Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERBANDINGAN EFEKTIVITAS TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF DENGAN RELAKSASI LIMA JARI TERHADAP TEKANAN DARAH PASIEN INTERDIALITIK DI RS YARSI PONTIANAK Rahmawati, Annisa; Mardiyani, Ridha; Kawuryan, Uji; Almumtahanah, Almumtahanah; Amelyadi, Amelyadi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.35692

Abstract

Latar belakang: Penyakit CKD tidak hanya dialami oleh usia lanjut, tetapi juga usia dewasa muda bahkan remaja bisa mengalaminya. Pasien CKD cenderung mengalami peningkatan nilai tekanan darah (hipertensi) karena sistem renin angiotensin II di ginjal yang berlebih yang semuanya berkontribusi terhadap gangguan penyakit termasuk adanya peningkatan hipertensi di glomerulus ginjal karena adanya retensi Natrium dan air sehingga dapat merusak ginjal lebih jauh. Untuk itu diperlukan terapi yang diharapkan dapat menjaga kestabilan tekanan darah saat pasien yang menjalani hemodialisa berupa terapi Relaksasi otot progresif (ROP) dan terapi relaksasi lima jari. Tujuan: Mengetahui Perbandingan Efektivitas Terapi Relaksasi Otot Progresif dengan Relaksasi lima jari terhadap Nilai Tekanan Darah Pasien Interdialitik di RS Yarsi Pontianak. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimental design melalui pendekatan Non Equivalen Group design, yaitu membagi responden menjadi 2 kelompok yang diberikan intervensi yang berbeda yaitu terapi ROP dan Senam Lima Jari. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan 30 responden. Hasil: Analisa data menggunakan non-parametrik wilcoxon dan man withney test karena data tidak berdistribusi normal dan hasilnya p-value > 0,05. Kesimpulan: Tidak ada pengaruh terapi ROP dan Senam Lima jari terhadap Tekanan Darah pasien interdialitik.
Modifikasi Edema Reduction Leg Elevator Stainless Steel Terhadap Tekanan Hidrostatik Intravaskuler di Perbatasan Indonesia-Malaysia Usman, Usman; Sari , Dian Nur Adkhana; Jiu, Cau Kim; Mardiyani, Ridha
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.44965

Abstract

Lamanya penyembuhan luka dipengaruhi oleh faktor penyulit edema. Edema pada kaki ditemukan pada klien usia lebih dari 50 tahun disebabkan oleh venous insufficiency. Venous insufficiency mempengaruhi lebih dari 30% dari populasi dan 1% terjadi pada gagal jantung. Kasus venous insufficiency banyak terdapat pada diabetes mellitus yang mengalami komplikasi LKD dengan manifestasi klinis yang tampak adalah terjadinya edema. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Edema Reduction Leg Elevator Stailess Steel terhadap tekanan Hidrostatik di perbatasan Indonesia-Malaysia. Metode Penelitian ini adalah Quasy eksperiment pre and post test without control group design dengan jumlah sampel sebanyak 21 pasien yang berasal dari wilayah kerja puskesmas Entikong Perbatasan Indonesia- Malaysia. Kriteria pasien yang akan diambil adalah pasien dengan edema semua derajat, pasien dengan Luka kaki diabetic. Pasien akan dilakukan perawatan sesuai dengan prosedur ditambah dengan Edema Reduction Leg Elevator Stainless Steel selama 15 menit. Teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling. Pengukuran dilakukan pre dan post setelah dilakukan intervensi. Alat ukur yang digunakan adalah busur jangka, lembar observasi. Analisis yang akan digunakan adalah dengan uji T.
The Relationship Between Parental Smoking Habits and the Incidence of ARI in Toddlers at the Integrated Health Post (Posyandu) in Bani Amas Village, Bengkayang Virawati, Virawati; Rahmawati, Annisa; Kawuryan, Uji; Mardiyani, Ridha
International Journal of Health Sciences Vol. 3 No. 4 (2025): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v3i4.917

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ARI) is a disease of the upper or lower respiratory tract. This disease is contagious and causes a range of signs and symptoms, from asymptomatic and mild infections to more severe and potentially fatal illnesses, depending on the pathogen. The presence of family members who smoke in the home is a contributing factor to health problems within the family, such as respiratory disorders. Moreover, it may increase the incidence of ARI, especially in toddlers. The study determined the relationship between parental smoking habits and the incidence of ARI in the Integrated Health Post (Posyandu) of Bani Amas Village, Bengkayang. Using a quantitative method with a cross-sectional approach, with a sample of 54 respondents, data were collected by distributing questionnaires and analyzed using the Spearman Rank test. The study showed no relationship between parental smoking habits and the incidence of ARI in toddlers at the Integrated Health Post (Posyandu) of Bani Amas Village, Bengkayang, where the result was a p-value of 0.054 (>0.05). The results of this study indicate that smoking habits are not the only factor that influences the incidence of ARI in toddlers. Still, cigarettes only provide vulnerability to ARI in toddlers because they contain harmful substances that can damage the respiratory system during the developmental stage.
PENGETAHUAN IBU SEBAGAI DETERMINAN STUNTING PADA BALITA Shicosci, Anselman; Mardiyani, Ridha; Kardiatun, Tutur; Hastuti, Lidia; Hidayah, Hidayah; Rahmawati, Annisa
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v16i2.606

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan fisik anak tidak optimal sebagai akibat dari ketidakseimbangan gizi atau kekurangan gizi kronis. Salah satu faktor yang berperan adalah pengetahuan ibu tentang stunting relatif rendah secara nasional maupun di wilayah kerja Puskesmas Monterado. Posisi ibu sebagai sasaran kunci dalam program intervensi gizi spesifik maupun sensitif menjadi krusial dalam pencegahan kejadian stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Monterado. Jenis penelitian adalah deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah hitung sampel dengan rumus slovin sebanyak 93 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dan instrumen antropometri gizi dengan satandar WHO. Uji statistik yang digunakan adalah Correlation Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kejadian stunting dengan p Value 0.020 (p < α = 0,05) dan r = −0,235. Kesimpulan dari penlitian ini adalah semakin baik pengetahuan ibu, maka kecenderungan kejadian stunting pada balita semakin rendah. Kata kunci: Balita; Ibu; Pengetahuan; Stunting