mulya Salman Septira Salsabila Adawiyah Putri Andini Salva Tiara Saphira Aulia Effendi Septa Sopiatun Sheva Fadillahi Putra Siti Anisa Siti Nurjanah Siti Zainabul Jannah Sri Widowati Sri Widowati Sri Widowati Sulthan Fadhil Farihin Suri Handayani Syaharani Fauzia Syahrir Akil Syahrir Akil Syifa Dwi Spirulina Syifa Fauziyah Febriyani Syifa Nur Aulia Tasya Aprilliani Weni Sumirat Widhyastuti Prawoto Widjayanti, Widjayanti Wilna Iznilillah Yussi Ramadhanti