Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemanfaatan Media Realia sebagai Pengganti Media Konvensional dalam Pembelajaran Liah Rosdiani Nasution; Ema Puspitasari; Siti Umayah; Nida'ul Munafiah
Jurnal Sinergi Bangsa Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Bangsa
Publisher : Madiha Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang inovatif sangat penting dalam pendidikan anak usia dini untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Media realia, yaitu benda nyata yang digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, menjadi alternatif yang efektif untuk mengatasi keterbatasan media konvensional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media realia sebagai pengganti media pembelajaran di TKIT Al Haadii, serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman anak-anak terhadap materi ajar. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pelatihan guru, pendampingan implementasi, serta evaluasi berbasis observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media realia dapat meningkatkan minat belajar anak, membantu mereka memahami konsep abstrak dengan lebih baik, serta mengembangkan keterampilan sensorimotorik. Namun, terdapat beberapa hambatan dalam implementasi, seperti keterbatasan sumber daya dan kurangnya dukungan dari orang tua. Oleh karena itu, kolaborasi antara guru, sekolah, dan orang tua menjadi faktor kunci dalam mengoptimalkan pemanfaatan media realia di kelas.
Meningkatkan Critical Thinking Peserta Didik Melalui Discovery Learning: Sebuah Studi Efektivitas Riski Rusmalinda; Ema Puspitasari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik pada materi perubahan lingkungan di MA Ma’arif NU 5 Sekampung. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan Discovery Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan 5M, masing-masing berjumlah 26 peserta didik. Instrumen pengumpulan data berupa tes uraian mengacu pada indikator berpikir kritis Ennis. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen lebih tinggi (84,90) dibandingkan kelas kontrol (76,28). Uji t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar kedua kelompok (sig. 0,000 < 0,05), dan analisis N-Gainmenunjukkan peningkatan keterampilan kritis kelas eksperimen dalam kategori sedang (0,56), sementara kelas kontrol dalam kategori rendah (0,29). Temuan ini mengindikasikan bahwa model Discovery Learning efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui tahapan pembelajaran aktif dan konstruktif.
The Gap between Theory and Practice in Nahwu Learning at the API Asasunnajah Islamic Boarding School and Its Impact on Mastery of Sentence Structure Yusuf Mustofa; Ema Puspitasari; Khabibul Khoiri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1091

Abstract

Pondok Pesantren memiliki peran penting dalam pengajaran ilmu nahwu sebagai fondasi pemahaman bahasa Arab. Namun, dominasi pendekatan teoritis dalam pembelajaran nahwu menyebabkan kesenjangan signifikan antara penguasaan kaidah dan kemampuan aplikatif santri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan antara teori dan praktik dalam pembelajaran nahwu di Pondok Pesantren API Asasunnajah serta dampaknya terhadap penguasaan struktur kalimat santri. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus, sedangkan tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1. Proses pembelajaran masih berpusat pada hafalan dan ceramah, 2. Minimnya praktek analisis teks arab, 3. Ketiadaan pembelajaran berbasis praktek kontekstual. Akibatnya, banyak santri mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat, mengalisis i’rab, dan memahami struktur gramatikal. Temuan ini menegaskan perlunya pergeseran metode ke arah pembelajaran nahwu yang lebih komunikatif, partisipatif, dan berbasis konteks, guna membentuk keterampilan bahasa Arab yang aktif dan produktif di kalangan santri.
TIKTOK AS A TOOL OF AUTONOMOUS LEARNING: INDONESIAN EFL STUDENTS’ VOICES Hadijah Hadijah; Ulfa Widayati; Takdir Ilahi; Ema Puspitasari
Wiralodra English Journal Vol. 7 No. 2 (2023): Wiralodra English Journal (WEJ)
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/wej.v7i2.235

Abstract

This research aims to know the students’ perspective on TikTok as a tool for autonomous learners. The researcher used a qualitative case study approach with five voluntarily participating students of the English department of Institut Agama Islam Darul A’mal Lampung as the participants. An in-depth semi-structured interview was applied as the data collection technique. The theme-based analysis was used in this study. The finding showed that 1) TikTok was good to improve the students speaking ability by providing access to a variety of educational videos, which can teach students different pronunciation and phrases; 2) TikTok motivated students to learn the English language. TikTok has helped students with learning English. It's an entertaining way to practice their pronunciation and listening comprehension skills, so they can get a better understanding of different cultures. It helps them stay motivated to continue learning English; 3) TikTok encourages students to learn grammar by watching video clips of native speakers about grammar topics, such as filling in the blanks and completing sentences, joining a study group, or challenging for feedback from peers. However, the researcher found the negative aspect include being exposed to inappropriate content, and the content on TikTok tends to move along quickly.