Pondok pesantren tidak hanya mendidik santr agar memiliki ketangguhan jiwa (taqwmu al-nafs), jalan hidup yang lurus, budi pekerti yang mula, tetap juga santri yang dbekal dengan berbagai disiplin ilmu keterampilan lainnya, guna dapat diwujudkan dan mengembangkan segenap kualitas yang dimilkinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem pendidikan, strategi dlakukan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam menghadap tantangan tersebut. Metode yang dgunakan dalam penelitan ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yakni mendeskripsikan permasalahan-permasalahan yang diteliti dengan pendekatan studi kasus. hasil peneltan menunjukkan bahwa sstem penddkan yang dterapkan Pondok Pesantren Darul Huda adalah ”sistem salafiyah terpadu”dengan tetap mempertahankan aspek tasawufnya. Adapun strateg yang dilakukan Pondok Pesantren Darul antara lain dengan melakukan upaya-upaya sebaga berkut: selektif terhadap perubahan sosial, peningkatan kualitas tenaga pengajar, pembaharuan kurikulum pesantren, memperbaharui metode pembelajaran, pembinaan ketrampilan dan keahlian, serta memperbaki sarana dan prasarana. Adapun faktor pendukungnya yaitu: Sikap kyai yang tanggap terhadap perubahan sosial serta tanggap terhadap orientas kebutuhan para santri, keikhlasan dar pengurus serta kreativitas mereka dalam memanage pesantren dan santri, kesadaran dan kegigihan para santri untuk tetap mengikuti segala kegatan dan pelatihan yang dadakan pihak pesantren maupun pihak luar, serta kesadaran orang tua santir akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya terutama pendidikan agama sebaga modal dasar dalam menjalan kehidupan . Sedangkan faktor yang menghambat dalam upaya tersebut antara lain: kurangnya fasilitas sarana dan prasarana pendidikan, Kendala dana, serta kurangnya niat santri untuk belajar di Pondok.