Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pemanfaatan Media Realia sebagai Pengganti Media Konvensional dalam Pembelajaran Liah Rosdiani Nasution; Ema Puspitasari; Siti Umayah; Nida'ul Munafiah
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang inovatif sangat penting dalam pendidikan anak usia dini untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Media realia, yaitu benda nyata yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, menjadi alternatif yang efektif untuk mengatasi keterbatasan media konvensional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media realia sebagai pengganti media pembelajaran di TKIT Al Haadii, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman anak-anak terhadap materi ajar. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pelatihan guru, pendampingan implementasi, serta evaluasi berbasis observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media realia dapat meningkatkan minat belajar anak, membantu mereka memahami konsep abstrak dengan lebih baik, serta mengembangkan keterampilan sensorimotorik. Namun, terdapat beberapa hambatan dalam implementasi, seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya dukungan dari orang tua. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua menjadi faktor kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan media realia di kelas.
Meningkatkan Critical Thinking Peserta Didik Melalui Discovery Learning: Sebuah Studi Efektivitas Riski Rusmalinda; Ema Puspitasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi perubahan lingkungan di MA Ma’arif NU 5 Sekampung. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan Discovery Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan 5M, masing-masing berjumlah 26 peserta didik. Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian mengacu pada indikator berpikir kritis Ennis. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi (84,90) dibandingkan kelas kontrol (76,28). Uji t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar kedua kelompok (sig. 0,000 < 0,05), dan analisis N-Gainmenunjukkan peningkatan keterampilan kritis kelas eksperimen dalam kategori sedang (0,56), sementara kelas kontrol dalam kategori rendah (0,29). Temuan ini mengindikasikan bahwa model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui tahapan pembelajaran aktif dan konstruktif.
The Gap between Theory and Practice in Nahwu Learning at the API Asasunnajah Islamic Boarding School and Its Impact on Mastery of Sentence Structure Yusuf Mustofa; Ema Puspitasari; Khabibul Khoiri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1091

Abstract

Pondok Pesantren memiliki peran penting dalam pengajaran ilmu nahwu sebagai fondasi pemahaman bahasa Arab. Namun, dominasi pendekatan teoritis dalam pembelajaran nahwu menyebabkan kesenjangan signifikan antara penguasaan kaidah dan kemampuan aplikatif santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara teori dan praktik dalam pembelajaran nahwu di Pondok Pesantren API Asasunnajah serta dampaknya terhadap penguasaan struktur kalimat santri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1. Proses pembelajaran masih berpusat pada hafalan dan ceramah, 2. Minimnya praktek analisis teks arab, 3. Ketiadaan pembelajaran berbasis praktek kontekstual. Akibatnya, banyak santri mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat, mengalisis i’rab, dan memahami struktur gramatikal. Temuan ini menegaskan perlunya pergeseran metode ke arah pembelajaran nahwu yang lebih komunikatif, partisipatif, dan berbasis konteks, guna membentuk keterampilan bahasa Arab yang aktif dan produktif di kalangan santri.
TIKTOK AS A TOOL OF AUTONOMOUS LEARNING: INDONESIAN EFL STUDENTS’ VOICES Hadijah Hadijah; Ulfa Widayati; Takdir Ilahi; Ema Puspitasari
Wiralodra English Journal Vol. 7 No. 2 (2023): Wiralodra English Journal (WEJ)
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/wej.v7i2.235

Abstract

This research aims to know the students’ perspective on TikTok as a tool for autonomous learners. The researcher used a qualitative case study approach with five voluntarily participating students of the English department of Institut Agama Islam Darul A’mal Lampung as the participants. An in-depth semi-structured interview was applied as the data collection technique. The theme-based analysis was used in this study. The finding showed that 1) TikTok was good to improve the students speaking ability by providing access to a variety of educational videos, which can teach students different pronunciation and phrases; 2) TikTok motivated students to learn the English language. TikTok has helped students with learning English. It's an entertaining way to practice their pronunciation and listening comprehension skills, so they can get a better understanding of different cultures. It helps them stay motivated to continue learning English; 3) TikTok encourages students to learn grammar by watching video clips of native speakers about grammar topics, such as filling in the blanks and completing sentences, joining a study group, or challenging for feedback from peers. However, the researcher found the negative aspect include being exposed to inappropriate content, and the content on TikTok tends to move along quickly.
Analisis Faktor-Faktor Kemalasan Siswa dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Kelas Mulyono; Yusuf Mustofa; Lukman Habibul Umam; Ema Puspitasari
Lisan An Nathiq : Jurnal Bahasa dan Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi Ilmiah (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/lan.v7i2.7063

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh prilaku malas belajar bahasa Arab yang dialami oleh AFZ. AFZ (nama inisial) merupakan serorang siswi kelas IX Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Insan Mulia Batanghari. Penelitian bertujuan untuk mengkonstruksi faktor-faktor kemalasan belajar bahasa Arab yang dialami oleh AFZ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Single Subject Research dan merupakan studi kasus dari fenomena siswa yang memiliki perilaku malas belajar. Peneliti menjadi instrumen utama dalam penelitian ini. Adapun alat pengumpul data yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan analisis data yang digunakan adalah pendekatan Miles dan Hubermen Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prilaku malas belajar bahasa Arab yang dialami oleh AFZ dilatarbelakangi oleh beberapa faktor berikut: Pertama, kurangnya minat belajar AFZ yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap tujuan dari pembelajaran bahasa Arab. Kedua, Kondisi fisik AFZ yang lelah karena mengikuti program kegiatan di sekolah dan asrama. Ketiga, menejemen waktu pembelajaran bahasa Arab yang kurang tepat. Keempat, metode mengajar guru yang lebih dominan menggunakan metode ceramah dalam menyampaikan materi. Kelima, keterbatasan media pembelajaran. Keenam, kondisi kelas yang kurang nyaman serta sarana prasarananya yang kurang memadai. Prilaku malas belajar yang dialami oleh AFZ berdampak jelas pada nilai bahasa Arabnya tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).
Crypto in Ulama Studies: Legal and Ethical Perspectives on the Use of Cryptocurrency Mustofa Anwar; Ema Puspitasari; Samuel Karim
Journal of Islamic Economy and Business (JIsEB) Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Islamic Economics and Business (JISEB)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/994wpv73

Abstract

Cryptocurrency has become a hot topic in the global economy and finance. However, from the perspective of Islamic law and ethics, it is still not comprehensively understood. In this situation, the purpose of this research is to find out more deeply the scholars' views on the use of Cryptocurrency which is focused on legal and ethical aspects in Islamic economics. This study uses a normative-comparative approach as a reference to analyze the fatwa of ulama on cryptocurrencies. The ulama's fatwa used is the fatwa of the Indonesia Ulema Council (MUI), the Dar al-Ifta' fatwa and the results of Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (NU). The results of the study concluded that the opinions of scholars about cryptocurrency differed, there are some scholars who view cryptocurrency as something that is in accordance with Sharia and halal principles, and most scholars view cryptocurrency as something that has the potential to contain uncertainty and that gambling is prohibited in Islam. The implication of this research is to encourage the creation of strict regulations on cryptocurrencies that can ensure security in transactions according to Sharia principles.