Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENGENALAN TEKNOLOGI SEDERHANA PEWARNA ALAMI KAIN DENGAN METODE EKSTRAKS DI DUSUN BAHOAN NAGORI DOLOK MARAWA KECAMATAN SILOU KAHEAN KABUPATEN SIMALUNGUN Meylida Nurrachmania; Rozalina Rozalina; Triastuti Triastuti; Sarintan E. Damanik; Marulam MT Simarmata; Benteng H. Sihombing; Simon H. Sidabukke; Tioner Purba
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/njmqze56

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya melestarikan lingkungan dan sumber daya hutan, selain juga menciptakan peluang ekonomi alternatif bagi warga Dusun Bahoan, Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean, Kabupaten Simalungun. Metode yang digunakan adalah sosialisasi observasi dan explore ecoprint. Hasil yang dicapai pada kegiatan pengabdian ini yaitu terciptanya pemahaman masyarakat tentang pentingnya sumberdaya alam hutan bagi kehidupan masyarakat sekitar dan bagaimana melestarikannya serta meningkatkan keterampilan dengan menggunakan pewarna alami
Pelatihan Pengelolaan Gula Semut Di Nagori Silou Buttu Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Tioner Purba; Ummu Harmain; Marulam MT Simarmata; Triastuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/9rxsxp12

Abstract

Brown sugar is crystallized palm sugar. Some of the reasons why palm sugar is healthier than granulated sugar is that the calories contained in palm sugar are smaller than white sugar so palm sugar is often referred to as low-calorie sugar, and palm sugar also has a lower glycemic index, namely of 35 while in granulated sugar the glycemic index is 58. The optimal way to improve the structure of melted sugar is by processing it into granular sugar, namely through re-melting of molded sugar with the addition of water into a sugar solution. The addition of granulated sugar and seed was found to have an effect on the yield, total sugar, sucrose, and the level of preference for color, taste and aroma, but decreased water content, reducing sugar, browning index and aroma level.The best treatment is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C, in general it meets the requirements of SII where the water content, 2.75%, reducing sugar 4.35%, sucrose 81.14, total sugar 89.86, ash content, 1 .91%, browning index 0.20 abs/g and 81.36 yield. While the most preferred organoleptic test is the addition of 30% granulated sugar with a seeding temperature of 120 0C with a color value of 6.95, aroma 5.70 and taste 5.70. Economic analysis of melted molded sugar gives a profit of IDR 778,800/month, while improving the quality by processing ant sugar gives a profit of Rp. 1,606,000/month (all inputs are calculated at cost), If the allocation of family labor is categorized as family income plus the use of other materials that are not paid, then the income is Rp. 4,278,000/month for sugar. printing and Rp. 5,456,000/month for ant sugar. The processing of ant sugar is classified as a profitable business with a relatively higher price level than printed sugar
Agroforestry Landscape Patterns and Carbon Storage towards Optimal Land Planning and Utilization in Sipolha Horisan Village, Pamatang Sidamanik District, Simalungun Regency Tri Astuti; Tioner Purba; Athoriq Hafiz
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 1 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i1.14176

Abstract

Land conversion due to the increasing population growth rate for various interests has impacted forest land, and deforestation has become a global problem. One step that can be taken in regional planning to utilize and manage forest resources based on the landscape is to develop an agroforestry system. Agroforestry is a method of land management that combines (mixed use) forest plants with agricultural crops or livestock farming within a single area. One area that utilizes land through an agroforestry system is Sipolha Horisan Village, Pamatang Sidamanik District, Simalungun Regency. The purpose of this study was to determine the plant species’ composition and agroforestry landscape pattern in Sipolha Horisan Village. The results showed that the agroforestry system practiced by farmers was agrisilvicultural agroforestry, with a random pattern. Carbon storage potential is influenced by plant growth rates. At the tree level, the biomass was 313.18 tons/ha and carbon stocks were 144.06 tons/ha. For understory plants, the biomass was 19.89 tons/ha and carbon stocks were 9.15 tons/ha. The litter produced 39.77 tons/ha of biomass and carbon stocks were 18.29 tons/ha.
Penaksiran Stok Karbon Berdasarkan Tutupan Lahan Pada KHDTK Aek Nauli Bagi Pembangunan Kehutanan Berkelanjutan Di Kabupaten Simalungun Dimpu Jekson Panjaitan; Jef Rudiantho Saragih; Benteng Haposan Sihombing; Tioner Purba
Jurnal Regional Planning Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Regional Planning Vol 8 No 1 Februari 2026
Publisher : Program Studi Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/6y6g4g95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur stok karbon pada berbagai tipe penutupan lahan di KHDTK. Penelitian  dilaksanakan pada bulan Nopember 2025– Januari 2026 di KHDTK Aek Nauli Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun. Luas KHDTK Aek Nauli adalah 2.415,36 hektar yang terdiridari hutan terbuka, hutan pinus dan hutan campuran. Metode pengumpulan data meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari pengamatan langsung dilapangan yang mencakup  pencatatan jenis tanaman, pengukuran diameter batang dan tinggi tanaman berkayu, vegetasi non kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stok karbon di KHDTK Aek Nauli bervariasi secara signifikan antar tipe penutupan lahan, yang dipengaruhi oleh perbedaan biomassa. Tegakan pinus memiliki stok karbon tertinggi sebesar 296,69 ton/ha. Hutan campuran memiliki stok karbon sedang sebesar 117,62 ton/ha, lahan terbuka menunjukkan stok karbon terendah sebesar 75,83 ton/ha. Tegakan pinus berperan dominan dalam fungsi regulasi iklim dan peningkatan kualitas lingkungan, sementara hutan campuran berfungsi sebagai penyangga ekologis pada skala lanskap. Lahan terbuka menjadi indikator degradasi ekosistem dan prioritas utama rehabilitasi. Oleh karena itu, pengelolaan hutan KHDTK Aek Nauli dalam kerangka PHPL perlu difokuskan pada restorasi lahan terbuka, penguatan struktur hutan campuran, perlindungan tegakan pinus, serta monitoring karbon untuk menjamin keberlanjutan ekosistem jangka panjang
Pengaruh Kepemimpinan Dan Komitmen Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun Afriando Girsang; Tuahman Sipayung; Toga Sehat Sihite; Tioner Purba
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/8hn25b40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan dan komitmen kerja terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun yang berjumlah 97 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan pengembangan dari regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; (2) komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja; (3) kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (4) komitmen kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (5) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; (6) kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening; dan (7) komitmen kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai dapat dicapai melalui penerapan kepemimpinan yang efektif dan peningkatan komitmen kerja, serta didukung oleh terciptanya kepuasan kerja yang baik
Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara Melalui Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Pada Kantor Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Simalungun Damian Sahat Simanjuntak; Hisarma Saragih; Toga Sehat Sihite; Tioner Purba
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/sb68qz75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui motivasi kerja dan kepuasan kerja sebagai variabel intervening pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Simalungun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ASN pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupataen Simalungun yang berjumlah 38 orang, sehingga teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling jenuh atau sensus. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kepuasan kerja. Kepemimpinan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN. Selain itu, motivasi kerja dan kepuasan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ASN. Hasil uji mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja dan kepuasan kerja mampu memediasi pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja ASN secara signifikan. Dengan demikian, peningkatan kualitas kepemimpinan dapat meningkatkan motivasi kerja dan kepuasan kerja pegawai yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kinerja ASN pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Simalungun
Analisis Efektifitas Dan Akuntabilitas Serta Transparansi Bantuan Operasional Sekolah Dalam Pengembangan Pendidikan (Studi Kasus di UPTD SMPN 8 dan UPTD SMPN 12 Pematangsiantar) Juanda Panjaitan; Hisarma Saragih; Ika Rosenta Purba; Tioner Purba
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/5cpnc232

Abstract

Salah satu bentuk pendanaan pendidikan dasar yang signifikan dari sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Program BOS merupakan program nasional di bidang pendidikan yang menyerap anggaran besar dan langsung berhubungan dengan hajat hidup masyarakat luas. Program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka Wajib Belajar Sembilan Tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada UPTD SMP Negeri 8 dan UPTD SMP Negeri 12 Pematangsiantar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus multisitus. Populasi penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru/tenaga kependidikan, komite sekolah, dan orang tua siswa dengan jumlah responden masing-masing 50 orang pada setiap sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS. Instrumen penelitian telah melalui uji validitas dan reliabilitas serta dinyatakan layak. Uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal (Sig. 0,000 < 0,05), sehingga analisis hubungan antar variabel menggunakan uji korelasi non-parametrik Spearman’s Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan Dana BOS pada kedua sekolah berada pada kategori baik hingga sangat baik, dengan tingkat penerapan yang relatif lebih tinggi pada UPTD SMP Negeri 12 Pematangsiantar. Uji Spearman’s Rho menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan (Sig. 0,000 < 0,05) antara efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi dengan pengelolaan Dana BOS. Disimpulkan bahwa penerapan prinsip efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi berperan penting dalam meningkatkan kualitas tata kelola Dana BOS di lingkungan sekolah
Pengaruh Motivasi Pengalaman Kerja Budaya Kerja Dan Kompetensi Terhadap Kinerja Karyawan Di CU Sayur Matua Serdang Bedagai Tahan Silangit; Toga Sehat Sihite; Tioner Purba
Manajemen: Jurnal Ekonomi Vol. 8 No. 2 (2026): Manajemen: Jurnal Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/zw8sfz61

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, pengalaman kerja, budaya organisasi, dan kompetensi terhadap kinerja karyawan pada CU Sayur Matua Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan dan pimpinan CU Sayur Matua Kabupaten Serdang Bedagai yang berjumlah 33 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (census sampling) sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Metode analisis data menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengalaman kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan serta menjadi variabel yang paling dominan memengaruhi kinerja karyawan. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sementara itu, kompetensi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, motivasi, pengalaman kerja, budaya organisasi, dan kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada CU Sayur Matua Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja karyawan dapat dilakukan melalui peningkatan motivasi kerja, pengembangan pengalaman kerja, penguatan budaya organisasi, serta pengembangan kompetensi pegawai secara berkelanjutan
Analisis Aktivitas Harian Rusa Sambar (Cervus unicolor) di Kandang Demplot Litbang Rusa BP2LHK Aek Nauli Kabupaten Simalungun Sumatera Utara Triastuti Triastuti; Riski Kurniawan; Tioner Purba
Wana Lestari Vol 8 No 1 (2026): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wl.v8i1.28877

Abstract

The sambar deer (Cervus unicolor) is a wild animal whose population continues to decline due to hunting and habitat degradation, making captive breeding an ex situ conservation effort. This study aims to analyze differences in daily activity of sambar deer during the day and night. Observations were conducted at the Deer Research and Development Demonstration Plot of the BP2LHK Aek Nauli, Simalungun Regency, using the Focal Animal Sampling (FAS) method. Observed activities included walking, resting, sleeping, eating, socializing, grooming, defecation, urination, nursing, and suckling. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test at a significance level of 5%. The results showed that walking and feeding activities were more prevalent during the day, while resting and sleeping activities increased at night. The Wilcoxon test showed that only urination activity was significantly different between day and night (p < 0.05), while other activities were not significantly different (p > 0.05). These results indicate that captive sambar deer retain their natural behavioral patterns and are able to adapt to environmental conditions. This can serve as a basis for captive management and support ex-situ conservation.