Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

A Validated RP-HPLC-PDA with Buffer-Free Gradient Elution for Simultaneous Plasma Analysis of Trimethoprim and Sulfamethoxazole Edmund, Nicholas; Gunawan, Untung; Notario, Dion
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35617/jfionline.v17i2.498

Abstract

A simple, cost-effective, and validated reversed-phase high-performance liquid chromatography (RP-HPLC) method is crucial for accurately monitoring trimethoprim and sulfamethoxazole therapy. However, conventional HPLC methods often rely on buffered mobile phases and additives, which can lead to column blockage and shorten column lifespan. To address this issue, we developed and validated a reversed-phase HPLC method with a photodiode array (PDA) detector, using a buffer-free and additive-free mobile phase with gradient elution. Sample preparation was performed using organic solvent-based deproteinization to minimize matrix effects. Chromatographic separation was performed on a ZORBAX Eclipse Plus C18 column (250 × 4.6 mm, 5 µm) using a mobile phase of acetic acid (pH 2.3), methanol, and acetonitrile at a flow rate of 1 mL/min. Detection was carried out at 270 nm with a total run time of 17 minutes. The analytical method exhibited linearity, precision, and accuracy, with adequate sensitivity for the analytes of interest. Stability testing yielded favorable results under various storage conditions, including the autosampler, freeze-thaw cycles, and long-term storage. However, the trimethoprim stock solution was only stable for two days and must be freshly prepared. Full validation was conducted in accordance with FDA and ICH bioanalytical guidelines, confirming its suitability for clinical application.
EDUKASI BAHAYA OBAT HERBAL TIDAK TERSERTIFIKASI DI KALANGAN DOSEN Gunawan, Untung
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6664

Abstract

Obat herbal telah lama digunakan di Indonesia karena dianggap lebih aman dan alami dibandingkan obat kimia sintesis. Namun, tingginya permintaan menyebabkan beredarnya produk yang tidak memiliki sertifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yang berisiko bagi kesehatan. Produk yang tidak terverifikasi bisa mengandung bahan berbahaya atau tidak sesuai klaim yang tercantum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada dosen mengenai bahaya penggunaan obat herbal yang tidak tersertifikasi BPOM, serta pentingnya memilih produk yang aman dan terverifikasi. Penyuluhan dilakukan melalui seminar dan media sosial, di mana metode pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah penyuluhan. Analisis statistik menggunakan paired t-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan (p < 0,01), dengan 94% peserta lebih memahami bahaya obat herbal yang tidak tersertifikasi, yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara skor pre- dan post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman dosen mengenai pentingnya regulasi BPOM terhadap obat herbal. Tindak lanjut PkM ini meliputi perluasan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat serta pemanfaatan media sosial untuk penyebaran informasi, guna menciptakan kesadaran yang lebih luas mengenai bahaya penggunaan obat herbal tanpa sertifikasi yang sesuai.
EDUKASI BAHAYA OBAT HERBAL TIDAK TERSERTIFIKASI DI KALANGAN DOSEN Gunawan, Untung
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6664

Abstract

Obat herbal telah lama digunakan di Indonesia karena dianggap lebih aman dan alami dibandingkan obat kimia sintesis. Namun, tingginya permintaan menyebabkan beredarnya produk yang tidak memiliki sertifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), yang berisiko bagi kesehatan. Produk yang tidak terverifikasi bisa mengandung bahan berbahaya atau tidak sesuai klaim yang tercantum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada dosen mengenai bahaya penggunaan obat herbal yang tidak tersertifikasi BPOM, serta pentingnya memilih produk yang aman dan terverifikasi. Penyuluhan dilakukan melalui seminar dan media sosial, di mana metode pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan setelah penyuluhan. Analisis statistik menggunakan paired t-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan (p < 0,01), dengan 94% peserta lebih memahami bahaya obat herbal yang tidak tersertifikasi, yang mengindikasikan perbedaan signifikan antara skor pre- dan post-test. Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan efektif dalam meningkatkan pemahaman dosen mengenai pentingnya regulasi BPOM terhadap obat herbal. Tindak lanjut PkM ini meliputi perluasan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat serta pemanfaatan media sosial untuk penyebaran informasi, guna menciptakan kesadaran yang lebih luas mengenai bahaya penggunaan obat herbal tanpa sertifikasi yang sesuai.
Peran Mahasiswa dalam Membentuk Karakter Pelajar Pancasila Melalui Pengabdian Masyarakat Berbasis Lingkungan: Analisis Efektivitas dan Tantangan Wajdi, Farid; Waris, Andi Ayuni; Wahyu, Jumiani; Sartika, Sartika; Febrianti, Amalia Anggita; Syafira, Nur Aini; Fitriani, Fitriani; Zalzah, Aqyllah; Damayanti, Alya; Karni, Karni; Gunawan, Untung; Adnan, Muhammad; Ramadhan, Agung Gema
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v15i3.76898

Abstract

Character building based on Pancasila values is important as a foundation for creating a young generation that is not only academically intelligent but also has strong moral integrity, ethics, and social awareness. This character education is not only a supplement but is the core of developing a complete and quality Indonesian human resource. Community service aims to apply Pancasila values to elementary school students through environment-based education. The implementation of community service is carried out in elementary schools in Pelambua Village, Pomalaa District, and Kolaka Regency, namely SDN 1 Pelambua, SLB Negeri 2 Kolaka, and the local community. The implementation period is from July 14 to August 23, 2025. The implementation method uses a qualitative case study. The community service program implemented by students includes education on gadget use, education on violence and sexual thoughts, anti-bullying education, education on healthy living, education on love-pride-and-understanding the rupiah, motivational education through a lively Indonesian Independence Day competition, education on waste resilience, education on family medicinal plant cultivation, and counseling on pest and pesticide control. Evaluation of community service results shows the understanding and skills of students and the community in carrying out daily activities based on Pancasila values, such as participating in religious activities, protecting the environment, cultivating a healthy lifestyle, and other activities that reflect Pancasila character values.
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN DALAM BUNGA KOL YANG DIJUAL DI PASAR JAKARTA UTARA Gunawan, Untung
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan formalin sebagai pengawet makanan dilarang karena bersifat karsinogen. Kondisi lingkungan di Jakarta Utara yang bersuhu tinggi, lembab, dan berlokasi dekat laut seringkali menyebabkan penyalahgunaan formalin sebagai pengawet pada sayur-sayuran untuk meningkatkan waktu penyimpanannya, termasuk dalam bunga kol (Brassica oleracea). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode analisis yang valid untuk penetapan formalin dalam bunga kol yang dijual di 6 kecamatan yang terletak di Jakarta Utara. Metode penelitian meliputi optimasi derivatisasi formalin, ekstraksi formalin dari bunga kol, validasi metode analisis, dan penentuan kandungan formalin dalam bunga kol, Hasil penelitian menunjukan kondisi optimum derivatisasi pada konsentrasi asam kromatropat 100 kali konsentrasi formalin, suhu derivatisasi 60°C selama 15 menit. Ekstraksi formalin dilakukan menggunakan asam fosfat 10%, kemudian sampel didestilasi. Metode memberikan hasil yang valid, pengujian spesifisitas menunjukan tidak terdapat interferensi, metode memberikan hasil yang linear pada rentang konsentrasi 2 - 10 ?g/mL. Batas deteksi dan batas kuantisasi metode berturut-turut sebesar 0,55 ?g/mL dan 1,68 ?g/mL. Metode memberikan hasil yang akurat dengan perolehan kembali sebesar 96,2%; 97,4%; dan 96,9% dan presisi dengan koefisien variasi sebesar 2,1%; 2,0%; dan 1,5% berturut-turut pada konsentrasi 4, 5, dan 6 ?g/mL. Pengujian bunga kol di 30 pasar Jakarta Utara menunjukan rerata kandungan formalin sebesar 32,42 mg per kg sampel. Kata Kunci : Bunga Kol, Formalin, Jakarta Utara, Validasi Metode Analisis
Pengenalan Simbol dalam Kemasan Obat pada Masyarakat di Area Car Free Day Jakarta Susanto, Sharon; Christian, Yulius Evan; Susanto, Michael Darell; Putri, Fadhilla Sivana; Nababan, Agnes Aditia; Gunawan, Untung
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2025 (Juni)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i2.5598

Abstract

Symbols on drug packaging are vital for providing essential information regarding the usage, dosage, and safety warnings of medications. A lack of understanding of these symbols may lead to improper use of drugs, posing potential health risks. This community service initiative aimed to increase public awareness of these symbols through socialization activities targeted at the visitors of Car Free Day (CFD) Jakarta, a popular public gathering space with diverse individuals. The objective of this initiative was to evaluate the level of public understanding before and after the socialization of the symbols on drug packaging. A total of 60 participants were engaged in identifying the symbols on drug packaging, followed by an educational session explaining the meanings of these symbols. Data was collected using questionnaires and analyzed to determine whether there was a notable improvement in participants' understanding. The results indicated a significant increase in public knowledge following the educational intervention. The findings suggest that socialization efforts on the understanding of packaging symbols can enhance public awareness, potentially leading to safer and more informed medication use. It is recommended that similar socialization activities be conducted in other areas with high foot traffic to expand the reach of this educational effort.
Socialization of Free Screening to Increase Life Expectancy in 3T Regions: Pengabdian Thika Marliana; Aloysius Gonzage Eka Wenats Wuryanta; Anak Agung Ngurah Gunawan; Sarkowi; Untung Gunawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3977

Abstract

Health disparities between urban and 3T (Disadvantaged, Frontier, and Outermost) areas are crucial issues in achieving sustainable development (SDGs) in Indonesia, especially in the dimension of community Life Expectancy (HH). HH levels in 3T areas are often hampered by limited access to preventive health services, low awareness of the risks of Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes, as well as geographical and economic barriers. This community service study aims to assess the effectiveness of preventive interventions in the form of socialization and implementation of free health screening in increasing awareness and early detection of NCDs as a prerequisite for improving HH. This program is implemented in three 3T locations that represent different regional challenges: Bojong Village, Pangandaran Regency (West Java) ; Songan B Village, Bangli Regency (Bali) ; and Sipora Utara Village, Mentawai Islands Regency (West Sumatra). The approach used was Primary Promotive-Preventive through intensive education and direct screening services (blood pressure, random blood sugar, and body mass index measurements). The community service team collaborated closely with the Community Health Center (Puskesmas) and local health cadres. The results of the community service demonstrated a high level of participation and a significant increase in community knowledge regarding NCD risk factors. The free screening successfully identified a large number of participants with abnormal results (especially hypertension and pre-diabetes) but who had never been diagnosed, which is vital for rapid referral interventions. This intervention demonstrates that screening services integrated with outreach are an effective strategy to bridge the gap in health access in the 3T region. Fundamentally, early detection and referral are concrete steps towards improving the quality of health and, cumulatively, increasing life expectancy in the 3T area. The main implication of this study is the need for sustainable replication of this preventive intervention model and its integration into the 3T regional health program.
The Urgency of Free Health Service Policy in Increasing Indonesia's Human Development Index Aceng Ali Awaludin; Restu Widyo Sasongko; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Heppi Syofya; Untung Gunawan
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 5 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i5.8111

Abstract

This study is a qualitative study with a descriptive approach, namely an approach that details one by one using descriptive text on each main topic used in this article, including Health, Human Development Index, and Free Health Check Policy. The data used in this study are secondary data that researchers obtain from second sources or indirect sources. Although obtained from indirect sources, researchers still select the research sources obtained and it can be ensured that the sources used by researchers are reliable. The research sources used in this study include books, scientific articles, magazines, and various other sources used in each study. The data obtained were analyzed by the stages of data collection, data reduction, data selection, and drawing conclusions.
Efektivitas Edukasi Interaktif dalam Meningkatkan Pemahaman Penggunaan Antibiotik yang Tepat pada Siswa SMA Sanjayadi; Sianipar, Erlia Anggrainy; Indah, Julie; Lee, Jocelyn Viony; Larasati, Maria Aurelia; Gunawan, Untung
CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Ilin Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/caradde.v8i2.3178

Abstract

Penyalahgunaan antibiotik di kalangan generasi muda menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, yang dapat berujung pada resistensi antibiotik. Pengetahuan yang tepat mengenai penggunaan antibiotik yang bijak sangat penting untuk mencegah fenomena ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMA Pelita 2 Jakarta mengenai penggunaan antibiotik yang tepat dan bahaya resistensi antibiotik. Kegiatan ini dilakukan melalui penyuluhan edukatif yang meliputi penyampaian materi interaktif, demonstrasi laboratorium, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test, serta formulir evaluasi berbasis skala Likert. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan persentase siswa yang memiliki pengetahuan tinggi meningkat dari 69,77% menjadi 93,00%. Evaluasi berbasis skala Likert menunjukkan skor tinggi pada kategori kejelasan materi, relevansi topik, dan penguasaan materi oleh pemateri, dengan skor rata-rata lebih dari 4 dari 5. Uji statistik non-parametrik menunjukkan perbedaan skor yang signifikan antara pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil tersebut, kegiatan edukasi dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai penggunaan antibiotik yang tepat serta resistensinya, serta meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya penggunaan antibiotik yang bijak
Ethics and Responsibility in Pharmaceutical Practice: Facing Moral Dilemmas in the Modern Era Imam Jayanto; Untung Gunawan; Moh. Yaqya
Journal of Pharmacopoeia Vol. 1 No. 2 (2024): SEPTEMBER-JP
Publisher : Pt. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/eec2e850

Abstract

Pharmacy practice plays a crucial role in the modern healthcare system, providing access to safe and effective medicines for the public. However, in carrying out their profession, pharmacists are often faced with complex moral dilemmas. The modern era, with technological advances and commercial pressures, further complicates ethical decision-making. This article aims to examine ethical responsibilities in pharmacy practice and how pharmacists deal with conflicts of interest between economic gain and patient interests. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study identifies the main challenges faced by pharmacists in maintaining professional integrity while meeting regulatory demands and social expectations. The results suggest that pharmacists must adopt a balanced, value-based approach, where priority is given to patient welfare without neglecting the business aspects that are an integral part of healthcare. The discussion also explains the importance of developing ethical guidelines that are adaptive and relevant to the challenges of the digital era. The conclusion of this study is that a collaborative approach between government, professional organizations, and educational institutions can help create a stronger framework to support pharmacists in dealing with moral dilemmas in the workplace.