Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Masalah Kesehatan Program Pencegahan Penyakit HIV/AIDS Di Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Tahun 2018 Febriyanti, Febriyanti; Kusumawardani, Eva Flourentina; Nugroho, Agung; Paradhiba, Meutia; Fadillah, Mardi; Putra, Onetusfifsi; Harahap, Laila Apriani Hasanah; Saputra, Firman Firdauz; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi; Syam, Nasrianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3334

Abstract

HIV/AIDS adalah masalah serius di Kabupaten Blitar dengan lonjakan kasus AIDS pada tahun 2017 (120 kasus) dibandingkan 2016 (160 kasus). Meski HIV mengalami penurunan, cakupan pengobatan ARV rendah (33,75% pada 2016 dan 50% pada 2017) karena kejenuhan dan persepsi kesembuhan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data dari Dinas Kesehatan Blitar (2014-2017) dan wawancara pemegang program HIV. Temuan menunjukkan prioritas kesehatan lain seperti hipertensi, diabetes, gangguan mental, kanker serviks, tuberkulosis dan demam berdarah. Demam berdarah dan HIV/AIDS adalah masalah utama menurut kriteria Urgency, Seriousness, Growth (USG). Diperlukan komitmen dalam memberikan konseling sebelum ARV, melibatkan Pengawas Minum Obat dan tenaga kesehatan untuk memperbaiki pengendalian ARV.Kata kunci: HIV/AIDS, Blitar, ARV, StigmaHIV/AIDS was a significant concern in Blitar District, with a surge in AIDS cases in 2017 (120 cases) compared to 2016 (160 cases). Although HIV experienced a decline, the ARV treatment coverage remained low (33.75% in 2016 and 50% in 2017) due to both treatment fatigue and the perception of recovery. This research utilized a descriptive method with data obtained from Blitar District Health Office (2014-2017) documents and interviews with HIV program managers. Findings revealed other health priorities such as hypertension, diabetes, mental disorders, cervical cancer, tuberculosis, and dengue fever. Dengue fever and HIV/AIDS were identified as the primary concerns based on Urgency, Seriousness, Growth (USG) criteria. Commitment to counseling before ARV treatment is necessary, involving Drug Adherence Supervisors and healthcare professionals to enhance ARV treatment control.Keywords: HIV/AIDS, Blitar, ARV, Stigma
Analisis Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dalam Upaya Pencegahan Penularan Virus Covid-19 di Tempat Kerja (Studi PT. Midas Multi Industri) Sinaga, Asina Br; Ginting, Rapael; Ginting, Johannes Bastira; Siahaan, Perry Boy Chandra; Putra, Onetusfifsi; Fadilah, Mardi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2826

Abstract

Penyakit Covid-19 menjadi bahaya kerja baru bagi pekerja, dalam penanggulangan bahaya penyebaran Covid-19 ditempat kerja pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04/III/2020, dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 mengarahkan agar adanya integrasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ditempat kerja dengan K3 perusahaan. Dalam penerapan protokol kesehatan ditempat kerja masih ditemukan berbagai pelanggaran. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif, tujuan penelitian ini adalah menggambarkan dan mengidentifikasi SMK3 dan pelaksanaan protokol kesehatan ditempat kerja PT. Midas Multi Industri. SMK3 dan program K3 PT. Midas Multi Industri sudah dirancang sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 ditempat kerja, pekerja yang melanggar beberapa aturan yang diberikan disebabkan tidak terbiasa dengan penetapan budaya baru dilingkungan kerja. PT. Midas Multi Industri perlu melakukan sosialisasi lebih mendalam kepada pekerja dan menetapkan sanksi terhadap pelanggaran aturan protokol kesehatan ditempat kerja.Kata kunci: SMK3, K3,Covid-19, Protokol KesehatanThe Covid-19 disease has become a new work hazard for workers, in overcoming the danger of spreading Covid-19 in the government's workplace through Circular Letter of the Minister of Manpower Number M/3/HK.04/III/2020, and Decree of the Minister of Health of the Republic of Indonesia Number HK.01.07 /MENKES/328/2020 directs the integration of the Covid-19 prevention health protocol in the workplace with the company's K3. In the application of health protocols in the workplace, various violations are still found. The study was conducted using qualitative-descriptive research methods, the purpose of this study was to describe and identify SMK3 and the implementation of health protocols in the workplace of PT. Midas Multi Industries. SMK3 and PT. Midas Multi Industries has been designed in accordance with health protocols to prevent the spread of Covid-19 in the workplace, workers who violate some of the given rules are not accustomed to establishing a new culture in the work environment. PT. Midas Multi Industries need to conduct more in-depth socialization to workers and set sanctions for violations of health protocol rules in the workplace. Keywords: SMK3, K3, Covid-19, Health Protocol.
Faktor Keluarga Ibu Terhadap Rerata Berat Bayi Lahir Berdasarkan Karakteristik Rumah Tangga di Indonesia (Analisis Data Ifls 5) Putra, Onetusfifsi; Rimonda, Rubi; Fadillah, Mardi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Siahaan, Perry Boy Chandra; Saputra, Firman Firdauz; Paradhiba, Meutia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2800

Abstract

Salah satu indeks yang dapat menggambarkan maternal (ibu), kematian bayi dan tingkat kesejahteraan suatu masyarakat adalah Berat Bayi Lahir. Pada tahun 2013 UNICEF angka BBLR di Indonesia mencapai angka 10,2 persen. Penelitian ini bertujuan untuk efek interaksi antara karakteristik rumah tangga dengan lingkungan terhadap rata-rata berat bayi lahir di Indonesia. Sebuah study srossectional dilakukan dengan melakukan analisis data survei dari IFLS 5 di Indoensia. Variabel yang diukur adalah berat bayi lahir, kemiskinan, sanitasi, pekerjaan, dan pendidikan. Data di analisis secara univariat dan multivariat dengan regresi linear ganda. Hasil analsiis dalam penelitian ini didapatkan bahwa Pendidikan dan pekerjaan merupakan factor risiko terhadap rerata berat bayi lahir. Sedangkan pendidikan merupakan faktor dominan terhadap rata-rata berat bayi lahir pada keluarga. Oleh karena itu, perbaikan pendidikan merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki dan mengoptimalkan bert bayi lahir di Indonesia.Kata Kunci: Berat badan lahir, pendidikan, status bekerja, faktor ibuOne of the indices that described of maternal mortality, infant mortality, and the welfare of a community was birth weight. In 2013, according to UNICEF that rate of low birth weight LBW in Indonesia was 10.2 percent. This study aimed to examine the effect of maternal factors like  household and neighborhood characteristics on average birth weight in Indonesia. A cross-sectional study was conducted by analyzing survey data from IFLS 5 in Indonesia. Variables measured were birth weight, poverty, sanitation, anemia, working status, and education. Data was analyzed univariately and multivariately with multiple linear regression. The results of the analysis in this study found that education and occupation are risk factors for average birth weight, while education was the dominant factor for average birth weight in families. Therefore, improving education is one of the efforts in improving and optimizing the birth weight of babies in IndonesiaKeywords: Birth weight, education, working status, maternal
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA pada Balita Di Puskesmas Mandala Kecamatan Medan Tembung Sibagariang, Eva Ellya; Ginting, Johannes Bastira; Simanullang, Andry; Irawan, Dheanissa Syalwa Khabija; Hutasoit, Herlina Natalina; Sibagariang, Ayu; Paradhiba, Meutia; Rimonda, Rubi; Siahaan, Perry Boy Chandra
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2781

Abstract

Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) salah satu penyakit yang menyebabkan kematian pada kelompok balita. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Jenis penelitian ini adalah anilitik deskritif dengan desain cross sectional. Pengolahan data menggunakan teknik purposive sampling dan uji chi-square. Hasil analisis 77 sampel dengan mayoritas 45 balita (58,4%) dengan status gizi baik, 50 balita (64,9%) dengan imunisasi lengkap, 63 balita (81,8%) terpapar asap rokok, 52 balita (67,5%) ) keluarga berpenghasilan rendah, dan 58 anak balita (75,3%) jumlah anggota keluarga yang tidak memenuhi syarat. Analisis bivariat menunjukkan bahwa pendapatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, dengan nilai p 0,015, dan jumlah anggota keluarga berkorelasi signifikan dengan kejadian ISPA pada balita, dengan nilai p 0,019. Ada 2 faktor yang berhubungan, yaitu faktor pendapatan dan jumlah anggota keluarga.Kata Kunci: Faktor Kejadian ISPA, BalitaAcute Respiratory Infection (ARI) is one of the disease that causes death in the under-five group. This study aims to analyze the factors associated with the incidence of ARI in children under five. The type of this research is descriptive analytic with cross sectional design. Data processing used purposive sampling technique and chi-square test. The results of the analysis of 77 samples with the majority of 45 toddlers (58.4%) with good nutritional status, 50 toddlers (64.9%) with complete techniques, 63 toddlers (81.8%) exposed to cigarette smoke, 52 toddlers (67.5%) ) ) ) the number of family members is low, and 58 children under five (75.3%) the number of family members who do not meet the requirements. Bivariate analysis showed that it was associated with the incidence of ARI in children under five, with a p-value of 0.015, and the number of family members significantly correlated with the incidence of ARI in under-fives, with a p-value of 0.019. There are 2 related factors, namely the income factor and the number of family members.Keywords: Factors for the incidence of ARI, Toddlers
Hubungan Intensitas Kebisingan dengan Stres Kerja di Lingkungan Kerja RSU Royal Prima Tahun 2021 Ginting, Johannes Bastira; Butar, Devita Butar; Damanik, Elvia Grace; Syam, Nasrianti; Kusumawardani, Eva Flourentina; Siahaan, Perry Boy Chandra
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2805

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering di jumpai di lingkungan kerja, dimana kebisingan tersebut dapat menyebabkan gangguan psikologis serta stres kerja. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan pendekatan cross sectional studi untuk melihat hubungan sebab akibat antara variabel independen dan dependen yang diukur, dinilai dan diteliti dalam waktu bersamaan untuk mengetahui hubungan intensitas kebisingan dengan stres kerja di lingkungan kerja RSU Royal Prima. Sebanyak 35 orang pekerja di RSU Royal Prima(7 April - 7 Mei) di bagian (genset, laundry, sanitasi), yang mengalami stres kerja rendah sebanyak 2 orang (5.7%), pekerja yang mengalami stres kerja sedang sebanyak 27 orang (77.1%), dan yang mengalami stres kerja tinggi sebanyak 6 orang (17.1%), dengan rata-rata kebisingan di tiga titik tersebut adalah 98,96 dBA. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan chi-square, p value (0.004) < 0,05 yang artinya ada hubungan antara kebisingan dengan stres kerja.Kata kunci: Kebisingan, Stres Kerja, Keselamatan KerjaNoise is one of the physical hazards that are often encountered in the work environment, where the noise can cause psychological disorders and work stress. This research is observational analytic with cross sectional study approach to see the causal relationship between independent and dependent variables measured, assessed and researched at the same time to determine the relationship of noise intensity with work stress in the working environment of RSU Royal Prima. A total of 35 workers at RSU Royal Prima (7 April - 7 May )in the section (genset, laundry, Sanitation), who experienced low work stress as many as 2 people (5.7%), workers who experienced moderate work stress as many as 27 people (77.1%), and who experienced high work stress as many as 6 people (17.1%), with an average noise in the three points is 98.96 dBA. Based on the results of statistical tests using chi- square, p value (0.004) < 0.05 which means there is a relationship between noise and work stress.Keywords: Noise, Work stress, Work safety
Determinan Yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil Terhadap Antenatal Care di Masa Pandemi COVID-19 di Puskesmas Gunung Tinggi Kecamatan Pancur Batu Simanjuntak, Mafe Robbi; Sari, Chairani Novia; Manalu, Yuli Andriani Br; Silalahi, Marling Isabella; Ginting, Rapael; Manalu, Putranto; Siahaan, Perry Boy Chandra
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i2.3315

Abstract

Penelitian ini menggunakan uji chi-square metode analisis data teknik purposive sampling dengan nilai ρ-value (ρ<0,05) dan regresi logistic dengan nilai sig. (ρ<0,05) untuk menemukan variabel yang paling berhubungan dengan pemeriksaan Antenatal Care di Masa Pandemi COVID-19 di Puskesmas Gunung Tinggi Kecamatan Pancur Batu. Hasil uji statistik SPPS pada penelitian ini menunjukan proporsi dari setiap variabel yaitu kecemasan (ρ =0,047), pendidikan (ρ =0,038), pengetahuan (ρ =0,036), jarak tempat tinggal (ρ =0,063), dukungan keluarga (ρ =0,024), dan sosialisasi protokol kesehatan oleh tenaga kesehatan (ρ=0,038). Pada analisis bivariat menunjukan adanya hubungan variabel kecemasan, pendidikan, pengetahuan, dan sosialisasi protokol kesehatan oleh tenaga kesehatan, sedangkan pada variabel jarak tempat tinggal tidak ada hubungan. Serta analisis multivariat variabel pendidikan dan sosialisasi protokol kesehatan oleh tenaga kesehatan menunjukan adanya hubungan yang sangat signifikan.Kata Kunci: antenatal care, kepatuhan, ibu hamil, protokol kesehatanThe research was conducted quantitatively using cross-sectional with a sample of 61 pregnant women. This study used chi-square test analysis data method purposive sampling technique with ρ-value (ρ<0,05) and logistic regression with sig. (ρ<0,05) to find the variables most related to Antenatal Care examinations during the COVID-19 Pandemic at the Gunung Tinggi Health Center, Pancur Batu District. The results of the SPPS statistical test in this study showed the proportion of each variable anxiety (ρ=0,047), education (ρ=0,038), knowledge (ρ=0,036), distance of residence (ρ=0,063), family support (ρ=0,024), and socialization of health protocols by health workers (ρ=0,038). The bivariate analysis showed that there is a relationship between the variables of anxiety, education, knowledge, and socialization of health protocols by health workers, while the variable distance of residence there is no relationship. In the multivariate analysis of education and socialization of health protocols by health workers variables showed a very significant relationship.Keywords: antenatal care, compliance, pregnant women, health protocols
Gambaran Pelaksanaan Surveilans HIV di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 Kusumawardani, Eva Flourentina; Paradhiba, Meutia; Fadillah, Mardi; Putra, Onetusfifsi; Saputra, Firman Firdauz; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi; Harahap, Laila Apriani Hasanah; Syam, Nasrianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2977

Abstract

Kasus HIV/AIDS terdapat hampir di semua negara di dunia tak terkecuali Indonesia. Penyakit ini telah menulari seluruh lapisan masyarakat termasuk bayi dan anak-anak. Perlu adanya kegiatan surveilans rutin untuk melakukan pencatatan dan pelaporan sehingga dapat memonitoring jumlah kasus pada periode waktu tertentu. Kegiatan surveilans  HIV merupakan salah satu cara efektif untuk mengontrol penyebaran kasus HIV/AIDS. Tujuan penelitian: untuk memberikan gambaran evaluasi sistem surveilans HIV berdasarkan komponen sistem dan atribut surveilans di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Metode penelitian: jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi evaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara kepada petugas surveilans HIV di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sejumlah 3 orang menggunakan kuesioner. Hasil penelitian: berdasarkan komponen sistem surveilans 66,7% petugas surveilans HIV memiliki tingkat Pendidikan S1 Kesehatan Masyarakat peminatan epidemiologi dan 33,3% adalah S2 Kesehatan Masyarakat. Pengumpulan, pengisian formulir hingga alur pelaporan dianggap mudah, dan tidak mengalami keterlambatan dalam proses input data ke aplikasi SIHA. Proses analisis hanya dilakukan ditingkat Dinas Kesehatan, sedangkan ditingkat Puskesmas tidak. Sistem surveilans HIV di Kabupaten/Kota di wilayah kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur masih memerlukan perbaikan dalam analisis, ketersediaan pedoman surveilans HIV, dan perlunya peningkatan pengetahuan petugas terkait surveilans HIV.Kata Kunci: Surveilans, HIV/AIDS, Komponen, SistemHIV/AIDS cases exist in almost every country worldwide, including Indonesia. This disease has affected all segments of society, including infants and children. Regular surveillance activities are needed to record and report cases, enabling the monitoring of the number of cases over specific periods of time. HIV surveillance is an effective method to control the spread of HIV/AIDS cases. The aim of this study was to provide an evaluation of the HIV surveillance system based on its components and surveillance attributes in the East Java Provincial Health Office. This qualitative study employed an evaluation study design. Data collection involved interviews with three HIV surveillance officers in the East Java Provincial Health Office, using a questionnaire. The results of the study revealed that 66.7% of the HIV surveillance officers possessed a bachelor's degree in Public Health with a specialization in epidemiology, while 33.3% held a master's degree in Public Health. The data collection, form completion, and reporting processes were considered easy, with no delays in inputting data into the SIHA application. The analysis process was only conducted at the Provincial Health Office level and not at the Primary Health Center level. The HIV surveillance system in the districts and cities within the jurisdiction of the East Java Provincial Health Office still requires improvement in terms of analysis, availability of HIV surveillance guidelines, and the need for increased knowledge among surveillance officers regarding HIV surveillance..Keywords: Surveillance, HIV/AIDS, Components, Systems
Faktor yang Berhubungan dengan Praktik Pemberian Vaksin Rabies dalam Upaya Pengendalian Penyakit Rabies di Kabupaten Limapuluh Kota Fadillah, Mardi; Paradhiba, Meutia; Putra, Onetusfifsi; Kusumawardani, Eva Flourentina; Saputra, Firman Firdauz; Siahaan, Perry Boy Chandra; Rimonda, Rubi
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 9, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v9i1.2796

Abstract

Rabies merupakan salah satu permasalahan kesehatan secara global yang bersifat zoonosis dengan Case Fatality Rate (CFR) 100%. Pada umumnya rabies ditemukan di negara-negara berkembang terutama di Asia dan Afrika. Upaya pengendalian rabies dapat dilaksanakan jika cakupan vaksinasi tercukupi khususnya di daerah endemik rabies. Pemberian vaksin rabies terhadap Hewan Penular Rabies (HPR) merupakan salah satu upaya yang sangat penting dilakukan masyarakat khususnya pemilik HPR. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian vaksin rabies terhadap HPR. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur serta wawancara langsung dengan total responden sebanyak 90 orang. Variabel dependent pada penelitian ini yaitu praktik pemberian vaksin pada HPR. Variabel independent yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, lokasi tempat tinggal, kegunaan HPR, jumlah dan jenis HPR, pengetahuan, status pemeriksaan kesehatan HPR, himbauan dinas kesehatan/kepala desa, dan mengikuti penyuluhan. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik sederhana dan regresi logistik berganda. Faktor yang berhubungan dengan praktik pemberian vaksin rabies yaitu lokasi tempat tinggal (α=0.013; OR=4.05; 95%CI=1.34-12.30) dan status pemeriksaan kesehatan HPR (α=0.000; OR=10.29; 95%CI=3.09-34.65). Dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna terhadap variabel usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, jenis HPR, dan himbauan petugas kesehatan/kepala desa dan mengikuti penyuluhan.Kata Kunci: Rabies, Vaksinasi, Praktik, Kab. Limapuluh KotaRabies is a global health problem and zoonotic with case fatality rate (CFR) of 100%. Rabies is commonly found in developing countries, especially in Asia and Africa. Rabies control efforts can be implemented if vaccination coverage is sufficient, especially in rabies endemic areas. Rabies vaccination for rabies-transmitting animals is one of the most important measures taken by the public, especially rabies-transmitting animals owners. The aim of this study was to determine the factors associated with the practice of rabies vaccination for rabies-transmitting animals. This study used a cross sectional approach. Data were collected using structured questionnaires and direct interviews with a total of 90 respondents. The dependent variable in this study was the practice of vaccination for rabies-transmitting animals. The independent variables were age, gender, education, occupation, location of residence, use of rabies-transmitting animals, number and type of rabies-transmitting animals, knowledge, rabies-transmitting animals health checks status, appeals from the health office/village head, and attending counseling. Data were analyzed using simple logistic regression and multiple logistic regression tests. Factors associated with rabies vaccination were location of residence (α=0.013; OR=4.05; 95%CI=1.34-12.30) and rabies-transmitting animals health check status (α=0.000; OR=10.29; 95%CI=3.09-34.65). In this study, there was no significant association between the variables of age, gender, education, occupation, knowledge, type of rabies-transmitting animals, appeal of health workers/village head, and attending counseling.Keywords: Rabies, Vaccination, Practice, Limapuluh Kota District