Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GLOBALISASI DAN TANTANGAN IDENTITAS NASIONAL: STUDI KEBUDAYAAN INDONESIA Tri Rahayu; Anissa, Mutia; Nakita; Tobing, Ranti Delima; Sinaga, Hottarida; Sinulingga, Sam Deva Nasra; Yunita, Sri
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v5i2.8301

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak globalisasi terhadap identitas budaya nasional Indonesia. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, media massa, dan perdagangan internasional, budaya asing semakin mudah menyebar dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia. Fenomena ini membawa tantangan besar dalam mempertahankan keberagaman budaya lokal dan nilai-nilai khas bangsa, seperti Pancasila dan budaya gotong royong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk menggali berbagai sumber dan literatur yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa globalisasi memberikan dampak multidimensional terhadap identitas budaya Indonesia, mulai dari menurunnya penggunaan bahasa daerah, hilangnya tradisi lokal, hingga dominasi budaya populer dari luar negeri seperti K-pop dan Hollywood. Di sisi lain, globalisasi juga membuka peluang bagi pengembangan industri kreatif dan inovasi budaya baru yang dapat memperkaya keberagaman budaya nasional. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi yang matang dari pemerintah dan masyarakat untuk melindungi kekayaan budaya lokal serta mengintegrasikan nilai-nilai nasional dalam konteks global. Dengan demikian, identitas budaya Indonesia dapat tetap lestari sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kata Kunci: Globalisasi Budaya, Identitas Nasional, Pengaruh Budaya Asing
Strategi Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Santri Agus Siswanto; Tri Rahayu
Idaarotul Ulum Vol 7 No 2 (2025): Idaaratul Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70688/idaarotululum.v7i2.582

Abstract

Pondok pesantren tidak hanya mendidik santr agar memiliki ketangguhan jiwa (taqwmu al-nafs), jalan hidup yang lurus, budi pekerti yang mula, tetap juga santri yang dbekal dengan berbagai disiplin ilmu keterampilan lainnya, guna dapat diwujudkan dan mengembangkan segenap kualitas yang dimilkinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pendidikan, strategi dlakukan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam menghadap tantangan tersebut. Metode yang dgunakan dalam penelitan ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yakni mendeskripsikan permasalahan-permasalahan yang diteliti dengan pendekatan studi kasus. hasil peneltan menunjukkan bahwa sstem penddkan yang dterapkan Pondok Pesantren Darul Huda adalah ”sistem salafiyah terpadu”dengan tetap mempertahankan aspek tasawufnya. Adapun strateg yang dilakukan Pondok Pesantren Darul antara lain dengan melakukan upaya-upaya sebaga berkut: selektif terhadap perubahan sosial, peningkatan kualitas tenaga pengajar, pembaharuan kurikulum pesantren, memperbaharui metode pembelajaran, pembinaan ketrampilan dan keahlian, serta memperbaki sarana dan prasarana. Adapun faktor pendukungnya yaitu: Sikap kyai yang tanggap terhadap perubahan sosial serta tanggap terhadap orientas kebutuhan para santri, keikhlasan dar pengurus serta kreativitas mereka dalam memanage pesantren dan santri, kesadaran dan kegigihan para santri untuk tetap mengikuti segala kegatan dan pelatihan yang dadakan pihak pesantren maupun pihak luar, serta kesadaran orang tua santir akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya terutama pendidikan agama sebaga modal dasar dalam menjalan kehidupan . Sedangkan faktor yang menghambat dalam upaya tersebut antara lain: kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pendidikan, Kendala dana, serta kurangnya niat santri untuk belajar di Pondok.