Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Studi Isoterm Adsorpsi dan Pengaruh Ukuran Biosorben Saccharomyces cerevisiae Terimobilisasi Pada Natrium Alginat Dalam Menurunkan Kadar Logam Berat Ni(II) Devi Ayu Rahmawati; Nora Amelia Novitrie; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam nikel merupakan salah satu parameter pencemar air limbah yang dihasilkan dari proses industri yang dapat memberikan dampak negatif ke lingkungan dan makhluk hidup. Metode adsorpsi dapat dijadikan alternatif untuk menurunkan kadar logam Ni(II). Penelitian ini akan menggunakan Saccharomyces cerevisiae yang diimobilisasi pada natrium alginat sebagai biosorben. Imobilisasi dilakukan untuk meningkatkan stabilitas partikel biomassa dan proses penyerapan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhukuran biosorben terhadap kemampuan menyerap logam nikel dan menganalisis model isoterm adsorpsi.Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan variasi ukuran biosorben 80 dan 100 mesh pada pH 6 dengan waktu kontak 75 menit dan konsentrasi Ni(II) 100 mg/L. Hasil penelitian adsorpsi menunjukkan ukuran biosorben optimum untuk menyerap logam Ni(II) diperoleh pada ukuran biosorben 100 mesh dengan efisiensi penyisihan 82,77%. Model isoterm adsorpsi pada penelitian ini mengikuti model isoterm Freundlich dengan masing-masing nilai KF untuk ukuran 100 mesh dan 80 mesh sebesar 0,073 L/g dan 0,024 L/g.
Analisis Uji Proksimat Biobriket dari Ampas Tebu dan Tulang Ikan Alifiah Revita Rahma; Adhi Setiawan; Luqman Cahyono
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui di Indonesia cukup banyak, diantaranya biomassa atau bahan- bahan limbah organik lainnya. Limbah biomassa ampas tebu dan tulang ikan dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif berupa biobriket. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruhkomposisi ampas tebu dan tulang ikan terhadap uji proksimat biobriket. Penelitian ini menggunakan metode pirolisis dengan suhu 500 derajat celcius untuk dekomposisi biomassa menjadi arang. Proses selanjutnya mengayak arang dengan ayakan ukuran 60 mesh agar ukuran karbon yang dihasilkan homogen. Jenis perekat yang digunakan adalah tepung tapioka dengan konsentrasi 10% dari berat biobriket. Analisis uji proksimat biobriket berdasarkan SNI 01- 6235-2000. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi ampas tebu dan tulang ikan dengan persentase 50% tulang ikan dan 50% ampas tebu. Hasil uji menunjukkan biobriket dari ampas tebu dan tulang ikan memiliki kandungan kadar air 3,1%, kadar abu 46,4%, zat terbang 32,2%, karbon terikat 19,4% dan nilai kalor 2535,6 kal/gr. Hasil dari penelitian ini tidak ada yang memenuhi SNI 01-6235-2000 yang mengatur batas maksimum kadar air pada briket sebesar 8%, batas maksimum kadar abu sebesar 8%, kadar maksimum zat terbang sebesar 15%, kadar minimum karbon terikat sebesar 65%, kadar minimum nilai kalor briket sebesar 5000 kal/gr.
Efektivitas Kombinasi Biokoagulan Kitosan Cangkang Kepiting Bakau (Scylla serrata) dan Pati Kulit Singkong (Manihot esculenta C.) dalam Menurunkan Kadar COD dan Fosfat pada Limbah Laundry Adhi Setiawan; Aulia Salsabila Irfanindya Putri; Alma Vita Sophia
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban pencemar limbah laundry dapat diatasi melalui proses koagulasi-flokulasi menggunakan biokoagulan kitosan cangkang kepiting bakau dan kulit singkong yang ramah lingkungan. Kitosan cangkang kepiting bakau mengandung gugus amina kuat (NH2) sebagai polielektrolit multifungsi dan berperan dalam pembentukan flok. Kulit singkong kaya akan pati yang dapat digunakan sebagai koagulan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar persentase penurunan kadar COD dan fosfat pada limbah laundry menggunakan kombinasi biokoagulan kitosan cangkang kepiting bakau dan pati kulit singkong. Proses pembentukan kitosan melalui tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Pati kulit singkong diperoleh melalui ekstraksi pati dengantahapan pencucian, pengecilan ukuran, perendaman, pendinginan, pencairan, penyaringan, sentrifugasi, penetralan pH, sentrifugasi ulang, dan pengeringan. Jar test dilakukan secara batch dengan kondisi putaran cepat 100 rpm selama 1 menit, putaran lambat 60 rpm selama 10 menit, dan sedimentasi selama 30 menit. Variasi komposisi dosis biokoagulan kombinasi pada proses jar test 25 ppm : 25 ppm, 50 ppm : 50 ppm, 75 ppm : 75 ppm, dan 100ppm : 100 ppm. Efisiensi penyisihan COD dan fosfat terbaik dihasilkan pada konsentrasi 25 ppm : 25 ppm sebesar 42,83% dan 86,72%.
Kajian Isoterm Adsorpsi Metilen Biru Menggunakan Komposit Adsorben Karbon Aktif Sekam Padi - Hidroksiapatit Tulang Ikan Fitria Nur Hamidah; Novi Eka Mayangsari; Adhi Setiawan
Conference Proceeding on Waste Treatment Technology Vol. 6 No. 1 (2023): Conference Proceeding on Waste Treatment Technology
Publisher : Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan zat warna metilen biru yang dihasilkan dari proses produksi industri mengakibatkan kerusakan lingkungan terutama di area perairan. Salah satu alternatif yang efektif adalah dengan metode adsorpsi. Adsorben yang digunakan berbahan dari tulang ikan. Daya serap tulang ikan masih rendah sehinggadiperlukan kombinasi adsorben organik lain. Limbah sekam padi memiliki kandungan selulosa yang berpengaruh dalam adsorpsi zat warna metilen biru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kemampuan penyerapan adsorben komposit Hidroksiapatit tulang ikan – karbon aktif sekam padi dalammenurunkan zat warna metilen biru dalam air limbah dan menganalisis model isoterm adsorpsi. Penelitian dilakukan dengan sistem batch menggunakan variasi konsentrasi zat warna metilen biru 25 ppm dan 50 ppm dengan rasio komposit adsoren (AC:HAp = 1:1 dan 1:2) pada pH 9 dan waktu kontak 120 menit. Hasilpenelitian adsorpsi menunjukkan konsentrasi zat warna metilen biru optimum (25 ppm) yang teradsorpsi menggunakan rasio komposit adsorben optimum (1:1) menghasilkan efisiensi penyisihan sebesar 90,95%. Adsorpsi dari kedua adsorben komposit (AC:HAp=1:1 dan 1:2) mengikuti model isotherm Freundlich dengankoefisien determinasi masing-masing sebesar R2=0,9644 dan R2=0,9644.