Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGUATAN SADAR GENDER PADA ANGGOTA PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA (PKK) DI DESA PANYIRAPAN KECAMATAN BAROS KABUPATEN SERANG Lestari, Agisthia; Efriza; Habibi, Fikri; Maulani, Dini Izzati
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tensile.v3i2.51390

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mengenai sadar gender kepada anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Panyirapan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Kegiatan ini anggota tidak hanya mendapatkan pemahaman soal apa itu gender tetapi diajak untuk memahami pentingnya kesetaraan gender karena berkaitan erat dengan perempuan dan kerja-kerja domestik yang erat kaitannya dengan hidup perempuan. Pada masyarakat dengan sistem partiarkal seperti di Indonesia, perempuan digambarkan sebagai manusia yang harus hidup dalam situasi dilematis. Di satu sisi, perempuan dituntut untuk berperan di semua sektor, seperti berpendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan dan berpenghasilan. Namun di lain sisi, muncul tuntutan agar perempuan tidak melupakan ‘kodrat’-nya sebagai perempuan yang bekerja pada ranah domestik atau urusan rumah tangga seperti pekerjaan mencuci dan memasak. Pembiasan makna ini kemudian menempatkan perempuan dalam posisi yang sangat rentan, sehingga perempuan mengalamai stigmatisasi, marginalisasi, kekerasan berbasis gender dan diskriminasi, serta ketimpangan sosial, ekonomi, dan politik. Kondisi ini kemudian mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat dalam suatu daerah. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode observasi langsung dengan mendatangi lokasi pengabdian untuk memperoleh data, menggali dan mengidentifikasi masalah, dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada anggota Pemberdayan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan masyarakat maupun aparat desa Panyirapan dengan cara ceramah/pemberian informasi, dan pelatihan. Tim pengabdian masyarakat akan terbuka jika anggota PKK berkonsultasi untuk mencari solusi atas masalah-masalah yang kerap dialami oleh perempuan dan bagaimana cara mencegahnya. Hasil kegiatan tersebut antara lain diharapkan dapat: memberikan pengetahuan kepada anggota PKK mengenai pentingnya sadar gender yang akan membangun kesetaraan gender di dalam masyarakat desa Panyirapan. Karena dengan meningkatnya kesetaraan gender akan dirasakan manfaatnya bukan hanya oleh perempuan tetapi masyarakat secara keseluruhan. Kata Kunci: Gender, Perempuan, Kesetaraan Gender, PKK, Patriarkal
Mengenal Penyakit Diabetes Mellitus atau Kencing Manis Heppy , Fredia; Efriza; Khairina , Tati
Abdika Sciena Vol 3 No 2 (2025): JURABDIKES Volume 3 No 2, Desember 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v3i2.327

Abstract

Kegiatan penyuluhan dengan tema "Mengenal Penyakit Diabetes Mellitus atau Kencing Manis" merupakan langkah yang bertujuan untuk mencegah dan mengurangi angka kejadian diabetes mellitus. Artikel ini bertujuan mengulas hasil diskusi penyuluhan kesehatan sebagai upaya preventif dan promotif dalam pengendalian diabetes. Melalui metode diskusi interaktif, terungkap bahwa masyarakat masih memiliki banyak miskonsepsi mengenai penyebab diabetes dan ketakutan terhadap pengobatan medis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pentingnya pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, serta peran vital dukungan keluarga dan manajemen mandiri. Kesimpulannya, penyuluhan yang partisipatif efektif mengubah persepsi negatif masyarakat dan mendorong perubahan perilaku hidup sehat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
PENINGKATAN LITERASI POLITIK DIGITAL DALAM PENCEGAHAN CYBERBULLYING SEBAGAI UPAYA REVITALISASI KEWARGAAN Imron Wasi; Efriza; Rochendi Suryadinata; Faojah
Tensile : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Teknik Mesin ,Universitas Pamulang Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/tensile.v4i1.58837

Abstract

Informasi yang diterima warga di dunia maya sering kali menimbulkan informasi yang tidak benar atau kabar bohong (hoaks), bahkan saat proses elektoral bergulir informasi ini bahkan muncul di ruang publik yang sekaligus berimbas kepada tindakan perundungan (cyberbullying) yang dilakukan oleh para warga lainnya yang berada di dunia maya. Selain itu, faktor masih rendahnya pendidikan literasi digital menjadi masalah utama, termasuk para pelajar. Fenomena ini berkelindan terhadap praktik politik di Indonesia, baik nasional maupun regional dan lokal. Oleh karena itu, partisipasi politik kewargaan sangat diperlukan, terutama peningkatan literasi digital terhadap warga maupun para pelajar. Sebab, hal tersebut masih menjadi tantangan yang serius mengenai keterlibatan warga dalam proses politik praktis dan interaksi sosial di ruang publik. Hal ini bisa berimbas terhadap kualitas pemilih pada palagan politik. Hal ini ditengarai karena masih lemahnya kesadaran politik kewargaan sekaligus minimnya keterlibatan pemerintah, partai politik dalam memberikan pendidikan politik terhadap warga. Selain itu, politik di tingkat lokal cenderung menampilkan kekuatan figur sentral, terutama orang kuat lokal (local strongmen). Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sekaligus memperoleh sumber data dari sejumlah kepustakaan seperti buku, jurnal, laporan (Zed 2004). Hasilnya, terdapat masalah utama antara rendahnya kesadaran digital dan politik. Sehingga, mengakibatkan para pemilih atau warga serta para pelajar yang masih sebagai pemilih pemulla cenderung menjadi objek informasi hoaks tersebut, terutama saat kontestasi politik maupun dalam interkasi sosial. Dengan demikian, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini memberikan edukasi politik sekaligus penguatan institusi lokal, termasuk menciptakan kesadaran pendidikan literasi digital dan politik masyarakat.
Gambaran Komplikasi pada Bayi Prematur yang dirawat di NICU Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Tahun 2024 Alisya, Questa Soundri; Efriza
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.326

Abstract

Latar Belakang: Prematuritas merupakan penyebab utama kematian bayi baru lahir dan anak di bawah lima tahun di seluruh dunia. Sekitar 15 juta bayi lahir prematur setiap tahun, dan lebih dari satu juta di antaranya meninggal akibat komplikasi yang dapat dicegah. Di Indonesia, prevalensi kelahiran prematur mencapai sekitar 10% dan menjadi salah satu penyebab kematian neonatal. Bayi prematur berisiko mengalami berbagai komplikasi seperti Respiratory Distress (RD), Bronchopulmonary Dysplasia (BPD), Apnea, Necrotizing Enterocolitis (NEC), sepsis, ikterus, Intraventricular Hemorrhage (IVH), dan Retinopathy of Prematurity (ROP). Perawatan intensif di ruang NICU diperlukan untuk menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Tujuan: Mengetahui dan mengidentifikasi jenis komplikasi yang dialami bayi prematur. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan pendekatan total sampling. Sampel meliputi seluruh bayi prematur dengan usia kehamilan <37 minggu yang dirawat di NICU RSI Siti Rahmah Padang selama 1 Januari–31 Desember 2024. Data diperoleh dari rekam medis dan dianalisis secara univariat menggunakan SPSS, kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil: Dari 41 bayi prematur, mayoritas memiliki usia kehamilan 32–<37 minggu (78,0%), berat lahir 1500–2500 gram (95,1%), dan berjenis kelamin laki-laki (51,2%). Sebagian besar ibu berusia 20–35 tahun (85,4%), berstatus gizi normal (36,6%), melakukan ANC adekuat (90,2%), memiliki riwayat obstetri nullipara (43,9%), dan tidak memiliki penyakit (43,9%). Komplikasi terbanyak adalah Respiratory Distress (97,6%), diikuti ikterus (65,9%) dan apnea (14,6%), sedangkan sepsis hanya ditemukan pada satu bayi (2,4%). Kesimpulan: Komplikasi yang paling sering terjadi pada bayi prematur adalah Respiratory Distress, diikuti ikterus dan apnea. Pemantauan ketat serta penanganan cepat terhadap gangguan pernapasan penting untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas neonatal.