Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Kemampuan representasi matematis siswa SMP melalui pendekatan pendidikan matematika realistik Sulastri Sulastri; Marwan Marwan; M Duskri
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 10 No. 1 (2017): Beta Mei
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v10i1.101

Abstract

[Bahasa]: Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa melalui pendekatan Pendidikan Matematika Realistik (PMR). Penelitian ini dilakukan di kelas VII-2 SMP Negeri 6 Banda Aceh yang melibatkan enam siswa. Kemampuan representasi siswa dianalisis dari hasil tes dan wawancara setelah penerapan PMR melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil tes, subjek penelitian dikategorikan menjadi siswa dengan kemampuan representasi matematika tinggi, sedang dan rendah. Keenam siswa tersebut diwawancara untuk mengonfirmasi hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang berkemampuan tinggi dan sedang memenuhi ketiga indikator kemampuan representasi matematis yaitu menyajikan data atau informasi dari suatu masalah ke representasi tabel, menyelesaikan masalah yang melibatkan ekspresi matematis, serta menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah matematika dengan kata-kata. Siswa berkemampuan rendah memenuhi dua indikator kemampuan representasi matematis yaitu menyelesaikan masalah yang melibatkan ekspresi matematis dan menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah matematika dengan kata-kata. Kata kunci: Representasi Matematis; Kemampuan; Pendidikan Matematika Realistik [English]: This qualitative reseach aims at describing students’ representation ability through realistic mathematics education (RME). It is conducted in grade VII-2 SMP Negeri 6 Banda Aceh focusing on the six students. Students’ representation ability is analyzed from the developed test and interview after applying RME through data reduction, data display and conclusion. Based on the result of the test, the subjects are categorized into students who have high, medium and low ability in mathematical representation. They are then interviewed to confirm the test. The research finds that students in high and medium category fulfill the three indicators of mathematical representation, i.e. displaying data or information of a problem into table, solving problems that involve mathematical expression, and write the steps in solving the problems using words. Meanwhile, students in low category can only fulfill the second and third indicator. Keywords: Mathematics Representation; Ability; RME
KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER Afnan Afnan; M. Ikhsan; M. Duskri
Jurnal Numeracy Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.365 KB) | DOI: 10.46244/numeracy.v7i1.1037

Abstract

Creative thinking is one kind of thinking (thinking) that directs getting insight (insight) recently, a new approach, a new perspective, or a new way of resolving problems. In addition to creative thinking ability factor, factor of independence is also very important in developing the students ' ability. Independence study is an effort being made to do the learning process independently on the basis urge myself to understand a problem at hand. One of the efforts to cultivate creative thinking ability and independence student learning is done through the application of the learning model Treffinger. The purpose of this study was to describe the ability of the creative thinking and independence of learning through the application of the learning model Treffinger. This research uses qualitative descriptive method. The subject of this study, namely six grade VII-5 MTsN Tungkop Aceh Besar. Research instrument is the interview conducted researchers based on a test of the ability of creative thinking. An examination of the validity data is done by triangulation of the time. Data analysis is conducted through several stages of data reduction, i.e., the presentation of data, and the withdrawal conclusion. The research results obtained that; (1) the ability of the creative thinking of students through the learning progression treffinger's model. The results obtained from the selected students to six, four students are able to measure indicators of creative thinking. (2) Independence of learning of students in solving problems through learning model Treffinger, has fully met the criteria students almost entirely standalone learning. Abstrak Berpikir kreatif merupakan salah satu jenis berpikir (thinking) yang mengarahkan diperolehnya wawasan (insight) baru, pendekatan baru, perspektif baru, atau cara baru dalam menyelesaikan masalah. Disamping faktor kemampuan berpikir kreatif, faktor kemandirian juga sangat penting dalam mengembangkan kemampuan siswa. Kemandirian belajar merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk melakukan proses pembelajaran secara mandiri atas dasar dorongan diri sendiri untuk memahami suatu permasalahan yang dihadapi. Salah satu upaya untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar siswa dilakukan melalui penerapan model pembelajaran Treffinger. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif dan kemandirian belajar melalui penerapan model pembelajaran Treffinger. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu enam siswa kelas VII-5 MTsN Tungkop Aceh Besar. Instrumen penelitian adalah wawancara yang dilakukan peneliti berdasarkan tes kemampuan berpikir kreatif. Pemeriksaan validitas data dilakukan dengan triangulasi waktu. Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yakni, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa; (1) kemampuan berpikir kreatif siswa melalui model pembelajaran treffinger mengalami perkembangan. Hasil yang diperoleh dari ke enam siswa yang dipilih, empat siswa mampu mengukur indikator berpikir kreatif. (2) Kemandirian belajar siswa dalam menyelesaikan masalah melalui model pembelajaran Treffinger, secara kesuluruhan hampir seluruhnya siswa memenuhi kriteria kemandirian belajar. Kata Kunci : Treffinger, Kemampuan Berpikir Kreatif, Kemandirian Belajar
PENERAPAN STRATEGI METAKOGNITIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Lilis Arini; M. Duskri; Muhammad Yani
Pedagogik : Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Fakultas Tarbiyah Universitas Muhammadiyah Aceh Vol 9, No 1, April (2022)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/pjpp.v9i1, April.1377

Abstract

Beberapa faktor penyebab kemampuan berpikir kritis matematis siswa rendah diantaranya adalah kurangnya keaktifan siswa saat proses pembelajaran dan lemahnya siswa dalam menyelesaikan masalah dengan menggunakan argumen yang disertai bukti, sehingga berdampak pada kemampuan berpikir kritisnya. Salah satu strategi pembelajaran yang diasumsikan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis matematis adalah strategi pembelajaran metakognitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan strategi metakognitif dan yang mendapatkan pembelajaran konvensional pada siswa SMPN 16 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen dan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel dalam penelitian ini diambil secara random sampling dengan kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen dan VII-3 kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui lembar tes kemampuan berpikir kritis matematis dan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t independent. Hasil penelitian diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang dibelajarkan dengan menggunakan strategi metakognitif lebih baik dari pada yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional di SMPN 16 Banda Aceh. Namun demikian, penerapan strategi metakognitif membutuhkan waktu yang lebih banyak, sehingga manajemen waktu dan kesiapan guru serta siswa dalam pembelajaran perlu dimaksimalkan sebelumnya.
IDENTIFIKASI KENDALA DAN MASALAH DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA Rini Sulastri; Hifzi Meutia; Rahmah Johar; M Ikhsan; M Duskri
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.242 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kendala dan masalah yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran matematika tingkat SMP. Subjek dalam penelitian ini adalah guru matematika dari sepuluh sekolah tingkat SMP/MTs di kabupaten Pidie yang berjumlah dua puluhorang dengan pemilihan secara purposive sampling. Jenis penelitian adalah kualitatif deskriptif. Data penelitian didapat dari hasil kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dengan dua kategori yaitu materi yang sulit diajarkan, dan proses pembelajaran yang sulit untuk materi tertentu. Hasilpenelitian didapat bahwa beberapa materi yang sulit diajarkan adalah Barisan dan Deret, Kesebangunan, Statistik, Aljabar (pangkat dalam akar), Geometri, Peluang, dan Persamaan dan Pertidaksamaan Linear. Untuk proses pembelajaran yang dirasakan sulit untuk materi tertentuyaitu Aljabar (KPK, FPB dan SPLDV), Deret/pola Bilangan, Kesebangunan, Pangkat tak Sebenarnya, Perbandingan, Bangun Datar, dan Statistik.
Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Pedagogical Content Knowledge (PCK) Pada Materi Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Zahratul Husna; Husna; M. Duskri; Susanti
Educator Development Journal Vol 1 No 2 (2023): Educator Deploment Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2022/edj.v1i2.3389

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses pengembangan dan hasil pengembangan modul pembelajaran matematika berbasis Pedagogical Content Knowledge (PCK) pada materi sistem persamaan linear tiga variabel. Penelitian ini menggunakan model penelitian 4D dengan empat tahap pengembangan yaitu, pendefinisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Hasil penelitian ini adalah modul pembelajaran matematika berbasis Pedagogical Content Knowledge (PCK). Total keseluruhan nilai rata-rata yang diperoleh dari tahap validasi modul pembelajaran, modul yang dikembangkan termasuk dalam kriteria sangat baik serta modul pembelajaran berbasis Pedagogical Content Knowledge (PCK) dalam penelitian ini valid dan layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Kepraktisan modul diperoleh dari hasil analisis respon guru dan uji coba siswa termasuk dalam kategori sangat baik.
Assessing the Effectiveness of CAT and MCAT in Measuring Students' Understanding in Technology Education Muslem Daud; Bor-Chen Kuo; Jamaluddin Jamaluddin; Muhammad Duskri; Cut Morina Zubainur; Jalaluddin Jalaluddin
At-Ta'dib Vol. 19 No. 1 (2024): Islamic Educational Institutions and Their Dynamics in Facing the Times.
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/attadib.v19i1.11970

Abstract

This research aims to do two things. First, it aims to make a computer adaption test (CAT) for Islamic subjects for the santri in ABC Pesantren. Second, it aims to see the results of the CAT test for Islamic subjects in the production of Learning Medical Records. The records is for diagnosing students' abilities. This research consists of two parts using the research and development (R&D) approach: 1). We collected the data by observing, documenting, and interviewing. We analyzed the data using the concept of reliability among the raters/respondents. We used the generalizability coefficient in Genova 3.1. We analyzed the results using numbers. They describe data from RMP technology education. The research shows that: (1) the CAT can be made based on user needs. It's Internet-based, user-friendly, interactive, highly secure, and easily accessible. (2) The CAT can recognize three different users: school management, teachers, and students. (3) The expert evaluation's quantitative data has high consistency: 0.76. It comes from single, small group, and large group outcomes. (4) The CAT can accurately estimate students' abilities and record learning records. The software uses the triangle decision tree method. It can pick test items and measure ability well. This is clear from the correlation (r) between ability and the software's CAT scores.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DALAM PEMECAHAN MASALAH DI KELAS IX-6 SMPN 8 BANDA ACEH Duskri, M.; Maidiyah, Erni; Risnawati, Risnawati; Ilham, Sri
Al-Khawarizmi Vol 1, No 1 (2017): Al Khawarizmi: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jppm.v1i1.1734

Abstract

The background of this study is the low level-achievement of students’ mathematical communication in solving problems of students grade 9 (Classroom IX-6), SMP Negeri 8 Banda Aceh. The results of the pre-test showed that 60% students only write the given information, 52% students only write the asking-problems, 4% students successfully make model/mathematical representation, 80% students write the formulas, 100% students write calculating operation, 72% students solve problems in well ordering and 64% students write summaries. The purposes of this study was to determine: (1) the way of applying Problem Based Learning (PBL) model enhancing students mathematical communication ability in solving problems, and (2) enhancing students mathematical communication in solving problems after applying PBL model. The Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles in 25 students. The data was collected by using teachers’ activity form and students’ activity form in teaching learning instruction of problem based learning model, test of students’ achievement in essay formed problem solving items, and rubric of students’ mathematical communication in assessing student mathematical problem solving. The observation data was analysed by describing instructional process based on the lesson plan, students’ achievement was analysed based on assessing rubric and scoring the percentage of minimal student achievement. The results showed: (1) the way of conducting problem based learning model is able to enhance students’ mathematical communication namely applying problem based learning model based on the steps of the model that have been improved to 12 steps, stress on students’ activity in each step, pose contextual problems based on real world problems, guides to applying steps of mathematical communication in each students’ worksheet (LKPD), and give real appreciation to students who ask and respond teachers’ questions and (2) students’ achievement in cycle I that achieve the minimal students’ achievement only 44%, meanwhile in cycle II increase to be 100%, on the other hand, students mathematical communication in cycle I only 60% students achieve the minimal students’ achievement increase to be 95,83% in cycle II . The Result showed that that 91,67% students only write the given information, 93,75% students only write the asking-problems, 85,42% students successfully make model/mathematical representation, 100% students write the formulas, 97,92% students write calculating operation, 85,42% students solve problems in well ordering and 97,92% students write summaries
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA DI SD Duskri, M.; Kumaidi, Kumaidi; Suryanto, Suryanto
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2014)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v18i1.2123

Abstract

Tujuan penelitian untuk: (1) menemukan prosedur pengembangan tes diagnostik kesulitan belajar matematika SD/MI, (2) mengetahui kualitas butir tes diagnostik yang dikembangkan, dan (3) mengetahui informasi yang dapat dimunculkan dari hasil analisis tes diagnostik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dari Borg & Gall. Subjek uji sebanyak 542 orang siswa kelas VI SD/MI di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar. Analisis kuantitatif untuk mengetahui informasi butir tes menggunakan program ITEMAN dan Program R. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pengembangan tes diagnostik kesulitan belajar matematika di SD ini meliputi: studi pendahuluan, studi literatur dan hasil­hasil penelitian, analisis masalah, merumuskan learning continuum, merumuskan peta konsep, menyusun tes essay, polarisasi jawaban siswa, menyusun tes bentuk pilihan ganda, validasi pakar melalui focus group discussion, uji coba terbatas, dan uji yang diperluas, (2) indeks daya beda butir tes antara 0,391 sampai dengan 2,317, indeks kesukaran butir tes antara -2,158 sampai dengan 2,528, kecocokan uji tes dengan kemampuan peserta (θ) antara -2,00 sampai dengan 2,60, dan fungsi informasi tes antara 0,111 sampai dengan 3,879, dan (3) informasi yang dapat dimunculkan dari tes meliputi: hasil tes secara klasikal dan individual, grafik ketuntasan belajar, profil individual, analisis salah konsepsi dan saran remedial.Kata kunci: tes diagnostik, kesulitan belajar matematika______________________________________________________________DEVELOPING DIAGNOSTIC TEST OF MATHEMATICS LEARNING DIFFICULTIES IN ELEMENTARY SCHOOLSAbstract The purposes of this study were: (1)to find a method to develop diagnostic test of mathematics learning difficulties in primary schools, (2) to determine the diagnostic test characteristics developed, and (3) to determine the information that could be generated by using diagnostic test. This study was a development research by Borg & Gall. The participants of main field testing were 542 grade VI students of primary schools in Banda Aceh City and Aceh Besar Regency. The quantitative analysis to determine the information of the test items developed used ITEMAN program and R Program. The results of this study are: (1) in developing the diagnostic test of the mathematics learning difficulties, the research phase included preliminary study, literature and research results study, problem analysis, formulating learning continuum, formulating concept map, preparing essay-form tests, students' answers polarization, preparing multiple-choice tests, experts' validation with focus group discussion, preliminary and readability tests, operational field testing, and main field testing to obtain model that fitted theoretically and empirically, (2) discriminating power of test items index ranges from 0.391 to 2.317, the difficulty test items index ranges from -2.158 to 2.528, the test compatibility testing with the participants ability (0) ranges from -2.00 to 2.60 and the test information function ranges from 0.111 to 3.879, and (3) the information that can be generated from the diagnostic test includes classically and individually test results, graphic of learning outcomes attainment, individual profile, every answers analysis, false conception and remedial suggestion analysis.Keywords: diagnostic test, mathematics learning difficulties
Pengaruh Metode Talaqqi, Tafahhum, Tikrar dan Muraja’ah (3T+1M) Terhadap Hafalan Al-Qur’an Santri di Ma’had Darut Tahfiz Al-Ikhlas Risma Dewi, Anggia; M. Duskri; Syahabuddin, Khairiah
Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam Vol. 6 No. 2 (2024): Tadabbur: Jurnal Peradaban Islam
Publisher : Master's degree Department of Islamic Education Postgraduate Program of Universitas Islam Negeri (State Islamic University) Ar-Raniry, Banda Aceh in cooperation with Center for Research and Community Service (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tadabbur.v6i2.698

Abstract

This research aims to determine and analyze the application of tahfiz learning using the talaqqi, tafahhum, tikrar, and murja’ah (3T+1M) methods in learning the Qur’an., and to determine the effectiveness of these methods on students memorization and to find out and analyze the influence of the methode on students motivation in memorizing the Al-Qur’an. this research uses descriptive qualitative research methodes. .Data collection through observation, interviews, memorization tests and distributing questionnaires. The research result show that the application of tahfiz learning using the 3T+1M method is implemented well. The effectiveness of the 3T+1M method for memorizing the Al-Qur’an is categorized as very good with average scores of memorization tests and distributing questionnaires. The research result show that the application of tahfiz learning using the 3T+1M method is implemented well. The effectiveness of the 3 T+1m method for memerizing the Al-Qur’an is categorized as very good with average scores of 88, 92, and 84. Above the KKM tahfiz score limit, namely 80. The influence of the talaqqi, tafahhum, tikrar, and muraja’ah (3T+1M) on the motivation of students in memorizing the Al-Qur’an in Daarut Tahfiz Al-Ikhlas has been very good in persevering in memorizing the Al-Qur’an and is tenacious in repeating his memorization and has high willingness to memorize the Qur’an.
A Pengembangan Media Video Pembelajaran Matematika Berbasis PBL Dengan Model 4D Di SMP Syawal Januar; M. Duskri; Susanti
Educator Development Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Eduator Development Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/edj.v2i1.2489

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan video pembelajaran matematika sebagai bahan acuan untuk guru dan calon guru dalam menerapkannya pada saat pembelajaran ditingkat Sekolah Menengah Pertama. Karena pembelajaran yang terdapat sekarang belum maksimal dari segi penerapannya, salah satu penyebabnya guru belum memahami secara keseluruhannya terkait model pembelajaran yang akan dilaksanakan, karena guru banyak memahami teorinya dari pada praktiknya terhadap model pembelajaran yang ada. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan model 4D (four-D). Model ini mempunyai empat tahapan yaitu pendefenisisan, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Hasil penelitian dari para ahli dan uji kepraktisan menyatakan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan adalah valid dan praktis. (1) dari ahli perangkat pembelajaran dan ahli media mengungkapkan video pembelaajran berbasis problem based learning di SMP layak untuk digunakan. (2) dari uji coba skala kecil yang dilakukan tiga responden memperoleh persentase positif adalah 89,35% yang termasuk praktis. Hasil kesimpulannya pengembangan media video pembelajaran matematika berbasis pbl dengan model 4D di smp adalah valid dan praktis.