Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Training and Working Environment on Science Teachers’ Performance Sihombing, Humiras Betty Marlina; Sherly; Dharma, Edy; Purba, Desmalia; Kisno
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 8 (2023): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i8.3300

Abstract

The objective of this study was to gain a deeper understanding of the training, working conditions, and performance of sains teachers at Sultan Agung Pematang Siantar Private High School, as well as to explore the impact of these factors on teacher performance. The study utilized both field research and a review of existing literature. The sample for the study consisted of thirty-seven (37) teachers from Sultan Agung Pematang Siantar Private School. The study's data comprised quantitative and qualitative information from primary and secondary sources. Data collection was carried out through surveys, interviews, and examination of relevant documents. Various analytical methods including qualitative descriptive analysis, quantitative descriptive analysis, and normality tests were employed to analyze the data. The findings of the study revealed that teacher performance at Sultan Agung Pematang Siantar Private Elementary and High School was rated as high, indicating that training and working conditions played a significant and positive role in the success of science teachers.
Pendampingan Proyek P5 Kebhinekaan melalui Festival Budaya di SMP Swasta Sultan Agung Pematangsiantar Dharma, Edy; Sihombing, Humiras Betty Marlina; Gultom, Syawal; Sherly, Sherly
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2258

Abstract

This community engagement program aimed to strengthen the Pancasila Student Profile (P5) through the Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) theme at SMP Swasta Sultan Agung, Pematangsiantar. Implemented in September and October 2023 with mentoring for 444 students, the project showcased traditional houses, culinary products, and ethnic fashion to celebrate Indonesia’s cultural diversity. Methods included project design workshops, group mentoring, participant observation, artifact documentation, and reflective sessions. Findings indicate high student engagement, increased knowledge of cultural diversity, and strengthened tolerance and patriotism. The discussion highlights that contextual, authentic, and collaborative project design effectively nurtures P5 elements under the Bhinneka Tunggal Ika theme. We recommend enhancing authentic assessment tools (rubrics for attitudes/ products) and facilitator training to scale up the program. Structured and contextualized culture-based mentoring effectively internalizes diversity values and boosts students’ love for Indonesia.ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan menguatkan profil pelajar Pancasila melalui tema Bhinneka Tunggal Ika di SMP Swasta Sultan Agung Pematangsiantar. Latar belakang kegiatan bertumpu pada implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran lintas disiplin berbasis projek untuk menumbuhkan kompetensi dan karakter sesuai nilai Pancasila (beriman, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, kreatif). Projek dilaksanakan selama September dan Oktober 2023 dengan pendampingan intensif pada 444 siswa, berfokus pada pameran produk rumah adat, makanan adat, dan fashion pakaian adat sebagai wahana mengapresiasi keragaman budaya Indonesia. Metode pengabdian meliputi perancangan modul kegiatan, pendampingan kelompok, observasi-partisipan, dokumentasi karya, dan refleksi terstruktur di akhir kegiatan. Hasil menunjukkan keterlibatan siswa yang tinggi, peningkatan pengetahuan tentang keberagaman budaya, serta penguatan sikap toleransi dan kecintaan terhadap tanah air. Diskusi menggarisbawahi bahwa desain projek yang kontekstual, autentik, dan menonjolkan kolaborasi lintas kelompok efektif menumbuhkan elemen-elemen Bhinneka Tunggal Ika pada P5. Kegiatan ini merekomendasikan penguatan instrumen asesmen autentik (rubrik sikap/ produk) dan pelatihan fasilitator untuk replikasi pada satuan pendidikan lain. Pendampingan projek budaya yang terstruktur dan kontekstual efektif menginternalisasi nilai kebhinekaan dan meningkatkan kecintaan siswa pada Indonesia. Rangkaian langkah dan perangkat yang disajikan dapat diadaptasi sesuai karakteristik sekolah dan daerah.
A Quantitative Investigation: How WorkLife Balance and Job Crafting Shape Teacher Performance Sherly, Sherly; Marlina Sihombing, Humiras Betty; Gultom, Syawal; Dharma, Edy
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol. 15 No. 1 (2026): Jan: Education and Humanities
Publisher : Insan Akademika Publications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jiph.v15i1.288

Abstract

Teacher performance constitutes a critical determinant of educational effectiveness and institutional quality. Within contemporary educational settings, the capacity to maintain an equilibrium between professional responsibilities and personal life (work life balance) as well as the proactive modification of work roles to align with one’s strengths and preferences (job crafting) are increasingly recognized as influential factors shaping teacher outcomes. This study investigates the extent to which work–life balance and job crafting affect the performance of teachers at Sultan Agung Private Junior High School Pematangsiantar. Employing a quantitative research design with a survey approach, data were gathered from 31 teachers through a structured Likert-scale questionnaire and subsequently analyzed using multiple linear regression. The findings reveal that work–life balance exerts a positive and statistically significant effect on teacher performance, whereas job crafting demonstrates a positive yet statistically insignificant contribution. Collectively, both predictors account for 64% of the variance in teacher performance. These results underscore the dominant role of work–life balance as a determinant of performance within private educational institutions and suggest that job crafting may require stronger organizational facilitation to manifest its potential impact. The study recommends that school administrators strengthen policies that support work–life balance and cultivate organizational conditions that enable teachers to engage more effectively in adaptive job crafting practices.
Penguatan Literasi Society 5.0 melalui Sosialisasi Kolaboratif pada STIE Sultan Agung Gultom, Syawal; Indajang, Kevin; Dharma, Edy; Sherly, Sherly
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.8713

Abstract

Era Society 5.0 menuntut perguruan tinggi untuk mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan inovatif melalui integrasi teknologi digital dan pendekatan human-centered. Namun demikian, hasil observasi awal menunjukkan bahwa pemahaman stakeholder perguruan tinggi mengenai konsep Society 5.0 serta implikasinya terhadap pengembangan kurikulum dan kompetensi lulusan masih belum merata. Kondisi ini berpotensi menghambat kesiapan institusi dalam menghadapi transformasi pendidikan tinggi berbasis teknologi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan stakeholder STIE Sultan Agung dalam merespons tantangan Society 5.0 melalui kegiatan sosialisasi strategis berbasis partisipatif. Metode yang digunakan adalah sosialisasi partisipatif yang melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, dan anggota profesi dengan pendekatan ceramah interaktif, diskusi terarah, serta perumusan rekomendasi strategis. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain one-group pretest–posttest melalui kuesioner skala Likert yang mengukur aspek pemahaman dan kesiapan peserta terhadap penguatan SDM di era Society 5.0. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta dari 3,41 pada pre-test menjadi 4,82 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pemahaman stakeholder dengan nilai p < 0,05, effect size sebesar 1,607 (large effect), serta nilai N-Gain sebesar 0,89 yang termasuk kategori tinggi. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis penguatan SDM melalui peningkatan literasi digital, penguatan kolaborasi dengan dunia industri, serta pengembangan kurikulum berbasis kompetensi abad ke-21. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi partisipatif dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam membangun kesiapan institusi pendidikan tinggi dalam menghadapi transformasi menuju era Society 5.0.