Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PENGARUH MODEL PARADIGMA PEDAGOGI REFLEKTIF TERHADAP KEMANDIRIAN SISWA KELAS II SDN TOLBUK Subaidi; Alfiyatin , Yuliana
JEMI Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : STIT Al-Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/jemi.v1i1.297

Abstract

Belajar merupakan aktivitas interaksi aktif individu terhadap lingkungan sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Sementara itu pembelajaran adalah penyediaan kondisi yang mengakibatkan terjadinya proses pelajaran pada siswa. Yang perlu menjadikan perhatian adalah pola interaksi yang dibangun karena disinilah proses penyampaian pengetahuan dan nilai-nilai dalam materi pelajaran tersebut berlangsung. Apabila pola interaksi yang dibangun antara guru dan siswa sangat baik, maka bukan untuk memperoleh perubahan prilaku melalui berbagai upaya, metode dan pendekatan kearah pencapaian tujuan yang telah direncanakan. Dalam proses pembelajaran seorang guru harus kreatif dan tepat dalam memilih model ataupun metode pembelajaran yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Salah satunya menggunakan model paradigma pedagogi reflektif (PPR) yang hal itu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Model PPR juga mengembangkan pola pikir siswa menjadi siswa yang berkemanusian. Model PPR mengembangkan competence, conscience, dan compassion yang sama dengan aspek kognitif, afektif, dan konatif. Langkah-langkah model PPR sendiri diawali dengan konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Siswa diharapkan mempunyai pemikiran yang nalar, sikap disiplin dan berinisiatif, serta mampu mengembangkan integritas pribadi dan berpikir positif. Siswa juga diharapkan mampu menerima nilai kedisiplinan dengan baik, bukan hanya kemampuannya kognitifnya saja, namun juga dapat merasakan pentingnya nilai dalam kehidupan serta dapat melaksanakan nilai tersebut. Penerapan model paradigma pedagogi reflektif di kelas II SDN Tolbuk dikategorikan baik. Hal ini terbukti dari angket yang sudah dianalisa karena rata-rata berada diatas 70% Kemandirian siswa kelas II SDN Tolbuk berkategorikan baik dan secara klasikal memperoleh nilai lebih dari 3 dan berkategori baik. Berdasarkan hasil penghitungan korelasi product moment antara model paradigma pedagogi reflektif di kelas II SDN Tolbuk menggunakan rumus product moment dengan nilai perhitungan yang diperoleh dari koefisien kolerasi (r) sebesar 0,78 lebih besar daripada r table, baik taraf signifikansi 10% dengan nilai maupun pada signifikansi 5%. Dengan demikian, hipotesa penelitian Ha yang diajukan dapat diterima artinya ada pengaruh model paradigma pedagogi reflektif terhadap kemandirian siswa kelas II SDN Tolbuk. Kata Kunci: model paradigma pedagogi reflektif, kemandirian
STUDI HOLISTIK PERBEDAAN KONSEP MANUSIA DALAM PSIKOLOGI BARAT DAN PSIKOLOGI ISLAM Maruf, Muhammad; Subaidi
Kodifikasia Vol 18 No 2 (2024): Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article analyzes the differences and integration of human concepts in Western psychology and Islamic psychology. This study uses a library research method by collecting data, analyzing data, and concluding the analysis of the text. This approach was chosen because it allows researchers to explore and compare various theories, views, and existing research without being limited by time and geographical space. This study produces an analysis that Western Psychology, which developed from classical Greek philosophical thought to modern theories, emphasizes an empirical and scientific approach in understanding human behavior. In contrast, Islamic psychology offers a holistic perspective that combines spiritual, moral, and psychological aspects. This study aims to understand the fundamental differences in the two approaches and explore the possibility of integration to develop more inclusive and effective psychological interventions.
Manajemen Pembelajaran Tahfidz Al-Qur`an dalam Pembentukan Karakter Disiplin Peserta Didik di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Jepara Tahun Pelajaran 2024/2025 Siti Adkha Mufroh; Subaidi; Muhammad Khoiruddin
JURNAL PENDIDIKAN Vol 34 No 3 (2025): November
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jp.v34i3.6887

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendesktipsikan tentang manajemen pembelajaran tahfidz Al-Qur`an dalam pembentukan karakter disiplin peserta didik di MIN 2 Jepara Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan untuk menguji keabsahan data yaitu: 1) Perpanjangan pengamatan 2) Meningkatkan ketekunan, dan 3) Trianggulasi. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian adalah penelitian survey/lapangan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kesimpulan sebagai berikut: 1) Manajemen pembelajaran tahfidz Al-Qur`an di MIN 2 Jepara Tahun Pelajaran 2024/2025 dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis dengan target hafalan minimal 5 juz selama enam tahun 2) Berdampak positif dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan motivasi siswa, dengan faktor pendukung berupa kurikulum terencana, guru kompeten, metode inovatif, lingkungan kondusif, serta peran orang tua 3) Faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu dan fasilitas, serta kurangnya pendampingan orang tua di rumah .
KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS REMAJA KORBAN BULYYING PONDOK PESANTREN : BAGAIMANA PERAN PEER SUPPORT? indonesia Afriliani, Rindi; Subaidi
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan Vol 8 No 2 (2025): EDISI 14
Publisher : Prodi Psikologi- Fakultas Psikologi & Humaniora - Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v8i2.6569

Abstract

This study was conducted to determine the extent to which peer support influences the psychological well-being of adolescent victims of bullying in Islamic boarding schools. Adolescents who experience bullying in Islamic boarding schools continuously will cause a decrease in the level of psychological well-being which results in a person not having good communication with their environment. In this study there were 150 respondents with an age range of 13-15 years who were taken based on certain criteria using purposive sampling techniques. This study used a simple regression analysis technique with the help of JASP 0.19.3.0 software. The results of the study showed a correlation coefficient (R) of 0.539 with a calculated F of 80.251 and a significance level of 0.001 (p <.001) meaning that there is a significant positive relationship between peer support and the psychological well-being of adolescent victims of bullying in Islamic boarding schools where the peer support variable provides an effective contribution of 35.2% to the psychological well-being variable.
Pendampingan Pengembangan Kurikulum Berbasis Moderasi Beragama dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Bagi Mts dan MA Al-Muayyad Tegowanu Grobogan : Pengabdian Slamet Panuntun; Subaidi; Aliwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4830

Abstract

The development of education in madrasahs plays an important role in shaping students’ religious, moderate, and adaptive character in response to contemporary challenges. In the digital era, religious education is required to systematically integrate the values of religious moderation into the curriculum and to be supported by the effective use of information technology. However, limitations in teachers’ competencies remain, particularly in integrating religious moderation values and optimally utilizing information technology in the learning process. This Community Service Program aimed to assist in the development of a curriculum based on religious moderation and to enhance teachers’ competencies in the use of information technology at MTs and MA Al-Muayyad Tegowanu, Grobogan Regency. The method employed was training and mentoring using a participatory approach involving 29 teachers. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding of religious moderation, their ability to design curricula and learning tools integrated with moderation values, and their skills in utilizing information technology. As a result, learning activities became more inclusive, contextual, and engaging for students. This program provides a tangible contribution to strengthening religious moderation and developing technology-based learning in madrasahs and has the potential to be replicated in other Islamic educational institutions.
A Student Self-Presentation: A Dramaturgical Study of Student Regarding the Prohibition of Seclusion Saputri, Rimadini; Subaidi
Journal of Mandalika Literature Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v7i1.6109

Abstract

Islamic boarding schools (pesantren) are educational institutions that primarily focus on moral guidance and Islamic religious knowledge. One of the rules is the prohibition of silence or dating for students within the pesantren environment. This study was conducted to determine the forms of dramaturgy carried out by students to circumvent these rules. This type of research is qualitative research with data collection methods through interview techniques. The theory used to analyze the interview results is the dramaturgy theory proposed by Erving Goffman. The results of this study are divided into two types of informants: students who do not have access to outside the pesantren and technology and students who have access to both. This study shows that the behavior of students who comply with the rules in the foreground is to avoid unnecessary interactions with students of the opposite sex. The behavior in the background shown by students who do not have access to outside the pesantren and technology is to make secret contact with students of the opposite sex. Students who have access to outside the pesantren and technology meet outside the pesantren environment, while within the pesantren they still maintain contact with their partners through instant messaging applications.