Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Asistensi Peningkatan Kapasitas Editor Jurnal dalam Lingkup Universitas Negeri Makassar Abdal, Nurul Mukhlisah; Yusri, Yusri; R., Mantasiah; Kudus, Ruhul; Mustarih, Nirdayanti
DEDIKASI Vol 26, No 1 (2024): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.61926

Abstract

Abstrak. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yakni untuk meningkatnya pemahaman dan keterampilan editor jurnal mengenai pengelolaan jurnal ilmiah sehingga nantinya membantu mereka untuk mendapatkan akreditasi jurnal yang lebih baik.  Terdapat 4 tahap dalam kegiatan ini yakni berupa analisis kebutuhan pelaksanaan program, pengembangan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, dan evaluasi kegiatan.  Berdasarkan hasil evaluasi pada saat pelatihan dan pasca pendampingan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan manajemen jurnal ilmiah untuk para editor jurnal dinilai dapat membantu dalam percepatan akreditasi jurnal. Selain itu, proses pendampingan yang diberikan kepada editor jurnal membantu mereka dalam mempersiapkan jurnalnya untuk pengajuan akreditasi Sinta. Hasil evaluais tersebut menjadi rekomendasi bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilakukan kedepannya sebagai bentuk peningkatan kapasitas editor jurnal dalam lingkup Universitas Negeri Makassar. Kata Kunci: Jurnal, Editor Jurnal, Akreditasi Sinta, Manajemen Jurnal
EFIKASI DIRI MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN DARING ASINKRON: DAMPAK FASILITATOR DAN HAMBATAN PADA MAHASISWA TEKNIK Setialaksana, Wirawan; Abdal, Nurul Mukhlisah; Supardi, Rafsanjani; Rahman, Muhammad Haristo
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2024): ELIPS, Maret 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika memegang peran penting dalam menentukan pencapaian akademik dan kompetensi profesional dalam pendidikan teknik, yang sering kali dipengaruhi oleh efikasi diri matematika. Hanya sedikit penelitian yang telah mengeksplorasi hubungan antara efikasi diri matematika dan pencapaian matematika dalam konteks asinkron. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh fasilitator dan hambatan pembelajaran asinkron terhadap efikasi diri matematika dan pencapaian matematika mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental. Sebanyak 320 mahasiswa berpartisipasi secara sukarela dalam penelitian ini dan mengisi kuesioner. Hubungan antara variabel diteliti menggunakan model persamaan struktural partial least squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator pembelajaran daring memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efikasi diri matematika mahasiswa, namun tidak berpengaruh langsung terhadap hasil belajar matematika. Penghambat dalam kuliah daring asinkron tidak berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri dan hasil belajar matematika. Pengaruh positif dan signifikan dari efikasi diri terhadap hasil belajar membuat efikasi diri memiliki fungsi sebagai variabel media penuh antara hubungan fasilitator dan hasil belajar matematika.
Implementasi Unplugged Computational Thinking untuk Guru Mata Pelajaran Informatika se-Balikpapan Vitalocca, Dyah; Nuridayanti; Ashari, Hilda; Makmur, Elfira; Abdal, Nurul Mukhlisah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 02 Nomor 01 (April 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i1.2356

Abstract

Di era modern, integrasi pendidikan informatika sangat penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi perubahan cepat yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 dan kemajuan teknologi. Informatika memainkan peran penting dalam kurikulum pendidikan, membekali generasi muda dengan keterampilan penting untuk berkembang di dunia yang digerakkan oleh teknologi. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi di Indonesia, seperti akses teknologi yang terbatas dan pelatihan yang tidak memadai bagi para guru untuk menanamkan konsep-konsep komputasi secara efektif. Guru diharap mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, lingkungan pendidikan inklusif, berkelanjutan, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik secara menyeluruh, memastikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk berprestasi dan berkontribusi secara bermakna bagi masyarakat. Tahapan kegiatan terdiri atas tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan kegiatan, dan tahapan pendampingan. Dalam pelatihan ini, guru berhasil mampu (1) memperoleh kemampuan atas pemahaman konsep dasar CT seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan desain algoritma; (2) menyajikan berbagai cara inovatif untuk mengajarkan CT tanpa teknologi digital, seperti permainan dan aktivitas fisik; (3) teknik mengajar yang diberikan efektif untuk CT, termasuk aktivitas hands-on, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan scaffolding, (4) mampu membuat langkah-langkah terstruktur untuk merancang materi pembelajaran yang mengintegrasikan konsep Unplugged CT; dan (5) mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung kolaborasi, dan memastikan keterlibatan peserta didik.
Programming Experience and Computational Thinking Skills: A Study on Prospective PPG Pre-Service Informatics Engineering Teachers Wahyuni, Maya Sari; Pratama, Muhammad Isbar; Abdal, Nurul Mukhlisah
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.10609

Abstract

Computational Thinking (CT) is a core competency emphasized in Indonesia’s Kurikulum Merdeka, yet variations in pre-service teachers’ programming backgrounds may influence their CT readiness. This study examined the relationship between programming experience and CT skills among pre-service informatics teachers enrolled in the PPG Prajabatan program at Universitas Negeri Makassar. Using a correlational design, data were collected from 153 participants, with programming experience measured through a validated Python-based questionnaire and CT skills assessed using Bebras tasks covering key CT dimensions. The findings show a strong positive association between programming experience and CT performance, with active project involvement and frequent practice emerging as the most influential components. Programming experience also served as a significant predictor of CT skills, accounting for a substantial proportion of variance. These results highlight the importance of sustained programming engagement in supporting CT development and suggest that project-oriented coding activities should be more systematically integrated into pre-service informatics teacher education and PPG curricular practices
Attention-Enhanced Convolutional Networks for Fine-Grained Batik Motif Classification with Statistical Feature Modeling Abdal, Nurul Mukhlisah; Tangsi
Journal of Mathematics and Applied Statistics Vol. 3 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/mathstat.v3i1.309

Abstract

This study examines a hybrid method for classifying fine-grained Indonesian batik motifs under limited data conditions. The research focuses on two objectives: (1) assessing the contribution of attention mechanisms to the extraction of discriminative visual features, and (2) evaluating the role of Gray-Level Co-occurrence Matrix (GLCM) texture descriptors when combined with deep convolutional representations. The proposed approach employs a ResNet-50 backbone equipped with a Convolutional Block Attention Module (CBAM) and integrates second-order GLCM features through a feature-fusion framework. The dataset consists of authentic batik photographs representing 38 motif categories. Model performance is assessed using accuracy, macro-averaged metrics, Cohen’s Kappa, and ablation experiments supported by statistical tests. The model reaches a test accuracy of 75.90%, with a macro F1-score of 0.7598 and a Cohen’s Kappa value of 0.7456. Training and validation curves show stable behavior after the initial epochs. Per-class evaluation indicates that motifs with distinctive structural elements tend to be classified correctly, whereas motifs with subtle or overlapping patterns exhibit lower accuracy. The ablation study records a 4.79% accuracy increase attributed to CBAM and a 3.51% increase associated with GLCM features; both effects fall within statistically significant confidence intervals. The combination of both components yields an 8.38% improvement over the baseline model. Two-way ANOVA identifies main effects for attention and GLCM, with a small interaction term. These results provide information on how spatial attention and statistical texture features contribute to the classification of fine-grained batik motifs within the examined setting.
INTEGRASI BEBRAS TASK DALAM PERANGKAT PEMBELAJARAN: PELATIHAN GURU SD DI KOTA MAKASSAR UNTUK PENGUATAN COMPUTATIONAL THINKING Abdal, Nurul Mukhlisah; Setialaksana, Wirawan; Syawaluddin, Ahmad; Afifah, Fadhillah; Marhayati
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v4i2.307

Abstract

This community service program aims to enhance the competencies of elementary school teachers in Makassar City in integrating Computational Thinking (CT) into instructional materials through the use of Bebras Tasks. The program was implemented through five systematic stages: socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and sustainability. The training covered the development of Bebras problems, preparation of lesson plans (RPP), student worksheets (LKS), and CT-based assessment rubrics aligned with the Merdeka Curriculum. The results indicate a significant improvement in teachers’ ability to design CT-oriented learning materials, along with a 22–30% increase in students’ computational thinking skills based on pretest and posttest data. In addition to producing a Bebras problem bank and a complete set of instructional tools, the program successfully established a CT working group (Pokja) to ensure long-term sustainability. Overall, this program positively contributes to improving learning quality and strengthening teachers’ professional capacity.