Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Strategi Mitigasi Bencana Daya Tarik Wisata Air Terjun Tekaan Telu di Kota Tomohon Porajow, Christine P. E.; Kawatak, Steven Yonnes; Joseph, Lucia Hera
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11129

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi mitigasi bencana di destinasi wisata Air Terjun Tekaan Telu dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis SWOT. Responden tersaring melalui teknik non-probability sampling, di mana peneliti memilih sampel berdasarkan kemudahan akses atau ketersediaan subjek pada saat penelitian dilakukan, dalam hal ini pengelola (Dinas Pariwisata Kota Tomohon) dan wisatawan yang berkunjung di destinasi sebanyak 25 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi mitigasi yang diterapkan masih bersifat preventif, berfokus pada upaya pencegahan bencana, seperti pemasangan rambu peringatan dan pembuatan jalur evakuasi yang itupun masih belum jelas eksistensinya. Di samping itu, aspek responsif (tanggap darurat) dan pemulihan pasca bencana belum terintegrasi secara maksimal. Pengelolaan infrastruktur mitigasi, seperti alat keselamatan dan posko darurat, belum diterapkan. Begitu juga dengan konservasi lingkungan, sosialisasi dan tindakan edukasi, serta pelatihan yang melibatkan masyarakat sekitar tidak dilaksanakan. Tidak adanya SOP mitigasi bencana serta peta resiko bencana yang terdokumentasi menjadi bukti bahwa pengelolaan mitigasi bencana di destinasi ini belum dilaksanakan secara professional dalam mengurangi efektivitas penanganan risiko bencana. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan manajemen mitigasi yang terintegrasi mulai dari pengelolaan infrastruktur dan pengembangan fasilitas, pengawasan terhadap aktivitas wisata, pendidikan dan sosialisasi pengunjung, pemantauan kualitas lingkungan, restorasi dan konservasi alam, SOP mitigasi/evakuasi, serta pelatihan dan peralatan keselamatan. Hal-hal tersebut berpotensi meningkatkan ketahanan destinasi wisata alam terhadap bencana.
Sosialisasi Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Desa Mokupa Kabupaten Minahasa Kawatak, Steven Y.; Lucia, Roosalina Hera; Ngenget, Stevanus; Semuel, Oktavianus W.; Porajow, Christine P. E.; Walansendow, Yelly A.
Joong-Ki : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2: Februari 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/joongki.v3i2.2898

Abstract

Desa Mokupa memiliki potensi pariwasata yang sangat layak untuk dikembangkan. Pengembangan sektor ini membutuhkan kerja sama dan partisipasi dari semua pemangku kepentingan, termasuk masyarakat lokal. Salah satu program yang dapat membantu masyarakat adalah Program Sadar Wisata dan Sapta Pesona (SWSP) yang dicanangkan pemerintah. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Fakultas Pariwisata Unibersitas Katolik De La Salle Manado adalah untuk meningkatkan motivasi masyarakat untuk menyediakan produk dan layanan pariwisata yang optimal untuk pengunjung sehingga dapat membawa dampak positif, baik dari aspek ekonomi, sosial budaya, maupun lingkungan yang berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan melalui presentasi materi tentang Program SWSP dan Pariwisata Berkelanjutan yang dilanjutkan dengan sesi diskusi. Hasil yang diperoleh adalah bertambahnya pengetahuan dan wawasan peserta yang ditunjukkan dengan antusiasme mereka untuk menggali informasi lebih dalam lagi mengenai topik yang dibahas selama pelaksanaan kegiatan ini
Kualitas Pelayanan dan Keputusan Berkunjung di Atraksi Alam dan Buatan Malalayang Beach Walk Kota Manado Christine P. E. Porajow; Steven Y. Kawatak; Yelly A. Walansendow; Dheanie Z. O. Anggoh
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 2 No. 4 (2023): November 2023
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v2i4.2640

Abstract

Malalayang Beach Walk is a new leading destination in Manado City which is unique because it is a combination of natural tourist attractions and artificial tourist attractions. This tourist destination is located along the coast on the Trans Sulawesi route which is heavily traveled by local residents and immigrants from various other areas. This destination is known to have an important social and economic influence on the local community, so maintaining good and consistent service quality at this destination is the right step. This research was carried out with the aim of finding out how strong the influence of service quality is on tourists' visiting decisions at Malalayang Beach Walk. The data in this study was obtained from 100 respondents selected using accidental sampling technique. The data obtained was then processed using a quantitative approach through SmartPLS 3.0 analysis. The research result shows that service quality has a strong and significant influence on tourists' decisions to visit Malalayang Beach Walk.
Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Kepariwisataan di Kelurahan Bitung Karangria Manado Steven Y. Kawatak; Teddy Tandaju; Yelly A. Walansendow; Karyn M. A. Koyongian
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 3 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v3i1.3175

Abstract

Bitung Karangria Sub-district is located in a strategic location and has great potential for development. Apart from optimal support by the government, the success of tourism development cannot be separated from the active participation of the community. This research aims to see the extent of community participation in Bitung Karangria Sub-district in making local tourism development a success and also to determine the driving and inhibiting factors encountered by the community. The method used is a descriptive qualitative approach, where data is collected through interviews with the government and local communities. The research results show that the community has actively participated through participation in the form of donations of ideas and energy as well as through participation by implementing their skills. It was also found that several factors driving local community participation were the opportunity to improve economic welfare, the existence of psychological support from the government which was willing to listen to input and criticism from the community and the presence of elements of society who had a strong tourism knowledge background. However, there are several factors that hinder community participation, for example the lack of readiness and awareness to participate and the inadequate knowledge and skills of some communities to participate actively.   ABSTRACT Bitung Karangria Sub-district is located in a strategic location and has great potential for development. Apart from optimal support by the government, the success of tourism development cannot be separated from the active participation of the community. This research aims to see the extent of community participation in Bitung Karangria Sub-district in making local tourism development a success and also to determine the driving and inhibiting factors encountered by the community. The method used is a descriptive qualitative approach, where data is collected through interviews with the government and local communities. The research results show that the community has actively participated through participation in the form of donations of ideas and energy as well as through participation by implementing their skills. It was also found that several factors driving local community participation were the opportunity to improve economic welfare, the existence of psychological support from the government which was willing to listen to input and criticism from the community and the presence of elements of society who had a strong tourism knowledge background. However, there are several factors that hinder community participation, for example the lack of readiness and awareness to participate and the inadequate knowledge and skills of some communities to participate actively.
Does Family Commitment Affect Female Leadership and Productivity? Evidence from a University in Manado Lucia, Roosalina Hera; Kawatak, Steven Yones; Tewal, Bernhard; Nelwan, Olivia Syanne
Journal of Accounting Research, Organization and Economics Vol 5, No 2 (2022): JAROE Vol. 5 No. 2 August 2022
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jaroe.v5i2.25896

Abstract

AbstractObjective This study has two objectives. Firstly, it is done to determine the influence of female leadership on productivity. Secondly, this study also aims to find out about the impact of family commitment towards the influence of female leadership on productivity at Universitas Katolik De La Salle Manado.Design/methodology The sample consists of 53 female employees (Lecturers and Staff) at Universitas Katolik De La Salle Manado. This study uses Moderating Regression Analysis to test the hypotheses developed from three different variables, namely female leadership, productivity, and family commitment. Data are analyzed by using Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 25.Results The results of this study reveal that female leadership have a positive and significant effect on productivity, however, there is no proves found that family commitment moderates the influence of women's leadership on work productivity at Universitas Katolik De La Salle Manado.
Aplikasi Belanja Online di Sentrum Agraris Lotta Moningkey, Clara; Sitanayah, Lanny; Sanger, Junaidy; Rahardiyan, Dino; Moko, Emma; Kawatak, Steven
Jurnal Pengabdian Informatika Vol. 2 No. 2 (2024): JUPITA Volume 2 Nomor 2, Februari 2024
Publisher : Jurusan Informatika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring perkembangan teknologi khususnya dalam bidang teknologi informasi, memungkinkan sebuah instansi untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan proses pemasaran produk serta memudahkan masyarakat untuk berbelanja dan mengakses informasi secara online. Saat ini berbelanja sudah dipermudah dengan dilakukan secara online di mana masyarakat melakukan transaksi jual-beli secara tidak langsung dengan menggunakan aplikasi tertentu. Permasalahan yang dihadapi oleh Sentrum Agraris Lotta (SAL), yaitu SAL melakukan penjualan produk hasil pangan ke pasar-pasar tradisional dan membuka gerai di lokasi tertentu agar dapat menarik minat dari para pembeli. Penjualan dengan cara tradisional ini belum dapat memaksimalkan kinerja serta keuntungan yang bisa diperoleh karena masih kurang menjangkau masyarakat yang ingin membeli produk yang dijual oleh SAL. Akibatnya banyak produk hasil pangan yang menjadi rusak karena tidak berhasil terjual dan menjadi busuk yang membuat kerugian besar. Selain itu, faktor lain yang membuat SAL kesulitan dalam pemasaran produk adalah kurangnya informasi tentang SAL, sehingga membuat SAL kurang dikenal di lingkungan masyarakat umum. Aplikasi Belanja Online ini dibuat untuk memudahkan SAL dalam proses pemasaran dan memudahkan masyarakat dalam proses jual-beli serta pengaksesan informasi tentang SAL.
Persepsi Konsumen terhadap Harga, Kualitas, dan Risiko di Resto Tuna House Mega Mas Manado Yelly A. Walansendow; Steven Y. Kawatak; Ponomban, Teresa; Vincentius W. Rengkung
MAMEN: Jurnal Manajemen Vol. 1 No. 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/mamen.v1i4.1045

Abstract

Tuna House Mega Mas is an iconic seafood restaurant that is located in the central business district in Manado City, North Sulawesi Province. Due to the COVID-19 pandemic, this restaurant also experiences a decrease in the number of customers. One crucial determinant to obtain new and to retain existing customers is by being perceived positively by customers. This research aimed to ascertain the perception of Tuna House Mega Mas’ customers in terms of price, quality, and risk variables. Each variable was then divided into four indicators accordingly. To find out customers’ perception, a descriptive quantitative method was used by distributing questionnaires to 30 respondents, who were chosen randomly. Each variable and indicator was then compared to the range to find out which category it fell into. The result of this research showed that customers agree that Tuna House Mega Mas’ performance, in terms of price, quality, and risk, was well perceived
Persepsi Wisatawan Terhadap Harga, Kualitas, dan Risiko pada Pantai Paal Likupang Kawatak, Steven Yones; Semuel, Oktavianus Wayan; Burdames, Thomas
Jurnal Ilmiah Ilmu Pariwisata Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Kajian Pariwisata
Publisher : LPPM STP ARS Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jiip.v5i2.1077

Abstract

Persaingan pada sektor pariwisata akan semakin ketat seiring mulai berakhirnya pandemi COVID-19. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung setiap destinasi wisata harus mampu untuk bersaing dengan cara menyediakan harga yang kompetitif, kualitas produk dan pelayanan yang mumpuni, serta risiko sekecil mungkin bagi wisatawan. Hal ini juga berlaku pada destinasi wisata Pantai Paal yang terletak di Kawasan Ekonomi Khusus Likupang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap Pantai Paal, dilihat dari tiga variabel yaitu harga, kualitas, dan risiko. Setiap variabel kemudian dibagi menjadi beberapa indikator yang berkaitan. Yang menjadi responden pada penelitian ini adalah para pengunjung Pantai Paal yang dipilih secara acak untuk menjawab pertanyaan pada kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah rentang untuk mengetahui persepsi mereka tentang variabel dan indikator yang diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan sangat setuju bahwa harga yang ditawarkan di Pantai Paal sudah baik, mereka juga setuju bahwa mereka tidak merasa khawatir terhadap risiko yang ada, namun berpersepsi netral terhadap kualitas produk dan pelayanan yang ada di destinasi wisata ini.