Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Sedasi di Luar Ruang Operasi Ananda Azhar, Daffa; Millizia, Anna
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 4 No. 4 (2025): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v4i4.22193

Abstract

Sedasi di luar ruang operasi, dikenal sebagai Non-Operating Room Anesthesia (NORA), semakin banyak digunakan seiring meningkatnya prosedur diagnostik dan intervensi minimal invasif di luar ruang bedah konvensional. Praktik ini mencakup tindakan di ruang endoskopi, radiologi intervensional, kedokteran gigi, dan fasilitas rawat jalan. NORA memiliki tantangan tersendiri, seperti keterbatasan alat monitoring, tata ruang yang tidak ideal, dan koordinasi tim yang kurang optimal. Evaluasi pra-tindakan, pemilihan agen sedasi yang tepat seperti propofol, midazolam, atau ketamin, serta pemantauan fisiologis yang adekuat sangat penting untuk menjamin keselamatan pasien. Untuk itu, standar kompetensi, protokol keselamatan, dan kesiapan menghadapi komplikasi perlu diterapkan secara ketat. NORA membutuhkan pendekatan anestesiologi yang adaptif, sistematis, dan berbasis kolaborasi antarprofesi.
Sirkumsisi Massal Sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Anak di desa Keude Krueng Geukuh Fauzan, Ahmad; Chairunnisa; Ikhlas, Muhammad; Fathia, Tasya; Sayuti, Muhammad; Rizka, Adi; Akbar, Teuku Ilhami Surya; Rizal, Muhammad Ifani Syarkawi; Wahyuni, Hendra; Rizaldy, Muhammad Bayu; Iqbal, Teuku Yudhi; Millizia, Anna; Ikhsan, Maulana
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23657

Abstract

Pendahuluan: Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor yang memiliki implikasi penting dalam pencegahan penyakit infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi anak laki-laki. Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sirkumsisi massal di Desa Keude Krueng Geukuh sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan reproduksi anak di wilayah dengan akses layanan kesehatan terbatas. Metode: Metode dorsumsisi dipilih untuk menjamin keamanan dan meminimalkan risiko komplikasi, dengan pelibatan lintas profesi medis dan partisipasi aktif masyarakat setempat. Hasil dan pembahasan: Hasil menunjukkan bahwa prosedur dapat dilaksanakan secara efektif dengan tingkat komplikasi minimal, disertai penerimaan yang baik dari peserta dan pendamping berkat edukasi yang komprehensif. Kegiatan ini juga berhasil mengintegrasikan aspek medis dan sosial budaya, yang menjadi faktor krusial dalam keberlanjutan intervensi kesehatan masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik, kolaboratif, dan berbasis komunitas sangat diperlukan untuk mengoptimalkan hasil intervensi kesehatan anak. Rekomendasi penelitian ini menekankan perlunya replikasi model serupa di wilayah lain guna memperkuat strategi nasional dalam penurunan morbiditas terkait infeksi saluran kemih dan peningkatan kesehatan reproduksi sejak usia dini. Kata kunci: sirkumsisi massal, dorsumsisi, kesehatan reproduksi anak, pencegahan infeksi, intervensi komunitas
Pencegahan dan Pemberantasan Skabies di Lingkungan Dayah terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa Dayah Riyadatul Qulub Mellaratna, Wizar Putri; Sahputri, Juwita; Z, Khairunnisa; Sofia, Rizka; Yuziani; Millizia, Anna
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 3 No. 2: Auxilium: Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v3i2.23724

Abstract

Skabies adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei, yang dapat menyerang individu dari berbagai latar belakang sosial dan usia. Penyakit ini menyebabkan rasa gatal yang parah, mengganggu kualitas tidur, dan berpotensi menimbulkan dampak psikososial. Data dari WHO menunjukkan bahwa prevalensi skabies global mencapai 300 juta kasus per tahun, dengan Indonesia mencatat angka kejadian yang signifikan, terutama di lingkungan pesantren. Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, skabies menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius, dengan prevalensi yang lebih tinggi di kalangan santri. Untuk mengatasi masalah ini, Program studi Kedokteran Universitas Malikussaleh bersama CIMSA Unimal melaksanakan program edukasi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran 30 santri Dayah Riyadhatul Qulub mengenai pencegahan, penularan, dan pengobatan skabies. Program ini mencakup penyampaian materi, diskusi kelompok, dan pelatihan selama 5 bulan, dengan target peningkatan nilai akhir. Diharapkan intervensi ini dapat mengubah perilaku santri dan mengurangi insidensi skabies di pesantren. kata kunci: skabies, pencegahan, pemberantasan, dayah
Pelatihan Untuk Tenaga Kesehatan RICU/ICU RSUD Cut Meutia Aceh Utara : Paradigma Baru Dalam Resusitasi Jantung Paru di Era Pandemi COVID 19 Millizia, Anna; Mardiati, Mardiati; Syafridah, Anita
Jurnal Malikussaleh Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Malikussaleh Mengabdi, April 2022
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jmm.v1i1.5745

Abstract

Wabah infeksi SARS-CoV2 yang terus meningkat tentu berdampak pada upaya resusitasi dan memunculkan kebutuhan untuk memodifikasi praktik resusitasi jantung paru (RJP) yang telah ada. Komplikasi seperti hipoksemia akibat gagal nafas akut, jejas miokard, aritmia ventrikular, dan syok banyak dijumpai dan menyebabkan pasien tersebut lebih berisiko mengalami henti jantung. Tenaga kesehatan merupakan profesi dengan risiko tertinggi tertular penyakit ini. Risiko ini semakin nyata seiring maraknya kelangkaan Alat Pelindung Diri (APD) di seluruh dunia. Upaya resusitasi meningkatkan risiko penularan terhadap tenaga kesehatan karena berbagai alasan. Pertama, RJP meliputi berbagai prosedur yang menghasilkan aerosol, termasuk didalamnya kompresi dada, ventilasi tekanan positif, dan pemasangan alat bantu nafas lanjut (advanced airway). Selama prosedur ini, partikel virus dapat tersuspensi di udara dengan waktu paruh kurang-lebih 1 jam dan dihirup oleh orang-orang yang ada di sekitarnya. Kedua, upaya resusitasi mengharuskan sejumlah penolong untuk bekerja dalam jarak dekat baik satu sama lain maupun dengan pasien. Terakhir, henti jantung merupakan kondisi dimana pasien mendapat resusitasi dalam waktu cepat dan berpotensi menyebabkan kemerosotan kewaspadaan standar untuk mengontrol infeksi. Salah satu cara yang efektif dalam mencegah peningkatan resiko infeksi adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan ketrampilan RJP pada pasien dengan COVID 19 dengan kontinyu dan konsisten yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan dalam meminimalisir resiko tertular infeksi COVID 19 pada saat melakukan RJP yang menimbulkan aerosol serta adanya fasilitas sarana dan prasaranan yang menunjang tindakan pencegahan. Target dari pengabdian ini adalah tersedianya tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik tentang RJP pada pasien COVID 19. Sedangkan target aspek sarana-prasarana penunjang pelayanan kesehatan yaitu tersedianya alat pelindung diri sebagai fasilitas yang digunakan dalam pencegahan penyebaran COVID-19.
Regional Anestesi pada Pasien Chordektomy A/I Hipospadia Anak Millizia, Anna; Perwira Awaludin, Lambang Rizki; Nashirah, Arini; Akbar, Muhammad Khalilul
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 1 No. 4 (2022): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - November 2
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v1i4.8951

Abstract

Anestesi spinal atau Subarachniod  Blok (SAB) adalah salah satu teknik anestesi regional yang dilakukan dengan cara menyuntikkan obat anestesi lokal ke dalam ruang subarachnoid. Penyuntikan anestesi lokal ke dalam ruangsubaraknoid disegmen lumbal 3-4 atau lumbal 4-5. Hipospadia adalah kelainan bawaan anatomis genitalia eksterna laki-laki. Hipospadia dapat terjadi akibat perkembangan tuberkulum genitalia yang tidak lengkap, sehingga mengakibatkan pertumbuhan jaringan di ventral penis menjadi tidak normal. Pasien berusia 13 tahun didiagnosis dengan Chordee Genital+Hipospadia Penoscrotal + UDT dengan menggunakan regional anestesi.
Gambaran Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Iskemik yang Mendapatkan Fisioterapi di RSUD Dokter Fauziah Bireuen Izzati, Safiratul; Millizia, Anna; Ikhsan, Maulana
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - April 2024
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v3i2.11990

Abstract

Stroke merupakan penyakit gangguan fungsional otak berupa kelumpuhan pada saraf (deficit neurologic) akibat gangguan aliran darah pada salah satu bagian otak. Jaringan otak yang mengalami hal ini akan mati dan tidak dapat berfungsi sehingga berakibat fatal atau bahkan dapat membatasi aktivitas pasien selama bertahun-tahun. Penderita stroke tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, apabila ditangani dengan baik maka dapat meringankan beban penderita, meminimalkan kecacatan, dan mengurangi ketergantungan pada orang lain dalam beraktivitas. Untuk menghindari kecacatan pada pasien stroke langkah upaya untuk mencegahnya ialah dengan melakukan rehabilisasi. Salah satu cara rehabilisasi pasien stroke yaitu dengan memberikan terapi fisioterapi dimana tujuan fisioterapi pada penderita pasca stroke adalah untuk meningkatkan kualitas hidup, dapat bekerja kembali sesuai dengan pola gerak yang normal atau mendekati normal serta menurunkan tingkat kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup pasien post-stroke iskemik yang mendapatkan fisioterapi di Rumah Sakit Umum Daerah Dokter Fauziah Bireuen. Metode penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2023 - Mei 2023. Jumlah sampel sebanyak 60 pasien yang terdiagnosis stroke iskemik menggunakan teknik total sampling yang mana jumlah sampel sama dengan populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan Gambaran karakteristik pasien post-stroke iskemik mulai dari usia yang paling banyak di dapat pada usia 46-55 tahun dan lebih dominan di derita oleh Laki-Laki. Kualitas hidup pasien post-stroke iskemik yang di dapat adalah pasien dengan kualitas hidup moderate/sedang dan frekuensi fisioterapi yang terbanyak adalah >10 kali.
Gambaran Hemodinamik, Bromage Score, Kejadian Menggigil dan PONV Pada Pasien Pasca Anestesi Regional di Ruang Pemulihan RSUD Dr Fauziah Kabupaten Bireuen Yusnaini, Rika; Azral, Muhammad; Millizia, Anna; Z, Khairunnisa
GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh Vol. 2 No. 4 (2023): GALENICAL : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh - Agustus 20
Publisher : Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jkkmm.v2i4.15364

Abstract

Pasca anestesi dan operasi adalah periode yang rentan terhadap komplikasi yang timbul pasca operasi. Selama periode ini, tubuh pasien sedang memulihkan diri dari dampak sedasi, yang mengurangi metabolisme tubuh. Selama periode ini, pasien berada di ruang pemulihan dan fungsi hemodinamik diobservasi sebelum dipindahkan ke ruang rawat inap. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien, hemodinamik,  bromage score, menggigil dan PONV pada pasien pasca anestesi regional di ruang pemulihan RS Dr Fauziah Bireun. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif secara pendekatan survei. Responden yang diteliti sebanyak 32 pasien dengan menggunakan teknik pengambilan sample consecutive sampling serta lembar observasi yang dipakai untuk memperoleh data. Hasil penelitian menunjukkan gambaran hemodinamik pasien dalam kondisi stabil. Tekanan darah normal pada 31 pasien (96,6%). Denyut nadi stabil hingga normal (60-100 denyut per menit) pada 32 pasien (100%). Spo2 stabil (95-100%) pada 31 pasien (84,4%), pernapasan stabil 18-22 kali per menit pada 32 pasien (100%). Gambaran bromage score mencapai bromage score tiga (tidak mampu menggerakkan kaki dan tidak mampu memfleksikan lutut) yaitu 31 pasien (96,9%). Gambaran Menggigil ditemukan tidak menggigil sebanyak 17 pasien (53,1%). Gambaran PONV tidak mual/muntah sebanyak 24 pasien (75,0%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas hemodinamik pasien stabil normal, bromage score 1 pasien yang mampu mencapai bromage score dua sesuai dengan kriteria pemindahan pasien pasca regional anestesi, Tidak ditemukan pasien menggigil, dan ponv tidak ditemukan pasien muntah
Penyuluhan Perilaku Pemberantasan Sarang Nyamuk dan Pembagian Sembako di SMPS Dayah Darul Yaqin Kota Lhokseumawe Sofia, Rizka; Sayuti, Muhammad; Z, Khairunnisa; Sahputri, Juwita; Millizia, Anna; M, Wizar Putri; Yuziani, Yuziani; Sawitri, Harvina
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Agustus 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v1i1.12614

Abstract

Indonesia adalah negara beriklim tropis dengan suhu, kelembaban dan curah hujan yang relatif tinggi sehingga menjadikan Indonesia sebagai tempat yang ideal bagi perkembangan serangga, termasuk vektor (serangga penular penyakit). Nyamuk adalah salah satu vektor kelas insekta dengan ordo Diptera yang sering berinteraksi dalam kehidupan manusia. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara beriklim tropis. Nyamuk adalah salah satu vektor kelas insekta dengan ordo Diptera yang sering berinteraksi dalam kehidupan manusia. Penyakit yang ditularkan oleh nyamuk masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di negara beriklim tropis. Vektor nyamuk penyebab penyakit di Indonesia adalah nyamuk dari genus Aedes, Anopheles, Culex, dan Mansonia. Penyakit filariasis di Indonesia disebabkan oleh cacing Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Filariasis dapat disebarkan oleh semua spesies nyamuk. Penyakit DBD, chikungunya, dan demam kuning (yellow fever) ditularkan oleh genus Aedes, dan malaria ditularkan oleh genus Anopheles. Selain itu, terdapat pula ensefalitis jepang (japanese encephalitis) yang ditularkan oleh nyamuk dari genus Culex. Program pengabdian yang dilakukan berupa penjelasan mengenai penyakit-penyakit akibat vektor nyamuk yang paling sering dijumpai di masyarakat dan cara melakukan pencegahan terhadap penyakit tersebut. Pada tahap pelaksanaan digunakan tiga metode yaitu metode ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab dan metode kuis untuk menilai daya tangkap peserta. Kegiatan penyuluhan perilaku pemberantasan sarang nyamuk pada santri dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai penyakit-penyakit akibat vektor nyamuk yang paling sering dijumpai dan pencegahan yang harus dilakukan untuk memutuskan penularan penyakit.
Deteksi Dini Kejadian Shock Hipovolemia, What To Do Next? Pelatihan Tenaga Kesehatan RSUD Cut Meutia Millizia, Anna; Debbyousha, Maulina; Rizaldy, Muhammad Bayu; Moharry, Faiz Alwan; Pilson, Soni
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13387

Abstract

Pelayanan yang bermutu dan aman dilaksanakan pada semua pelayanan di rumah sakit. Rumah sakit menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna meliputi pelayanan rawat jalan, pelayanan rawat inap dan pelayanan gawat darurat. Syok hipovolemik merupakan kondisi darurat yang membutuhkan penangan cepat dan tepat untuk mengurangi tingkat morbiditas dan mortalitas. Hal tersebut tentunya memerlukan pengetahuan yang mumpuni untuk dapat memberikan terapi yang tepat pada pasien. Pada keadaan syok hipovolemik kondisi pasien sangat buruk dengan tingkat mortalitas sangat tinggi. Apabila keadaan ini tidak ditangani segera maka akan menimbulkan kerusakan permanen dan bahkan kematian. Untuk itu pengetahuan perawat disetiap tempat/ruangan sangat dibutuhkan untuk mengenal keadaan syok hipovolemik sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Adapun metode yang digunakan dalam rangka menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan memberikan edukasi dan pelatihan tentang deteksi dini syok hipovolemik dan keterampilan dalam melakukan resusitasi cairan yang cepat dan tepat. Target dari pelaksanaan program pelatihan dan edukasi ini adalah Tersedianya tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keterampilan  yang baik tentang syok hipovolemik yang terlihat dari peningkatan nilai pre test dan post test. Selain itu, pengabdian ini juga diharapkan mampu untuk menghasilkan luaran dalam bentuk publikasi di media cetak/elektronik dan jurnal pengabdian masyarakat.
Sosialisasi Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Remaja Siswa Sekolah Menengah Atas terhadap Akne Vulgaris Mellaratna, Wizar Putri; Z, Khairunnisa; Millizia, Anna; Akbar, Teuku Ilhami Surya; MN, Arif; IY, Ritonga
Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan Auxilium : Jurnal Pengabdian Kesehatan - Januari 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/auxilium.v2i1.13498

Abstract

Usia remaja (usia 15-18 tahun) merupakan usia yang rentan mengalami akne vulgaris karena terjadi perubahan fluktuasi hormonal (terutama hormon androgen). Akne vulgaris merupakan suatu kelainan pilosebaceous yang umumnya sering dijumpai pada usia 12-25 tahun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa-siswi SMAN 1 Kota Lhokseumawe terhadap akne vulgaris sehingga dapat menurunkan derajat keparahan akne vulgaris. Penurunan derajat keparahan akne vulgaris diharapkan dapat menurunkan tingkat bekas akne yang ditimbulkan dan dapat memperbaiki kualitas hidup penderita akne. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan metode ceramah melalui tahapan persiapan, pelaksanaan pengabdian dan monitoring serta evaluasi. Pengabdi menilai ada tidaknya peningkatan pengetahuan dan sikap peserta melalui evaluasi terhadap kuesioner pretest dan posttest serta penilaian hubungan tingkat pengetahuan dan sikap dengan derajat keparahan akne vulgaris. Sebagian besar siswa SMAN 1 Kota Lhokseumawe memiliki tingkat pengetahuan yang baik baik pada pretest maupun saat posttest dengan persentase berturut-turut 72% dan meningkat menjadi 96% setelah posttest. Mayoritas peserta pengabdian juga memiliki sikap yang baik terhadap akne vulgaris yaitu sebesar 88% pada saat pretest dan meningkat menjadi 96% setelah posttest.Tingkat dan pengetahuan siswa SMAN 1 persentase nya menunjukkan peningkatkan setelah kegiatan sosialisasi pengabdian yang ditunjukkan dengan peningkatan persentase siswa yang berpengetahuan dan bersikap baik serta tidak adanya siswa yang memliki pengetahuan dan sikap buruk setelah sosialisasi. Kesimpulan dari pengabdian ini didapatkan Tingkat pengetahuan yang baik terhadap akne vulgaris akan disertai dengan sikap yang baik sehingga dapat mengurangi derajat keparahan akne dan dampak negatif yang ditimbulkan (skar permanen dan penurunan rasa percaya diri).