Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Remaja Haru, Aprianus; Gambe, Fransis Pieta; Zogara, Asweros Umbu; Demu, Yohanes Don Bosko; Awang, Mariana Ngundju; Sine, Juni Gressilda L.; Loaloka, Meirina Sulastri
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 8, No 2 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v8i2.2060

Abstract

Masa remaja adalah proses peralihan dari masa kanak-kanak menuju usia dewasa yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, mental, dan sosial. Remaja memerlukan asupan zat gizi yang cukup, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, untuk mendukung pertumbuhannya. Salah satunya adalah vitamin dan mineral yang diperoleh dari sayur dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah pada remaja. Penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai April 2025 di SMA Kristen Mercusuar Kupang. Responden dalam penelitian ini sebanyak 121 orang. Variabel bebas yang diteliti adalah jenis pekerjaan dan tingkat pendidikan orang tua, serta pengetahuan gizi remaja. Data penelitian diuji menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik menemukan ada hubungan antara pekerjaan ayah dengan konsumsi sayur (p-value = 0,005), sedangkan variabel-variabel yang tidak berhubungan dengan konsumsi sayur dan buah, yaitu pengetahuan gizi, pendidikan orang tua dan pekerjaan ibu. Remaja perlu dukungan orang tua agar mampu memenuhi konsumsi sayur dan buah dalam sehari.
Pengaruh Subtitusi Tepung Bayam Merah dan Tepung Kacang Merah terhadap Uji Organoleptik dan Kandungan Gizi Cookies Loaloka, Meirina Sulastri; Nur, Astuti; da Costa, Santa L.D.V.; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Zogara, Asweros Umbu
Nutriology : Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Gizi, Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/nutriology.v2i1.1236

Abstract

Abstrak Status gizi ibu menjadi salah satu faktor yang menentukkan pertumbuhan perkembangan janin termasuk berat dan panjang saat lahir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian makanan tambahan (PMT) yang kaya Fe. PMT dapat disajikan dalam bentuk makanan pokok maupun selingan dengan bahan baku pangan lokal. Produk PMT yang baru adalah pemberian Cookies kaya Fe dengan formulasi penambahan bayam merah dan kacang merah. Cookies menjadi pilihan karena berbahan dasar tepung terigu yang sudah dikenal masyarakat luas, dapat langsung dikonsumsi, kadar airnya rendah sehingga tahan lama, teksturnya digemari karena renyah, dan mudah dibuat, disamping membantu mencukupi kebutuhan energi dan zat besi untuk ibu hamil.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahaui pengaruh subtitusi tepung bayam merah dan tepung kacang merah terhadap uji organoleptik dan kandungan gizi cookies. Jenis penelitian ini menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan P1 (30 % & 5 %), P2 ( 40 % & 10 %), P3 (50 % & 15 %). Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan aroma dan tekstur pada perlakuan P1, P2 dan P3 dimana P Value < 0.05, dan tidak ada perbedaan kualitas untuk rasa dan warna pada perlakuan P1, P2 dan P3 dimana P Value > 0.05. untuk hasil uji kandungan gizi terdapat perbedaan yang nyata dimana dalam perlakuan P1 sampai P3 kandungan protein lebih tinggi pada perlakuan P3 dengan nilai 8.89 kal/100 gr bahan makanan.
Status Gizi dan Kaitannya dengan Body Image dan Aktivitas Fisik pada Remaja Putri Asweros Umbu Zogara; Maria Goreti Pantaleon; Astuti Nur; Meirina Sulastri Loaloka; Nilfar Ruaida; Wahyuni Sammeng
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32414

Abstract

Remaja putri rentan mengalami masalah gizi dibandingkan remaja laki-laki. Pola makan memberikan kontribusi paling besar pada masalah kekurangan gizi remaja putri. Faktor-faktor lainnya, yaitu body image dan aktivitas fisik. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kota Kupang pada bulan Mei sampai Agustus 2021 dengan sampel berjumlah 397 orang yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Variabel dalam penelitian ini akan diuji menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan body image (p value = 0.000) dan aktivitas fisik (p value = 0.008) berhubungan dengan status gizi remaja putri. Faktor body image dan aktivitas fisik merupakan faktor yang dapat diubah. Remaja putri perlu diberikan pemahaman agar dapat beraktivitas fisik secara teratur dan memandang berat dan bentuk tubuhnya secara positif.
Edukasi Gizi Ibu dan Pemberian Makanan Tambahan terhadap Pengetahuan, Praktik Ibu dan Pertumbuhan Anak: Studi Kuasi-Eksperimental di Kupang: Edukasi Gizi Ibu dan Pemberian Makanan Tambahan terhadap Pengetahuan, Praktik Ibu dan Pertumbuhan Anak: Studi Kuasi-Eksperimental di Kupang Nur, Astuti; Louisa Sine, Juni Gressilda; Sanjiwani, Putu Amrytha; Costa, Santa Luciana Diaz Vera Da; Loaloka, Meirina Sulastri
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1SP (2026): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1SP.2026.112-121

Abstract

Background: Stunting remains a major nutritional problem in Indonesia, particularly in East Nusa Tenggara (NTT), with a prevalence of 37.9% in 2023. Nutritional deficiencies in the first 1000 days of life affect children's physical growth, cognitive development, and productivity. Causative factors include exclusive breastfeeding practices, complementary feeding, daily protein intake, immunization, infectious diseases, and household economic and environmental conditions. Maternal education is considered important for improving knowledge and practices of good feeding.Objective: To determine the effectiveness of nutrition education interventions for mothers and the provision of supplementary feeding on mothers' knowledge and practices, as well as the growth of children under five in Kupang City, East Nusa Tenggara. Methods: A quasi-experimental study with a pre-test post-test control design, involving 60 toddlers (30 intervention, 30 control). Interventions include maternal nutrition education (CGM, CDM, IYCF) and protein supplementation (eggs). The data includes maternal knowledge and practices, as well as child anthropometry. The analysis used t-tests and chi-square tests (p<0.05).Results: The intervention significantly improved mothers' knowledge, as evidenced by an increase in scores on CGM by 11.37, CDM by 13.13, and IYCF by 13.93. There was also an improvement in parenting practices, particularly in CGM (36.67) and CDM (25.67), while the improvement in IYCF practices was relatively slower and only reached significance at the second follow-up. For child anthropometry, the changes were limited, with a significant increase in height in post-test 1 of 0.49 cm, while the weight changes did not reach significance. Conclusion: Interactive nutrition education is effective in improving mothers' knowledge and practices, but its impact on child growth requires long-term intervention, environmental support, and sustainable nutritional fulfillment
Analisis Perbedaan Nilai Hematokrit pada Penderita Hipertensi Derajat Satu dan Derajat Dua Supriati Wila Djami; Marni Tangkelagi; Meliance Bria; Meirina Sulastri Loaloka
Jaringan Laboratorium Medis Vol 6 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlm.v6i1.10594

Abstract

Blood pressure is the pressure exerted by blood against the walls of blood vessels and is generated by the pressure of blood against the walls of arteries when the blood is pumped from the heart to the tissues. The amount of pressure varies depending on the blood vessels and heart rate. Hypertension is a non-communicable disease that triggers health problems that occur throughout the world. Kupang Regency is one of the districts with the highest cases of hypertension in NTT province with 1,582 cases. Hypertension is closely related to hemoglobin levels, hematocrit values and erythrocyte counts. There is a significant positive relationship between hematocrit values and diastolic blood pressure. Increased blood pressure has a significant positive relationship between hemoglobin levels, hematocrit values and erythrocyte counts. Apart from that, factors that influence hypertension with hemoglobin levels, hematocrit values and erythrocyte counts are age, gender, circulating fibrinogen and red blood cell aggregation. The aim of this research is to determine the difference in hematocrit values in sufferers of grade one and degree two hypertension. This research uses a cross-sectional analytical research design based on primary data originating from examination results in Bone Village, Nekamese District, Kupang Regency in April 2023 which meets the research sample criteria. Sampling for this research was determined using the Purposive Sampling technique. The research respondents were 30 hypertension sufferers in Bone Village, Nekamese District, Kupang Regency. Research on blood pressure and hematocrit values was carried out on all respondents. The results showed that hypertension sufferers consisted of 5 (17%) men and 25 (83%) women with the highest age of hypertension sufferers being > 56 years old, 24 people (80%). There were 9 (30%) people suffering from grade 1 hypertension and 21 (70%) people suffering from degree 2 hypertension with the hematocrit value of most hypertensive sufferers still within normal limits, 18 (60%) and low hematocrit values as many as 12 (40%). The results of this study were processed using SPSS software with Mann-Whitney Test analysis and presented descriptively regarding the analysis of hematocrit values in sufferers of degree one and degree two hypertension. The results of statistical analysis show p-value > 0.05, which means there is no significant difference between variables and vice versa. The results of the study showed that there was no difference in hematocrit values in sufferers of degree one and degree two hypertension with a value of p=0.295. In this study, hypertension sufferers generally had normal hematocrit values, but in second-degree hypertension sufferers the hematocrit values tended to be low.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro Dan Aktivitas Fisik Dengan Status Gizi Mahasiswa Loaloka, Meirina Sulastri; Zogara, Asweros Umbu; Djami, Supriati Wila
Jumantik Vol 10 No 1 (2023): JUMANTIK : Jurnal Mahasiswa dan Peneliti Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v10i1.5291

Abstract

Asupan makanan yang kurang maupun berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik dapat mengakibatkan masalah gizi. Kemajuan teknologi membawa banyak perubahan pada gaya hidup mahasiswa, antara lain mahasiswa cenderung mengkonsumsi makanan tinggi kalori dan rendah serat. Selain itu, perkembangan teknologi yang memudahkan segala aktivitas sehingga kecenderungan untuk minimnya melakukan aktivitas fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara asupan zat gizi makro dan aktivitas fisik dengan status gizi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan dari bulan Januari hingga Mei 2022. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang yang berjumlah 156 orang dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan fisher exact. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan signifikan antara asupan karbohidrat (p value = 0,003), lemak (p-value = 0,020), dan aktivitas fisik (p-value = 0,018) dengan status gizi mahasiswa. Mahasiswa perlu menjaga kecukupan asupan zat gizi makro dengan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan mengimbanginya dengan aktivitas fisik secukupnya agar terhindar dari masalah gizi.