Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

EFIKASI DIRI MATEMATIKA DALAM PEMBELAJARAN DARING ASINKRON: DAMPAK FASILITATOR DAN HAMBATAN PADA MAHASISWA TEKNIK Setialaksana, Wirawan; Abdal, Nurul Mukhlisah; Supardi, Rafsanjani; Rahman, Muhammad Haristo
ELIPS: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5 No 1 (2024): ELIPS, Maret 2024
Publisher : Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika memegang peran penting dalam menentukan pencapaian akademik dan kompetensi profesional dalam pendidikan teknik, yang sering kali dipengaruhi oleh efikasi diri matematika. Hanya sedikit penelitian yang telah mengeksplorasi hubungan antara efikasi diri matematika dan pencapaian matematika dalam konteks asinkron. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh fasilitator dan hambatan pembelajaran asinkron terhadap efikasi diri matematika dan pencapaian matematika mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental. Sebanyak 320 mahasiswa berpartisipasi secara sukarela dalam penelitian ini dan mengisi kuesioner. Hubungan antara variabel diteliti menggunakan model persamaan struktural partial least squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitator pembelajaran daring memiliki pengaruh yang signifikan terhadap efikasi diri matematika mahasiswa, namun tidak berpengaruh langsung terhadap hasil belajar matematika. Penghambat dalam kuliah daring asinkron tidak berpengaruh signifikan terhadap efikasi diri dan hasil belajar matematika. Pengaruh positif dan signifikan dari efikasi diri terhadap hasil belajar membuat efikasi diri memiliki fungsi sebagai variabel media penuh antara hubungan fasilitator dan hasil belajar matematika.
Implementasi Unplugged Computational Thinking untuk Guru Mata Pelajaran Informatika se-Balikpapan Vitalocca, Dyah; Nuridayanti; Ashari, Hilda; Makmur, Elfira; Abdal, Nurul Mukhlisah
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 02 Nomor 01 (April 2024)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v2i1.2356

Abstract

Di era modern, integrasi pendidikan informatika sangat penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi perubahan cepat yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 dan kemajuan teknologi. Informatika memainkan peran penting dalam kurikulum pendidikan, membekali generasi muda dengan keterampilan penting untuk berkembang di dunia yang digerakkan oleh teknologi. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi di Indonesia, seperti akses teknologi yang terbatas dan pelatihan yang tidak memadai bagi para guru untuk menanamkan konsep-konsep komputasi secara efektif. Guru diharap mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang inovatif, lingkungan pendidikan inklusif, berkelanjutan, dan kondusif bagi perkembangan peserta didik secara menyeluruh, memastikan kesempatan yang sama bagi semua peserta didik untuk berprestasi dan berkontribusi secara bermakna bagi masyarakat. Tahapan kegiatan terdiri atas tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan kegiatan, dan tahapan pendampingan. Dalam pelatihan ini, guru berhasil mampu (1) memperoleh kemampuan atas pemahaman konsep dasar CT seperti dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan desain algoritma; (2) menyajikan berbagai cara inovatif untuk mengajarkan CT tanpa teknologi digital, seperti permainan dan aktivitas fisik; (3) teknik mengajar yang diberikan efektif untuk CT, termasuk aktivitas hands-on, diskusi kelompok, pembelajaran berbasis proyek, dan scaffolding, (4) mampu membuat langkah-langkah terstruktur untuk merancang materi pembelajaran yang mengintegrasikan konsep Unplugged CT; dan (5) mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, mendukung kolaborasi, dan memastikan keterlibatan peserta didik.
Programming Experience and Computational Thinking Skills: A Study on Prospective PPG Pre-Service Informatics Engineering Teachers Wahyuni, Maya Sari; Pratama, Muhammad Isbar; Abdal, Nurul Mukhlisah
Information Technology Education Journal Vol. 4, No. 3, August (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/intec.v4i3.10609

Abstract

Computational Thinking (CT) is a core competency emphasized in Indonesia’s Kurikulum Merdeka, yet variations in pre-service teachers’ programming backgrounds may influence their CT readiness. This study examined the relationship between programming experience and CT skills among pre-service informatics teachers enrolled in the PPG Prajabatan program at Universitas Negeri Makassar. Using a correlational design, data were collected from 153 participants, with programming experience measured through a validated Python-based questionnaire and CT skills assessed using Bebras tasks covering key CT dimensions. The findings show a strong positive association between programming experience and CT performance, with active project involvement and frequent practice emerging as the most influential components. Programming experience also served as a significant predictor of CT skills, accounting for a substantial proportion of variance. These results highlight the importance of sustained programming engagement in supporting CT development and suggest that project-oriented coding activities should be more systematically integrated into pre-service informatics teacher education and PPG curricular practices
Attention-Enhanced Convolutional Networks for Fine-Grained Batik Motif Classification with Statistical Feature Modeling Abdal, Nurul Mukhlisah; Tangsi
Journal of Mathematics and Applied Statistics Vol. 3 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/mathstat.v3i1.309

Abstract

This study examines a hybrid method for classifying fine-grained Indonesian batik motifs under limited data conditions. The research focuses on two objectives: (1) assessing the contribution of attention mechanisms to the extraction of discriminative visual features, and (2) evaluating the role of Gray-Level Co-occurrence Matrix (GLCM) texture descriptors when combined with deep convolutional representations. The proposed approach employs a ResNet-50 backbone equipped with a Convolutional Block Attention Module (CBAM) and integrates second-order GLCM features through a feature-fusion framework. The dataset consists of authentic batik photographs representing 38 motif categories. Model performance is assessed using accuracy, macro-averaged metrics, Cohen’s Kappa, and ablation experiments supported by statistical tests. The model reaches a test accuracy of 75.90%, with a macro F1-score of 0.7598 and a Cohen’s Kappa value of 0.7456. Training and validation curves show stable behavior after the initial epochs. Per-class evaluation indicates that motifs with distinctive structural elements tend to be classified correctly, whereas motifs with subtle or overlapping patterns exhibit lower accuracy. The ablation study records a 4.79% accuracy increase attributed to CBAM and a 3.51% increase associated with GLCM features; both effects fall within statistically significant confidence intervals. The combination of both components yields an 8.38% improvement over the baseline model. Two-way ANOVA identifies main effects for attention and GLCM, with a small interaction term. These results provide information on how spatial attention and statistical texture features contribute to the classification of fine-grained batik motifs within the examined setting.
INTEGRASI BEBRAS TASK DALAM PERANGKAT PEMBELAJARAN: PELATIHAN GURU SD DI KOTA MAKASSAR UNTUK PENGUATAN COMPUTATIONAL THINKING Abdal, Nurul Mukhlisah; Setialaksana, Wirawan; Syawaluddin, Ahmad; Afifah, Fadhillah; Marhayati
Jurnal Edukasi dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Insan Literasi Cendekia (INLIC) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/jepkm.v4i2.307

Abstract

This community service program aims to enhance the competencies of elementary school teachers in Makassar City in integrating Computational Thinking (CT) into instructional materials through the use of Bebras Tasks. The program was implemented through five systematic stages: socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, and sustainability. The training covered the development of Bebras problems, preparation of lesson plans (RPP), student worksheets (LKS), and CT-based assessment rubrics aligned with the Merdeka Curriculum. The results indicate a significant improvement in teachers’ ability to design CT-oriented learning materials, along with a 22–30% increase in students’ computational thinking skills based on pretest and posttest data. In addition to producing a Bebras problem bank and a complete set of instructional tools, the program successfully established a CT working group (Pokja) to ensure long-term sustainability. Overall, this program positively contributes to improving learning quality and strengthening teachers’ professional capacity.
Pengaruh Mentoring terhadap Emotional Wellbeing Mahasiswa Tahun Pertama Sulaiman, Dwi Rezky Anandari; Abdal, Nurul Mukhlisah; Setialaksana, Wirawan
Jurnal MediaTIK Volume 6 Issue 1, Januari (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v6i1.1367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mentoring terhadap emotional wellbeing mahasiswa tahun pertama. Sampel penelitian terdiri dari 121 mahasiswa angkatan 2022 yang telah mengikuti kegiatan mentoring di Jurusan Teknik Informatika dan Komputer, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur tingkat emotional wellbeing mahasiswa. Metode analisis yang digunakan, yaitu regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh variabel mentoring terhadap emotional wellbeing, dengan mengontrol faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hasilnya. Nilai signifikansi (Sig.) sebesar .000 yang mana lebih kecil dari probabilitas 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada pengaruh sikap terhadap mentoring dengan emotional wellbeing pada mahasiswa tahun pertama. Hal tersebut, membuktikan bahwa pentingnya program mentoring dalam meningkatkan emotional wellbeing mahasiswa tahun pertama. Hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kepada institusi pendidikan untuk memberikan perhatian lebih pada implementasi program mentoring yang efektif guna mendukung emotional wellbeing mahasiswa tahun pertama. Studi lanjutan juga dapat mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi hubungan antara mentoring dan emotional wellbeing dengan menggunakan metode analisis regresi yang lebih kompleks.
Peran Program Kampus Mengajar dalam Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Kota Makassar Abdal, Nurul Mukhlisah
Jurnal MediaTIK Volume 7 Issue 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/mediatik.v7i2.2891

Abstract

Literasi dan numerasi merupakan keterampilan penting yang secara signifikan mempengaruhi lanskap pendidikan di Indonesia, terutama di kalangan siswa sekolah menengah pertama. Hal ini menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kualitas pengajaran untuk meningkatkan tingkat literasi dan numerasi siswa. Tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi di Indonesia sangatlah beragam dan kompleks. Program Kampus Mengajar diharapkan dapat membantu mengatasi tantangan literasi dan numerasi yang diluncurkan oleh Kemendikbudristekdikti. Mengingat bahwa keterampilan literasi dan numerasi merupakan keterampilan dasar yang sangat penting bagi perkembangan akademis siswa, memahami dampak dari intervensi seperti Program Kampus Mengajar sangatlah krusial. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang diperlukan untuk menilai keberhasilan program Kampus Mengajar dalam meningkatkan keterampilan literasi numerasi. Selain itu, hasil penelitian ini dapat memberikan informasi berharga bagi pembuat kebijakan pendidikan, sekolah, dan pihak terkait lainnya untuk memperbaiki dan mengoptimalkan program di masa mendatang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian campuran (mixed methods) yang mengombinasikan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Populasi penelitian ini terdiri dari siswa Sekolah Menengah Pertama yang berpartisipasi dalam Program Kampus MengajarSampel diambil menggunakan metode purposive sampling untuk memastikan representasi yang baik di Kota Makassar. Jumlah sampel yang diambil mencakup 35 siswa di salah satu sekolah SMP di Kota Makassar. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa program Kampus Mengajar memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas VIII di SMP Negeri 52 Makassar. Dengan demikian, Program Kampus Mengajar dapat dianggap sebagai salah satu solusi potensial untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan.