Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Uji Efektivitas Variasi Gelombang Cahaya dalam Penyisihan Logam Berat Cu(II) dengan Metode Biosorpsi pada Mikroalga Chlorella vulgaris Ani Nur Hayati; Tanti Utami Dewi; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan logam berat Cu(II) pada limbah cair mempunyai efek toksisitas tinggi sehingga jika dilakukan pengolahan dengan proses kimia akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Maka, dibutuhkan pengolahan limbah cair logam berat tanpa menimbulkan dampak lingkungan yang lebih buruk. Beberapa penelitian, didapatkan bahwa mikroalga Chlorella vulgaris dapat menjadi agen remediasi atau biosorben yang baik untuk penyisihan kandungan logam berat Cu(II), dengan penambahan gelombang cahaya menjadi salah satu faktor yang mempercepat pertumbuhan dan menentukan kemampuan biosorpsi mikroalga dalam penyisihan limbah cair logam berat Cu(II). Hasil penelitian didapatkan analisa efisiensi penyerapan kandungan Logam Cu(II) pada variasi gelombang cahaya secara berturut-turut pada gelombang cahaya merah > kuning > biru > putih dengan waktu kontak 60 menit pada konsentrasi maximum sebesar 30 mg/L yaitu 62% penyisihan kandungan logam berat Cu(II).
Variasi Penambahan Asam Sulfat terhadap Kualitas Pelumas Hasil Pemurnian menggunakan Metode Acid-Clay Treatment M. Miftah Khoironi; Novi Eka Mayangsari; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri galangan kapal merupakan salah satu industri yang menghasilkan limbah pelumas. Galangan kapal yang ada di Lamongan menghasilkan limbah pelumas sebesar ±64.800 liter per tahun. Berdasarkan PP No. 101 Tahun 2014 limbah pelumas bekas termasuk limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3). Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 diharuskan untuk mengelola limbah tersebut. Pemurnian merupakan salah satu solusi untuk memurnikan pelumas agar dapat dimanfaatkan kembali. Penelitian ini menggunakan metode acid-clay treatment dengan asam sulfat sebagai asam kuat dan bentonit sebagai adsorben. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis konsentrasi optimum asam sulfat dengan konsentrasi 5%wt, 8%wt dan 10%wt. Clay treatment dilakukan dengan menggunakan konsentrasi bentonit 50%. Parameter yang digunakan sebagai indikator kualitas yaitu densitas, viskositas kinematik dan warna Didapatkan hasil optimum dengan variasi asam sulfat 10%. Hasil penelitian menghasilkan pelumas dengan densitas 0,8546 g/ml, viskositas kinematik 147,3713 cSt dan warna 6,0. Pelumas hasil pemurnian hanya memenuhi standar untuk parameter viskositas kinematik, belum memenuhi standar untuk parameter densitas dan warna.
Penyisihan Fosfat dengan Metode Kombinasi Elektrokoagulasi dan Fotokatalis Menggunakan Komposit Kaolin-TiO2 Lintang Indra Liuqil Mahfudz; Adhi Setiawan; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fosfat merupakan sumber daya alam yang jumlahnya terbatas dan memiliki peran penting bagi kehidupan. Fosfat yang terlalu banyak dapat menyebabkan ekosistem perairan menjadi buruk seperti eutrofikasi. Alternatif pengolahan limbah fosfat salah satunya menggunakan kombinasi proses elektrokoagulasi dan fotokatalis. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh waktu pada elektrokoagulasi dan waktu penyinaran sinar UV-C untuk menyisihkan fosfat. Bahan kaolin teknis dilakukan aktivasi menggunakan HCl. Penyisihan fosfat ini dilakukan dengan variasi waktu 90, 120, 180 menit dengan tegangan 10 V Limbah fosfat ini disinari sinar UV-C dengan variasi waktu 10, 20, 30 dan 40 menit dengan dosis komposit 120 mg/l. Penyisihan fosfat dianalisis dengan menggunakan spektrofotometri UV-C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses elektrokoagulasi menyisihkan fosfat paling baik yaitu pada waktu 180 menit sebesar 84,01%. Proses fotokatalis dapat menyisihkan fosfat yang optimum pada waktu 40 menit sebesar 60,84%.
Pembuatan Biobriket Menggunakan Campuran Biomassa Bonggol Jagung dan Pelepah Pisang Sofyatika Algama Kusuma; Adhi Setiawan; Ayu Nindyapuspa
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 5 No. 1 (2022): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi mempengaruhi penggunaan material bahan bakar fosil secara masif. Sumber energi alternatif diperlukan untuk menanggulangi keterbatasan dari sumber energi fosil. Limbah biomassa yang sering tidak mendapatkan perlakuan kembali menjadi salah satu pilihan dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas yang dihasilkan dari biobriket dengan variasi komposisi antara bonggol jagung dan pelepah pisang. Bonggol jagung dan pelepah pisang adalah salah satu limbah biomassa yang banyak dibuang tanpa adanya pengolahan. Pembuatan biobriket menggunakan limbah biomassa menggunakan standar mutu briket arang kayu yaitu SNI 01-6235-2000. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis guna mendekomposisi bahan biomassa bonggol jagung dan pelepah pisang menjadi sebuah arang. Metode pirolisis ini menjadi metode yang paling efektif untuk pengarangan. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi kompisisi dengan persentase (10%:90%), (30%:70%), dan (50%:50%) dengan suhu pirolisis 300°C selama 90 menit. Hasil penelitian menunjukkanbahwa biobriket variasi 2 dengan variasi komposisi 30%:70% adalah variasi pilihan sesuai dengan SNI 01-6235-2000.Kualitas biobriket variasi pilihan yaitu terdapat nilai kalor yang dihasilkan sebesar 9874.63 Kal/g, nilai kadar air sebesar 4.69%, nilai volatile matter sebesar 26.32%, dan nilai kadar abu sebesaar 41.23%.
Studi Kinetika Adsorpsi Metilen Biru Menggunakan Adsorben Komposit Hidroksiapatit – Karbon Aktif Tongkol Jagung Tria Arum Kusumawati; Adhi Setiawan; Denny Dermawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metilen biru merupakan zat warna yang banyak digunakan pada industri tekstil. Pencemaran zat metilen biru dapat direduksi dengan metode adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan komposit karbon aktif tongkol jagung dan hidroksiapatit (HAp) tulang ikan sebagai adsorben dalam zat warna metilen biru. Penelitian ini dilakukan dengan memanfaatkan tongkol jagung (Zea Mays L.) yang diolah mejadi karbon aktif dan tulang ikan yang diekstraksi menjadi HAp sebagai komposit adsorben untuk mengetahui kemampuan penyerapan yang dapat mengurangi kontaminasi zat warna metilen biru, serta menganalisis kinetika pada orde nol, satu dan dua. Variasi yang digunakan adalah waktu kontak adsorpsi yaitu 5, 15, 30, 60, 90, 120, 150 dan 180 menit,sedangkan konsentrasi larutan sebesar 200 mg/L. Efisiensi penyisihan terbaik dalam menyisihkan metilen biru sebesar 36,96% selama 180 menit. Pada kinetika adsorpsi yang terjadi mengikuti persamaan orde dua dengan nilai R2 = 0,9741. Hasil adsorpsi menunjukkan kinetika mekanisme adsorpsi terjadi secara fisika dan kimia dengan didominasi oleh mekanisme secara kimia.
Analisis Dampak Lingkungan Proses Pengolahan Air Limbah Industri Susu dengan Metode LCA Menggunakan Metode Penilaian Recipe 2016 Silvi Wijayanti; Luqman Cahyono; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi pengolahan air limbah di industri susu ditujukan untuk mengolah air limbah agar tidak mencemari lingkungan. Proses pengolahan air limbah membutuhkan adanya sumber energi listrik atau bahan bakar, mikroorganisme, dan bahan kimia untuk mengoptimalkan pengolahannya. Penggunaan bahan kimia, mikroorganisme, dan energi listrik ini menghasilkan dampak lingkungan yang baru. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui dampak lingkungan dari suatu proses/kegiatan adalah Life Cycle Assessment. Analisis dampak lingkungan ini dilakukan menggunakan software OpenLCA. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis dampak ingkungan dari proses pengolahan air limbah industri susu. Penelitian ini menggunakan metode penilaian Recipe 2016 (H), dengan titik endpoint. Hasil penelitian menujukkan potensi dampak lingkungan yang muncul yaitu dampak human health sebesar 1,27 x 10-3 dan ecosystems sebesar 3,94 x 10-6. Kontribusi terbesar pada dampak human health berasal dari emisi CH4 yang dihasilkan dari unit proses UASB.
Studi Pengaruh Karbon Monoksida (CO) Terhadap Kejadian Pneumonia pada Balita di Kota Surabaya Shinta Bella Irvania; Denny Dermawan; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia adalah proses infeksi akut yang mempengaruhi jaringan paru-paru (alveoli) dan merupakan salah satu penyebab kematian Balita terbesar di Indonesia, dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan menjadi salah satu penyebab utama dalam kematian bayi dan balita. Kejadian Pneumonia pada balita juga dari faktor pencemaran udara salah satunya yaitu gas karbon monoksida (CO), kota dengan jumlah kejadian pneumonia pada balita paling banyak di Jawa Timur pada Tahun 2020 adalah Kota Surabaya dengan jumlah penderita pneumonia mencapai 6248 kejadian, maka dari data tersebut maka penting untuk dilakukan analisis pengaruh CO terhadap kejadian pneumonia yang terjadi di Kota Surabaya. Dalam metode penelitian ini menggunakan analisis desain penelitian yaitu Cross Section, dengan data konsentrasi rata-rata CO di Kota Surabaya dari tahun 2017-2021 dengan jumlah total kejadian Pneumonia pada balita di Kota Surabaya dari tahun 2017-2021. Hasil uji penelitian ini menggunakan regresi linear sederhana dengan menggunakan programSPSS. Hasil pada penelitian ini menunjukkan jika variabel yang diuji secara parsial menggunakan regresi linear sederhana tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan Karbon Monoksida CO terhadap kejadian pneumonia (0,278 > 0,05).
Studi Kuat Lentur Penggunaan Fly Ash sebagai Substitusi Semen pada Papan Semen dengan Penguat Serat Kaca Rossa Aureliana Indriani; Adhi Setiawan; Wiwik Dwi Pratiwi
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fly ash merupakan limbah yang dihasilkan dari sisa pembakaran batu bara pada unit boiler. Fly ash yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari PLTU. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 Lampiran XIV, fly ash yang berasal dari PLTU merupakan limbah non B3 terdaftar yang memiliki persyaratan teknis pengelolaan. Jumlah produksi fly ash per tahunnya secara global mencapai lebih dari 1 juta ton, oleh karena itu pada penelitian ini memanfaatkan fly ash dengan volume tinggi atau High Volume Fly Ash (HVFA) untuk mengurangi jumlah fly ash. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian kuat lentur yang mengacu pada SNI 8299-2017 dengan persyaratan minimal 100 kg/cm2. Penelitian ini memanfaatkan semen dan HVFA menjadi papan GRC yaitu papan semen yang mengandung serat kaca dengan menggunakan metode eksperimen dengan merencanakan variasi substitusi fly ash terhadap binder sebesar 0%, 45%, 55%, dan 75%, rasio water/binder 0,3, perbandingan binder dan filler sebesar 1 : 1,5, dan serat kaca sebesar 0,3%. . Hasil penelitian ini didapatkan nilai kuat lentur umur 28 hari pada variasi 0%, 45%, 55%, dan 75% secara berurutan sebesar 46,54 kg/cm2, 94,53 kg/cm2, 87,92 kg/cm2, dan 40,35 kg/cm2. Berdasarkan hasil tersebut, nilai kuat lentur optimum yang mendekati persyaratan SNI yaitu variasi 45%.
Efektivitas Biokoagulan Kitosan Limbah Udang (Litopenaeus Vannamei) terhadap Penurunan Kadar COD, TSS, Fosfat, MBAS pada Limbah Laundry Nida Aulia Miftah; Adhi Setiawan; Tarikh Azis Ramadani
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak negatif yang dihasilkan dari limbah laundry dapat menyebabkan pencemaran badan air apabila tidak diolah dengan baik. Pencemaran badan air yang disebabkan dari hasil pencucian baju mengandung COD, TSS, fosfat, MBAS yang menyebabkan terjadinya eutrofikasi. Hasil pengujian air limbah laundry dari salah satu usaha di daerah Gebang, Surabaya diperoleh data kandungan COD sebesar 1.850 mg/L, TSS sebesar 244 mg/L, fosfat sebesar 0,54 mg/L, MBAS sebesar 0,96 mg/L. Salah satu metode alternatif penyisihan COD, TSS, fosfat, MBAS yaitu metode koagulasi menggunakan kitosan limbah udang karena murah dan mudah didapatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kitosan limbah udang dalam menurunkan kadar COD, TSS, fosfat, dan MBAS pada limbah laundry. Variasi dosis yang digunakan pada penelitian ini yaitu 300 mg/L dan 400 mg/L. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kitosan limbah udang pada konsentrasi COD menghasilkan nilai optimum pada dosis 300 mg/L dengan efisiensi penyusutan sebesar -0,73%. Konsentrasi TSS, fosfat, MBAS menghasilkan nilai optimum pada dosis 400 mg/L dengan efisiensi penyusutan masing-masing sebesar 85,66%, -307,41%, - 394,79%.
Pengaruh Warna Cahaya Putih Terhadap Efektivitas Mikroalga Tetraselmis chuii dalam Proses Biosorpsi Limbah Cair Artifisial Logam Berat Cu(II) Desita Ramadona Syah Putri; Tanti Utami Dewi; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsentrasi Logam berat Cu(II) yang tinggi jika dibuang langsung ke lingkungan dapat berdampak buruk bagi ekosistem yang ada di perairan. Salah satu alternatif pengolahan yang baik untuk penyerapan logam berat Cu(II) di dalam air limbah yaitu pengolahan biologis menggunakan biosorben mikroalga Tetraselmis chuii. Penelitian ini menggunakan metode biosorpsi dengan sistem batch. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh warna cahaya putih, variasi konsentrasi logam Cu(II), dan variasi waktu kontak setelah proses biosorpsi menggunakan mikroalga T. chuii sebagai biosorben. Penambahan variasi konsentrasi dan waktu kontak dapat mengetahui efektivitas mikroalga T. chuii dalam penyerapan logam berat Cu(II). Uji statistika dengan MANOVA menunjukkan bahwa warna cahaya putih memberikan hasil signifikan pada saat proses biosorpsi (Sig.<0,05). Hasil penelitian diperoleh bahwa warna cahaya putih dengan waktu kontak 60 menit pada konsentrasi logam berat Cu(II) 5 mg/L menghasilkan efisiensi penyisihan logam Cu(II) sebesar 21,74%.