Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengembangan Fintech Syariah Dengan Pendekatan Business Model Canvas di Indonesia Mazza Basya , Maziyah; Setya Iqbal Pratama, Rafi; Iqbal Surya Pratikto, Muhammad
OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 4 No. 2 (2020): (Juni) edisi 8
Publisher : Program Studi Ilmu Ekonomi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/oje.2020.4.2.180-196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi pengembangan Fintech syariah dalam menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitor lain. Peneliatian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang membahas teori atau mencari referensi yang relevan dengan topik yang di angkat. Peneliti ini menemukan bahwa dalam mengembangkan perusahaan fintech syariah di era disruptif saat ini, harus mempunyai model bisnis yang akan menjadi pondasi dasar dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi. Model bisnis tersebut adalah model bisnis kanvas yang memiliki sembilan bagian bangunan, diantaranya: key partnership, key resources, key activities, value proposition, customer segment, customer relationship, channels, cost structure, revenue stream. Namun dalam syariah menambah satu bagian bangunan yaitu syariah compliance. Berdasarkan dari pengelohaan atas pembagian bangunan meemberikan hasil atas strategi pengembangan fintech syariah.
Strategi Pengembangan Fintech Syariah Dengan Pendekatan Business Model Canvas di Indonesia Mazza Basya , Maziyah; Setya Iqbal Pratama, Rafi; Iqbal Surya Pratikto, Muhammad
OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 4 No. 2 (2020): (Juni) edisi 8
Publisher : Program Studi Ilmu Ekonomi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/oje.2020.4.2.180-196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi pengembangan Fintech syariah dalam menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitor lain. Peneliatian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang membahas teori atau mencari referensi yang relevan dengan topik yang di angkat. Peneliti ini menemukan bahwa dalam mengembangkan perusahaan fintech syariah di era disruptif saat ini, harus mempunyai model bisnis yang akan menjadi pondasi dasar dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi. Model bisnis tersebut adalah model bisnis kanvas yang memiliki sembilan bagian bangunan, diantaranya: key partnership, key resources, key activities, value proposition, customer segment, customer relationship, channels, cost structure, revenue stream. Namun dalam syariah menambah satu bagian bangunan yaitu syariah compliance. Berdasarkan dari pengelohaan atas pembagian bangunan meemberikan hasil atas strategi pengembangan fintech syariah.
ANALISIS TINGKAT KESEHATAN DAN POTENSI FINANCIAL DISTRESS DENGAN METODE RGEC PADA BNI SYARIAH TAHUN 2014-2018 Surya Pratikto, Muhammad Iqbal; Qanita, Ariza; Maghfiroh, Rahma Ulfa
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 1 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian tingkat kesehatan bank merupakan hal yang sangat penting, tidak hanya untuk kepentingan stakeholder melainkan juga untuk kepentingan perusahaan itu sendiri. Dengan mengetahui kondisi kesehatan bank, manajemen bisa lebih mudah dalam menentukan arah kebijakan jalannya perusahaan ke depan. Dalam menjalankan bisnisnya, perbankan harus memperhatikan aspek risiko yang mungkin diakibatkan dari kegiatan operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesehatan dan potensi financial distress pada bank BNI Syariah dari tahun 2014 sampai 2018. Penilaian tingkat kesehatan bank sangat penting baik untuk stakeholder maupun untuk kepentingan pengambilan keputusan bagi manajemen bank itu sendiri. Tingkat kesehatan bank dibagi menjadi lima kategori yaitu “Sangat Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 1 (PK-1), “Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 2 (PK-2), “Cukup Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 3 (PK-3), “Kurang Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 4 (PK-4), dan “Tidak Sehat” yang dipersamakan dengan Peringkat Komposit 5 (PK-5). Metode penilaian tingkat kesehatan bank telah mengalami berbagai perubahan mulai dari CAMEL, CAMELS, dan yang terakhir dan saat ini digunakan adalah RGEC. RGEC mengukur empat komponen yaitu Risk Profile yang diproksikan melalui NPF dan FDR, GCG yang diproksikan melalui PDN, Earnings yang diproksikan melalui ROA, ROE, NI, dan BOPO, serta Capital yang diproksikan melalui CAR. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earnings, dan Capital) dalam analisis laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bank BNI Syariah dari tahun 2014 sampai 2018 masuk dalam peringkat PK-2 dan dinyatakan sehat serta tidak berpotensi mengalami financial distress.
Analisis Tingkat Kesehatan Bank melalui Pendekatan RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital) Tahun 2014-2018 (Studi Pada PT Bank Bri Syariah (Persero) Tbk.) Surya Pratikto, Muhammad Iqbal; Safitri, Galuh Ajeng; Basya, Maziyah Mazza
el-Qist : Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 9 No. 2 (2019): eL-Qist
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bank sehat merupakan suatu bank yang mampu berfungsi dalam menjalankan fungsinya dengan baik. Bank memiliki banyak fungsi salah satunya sebagai lembaga intermediasi dan bank dapat menumpuhkan kepercayaan masyarakat agar terjadi peningkatan kinerja yang lebih efisien. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesehatan bank PT. Bank BRI Syariah (persero) Tbk dengan melalui metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital). Risk profile diukur rasio kredit melalui NPF dan rasio likuiditas diukur melalui FDR. Good Corporate Governance diukur menggunakan rasio PDN, Earning diukur menggunakan rasio ROA,ROE, NI, dan BOPO, dan Capital dapat diukur menggunakan rasio CAR. PT. Bank BRI Syariah (persero) Tbk setelah dianalisis menggunakan metode RGEC (Risk Profile, Good Corporate Governance, Earning, Capital) dapat dianggap cukup sehat atau dapat dikatakan peringkat 3, dilihat dari keseluruhan pengukuran rasio Good Corporate Governance (GCG) dan rasio Earning (rentabilitas) kinerja perusahaan masih belum cukup baik sehingga diperlukan adanya sebuah kebijakan dan peningkatan kinerja dalam pengelolaan asset. Bank BRI sudah baik dalam mengatasi adanya kredit macet dan masuk pada peringkat 2 terlihat pada hasil analisis risk profile yang mana mendapatkan predikat sehat. Dalam hal mengatasi biaya modal Bank BRI mendapat peringkat 1 yaitu sehat. Bank BRI mampu memenuhi segala kewajiban dengan modal yang cukup.
Analisis Kesehatan Laporan Keuangan pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan Menggunakan Metode Camel Tahun 2015–2019 Pratikto, Muhammad Iqbal Surya; Fabrela, Clarissa Belinda; Basya, Maziyah Mazza
OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 5 No. 2 (2021): (Juni) edisi 10
Publisher : Program Studi Ilmu Ekonomi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/oje.2021.5.2.75-85

Abstract

The purpose of this study is to determine the level of health at PT Bank Muamalat Indonesia Tbk using the CAMEL method (Capital, Asset Quality, Management, Earning, and Liquidity) for the 2015-2019 period. The results of research on the health of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk in 2015-2019 show that the ratio of CAR, NPF, and NI is considered good, while the ratio of PDN and FDR is considered quite good. However, the ROA, ROE, and BOPO ratios are considered less good because all the results of the ratios are included in the unhealthy category.
Analisis Kesehatan Laporan Keuangan Pada PT BPR Syariah Buana Mitra Perwira Dengan Menggunakan Metode Camel Tahun 2016 – 2020 Laila maghfiroh; Muhammad Iqbal Surya Pratikto
Jurnal Manajerial Vol 9 No 01 (2022): Jurnal Manajerial
Publisher : Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/jurnalmanajerial.v9i01.3374

Abstract

Background - Financial Health of the People's Credit Bank There is an assessment to reflect the role of economic policy, to determine the target and assess the financial health of a bank in a certain period, so that it can be used to analyze and as an evaluation to be able to know the performance of banking management. Purpose - In the Aspect of Camel Assessment have quantification of financial ratio calculations that are useful for assessing the level of financial health of the bank, the higher the capital of the bank that is expected to be the better the performance of its operations and the greater the scale of the operation, the bank is measured by total assets. Design / Methodology / Approach - This research researchers used quantitative research methods. To be able to achieve the objectives need to present an important indicator to determine the financial condition of PT BPR Syariah Buana Mitra Officers. Results and Discussion - The results of the study show that the health level at PT BPR Syariah Buana Mitra Officers in 2016-2020 can be declared very healthy. This means that at this time PT BPR Syariah Buana Perwira is able to guarantee customers for every deposit provided by the Customer and can pay all its obligations in the form of savings deposits, demand deposits, deposits when billed and can fulfill all credit applications that are approved. Conclusion - Car Ratio Analysis, PDN ratio, R0E RATIO, BOPO, NI and NPF ratio analysis at PT BPR Syariah Buana Mitra Officers in 2016- 2020 categorized are very healthy. While the analysis of Rentability using RAA ratio at PT BPR Syariah Buana Mitra Officers in 2016-2020 is categorized as healthy. While the FDR ratio analysis is categorized enough healthy. Research implications - this study can be used as a basis for the financial level of financial levels for the people's credit banks which are currently popping up. With this analysis, it will make BPR managers to be able to predict how the health level of BPR finance is adjusted to the conditions at this time.
ANALISIS KESEHATAN BANK DAN POTENSI FINANCIAL DISTRESS MENGGUNAKAN METODE RGEC PADA BANK BTPN SYARIAH TAHUN 2014-2018 Helmina Ardyanfitri; Muhammad Iqbal Surya Pratikto; Enha Arini Khusnul Faizah
Jurnal MEBIS (Manajemen dan Bisnis) Vol 4 No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/mebis.v4i2.63

Abstract

Sistem operasional perbankan di Indonesia sendiri terdiri dari dua macam sistem salah satunya adalah sistem operasional Bank Syariah dimana kegiatan operasional yang dijalankan dapat terjadi berbagai macam resiko yang akan berpengaruh terhadap tingkat kesehatan bank sehingga dibutuhkan analisis kesehatan bank untuk digunakan para stakeholder dalam mengambil suatu keputusan. BTPN Syariah adalah anak perusahaan BTPN yang menjadi bank Syariah ke 12 di Indonesia dan sebagai pilihan strategis bagi masyarakat pra sejahtera ketimbang perbankan syariah lainnya Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehatan dan potensi financial distress pada Bank BTPN Syariah menggunakan metode RGEC periode 2014-2018. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode RGEC dalam menganalisis laporan keuangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesehatan Bank BTPN Syariah dari tahun 2014-2018 dinyatakan sangat sehat dan tidak berpotensi mengalami financial distress. Dengan begitu bank BTPN Syariah menunjukkan mampu berkinerja dengan sangat baik dalam menghadapi pengaruh negatif yang signifikan dari perubahan kondisi bisnis dan faktor eksternal lainnya.
ANALYSIS OF BANK HEALTH LEVELS AND THE POTENTIAL OF FINANCIAL DISTRESS USING RGEC AND ZMIJEWSKI METHODS AT BANK BNI SYARIAH 2015-2020 Muhammad Iqbal Surya Pratikto; Mohammad Khoiruzi Afiq
Jurnal Ekonomi Syariah Teori dan Terapan Vol. 8 No. 5 (2021): September-2021
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/vol8iss20215pp570-581

Abstract

ABSTRAKPerkembangan perbankan syariah yang sangat pesat telah membuat bank syariah memiliki peran strategis dalam roda perekonomian. Hal ini ditandai dengan semakin besarnya jumlah Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) yang saat ini mencapai 34 dengan 828 KPO/KC (Kantor Pusat Operasional/Kantor Cabang), 1.440 KCP/UPS (Kantor Cabang Pembantu/Unit Pelayanan Syariah) dan 544 KK (Kantor Kas). Penilaian tingkat kesehatan perbankan sangatlah penting, tidak hanya untuk internal perusahaan, melainkan investor, pemerintah bahkan masyarakat. Penilaian tersebut juga dapat digunakan sebagai upaya untuk menilai kinerja dan mendeteksi terjadinya potensi kebangkrutan. BNI Syariah merupakan perbankan syariah yang menduduki peringkat keempat dengan kategori kapitalisasi pasar sebagai bank syariah terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesehatan dan potensi financial distress pada BNI Syariah periode 2015-2020 menggunakan metode RGEC dan Zmijewski. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Objek penelitian ini adalah laporan keuangan BNI Syariah tahun 2015-2020. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesehatan BNI Syariah tahun 2015-2020 menggunakan metode RGEC dan Zmijewski mendapatkan predikat sangat sehat dan stabil atau tidak berpotensi mengalami financial distress. Sehingga kinerja BNI Syariah dapat dikatakan sangat baik dalam menghadapi pengaruh negatif dari fluktuasi bisnis.Kata Kunci: Kesehatan Bank, Financial Distress, Metode RGEC, Metode Zmijewsk ABSTRACTThe development of Islamic banking is very fast and has made Islamic banks have a strategic role in the wheels of the economy. This is indicated by the increasing number of Sharia Commercial Banks (BUS) and Sharia Business Units (UUS) which currently reach 34 with 828 KPO / KC (Operational Headquarters / Branch Offices), 1,440 KCP / UPS (Sub-Branch Offices / Service Units). Sharia) and 544 KK (Cash Office). Assessment of the soundness of banking is very important, not only for internal companies, but for investors, government and even the community. This assessment can also be used as an effort to assess performance and detect potential bankruptcies. BNI Syariah is a sharia banking which is ranked fourth in the market capitalization category as the largest sharia bank in Indonesia. This study aims to determine the level of health and potential financial distress in BNI Syariah for the 2015-2020 period using the RGEC and Zmijewski methods. This research method uses descriptive quantitative methods. The object of this research is the 2015-2020 BNI Syariah financial statements. The results of this study indicate that the health level of BNI Syariah in 2015-2020 using the RGEC and Zmijewski methods gets the predicate very healthy and stable or does not have the potential to experience financial distress. So that the performance of BNI Syariah can be said to be very good in facing the negative effects of business fluctuations.Keywords: Bank Health, Financial Distress, RGEC Method, Zmijewsk Method  DAFTAR PUSTAKAAdhim, C. (2019). Pengaruh resiko kredit, resiko likuiditas, efisiensi manajemen terhadap profitabilitas: Studi pada perbankan yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Cendekia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 13(2), 141–152. https://doi.org/10.30957/cendekia.v13i2.604Anik., & Ningsih, S. (2020). Analisis tingkat kesehatan bank mandiri syariah dengan metode risk profile, good corporate governace, earnings, and capital. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 6(13), 724–730.Ardyanfitri, H., Pratikto, M. I. S., & Faizah, E. A. K. (2019). Analisis kesehatan bank dan potensi financial distress menggunakan metode RGEC pada bank BTPN Syariah tahun 2014-2018. Jurnal MEBIS (Manajemen dan Bisnis), 4(2), 131–141. https://doi.org/10.33005/mebis.v4i2.63Dewi, E. T., & Srihandoko, W. (2018). Pengaruh risiko kredit dan risiko likuiditas terhadap profitabilitas bank. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 6(3), 131–138. https://doi.org/10.37641/jimkes.v6i3.294Halimatusadiah, E., & Gunwan, B. (2014). Analisis penerapan good corporate governance dalam mengoptimalkan pelaksanaan sistem informasi akuntansi. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 2(1), 300. https://doi.org/10.17509/jrak.v2i1.6583Halimatusyakdiah, Kosim, A., & Meirawati, E. (2015). Analisis financial distress pada industri kosmetik yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) untuk memprediksi potensi kebangkrutan perusahaan. Akuntabilitas: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Akuntansi, 9(2), 125–140.Pratikto, M. I. S., Qanita, A., & Maghfiroh, R. U. (2019). Analisis tingkat kesehatan dan potensi financial distress dengan metode RGEC pada BNI Syariah tahun 2014-2018. EL-Qist, 9(1), 87–101.Rahmat. (2020). Analisis financial distress menggunakan model Altman Z-Score. Jurnal ASET (Akuntansi Riset), 12(1), 1–16. https://doi.org/10.17509/jaset.v12i1.23062Samanto, H., & Hidayah, N. (2020). Penilaian tingkat kesehatan bank dengan menggunakan metode REC pada PT Bank BRI Syariah Tbk periode 2014-2018, 6(3), 709–715.Sirait, H., Citarayani, I., & Quintania, M. (2020). Pengaruh tingkat kesehatan bank dengan metode RGEC (Risk profile, good corporate governance, earnings, capital) dan strategi diversifikasi terhadap pertumbuhan laba. Journal of Management Review, 4(1).Suryanto, A., & Refianto. (2019). Analisis pengaruh penerapan good corporate governance terhadap kinerja keuangan. Jurnal Bina Manajemen, 8(1), 1–33.Tho’in, M., & Irawati, T. (2018). Risk and financial health level of sharia banking. Journal Research and Analysis: Economy, 1(1), 19–26.Wahasusmiah, R., & Watie, K. R. (2018). Metode RGEC: Penilaian tingkat kesehatan. I-Finance, 04(02), 170–184.
Strategi Pengembangan Fintech Syariah Dengan Pendekatan Business Model Canvas di Indonesia Maziyah Mazza Basya; Rafi Setya Iqbal Pratama; Muhammad Iqbal Surya Pratikto
OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 4 No. 2 (2020): (Juni) edisi 8
Publisher : Program Studi Ilmu Ekonomi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/oje.2020.4.2.180-196

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi pengembangan Fintech syariah dalam menghadapi persaingan bisnis dengan kompetitor lain. Peneliatian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Business Model Canvas (BMC) yang membahas teori atau mencari referensi yang relevan dengan topik yang di angkat. Peneliti ini menemukan bahwa dalam mengembangkan perusahaan fintech syariah di era disruptif saat ini, harus mempunyai model bisnis yang akan menjadi pondasi dasar dalam menjalankan bisnis berbasis teknologi. Model bisnis tersebut adalah model bisnis kanvas yang memiliki sembilan bagian bangunan, diantaranya: key partnership, key resources, key activities, value proposition, customer segment, customer relationship, channels, cost structure, revenue stream. Namun dalam syariah menambah satu bagian bangunan yaitu syariah compliance. Berdasarkan dari pengelohaan atas pembagian bangunan meemberikan hasil atas strategi pengembangan fintech syariah.
Analisis Kesehatan Laporan Keuangan pada PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dengan Menggunakan Metode Camel Tahun 2015–2019 Muhammad Iqbal Surya Pratikto; Clarissa Belinda Fabrela; Maziyah Mazza Basya
OECONOMICUS Journal of Economics Vol. 5 No. 2 (2021): (Juni) edisi 10
Publisher : Program Studi Ilmu Ekonomi UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/oje.2021.5.2.75-85

Abstract

The purpose of this study is to determine the level of health at PT Bank Muamalat Indonesia Tbk using the CAMEL method (Capital, Asset Quality, Management, Earning, and Liquidity) for the 2015-2019 period. The results of research on the health of PT Bank Muamalat Indonesia Tbk in 2015-2019 show that the ratio of CAR, NPF, and NI is considered good, while the ratio of PDN and FDR is considered quite good. However, the ROA, ROE, and BOPO ratios are considered less good because all the results of the ratios are included in the unhealthy category.
Co-Authors Achmad Fajruddin Fatwa Adam Bin Hamzy, Muhammad Ali Mustofa, Imam Amalia, Najwa Aminin, Rista Izza Ardyanfitri, Helmina Arifin, Ah. Ali Ariza Qanita Auliyaun Nisaa, Mufida Azizah Malik, Rizki Clarissa Belinda Fabrela El Nadia, Nada Enha Arini Khusnul Faizah Enha Arini Khusnul Faizah Fabrela, Clarissa Belinda Fatwa, Fajruddin Fayakun, Aldo Deva Feni Febrianti Galuh Ajeng Safitri Hadi, Nurrohman Hafidz Akmal khoirony Handila Rizka Helmina Ardyanfitri Herlina Rahma Yanti Ihsan, Nurul Ilham, Muhamad Arifin Imam Ali Mustofa Kamilah, Athia Nur Khasanah, Faizatun Laila maghfiroh Lola Triaulina Maghfiroh, Rahma Ulfa Malik, Rizki Azizah MASADAH Masadah Maziyah Mazza Basya Miftah Hur Rahman Zh Mohammad Dliyaul Muflihin Mohammad Khoiruzi Afiq Muhammad Yazid Muhammad Yazid Muntazeri, Eliya Najma Musafa’ah, Suqiyah Musyafa’ah, Suqiyah Nabilatul Amaliyah Nabilatul Mumtazah Putri Husaein Nabilla, Wulan Alyu Nada El Nadia Nisha Nor Rahmawati Nur Cahyani, Della Nur Maulidah Dini Rahmani Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurrohman Hadi Nurul Aulia Herlina Angganita Nurul Fatma Hasan Nurul Ihsan Putri Ayu Fitria Sari Qanita, Ariza Rafi Setya Iqbal Pratama Rahma Ulfa Maghfiroh Rahmani, Nur Maulidah Dini Rahmawati, Lilik Rizka Nur Aini Sa'bania, Nisfuizza Rara Nur Safitri, Galuh Ajeng Sari, Mita Permata Sari, Putri Ayu Fitria Setya Iqbal Pratama, Rafi Setya Iqbal Pratama, Rafi Siti Nur Azizah Sofyanto, Dita Putri Sri Wigati Suqiyah Musafaah Toyyibatus Samsiah Ulfa Maghfiroh, Rahma Wulan Alyu Nabilla Yanti, Herlina Rahma