Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Dampak Urbanisasi Kota Pintar terhadap Suhu Permukaan dan Konsentrasi NO2 Sultan, Zulkifli; Hasrianti
Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Perencanaan Wilayah dan Kota (JRPWK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpwk.v5i1.6925

Abstract

Abstrak. Urbanisasi pesat di Kota Makassar telah mendorong alih fungsi lahan vegetasi menjadi lahan terbangun, yang berdampak pada peningkatan suhu permukaan dan pencemaran udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan penggunaan lahan dalam konteks pengembangan kota pintar terhadap suhu permukaan dan konsentrasi nitrogen dioksida (NO₂). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG), penelitian ini memetakan perubahan lahan dan distribusi spasial suhu serta NO₂ berdasarkan citra satelit Sentinel-5P dan pengolahan dengan Quantum GIS. Hasil menunjukkan bahwa kategori lahan non vegetasi mendominasi (12.003,5 Ha dari total 17.459,69 Ha), dan berasosiasi kuat dengan suhu permukaan tinggi (hingga 37°C) serta konsentrasi NO₂ tertinggi (7,83 mol/m³), terutama pada kawasan lahan terbangun. Temuan ini menegaskan bahwa manajemen lahan yang tidak memperhatikan keseimbangan ekologis dalam kota pintar berisiko memperburuk kualitas lingkungan. Implikasi penelitian ini penting untuk kebijakan perencanaan tata ruang yang berkelanjutan dan berbasis mitigasi polusi udara. Abstract. Rapid urbanization in Makassar City has driven the conversion of vegetated areas into built-up land, contributing to increased surface temperatures and air pollution. This study aims to analyze the impact of land-use changes within the smart city development framework on surface temperature and nitrogen dioxide (NO₂) concentration. A quantitative approach was employed using remote sensing technology and Geographic Information Systems (GIS) to map land-use changes and the spatial distribution of temperature and NO₂ based on Sentinel-5P satellite imagery processed with Quantum GIS. The results reveal that non-vegetated land dominates (12,003.5 hectares out of a total of 17,459.69 hectares), and is strongly associated with higher surface temperatures (up to 37°C) and the highest NO₂ concentrations (7.83 mol/m³), particularly in built-up areas. These findings highlight that land management practices in smart cities that neglect ecological balance may worsen environmental quality. The implications of this research are significant for urban spatial planning policies that prioritize sustainability and air pollution mitigation.
THE EFFECT OF GREEN ORGANIZATIONAL CULTURE, GREEN TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP AND JOB SATISFACTION ON ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR WITH ORGANIZATIONAL COMMITMENTAS A MEDIATION VARIABLE AT LANGSA CITY GENERAL HOSPITAL Hasrianti; Ibrahim Qamarius; Yanita; Faisal Matriadi; Yulius Dharma; Darmawati Mucthar
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 3 No. 11 (2024): OCTOBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v3i11.596

Abstract

This study examines the influence of Green Organizational Culture, Green Transformational Leadership, Job Satisfaction on Organizational Commitment and Organizational Citizenship Behavior, and tests the mediation effect of the Organizational Commitment variable. The sample in this study was 143 employees at Langsa City General Hospital. The analysis tool used was path analysis with the SEM (structural equation modeling) method using Amos. The results showed that each variable Green Organizational Culture, Green Transformational Leadership and Job Satisfaction had a positive and significant effect on Organizational Commitment and Organizational Citizenship Behavior and the Organizational Commitment variable mediated Green Organizational Culture with the Organizational Citizenship Behavior variable in full mediation and the Organizational Commitment variable mediated Green Transformational Leadership with the Organizational Citizenship Behavior variable in full mediation, and also the Organizational Commitment variable mediated Green Transformational Leadership with the Organizational Citizenship Behavior variable in full mediation
Pengaruh Pendapatan Sektor Pariwisata Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bantaeng Hasrianti; Arifin; Mapparenta; Purnama, Hukma Ratu
Center of Economic Students Journal Vol. 5 No. 4 (2022): October-December (2022)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56750/csej.v5i4.561

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk menyelidiki dan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pendapatan sektor pariwisata di Kabupaten Bantaeng mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, data kuantitatif yang terpercaya telah dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantaeng dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantaeng. Dalam rangka menganalisis hubungan antara pendapatan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi, metode analisis regresi linear sederhana dipilih sebagai kerangka kerja utama dalam penelitian ini. Setelah melakukan analisis yang komprehensif menggunakan metode tersebut, hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif antara pendapatan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng. Meskipun demikian, ditemukan bahwa pengaruh tersebut tidak mencapai tingkat signifikansi yang dapat dianggap secara statistik. Dengan kata lain, meskipun terdapat korelasi antara pendapatan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi, faktor-faktor lain juga dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Temuan ini memberikan pemahaman yang berharga tentang dinamika ekonomi di Kabupaten Bantaeng, menyoroti pentingnya faktor-faktor lain yang harus dipertimbangkan dalam merancang kebijakan dan strategi pengembangan sektor pariwisata. Hasil penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pembuat kebijakan dan praktisi untuk mengembangkan pendekatan yang lebih holistik dan berkelanjutan dalam memajukan sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di Kabupaten Bantaeng.
Pemanfaatan Limbah Plastik Type Polyethylene Terephthalate (PET) sebagai Subtitusi Aspal pada Campuran Stone Mastic Asphalt (SMA) Kasar Terhadap Nilai Karakteristik dan Angka Poisson Alifuddin, Andi; Salim; Hasrianti; Shabrina, Salma Dastia
Jurnal Teknik Sipil MACCA Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil MACCA (OKTOBER 2025)
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/5xc7w894

Abstract

Stone Mastic Asphalt (SMA) merupakan campuran aspal panas yang dirancang untuk meningkatkan daya tahan, kekesatan, dan ketahanan terhadap alur dengan menggunakan agregat kasar bergradasi senjang serta kadar aspal tinggi. Namun, kadar aspal yang tinggi memerlukan bahan tambahan untuk meningkatkan stabilitas, salah satunya adalah Polyethylene Terephthalate (PET). PET dipilih karena sifatnya yang ringan, kuat, tahan korosi, dan insulatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan PET terhadap karakteristik SMA menggunakan metode eksperimen pada benda uji. Pengujian Indirect Tensile Strength (ITS) dilakukan dengan variasi kadar PET sebesar 0%, 1%, 2%, 3%, dan 4%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tarik tertinggi dicapai pada kadar PET 3% dengan 48.182,27, sedangkan nilai regangan menurun pada kadar PET 3% dan kembali meningkat pada kadar PET 4% dengan nilai 0,02517. Selain itu, nilai Poisson’s ratio mengalami penurunan hingga 0,214 pada kadar PET 3%, tetapi meningkat menjadi 0,313 pada kadar PET 4%, yang mengindikasikan peningkatan fleksibilitas campuran. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi penggunaan PET dalam jenis campuran perkerasan lainnya serta analisis deformasi pada campuran beraspal yang mengandung PET.
An Analysis of the Use of Collaborative Learning Methods in Increasing Students’ Motivation in Learning English Hasrianti; Andi Sadapotto; Lababa; Syahrir L; Sam Hermansyah
INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 11 No. 2 (2024): INTERACTION: Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/interactionjournal.v11i2.1192

Abstract

This study aims to investigate the effectiveness of the collaborative learning method in enhancing students' motivation to learn English, focusing on seventh-grade students at SMPN 7 SATAP MAIWA. Employing a descriptive qualitative approach, the study explores how collaborative learning techniques influence students’ motivation and evaluates their role in improving the English learning process. The findings indicate that the collaborative learning method has a significant positive impact on students’ motivation. Among the 20 students who participated, 16 (80%) reported increased confidence in using English, opportunities to assist each other in overcoming challenges, and improved problem-solving skills when completing assignments. Group interactions further encouraged students to participate actively in learning activities, making the process more engaging and enjoyable. Collaborative learning also fostered stronger peer relationships and provided a supportive environment where students felt more comfortable expressing their opinions and ideas. The study concludes that the collaborative learning method is an effective strategy for boosting students' motivation in learning English. By working together in groups, students not only gain confidence in communication but also develop essential social and cognitive skills. This method encourages students to be more responsible for their learning while promoting mutual support and cooperation. Therefore, collaborative learning can serve as an alternative approach to improving the quality of English instruction, particularly in encouraging student-centered learning and active participation in the classroom.
Pengembangan Potensi Desa Anawua, Kecamatan Toari Dalam Pendidikan, Keagamaan, Sosial Dan Budaya: Pengabdian Dede Sopiandy; Nurdin Safi; Mutiara Indah; Jamila; Muh Taufiq; Ni Komang Oka W; Dewi Anjani; Lady Sisilia M; Fitri Angraeni; Mifta Kurnia lillah; Hasrianti; Eko Bambang Murdiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 3 Nomor 4 (April 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v3i4.426

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas keilmuan dan sektoral pada waktu dan daerah tertentu.Pelaksanaan kegiatan KKN biasanya berlangsung antara satu sampai dua bulan dan bertempat di daerah setingkat desa.Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Indonesia telah mewajibkan setiap perguruan tinggi untuk melaksanakan KKN sebagai kegiatan intrakurikuler yang memadukan tri dharma perguruan tinggi yaitu: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Metode pendekatan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat yaitu Intervensi sosial yang dimana intervensi sosial merupakan upaya perubahan terencana terhadap individu,kelompok, maupun komunitas dengan asas kekeluargaan dan kemandirian. Tujuan utama dari intervensi sosial adalah memperbaiki fungsi sosial (individu, kelompok, masyarakat) yang merupakan sasaran perubahan, ketika fungsi sosial seseorang berfungsi dengan baik, diasumsikan bahwa kondisi kesejahteraan akan semakin mudah dicapai. Tahapan terpenting dalam intervensi yaitu pengumpulan data yang merupakan tahap dimana pekerja sosial mengumpulkan informasi yang dibutuhkan terkait masalah yang akan diselesaikan. Hal ini dapat membantu masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang, terutama pendidikan, kesehatan, agama, dan sosial. Adapun sasaran dalam kegiatan ini yaitu masyarakat sekitar lokasi KKN
TEKNIK PEMELIHARAAN INDUK IKAN MAS (Cyprinus carpio) DI BALAI BENIH IKAN (BBI) MAJJELLING PANGKAJENE Damis; Surianti; Hasrianti; A. Rini Sahni Putri; Marewa, Saman Gita
JURNAL LEMURU Vol 5 No 3 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i3.2971

Abstract

Pemilihan induk merupakan salah satu upaya untuk mendapatkan benih ikan mas yang unggul. Untuk menghasilkan induk unggul diperlukan waktu, keberadaan induk unggul harus dimanfaatkan seoptimal mungkin sehingga diperlukan pengelolaan induk unggul guna menjaga kualitas sekaligus mempertahankan dan meningkatkan produksi calon induk. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengobervasi dan mengkaji teknik pemeliharaan induk ikan mas di BBI Majjelling Pangkajene Sidrap. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Benih Ikan (BBI) Majjeelling, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian berlangsung pada bulan Maret-April 2023. Pemeliharaan induk merupakan kegiatan dengan tujuan mempertahankan kualitas induk ikan, di BBI Majjelling pemeliharaan induk dilakukan beberapa tahap yaitu persiapan kolam, manajemen kualitas air, manajemen pakan pemeliharaan induk.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN PROTEIN BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAM DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENI IKAN MAS (Ciprinus Carpio) Zulkifli; Surianti; Hasrianti
JURNAL LEMURU Vol 5 No 3 (2023): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v5i3.3003

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu budidaya perairan yang banyak digemari masyarakat namun memiliki beberapa kendala diantaranya mahalnya harga pakan komersil. Tujuan dari penelitian ini mengetahui jumlah kadar protein terbaik terhadap pertumbuhan dan kelansungan hidup ikan mas.ikan mas yang digunakan memiliki berat rata-rata 1,7 gr dan dipelihara di baskom sebanyak 12 dengan volume air 15 liter. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan acak lengkap ( RAL) 4 perlakuan 3 ulangan. Perlakuan A 40% kadar protein; perlakuan B 30% kadar protein; perlakuan C 20% kadar protein; dan perlakuan D (kontrol). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kadar protein berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan mas. Pertumbuhan mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan C dengan kadar protein 20% yaitu 3,18±.0,22%, kemudian perlakuan B dengan kadar protein 30% yaitu 3,07±.0,24%, selanjutnya perlakuan A dengan kadar protein 40% yaitu 2,91±.0,13% dan yang terendah terdapat pada perlakuan D (Kontrol) yaitu 2,43±.0,35%. Sintassan ikan mas diperoleh bahwa pakan dengan dosis protein 40, 30 dan 20% memberikan hasil kelangsungan hidup terbaik yang sama tetapi berbeda dengan perlakuan D (Kontrol).
ANALISIS FAKTOR EKONOMI YANG MEMPENGARUHI JUTAAN ANAK PUTUS SEKOLAH PENDIDIKAN DASAR INDONESIA Sulfiani, Besse; Nurhayati; Syahrani Astuti, Nia; Sulfiana; Andi Ardani, Mutiara Cahya Puspita; Hasrianti; Dzaky Arif, Muh. Fadhil; Panessai, Muhammad Kesnal Ramdan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i03.29166

Abstract

The high dropout rate in Indonesia remains a significant challenge in the education sector, especially at the primary level. Economic factors such as poverty, limited access to education, and lack of parental support are among the main contributors to this issue. This study employs a qualitative approach using literature review methods to analyze various economic factors influencing school dropouts. The research aims to identify key economic barriers and propose viable solutions to mitigate their impact on education. The findings indicate that household economic conditions, inadequate educational facilities, and limited financial support for underprivileged students are the dominant factors hindering access to education. The study concludes that increasing educational subsidies, providing targeted scholarships, and ensuring more equitable distribution of educational infrastructure are strategic measures to reduce dropout rates. Therefore, collaboration between the government, society, and private sector is essential in improving educational accessibility for all children in Indonesia.
BUKTI AWAL PERSEBARAN BUDAYA AUSTRONESIA DI SESE, SULAWESI BARAT: TINJAUAN BERDASARKAN DATA ARKEOLOGI Nani Somba; Chalid AS; Hasrianti; Andi Muhammad Yusuf; M. Sabri; Ersa Dwi Saputra; Syahruddin Mansyur
Naditira Widya Vol. 17 No. 2 (2023): Naditira Widya Volume 17 Nomor 2 Oktober Tahun 2023
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian terhadap sebaran situs-situs dengan indikasi tinggalan arkeologis dari bangsa penutur bahasa Austronesia di Mamuju selama ini fokusnya di sepanjang daerah aliran sungai Karama. Sejumlah situs di daerah aliran Sungai Simboro juga mengandung data arkeologi semacam, tetapi belum ada penelitian arkeologi yang dilakukan di sini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persebaran budaya Austronesia di daerah aliran Sungai Simboro, terutama di kawasan Sese. Pengumpulan data primer dilakukan dengan survei arkeologi di lima situs terbuka yaitu, Gattungan, Demmanapa, Koronganak, Talopi, dan Kayu Colo, serta perekaman koordinat situs-situs memakai global positioning system. Selanjutnya, titik-titik koordinat diolah untuk membuat peta sebaran situs menggunakan software pemetaan geographic information system. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui studi pustaka dan arsip, serta wawancara terbuka terhadap tokoh-tokoh masyarakat lokal. Analisis data survei dilakukan secara makroskopis, serta perbandingan analogis dengan data etnografi dan kajian sumber sejarah. Hasil survei di kelima situs terbuka tersebut adalah data arkeologis berupa fragmen gerabah, fragmen keramik, beliung, batu ike (bark-cloth beater), lumpang batu, manik-manik, artefak logam, dan cangkang kerang. Fragmen gerabah ditemukan di kelima situs di Sese. Fragmen keramik ditemukan di empat situs, kecuali situs Koronganak. Alat batu ditemukan di situs-situs Gattungan, Demmanapa, dan Kayu Colo. Perhiasan berupa manik-manik ditemukan di situs-situs Gattungan dan Kayu Colo. Peralatan logam dan cangkang kerang ditemukan di situs-situs Gattungan dan Kayu Colo. Variabilitas data arkeologi dan etnografi menunjukkan karakter budaya neolitik dari masa prasejarah berlanjut hingga ke masa sejarah di kawasan Sese, dan merupakan bukti signifikan kehadiran bangsa penutur bahasa Austronesia di daerah aliran sungai Simboro. Many sites in the Simboro River basin provide potential archaeological remains of the Austronesian-speaking peoples, but no research has been carried out there. This research aims to understand the spread of Austronesian culture in the Simboro River basin, specifically in the Sese region. Primary data collection was carried out by archaeological surveys at five open sites i.e., Gattungan, Demmanapa, Koronganak, Talopi, and Kayu Colo. Secondary data was collected through library and archive studies, and open interviews with local community figures. Archaeological data was analysed macroscopically, supported by analogical comparisons with ethnographic data and historical source studies. The survey yielded potsherds, stone tools including hand adzes, bark-cloth beaters, stone mortars, beads, metal artifacts, and shells. The variability of archaeological and ethnographic data shows that the neolithic cultural characteristics from the prehistoric period continued into the historical period in the Sese area and is significant evidence of the presence of Austronesian-language speakers in the Simboro River basin.