Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Komunitas Kelenteng Kwan Kong Manado dalam Penyelenggaraan Cap Go Meh 2024 Kawatak, Steven Yones; Porajow, Christine; Boehe, Marjorie
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5268

Abstract

Cap Go Meh 2024 merupakan salah satu event pariwisata andalan di Kota Manado yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Salah satu partisipan dari event ini adalah Kelenteng Kwan Kong Manado. Partisipasi dalam Cap Go Meh tidak lepas dari adanya keterlibatan komunitas umat yang ada di kelenteng. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk partisipasi komunitas Kelenteng Kwan Kong dalam kegiatan Cap Go Meh 2024, mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola dan umat Kelenteng Kwan Kong. Hasil penelitian menunjukan bahwa bentuk partisipasi komunitas lokal dalam beragam bentuk, seperti pemikiran, tenaga, keterampilan, barang, maupun uang. Namun, demikian ditemukan pula bahwa komunitas umat tidak terlibat aktif dalam ritual sembahyang dan pada tahap evaluasi.
Atraksi Wisata dan Kepuasan Wisatawan di Bendungan Kuwil-Kawangkoan Minahasa Utara Christine P. E. Porajow; Steven Y. Kawatak; Ricarlo C. Kumaunang
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 6: September 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i6.5153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator kepuasan wisatawan yang terbentuk melalui konstruk atraksi wisata alam, buatan, dan warisan budaya yang menjadi produk wisata dari destinasi Bendungan Kuwil Kawangkoan. Kemunculan destinasi ini menjadi primadona destinasi baru di Sulawesi Utara karena merupakan satu-satunya destinasi yang mengusung wisata alam, buatan dan warisan budaya dengan atraksi wisata bendungan sebagai daya tarik utama. Wisatawan/pengunjung merupakan salah satu indikator dalam pengelolaan keberlanjutan destinasi, karena itu antusiasme pengunjung penting untuk diobservasi untuk keberlanjutan destinasi mengingat trend euforia pengunjung pada umumnya hanya terjadi pada masa-masa awal, sehingga data kuantitatif diperlukan untuk mengevaluasi kebutuhan wisatawan terkait dengan atraksi yang ditawarkan sebagai produk wisata Bendungan Kuwil ditinjau dari sudut pandang wisatawan. Penelitian ini melibatkan 100 orang responden dengan metode accidental sampling dengan instrumen penelitian berupa kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan metode kuantitatif berbasis SmartPLS versi 4.1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa atraksi wisata berpengaruh signifikan dalam mengidentifikasi substansi kepuasan wisatawan berdasarkan bentuk suguhan atraksi wisata di Bendungan Kuwil Kawangkoan.
Strategi Higienitas Street Food dalam Peta Destinasi Wisata di Kota Manado Christine P. E. Porajow; Steven Y. Kawatak
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 5 No. 4: Mei 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v5i4.15543

Abstract

Street food merupakan elemen penting dalam pengembangan wisata kuliner Kota Manado karena tidak hanya merepresentasikan identitas lokal, tetapi juga berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Meskipun demikian, aspek higienitas masih menjadi tantangan utama yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan serta tingkat kepercayaan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi penguatan higienitas street food dalam peta destinasi wisata Kota Manado. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pedagang street food. Responden berjumlah 30 orang yang merupakan penjual sekaligus pemilik kios pada tiga kawasan wisata kuliner, yaitu WBA Malalayang, Kawasan MTC, dan Sunbae. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan matriks SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi penerapan higienitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal higienitas street food di Kota Manado tergolong cukup baik, terutama pada ketersediaan air bersih dan kebersihan peralatan memasak. Namun, penerapannya belum merata, khususnya pada kebersihan tangan dan pengelolaan sampah, sehingga masih terdapat kesenjangan antara tingkat kesadaran pedagang dan praktik di lapangan. Analisis SWOT menghasilkan strategi SO, WO, ST, dan WT yang menekankan penguatan praktik kebersihan, pemenuhan fasilitas pendukung, peningkatan pemahaman pedagang, serta pengawasan dan pengaturan yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan higienitas street food memerlukan pendekatan terpadu agar mampu mendukung citra wisata kuliner Kota Manado yang aman dan berkualitas.