Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pendidikan Agama Kristen di Gereja Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Jemaat di Era Digital Boiliu, Fredik Melkias; Pasaribu, Martha Megawati
Jurnal Pengabdian Tri Bhakti Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Tri Bhakti
Publisher : Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36555/tribhakti.v2i2.1518

Abstract

This article examines how the role of Christian religious education in the church can empower the creative economy of congregations in the digital age. One of the church ministries that must be done is to be involved in increasing the welfare of the congregation through economic empowerment of the congregation. Economic empowerment is very important for the church to do, but in fact the church neglects it. In carrying out the ministry as God's worker in the world, the church does not only focus on spiritual matters, but more than that the church also becomes a servant in improving the quality of the social life of the congregation. The problems that occur in the church environment related to mental problems today are economic problems. The problems that occur in the church environment related to mental problems today are economic problems. Therefore, Christian religious education has a very important role to empower the creative economy in the church through teaching and mentoring in the congregation so that the congregation has the ability and skills and applies the creative economy in everyday life. The research method used in this research is literature and literature study. Literature review refers to an assessment of the concepts and theories used based on the available literature, especially from articles published in various scientific journals. Literature review serves to build concepts or theories on which to base studies in research.
Edukasi Pendekatan Inkuiri dan Konseling Behavior dalam Mengatasi Bulying Pada Siswa di SMP Misi Bagi Bangsa Fredik Melkias Boiliu; Haposan Simanjuntak; Sepril Oksar Saroro; Simorangkir, Putri Melisa; Nening Satriani Radja; Elybeth Nazara; Faldin Adrianus Bunga; Janet Sartika Sihombing; Bremi Janualdi Sakerebau; Nugroho Agustinus Manalu; Herli Marlina Hutagaol; Dewi Christina; Riwati Agnes Pakpahan; Saprina Siagian; Analisa Pasaribu
BOKEP VIRAL 2025 Vol. 1 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Yuta Pendidikan Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62282/devotion.v1i2.109-122

Abstract

Masa remaja merupakan masa perahlian antara anak-anak dan dewasa. Pada masa remaja, merupakan masa pencarian jati diri dan pada masa ini jugalah sering terjadi penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan kenakalan-kenakalan pada remaja termasuk Bullying dalam dunia pendidikan khususnya. Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan, siswa masih mengelompokkan diri, kurangnya empati terhadap orang lain, agresif dan emosi terhadap orang yang dianggap lebih lemah dari mereka. Oleh sebab itu, pembinaan untuk mengatasi Bullying pada masa remaja itu sangat perlu diadakan supaya peserta didik tidak lagi sebagai pelaku bulying. Maka dari itu, team Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mengadakan kegiatan ini di SMPS Misi Bagi Bangsa untuk memberikan pembinaan kepada setiap peserta didik untuk mengatasi Bullying tersebut. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, peserta didik diharapkan dapat terhindar dari hal tersebut dan tetap memiliki semangat dalam proses pembelajaran. Untuk itu, dalam pelaksanaan kegiatan ini, team PKM melakukannya dalam tiga tahapan, Yakni: Pertama, team PKM melakukan observasi langsung kepada mitra kegiatan yakni SMPS Misi Bagi Bangsa. Kedua, Melakukan kegiatan ibadah, pemaparan materi, serta konseling kelompok. Dan tahapan Ketiga, evaluasi melalui pemberian angket manual berbentuk kertas. Oleh sebab itu, adapun hasil yang diperoleh melalui kegiatan PKM ini yakni peserta didik mampu mengenal apa itu Bullying, Jenis-jenis Bullying, sumber-sumber Bullying, dampak Bullying, terlebih cara menghadapi Bullying tersebut sehingga setiap peserta didik dapat menemukan jati dirinya serta memiliki semangat dalam pembelajaran.
Signifikansi Penginjilan Kontekstual Bagi Pertumbuhan Gereja Masa Kini Otta, Pieter; Boiliu, Fredik Melkias; Budiono, Aris
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i2.248

Abstract

Penginjilan pada dasarnya merupakan sarana yang dipakai untuk mengajak orang percaya kepada Tuhan. Pengabaran injil merupakan tugas tanggungjawab pertama dan utama yang harus dilakukan oleh gereja. Pemberitaan Injil bertujuan untuk menghasilkan jemaat atau gereja. Penginjilan sangat memiliki peranan penting dalam perkembang dan pertumbuhan gereja.Pengabaran injil harus dilakukan oleh gereja sebab itu akan sangat menentukan pertumbuhan gereja secara kuntitatas dan kualitas. Oleh sebab itu, penginjilan merupakan sesuatu hal yang sangat urgen dan harus dilaksanakan secara kontekstual. Uregensi penginjilan merupakan faktor terpenting yang harus dilakisanakan dalam konteks apa pun. Sebab penginjilan merupakan tugas utama bagi gereja dan orang percaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengesplor penginjilan yang kontekstua dalam meningkatkan pertumbuhan gereja masa kini secara kuantitas dan kualitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pnedekatan studi literatur. Hasil penelitian ini, akan mendeskripsikan, menganalisis terkait dengan urgensi penginjilan kontekstual dan pertumbuhan gereja masa kini
Pola Asuh Orang Tua Kristen Menurut Matius 18:6 Sebagai Upaya Untuk Mengatasi Kekerasan Seksual Pada Anak Boiliu, Fredik Melkias; Duha, Sang Putra Immanuel
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i1.207

Abstract

Studi ini membahas pola asuh orang tua Kristen untuk mengatasi kekerasan seksual pada anak berdasarkan ayat Matius 18:6. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis sumber-sumber terpercaya tentang kekerasan seksual pada anak dan pola asuh yang efektif. Tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan panduan praktis bagi orang tua Kristen dalam melindungi anak-anak mereka dari bahaya kekerasan seksual. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pola asuh yang baik bagi orang tua Kristen mencakup memberikan perhatian, kasih sayang, dan pendidikan yang tepat kepada anak-anak mereka, serta mengajarkan anak-anak untuk berbicara dengan jujur dan terbuka. Orang tua Kristen juga harus siap untuk mengambil tindakan yang tegas jika anak mereka menjadi korban kekerasan seksual. Studi ini memiliki kebaharuan dalam memberikan panduan praktis bagi orang tua Kristen dalam mengatasi kekerasan seksual pada anak dengan menggabungkan perspektif Alkitab dan pengetahuan yang ada tentang kekerasan seksual pada anak.
Melintasi Batas Tradisional: Integrasi Teknologi dalam Pendidikan Agama Kristen Fredik Melkias Boiliu; Yasrid Prayogo Kurniawan; Sari Handayani
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 1 (2024): Juni : Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/prosemnasipaf.v1i1.5

Abstract

Christian religious education has experienced a significant shift along with technological advances in contemporary society. This research will discuss the integration of technology in the context of Christian religious education by highlighting the challenges and opportunities that arise from this paradigm shift. This research uses descriptive qualitative methods with literature review. The results of this research will explore how technology is used to expand traditional boundaries in Christian religious learning through wider access, greater interactivity, and deeper learning experiences for students. In addition, it outlines the integration of appropriate technology, contextual, situational, relevant and dynamic Christian religious education in meeting the spirituality and morality needs of students in this digital era.
Transformasi Kerohanian Siswa di Era Digital: Pendekatan Baru dalam Pendidikan Agama Kristen Fredik Melkias Boiliu; Sara Yemima Purba; Agustus Laia
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Vol. 1 No. 1 (2024): Juni : Prosiding Seminar Nasional Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/prosemnasipaf.v1i1.8

Abstract

The development of digital technology has changed the educational landscape, including Christian religious education. In the current digital era, students are required to continue to be connected to technology so that it becomes a new approach in Christian religious education. Therefore, this is important to accommodate students' spiritual transformation. This research aims to explore the challenges and opportunities in integrating Christian religious education with digital technology, as well as presenting new approaches that can be used by educators. This research uses descriptive qualitative methods with literature studies. The results of this research will examine new approach methods in learning Christian religious education which include the use of mobile applications, online learning platforms, and the use of multimedia content that is relevant to the context of students' lives. Thus, with this approach, it is hoped that students can be more involved, connected, and inspired in the Christian religious learning experience, resulting in a deeper and more sustainable spiritual transformation in this digital era.