Claim Missing Document
Check
Articles

Dampak Media Sosial Terhadap Startup Kreatif Di Maliogoro, Ledok Wetan Heny Suhindarno; Dwi Ina S.; Farida Syahda F.R.; Ika Nurmanda P.; Elvira Eka F.
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.12876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak media sosial terhadap pertumbuhan startup kreatif di kawasan Maliogoro, Desa Ledok Wetan, Kabupaten Bojonegoro. Media sosial kini menjadi alat strategis dalam mempromosikan produk, membangun jaringan, dan memperluas pasar bagi pelaku usaha kreatif di pedesaan. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap sejumlah pelaku startup lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok mampu meningkatkan visibilitas dan daya saing produk kreatif secara signifikan. Selain itu, media sosial juga mendorong kolaborasi antar pelaku usaha dan membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda. Namun, tantangan seperti rendahnya literasi digital dan keterbatasan infrastruktur internet masih menjadi hambatan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan literasi digital yang berkelanjutan, penguatan kapasitas usaha, dan dukungan kebijakan lokal untuk memperkuat ekosistem startup digital. Temuan ini penting secara teoritis dalam memperkaya kajian ekonomi kreatif berbasis komunitas dan secara praktis sebagai acuan strategi pemberdayaan desa berbasis teknologi di era digital.
Manajemen Pengelolaan Pasar Tradisional Banjarejo Kabupaten Bojonegoro Suhindarno, Heny; Musta’ana, Musta’ana
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar tradisional Banjarejo di Kabupaten Bojonegoro merupakan salah satu pasar utama yang berperan penting dalam perekonomian lokal, namun mengalami tantangan dalam pengelolaannya. Latar belakang masalah ini mencakup infrastruktur yang kurang memadai, kebersihan pasar yang perlu ditingkatkan, dan persaingan dengan pasar modern. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana manajemen pengelolaan pasar tradisional Banjarejo dari aspek perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan wawancara dan observasi sebagai teknik pengumpulan data, yang melibatkan pengelola pasar, pedagang, dan pengunjung sebagai informan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan sudah mencakup zonasi yang baik serta fasilitas pendukung, namun evaluasi berkala terhadap fasilitas tersebut masih diperlukan. Pengorganisasian pasar telah berjalan dengan struktur dan pembagian tugas yang jelas, namun peningkatan koordinasi antarbagian di hari-hari sibuk disarankan. Dari aspek pengarahan, komunikasi antara pengelola dan pedagang berjalan efektif, namun pelatihan tambahan bagi pedagang diperlukan untuk meningkatkan daya saing. Pengendalian melalui pengawasan kebersihan dan keamanan dilakukan dengan ketat, meski apresiasi bagi pedagang patuh masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, manajemen pengelolaan pasar Banjarejo secara umum berjalan cukup baik, namun terdapat beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki. Saran yang diberikan termasuk peningkatan pelatihan pedagang dan evaluasi fasilitas secara rutin. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah mengeksplorasi penggunaan teknologi dalam meningkatkan pengelolaan pasar tradisional dan strategi adaptasi pasar terhadap tren ritel modern.
KOLABORASI STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN AGROWISATA JAMBU KRISTAL DI DESA PADANG KECAMATAN TRUCUK KABUPATEN BOJONEGORO Heny Suhindarno; Musta’ana, Musta’ana; Jeuvani Putri Rahendra
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 4 No. 8: Januari 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v4i8.9399

Abstract

Program pengembangan kawasan agropolitan/minapolitan merupakan program unggulan Provinsi Jawa Timur dalam rangka meningkatkan potensi kawasan pedesaan berbasis komoditas hortikultura untuk memperkecil gap pembangunan antara pedesaan dengan perkotaan, pengembangan komoditas atau produk dari hulu ke hilir, mengurangi urbanisasi, serta meningkatkan pendapatan masyarakat. Semua Kawasan Agropolitan di Bojonegoro memiliki beberapa karakteristik yaitu salah satunya dengan memadukan sektor pertanian dengan pariwisata atau yang lebih dikenal dengan konsep agrowisata. Agrowisata termasuk dalam lingkup (ecotourism) yaitu perjalanan wisata yang tidak merusak ataupun mencemari lingkungan, dengan tujuan sebagai sarana edukatif pertanian serta sarana menikmati keindahan alam, tumbuhan, dan hewan liar lainnya.
Implementasi Kebijakan Akademik Tentang Proses Belajar Mengajar (PBM) di Universitas Bojonegoro Suhindarno, Heny; Setijohadi, Mochtar
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Ilmu Sosial dan Politik Vol. 2 No. 4 (2025): Jurnal Ekonomi, Manajemen, Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : CV. Dalle’ Deceng Abeeayla

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69623/j-emspol.v2i4.183

Abstract

The purpose of this study was to determine the implementation and factors that support and hinder the implementation of academic policies regarding the teaching and learning process (PBM) at Bojonegoro University. This type of research is descriptive with a qualitative approach. The results of the study indicate that the academic implementation process of the Teaching and Learning Process (PBM) at Bojonegoro University includes: Policy interpretation based on the Rector's Decree of Bojonegoro University, its derivative regulations, human resources, budget, and facilities and infrastructure, policy socialization, policy implementation, and performance achievement. Meanwhile, internal factors that hinder policy implementation include: the absence of technical implementation guidelines, which affect the understanding, attitudes, and behavior of implementers; and external factors are the absence of government regulations that specifically regulate the academic implementation of the Teaching and Learning Process (PBM) at the university level and community participation within the Bojonegoro University environment to support academic activities.