Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyuluhan “Pekan Imunisasi Nasional Polio 2024” Di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Arlindova, Ardinda; Pinilih, Astri; Putri, Annisa; Purnama, Deka; Agustin, Indriyani; Nabhan, Akhmaula; Wahyuni, Indah Sri; Ayu, Lis Awang Sega
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i1.17771

Abstract

Penyuluhan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio 2024 di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya imunisasi polio untuk mencegah kelumpuhan permanen. Di Indonesia, polio masih menjadi ancaman nyata dengan 12 kasus dilaporjan sejak 2022-2024. Program penyuluhan ini menargetkan anak-anak dari usia 0-7 tahun, tidak peduli apakah mereka telah diimunisasi atau tidak. Tujuannya adalah untuk mencapai cakupan imuniasai 95%. Kegiatan sesi Tanya jawab, pemaparan materi dan diskusi digunakan dalam pelaksanaan penyuluhan ini. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat terutama para ibu, telah lebih banyak belajar mengenai pentingnya vaksinasi polio. Hal ini diharapkan dapat membantu untuk pencapaian kekebalan komunitas di Desa Tanjung Rejo.
Pengabdian Masyarakat Penyuluhan Diare Pada Anak Balita Di Desa Pekon Patoman Pinilih, Astri; Sulanto, Aspri; L, R. Edwin Savero; A, Sonia Aryayunengsih; Amalia, Faika; Olitia, Archangela; Dewi, Azzah Kurnia; Rusdiansyah, Ferza; Qarolina, Wina; Lutfia, Qonita
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 1 (2025): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i1.17773

Abstract

Diare adalah suatu penyakit yang ditandai dengan perubahan bentuk dan konsistensi tinja yang lembek sampai mencair dan bertambahnya frekuensi buang air besar yang lebih dari biasa, yaitu 3 kali atau lebih dalam sehari yang mungkin dapat disertai dengan muntah atau tinja yang berdarah. Tujuan Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan tentang diare pada anak di Desa Pekon Patoman, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan mengenai diare pada masyarakat terutama kepada ibu-ibu yang memiliki anak balita. Kegiatan pengabdian masyarakat penyuluhan diare dari Universitas Malahayati telah berhasil dilaksanakan dan melampaui target indikator keberhasilan peserta sebanyak 40 masyarakat terutama ibu-ibu yang memiliki anak balita.
PENYULUHAN HAND, FOOT, AND MOUTH DISEASE (FLU SINGAPURA) DI DESA WAY HARONG, SUMBER JAYA Pinilih, Astri; Risky, Ririn Mutiara; Sanusi, Bertha Luthfiyah Hanna Badja; Karmi, Fitria; Nurbaiti, Rima; Murtado, Ahmad; Viyani, Cindi Cantika; Yana, Deni Huda; Perkasa, Den Raza Anggara
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 2, No 2 (2024): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v2i2.15361

Abstract

Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) menimbulkan gejala yang mirip dengan flu dan banyak terjadi kas1us kematian akibat penyakit ini di Singapura. Penyakit Flu Singapura adalah penyakit yang menjadi ancaman bagi penduduk dunia terutama anak-anak kurang dari 10 tahun. Tujuan pengabdian masyarakat tujuan melalui penyuluhan yaitu meningkatkan pengetahuan tentang flu singapura HFMD pada bayi dan anak di Desa Way Harong, Lampung Selatan. Kegiatan dilaksanakan pada 27 April 2024. Bentuk kegiatan pelaksanaan program dilaksanakan sebanyak 1 kali pertemuan offline dan diikuti sebanyak 15 peserta. Kegiatan penyuluhan tentang Flu Singapura HFMD pada masyarakat telah terlaksana dengan baik bahkan para peserta terlihat antusias dan mengharapkan kegiatan penyuluhan dapat berlanjut dengan pemberian materi lainnya terkait kesehatan. Gambaran klinis penyakit ini penting diketahui oleh masyarakat agar dapat mencegah penularan dan komplikasi berat. Kebiasaan hidup bersih adalah cara terbaik untuk menghentikan penyebaran virus. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah sering mencuci tangan dengan air dan sabun, terutama setelah mengganti popok dan dari toilet. Cuci mainan yang terkontaminasi liur, dan menutup mulut saat bersin dan batuk. Hindari kontak seperti mencium, memeluk, atau menggunakan bersama peralatan makanan penderita HFMD
Pengabdian Masyarakat : Penyuluhan “Diare Pada Balita Dan Anak” Di Desa Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Nurfazira, Nurfazira; Kurniawan, Azzahra Reziani; Raharja, Muhammad Yudhi Nandang; Ridho, Achmad Afif; AZ, Maria Anisa; Addini, Areza Fahma; Iftikhar, Alfiyyah; Rachman, Muhammad Rizky Aulia; Pinilih, Astri
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2025): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i2.20861

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada balita dan anak di Indonesia, dengan angka kejadian yang cukup tinggi terutama di daerah dengan akses terbatas terhadap informasi kesehatan dan layanan medis yang optimal. Salah satu faktor yang berperan penting dalam tingginya angka kejadian diare adalah kurangnya pengetahuan masyarakat, khususnya para orang tua dan pengasuh anak, mengenai penyebab, cara penularan, tanda bahaya, serta langkah-langkah pencegahan dan penatalaksanaan awal yang dapat dilakukan di rumah. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai hal tersebut, dokter muda melaksanakan kegiatan penyuluhan dengan tema “Diare pada Balita dan Anak” di wilayah Kecamatan Gedong Tataan sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat. Penyuluhan ini dilakukan secara tatap muka dengan metode interaktif yang melibatkan presentasi materi, diskusi tanya jawab, serta pembagian leaflet edukatif yang mudah dipahami. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang komprehensif serta meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu mengenali dan menangani kasus diare secara mandiri dengan tepat sejak dini. Melalui pendekatan edukatif ini, diharapkan terjadi perubahan perilaku yang positif dalam praktik perawatan anak sehari-hari serta tercipta lingkungan keluarga yang lebih peduli terhadap kesehatan balita, khususnya dalam upaya menurunkan angka kejadian dan komplikasi diare di tingkat komunitas.
Penyuluhan Mengenali dan Mencegah Penyakit Mumps (Gondongan) Di Panti Asuhan Putri Tunas Harapan Aisyiyah Pringsewu Pinilih, Astri; Paranggai, Elhi Andi; Susilo, Ajeng Ishelina; Hadi, Dimas Surya; Fadhillah, Dwi Noor; Sisti, Chintia Florentina; Aldiansyah, Aditia Randi; Rustandi, Fitriya Wulandari; Ramadhani, Aditya
Jurnal Abdimas Kedokteran & Kesehatan Vol 3, No 2 (2025): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jakk.v3i2.19726

Abstract

Mumps atau gondongan merupakan suatu infeksi virus akut yang digambarkan akibat terjadinya proses inflamasi atau peradangan pada kelenjar parotis dan kelenjar lainnya. Manifestasi klinis dari penyakit ini meliputi adanya nyeri dan pembengkakan pada kelenjar parotis dan dapat melibatkan jaringan atau organ lainnya, sehingga dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman dan sulitnya untuk menelan. Penyakit gondongan (mumps) di Indonesia belum mendapatkan perhatian besar dikarenakan dari sifatnya penyakit ini yang self-limiting disease atau penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga belum terdapat data epidemiologi yang memadai. Penyakit mumps dapat terjadi pada semua umur dan paling sering terjadi pada anak-anak usia 5-15 tahun, sebanyak 85% terjadi pada kasus anak-anak yang berusia kurang dari 15 tahun dan untuk kasus pada orang tua jarang dijumpai. ). Penatalaksanaan mumps berupa terapi simptomatik. Dapat diberikan analgesik, serta pemeberian kortikosteroid pada kasus berat. Memperbanyak minum air putih serta diet lunak dan bed rest. Tujuan dilaksanakannya penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pengenalan serta pencegahan pada penyakit mumps (gondongan).
Hubungan status gizi, umur, dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue pada anak Arafah, Siti Nurbyan; Herlina, Nina; Dharmawan, Akhmad Kheru; Pinilih, Astri
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1481

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and remains a major health problem in Indonesia, especially among children. The severity of dengue infection is thought to be influenced by nutritional status, age, and gender, but previous studies have shown varying results. Purpose: To determine the relationship between nutritional status, age, and gender and the severity of dengue infection in children. Method: This study used an observational analytical design with cross-sectional proximity. The sample consisted of 140 children diagnosed with dengue infection at Dr. H. Abdul Moeloek Regional Hospital in 2023 and who met the inclusion criteria. Secondary data were obtained from medical records and analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship between variables and the severity of dengue infection. Results: Bivariate analysis showed no association between age and the severity of dengue infection (p=0.219), gender and the severity of dengue infection (p=0.360), or nutritional status and the severity of dengue infection (p=0.292). Conclusion: There is no significant relationship between age, gender, and nutritional status and the severity of dengue infection in children.   Keywords: Age; Dengue Hemorrhagic Fever; Degree of Dengue Infection; Gender; Nutritional Status.   Pendahuluan: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengue dan masih menjadi masalah Kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada anak-anak. Tingkat keparahan infeksi dengue diduga dipengaruhi oleh faktor status gizi, umur, dan jenis kelamin, namun hasil penelitian sebelumnya menunjukan hasil yang bervariasi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan status gizi, umur, dan jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue pada anak. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah 140 anak yang terdiagnosa infeksi dengue di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2023 dan memenuhi kriteria inklusi. Data sekunder diperoleh dari data rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antar variabel dengan derajat infeksi dengue. Hasil: Analisis bivariat menunjukan tidak terdapat hubungan antara umur dengan derajat infeksi dengue (p=0.219), jenis kelamin dengan derajat infeksi dengue (p=0.360), maupun status gizi dengan derajat infeksi dengue (p=0.292). Simpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara umr, jenis kelamin, dan status gizi dengan derajat infeksi dengue pada anak.   Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue; Derajat Infeksi Dengue; Jenis Kelamin; Status Gizi;  Umur.