Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DEPRESI BERAT TANPA GEJALA PSIKOTIK Husna, Asmaul; Dahliah, Dahliah; Japari, Agus
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.50717

Abstract

Kesehatan mental menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan di tengah-tengah masyarakat. Depresi adalah gangguan mental umum yang hadir dengan suasana hati yang tertekan, kehilangan minat atau kesenangan, penurunan energi, perasaan bersalah atau rendah harga diri, gangguan tidur atau nafsu makan, dan miskin konsentrasi Depresi terjadi akibat interaksi kompleks antara faktor sosial, psikologis, dan biologis. Pengobatan psikologis merupakan pengobatan pertama untuk depresi. Tujuan Artikel ini menyajikan tinjauan Literatur tentang Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik terhadap peningkatan kemampuan kompetensi mahasiswa kedokteran dan profesi kesehatan lainnya : Literatur Review. Metode Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif studi literature review. Penelusuran dengan mengakses seperti Google Scholar, Garuda, repository universitas, terhadap peningkatan kemampuan kompetensi mahasiswa kedokteran dan profesi Kesehatan lainnya : literature review. Sebanyak 11 studi yang dilakukan antara tahun 2020-2025 dimasukkan dalam tinjauan ini. Hasil Menunjukkan bahwa Depresi Berat Tanpa Gejala Psikotik lebih sering terjadi pada usia dewasa dan lansia, lebih sering terjadi pada jenis kelamin perempuan, serta serta beberapa faktor lain yang berhubungan dengan depresi berat tanpa gejala psikotik yaitu penyakit penyerta dan pendidikan.
Alat Pendidikan Berkualitas dalam Proses Pembelajaran di Yayasan Pendidikan Islam Berkah Al-Qur’an Pontianak Dahliah, Dahliah; Triana, Nurhadi; Wahab, Wahab
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.695

Abstract

Alat dan metode pendidikan merupakan dua sisi dari satu mata uang. Alat melihat jenisnya, sedangkan metode melihat efisiensi dan efektivitasnya. Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan adalah apa saja yang dapat dijadikan perantara untuk mencapai tujuan pendidikan. Sedangkan perbuatan mendidik berlangsung dengan menggunakan alat pendidikan. Alat pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi pencapaian tujuan pendidikan tertentu. Sedangkan faktor-faktor pendidikan lainnya seperti guru, peserta didik, tujuan, dan lingkungan, dapat menjadi alat pendidikan apabila digunakan dan direncanakan dalam perbuatan atau tindakan mendidik. alat pendidikan dari aspek fungsinya, yakni; alat sebagai perlengkapan, alat sebagai pembantu mempermudah usaha mencapai tujuan (untuk mencapai tujuan selanjutnya). Dalam praktik pendidikan, istilah alat pendidikan sering diidentikkan dengan media pendidikan, meskipun sebenarnya pengertian alat lebih luas dari pada media. Media pendidikan adalah alat, metode, dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di Sekolah, Lembaga, maupun di Yayasan.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIABETES MELITUS GESTASIONAL Wati, Risna; Dahliah, Dahliah; Abdullah, Farid
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28377

Abstract

Gestational Diabetes Melitus (GDM) is a condition in which women who have not previously been diagnosed with diabetes then show high glucose levels during pregnancy at the 24th week of pregnancy and blood sugar levels will return to normal after pregnancy. The prevalence of GDM has continued to increase over the last 20 years. The International Diabetes Federation (IDF) reports that 16.7% (21.1 million) of live births to women in 2021 experienced hyperglycemia in pregnancy. Of this amount, 80.3% was caused by gestational diabetes mellitus. Gestational diabetes mellitus is associated with an increased risk of perinatal mortality and morbidity and is a major public health problem. Various risk factors have been identified as predictors of GDM, such as advanced maternal age, family history of diabetes, obesity, and low physical activity. Beside that, maternal factors with macrosomia and multiparity also increase the risk of GDM in pregnant women.
KARASTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA Indrifah, Nurul; Dahliah, Dahliah; Jalal, Sari Ifdiana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 2 (2024): AGUSTUS 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i2.28406

Abstract

Anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang penting di seluruh dunia. Secara global prevalensi anemia pada ibu hamil di seluruh dunia adalah sebesar 41,8 %. Hubungan antara anemia pada wanita hamil dengan outcome kelahiran yang merugikan seperti kematian neonatal, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah, hipertensi yang menyebabkan kehamilan, dan pre-eklamsia telah terdokumentasi dengan baik, hal ini juga akan meningkatkan biaya perawatan kesehatan untuk pengelolaan ibu hamil. Penelitian ini dengan metode literature review dengan desain Narrative Review. Dari Hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan usia anemia paling banyak dialamai umur 20-35 tahun, berdasarkan pendidikan, mayoritas ibu menyandan pendidikan sekolah menenagah kebawah, berdasarkan paritas, semakin sering ibu melahirkan maka semakin besar pula risiko untuk terkena anemia, berdasarkan pekerjaan, tidak ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan anemia ibu hamil. berdasarkan status gizi, ibu dengan status gizi kurang berisiko anemia 6,5 kali lebih besar, berdasarkan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe, ibu hamil yang tidak patuh mengonsumsi tablet Fe selama kehamilan berisiko mengalami anemia 6 kali lebih besar.
KARAKTERISTIK PASIEN PENDERITA OTITIS MEDIA Waqqas, Safirah Alwamiqah; Dahliah, Dahliah; Umar, Mahdi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.26065

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa pada tahun 2023 terdapat 250 juta (4,2%) penduduk dunia yang pernah menderita otitis media akut disertai gangguan pendengaran, 75 sampai 140 juta terdapat di Asia Tenggara. Dari hasil survei yang dilaksanakan di tujuh provinsi di Indonesia menunjukkan bahwa otitis media merupakan penyebab utama morbiditas pada telinga tengah. Otitis media merupakan peradangan sebagian atau seluruh mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid dan sel-sel mastoid. Penelitian ini menggunakan metode Literature Review dengan desain Narrative Review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai karakteristik pasien penderita otitis media akut berdasarkan usia, jenis kelamin, gejala klinis, stadium dan sisi telinga yang terinfeksi. Dari hasil disimpulkan bahwa otitis media akut dapat menyerang siapa saja. Berdasarkan usia paling banyak dialami oleh pasien dengan rentang usia anak-anak 1-6 tahun dan dewasa 17 – 25 tahun. Berdasarkan jenis kelamin perempuan lebih banyak mengalami otitis media akut daripada laki-laki. Berdasarkan gejala klinis yang paling sering dikeluhkan penderita yaitu penurunan pendengaran dan otorrhea. Berdasarkan stadium, kasus terbanyak pada stadium hiperemis dan supurasi. Berdasarkan sisi telinga yang terinfeksi, ditemukan bahwa lebih banyak penderita yang mengalami otitis media akut unilateral daripada bilateral. Didapatkan juga bahwa pasien yang terkena otitis media akut memiliki riwayat keluhan yang sama dan juga pernah terkena infeksi saluran pernapasan atas.
Hubungan Anemia Pada Ibu Hamil Terhadap Kejadian BBLR di RSIA Sitti Khadijah 1 Makassar Burhan, KHartina; Dahliah, Dahliah; Karsa, Nevi Sulvita
Wal'afiat Hospital Journal Vol 2 No 1 (2021): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.992 KB) | DOI: 10.33096/whj.v2i1.55

Abstract

In 2011, there were 32.4 million pregnant women aged 15-49 years in the world experiencing anemia. Data (WHO 2011) shows that around (30%) pregnant women in Indonesia experience anemia. This figure is higher compared to some other countries in Southeast Asia such as Malaysia (27%), Singapore (28%), and Vietnam (23%). This study aims to determine the relationship of anemia in pregnant women with the incidence of low birth weight babies (LBW) in the Mother and Child Hospital Sitti Khadijah 1 Makassar in 2018. Research conducted is descriptive analytic using cross sectional method in which a study, variables including risk factors and variables including effects are observed at once at the same time. Based on data from 70 pregnant women who have anemia, there are 66 pregnant women classified as mild anemia (94.3%) and 4 pregnant women with moderate anemia category (5.7%). Of the 23 pregnant women who gave birth to LBW babies were categorized into mild anemia as many as 22 (31.4%) and moderate anemia as much as 1 (1.42%). Based on the chi-square statistical test results obtained p value more than 0.05 (p = 0.601) which means there is no significant relationship between anemia in pregnant women with the incidence of low birth weight in the Mother and Child Hospital Sitti Khadijah 1 Makassar in 2018.
Pengaruh Anemia dan Preeklampsia terhadap Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Cahyani, Pramesty Regita; Dahliah, Dahliah; Makmun, Armanto; Kamaluddin, Irna Diyana Kartika; Darma, Sidrah
Wal'afiat Hospital Journal Vol 5 No 1 (2024): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v5i1.131

Abstract

Anemia and preeclampsia during pregnancy contribute significantly to the risk of low birth weight (LBW) in neonates. Anemia, characterized by hemoglobin levels below 11 g/dL in the first and third trimesters, and below 10 g/dL in the second trimester, and preeclampsia, which involves hypertension and organ dysfunction after 20 weeks of pregnancy, can interfere with the supply of oxygen and nutrients to the fetus, causing LBW. The study conducted a Literature Review of 840 articles, and found that anemia increased the risk of LBW by about 1.49 times, while preeclampsia also had a significant association with LBW. These findings suggest the importance of early detection and treatment of anemia and preeclampsia to improve neonatal health outcomes. Further research is needed to develop more effective interventions to address these conditions.
Hubungan Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Jongaya Makassar Andira, Besse Putri; Dahliah, Dahliah; Wiriansya, Edward Pandu; Irwan, Andi Alamanda; Hamzah, Pratiwi Nasir
Wal'afiat Hospital Journal Vol 5 No 1 (2024): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v5i1.134

Abstract

Tuberculosis is a direct infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis, which mainly affects the lungs and is transmitted through airborne droplets or sputum from TB patients with positive BTA. The morbidity and mortality of tuberculosis is a serious problem, mainly due to the side effects of Anti-Tuberculosis Drugs (OAT). This study aims to determine the relationship between OAT side effects and treatment compliance of pulmonary tuberculosis patients at the Jongaya Makassar Health Center. This study used a cross-sectional approach with quantitative methods, involving 49 respondents selected using the Slovin formula. The research instruments were OAT side effects questionnaire and treatment compliance questionnaire, with data analysis conducted univariately and bivariately using Chi Square test. The results showed that most respondents experienced low side effects and had a high level of treatment compliance. In conclusion, there is a significant relationship between OAT side effects and treatment compliance of tuberculosis patients at the Jongaya Makassar Health Center, where the lower the perceived side effects, the higher the level of treatment compliance.
Hubungan Penggunaan Masker Terhadap Kejadian Akne Vulgaris Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Angkatan 2021 Ali, Yaumil Mutmainnah; Dahliah, Dahliah; Idrus, Hasta Handayani; Vitayani, Sri; Nasruddin, Hermiaty
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 6 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Memakai masker telah menjadi kebiasaan baru dalam kehidupan sehari-hari bahkan di periode pasca-pandemi. Penggunaan masker dalam waktu yang lama memiliki efek negatif terhadap kulit waja, salah satunya adalah timbulnya akne vulgaris. Penggunan masker secara terus menerus dapat menyebabkan iritasi pada kulit wajah akibat dari gesekan dan tekanan berulang dari masker. Akne yang dicetuskan akibat penggunaan masker dikenal dengan maskne atau mask induced acne. Maskne merupakan timbulnya akne pada bagian wajah yang tertutup masker yaitu dagu, pipi dan hidung. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan masker dengan kejadian akne vulgaris. Metode: Metode penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Hasil penelitian diperoleh yakni penggunaan masker rutin (p=0,266) terhadap kejadian akne pertama kali dan (p=0,407) terhadap kondisi akne yang memberat, durasi penggunaan masker (p=0,504) terhadap kejadian akne pertama kali dan (p=0,140) terhadap kondisi akne yang memberat, jenis masker (p=0,496) terhadap kejadian akne pertama kali dan (p= 0,760) terhadap kondisi akne yang memberat, frekuensi mengganti masker (p=0,648) terhadap kejadian akne pertama kali dan (p=0,769) terhadap kondisi akne yang memberat. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan masker dengan kejadian akne vulagaris
Pengaruh Proteksi Sumber Daya Manusia Dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Pegawai PDAM Kota Makassar Khaeriyah, Hidayatul; Dahliah, Dahliah; Amir, Amir; Mahmud, Amir
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.16025

Abstract

                                                     The purpose of this study is to analyze the effect of human resources protection and Emotional Intelligence on employee’s  performance in PDAM Kota Makassar. This research uses primary data by conducting direct research in the court by gave questionnaires to 91 respondents. The data analyzed technique was carried out multiple linear regression.           The result of this study partially shows human resources protection has a positive and significant effect on employee’s performance and emotional intelligence has a positive and significant effect on employee’s performance Keywords: Effect of Human Resources Protection, Emotional Intelligence, Employee’s Performance