Claim Missing Document
Check
Articles

STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DAN NILAI PERUSAHAAN Artini, Luh Gede Sri; Puspaningsih, Ni Luh Anik
Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol 15, No 1 (2011): January 2011
Publisher : UNIVERSITY OF MERDEKA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.563 KB) | DOI: 10.26905/jkdp.v15i1.1001

Abstract

The companys long-term goal was to maximize corporate value. Maximization of corporate value could berealized by using the aspect of corporate financial decisions and the amount of stock ownership by managementin the company. This study aimed to determine the effect of direct and indirect ownership structure and capitalstructure toward dividend policy and firm value. Ownership structure was measured by total percentage ofstock ownership by management, capital structure was measured with debt to equity ratio (DER), dividendpolicy was measured by dividend payout ratio (DPR) and the value of the firm measured by price to book value(PBV). Population research was all the firms in the manufacturing industries listed in Indonesia Stock Exchange(IDX) from 2006 until the year of 2009 namely 149 companies. Sampling conducted in the researchwas purposive sampling method. Based on the criteria obtained by purposive sampling, 15 companies wereeligible to be utilized as the research sample. The results of this research were the impact of ownership structurewas not significant on dividend policy, the ownership structure had a significant positive impact on corporatevalue, capital structure did not significantly effect on dividend policy, capital structure did not significantlyaffect the value companies, dividend policy had a significant positive impact on corporate value.
Interaksi Kewirausahaan Perempuan dengan Faktor Keuangan dan Kearifan Lokal Bali Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Ni Putu Rediatni Giri; Putu Hella Mey Artha
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Economics and Business Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2022.v16.i01.p06

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kewirausahaan perempuan dan nilai-nilai kearifan local dalam keputusan penggunaan hutang dan kinerja UKM di Bali. Penelitian ini mempergunakan data primer yang dikumpulkan dengan mempergunakan kuesioner dan indepth interview. Sampel penelitian terdiri dari 35 UKM dengan pemilik perempuan. Pengujian data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang digali dari budaya Hindu di Bali yaitu Jengah, Menyama-braya dan Dana Puniasecara signifikan mampu meningkatkan keputusan penggunaan hutang UKM tetapi tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja UKM. Ketika pemilik UKM menggunakan hutang yang tinggi, justru menurunkan kinerja UKM. Orientasi kewirausahaan yang tinggi pada kepemilikan perempuan telah mereduksi keputusan penggunaan hutang pada struktur modal usaha, tetapi meningkatkan kinerja UKM. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori keuangan khususnya teori struktur modal, bahwa kinerja bisnis tidak hanya ditentukan oleh faktor keuangan tetapi juga faktor non finansial yaitu nilai-nilai kearifan lokal dan orientasi kewirausahaan perempuan.
Analisis dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Pekerja Salon dan Spa Putu Nita Cahyawati; Luh Gede Pradnyawati; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2021): COMSERVA: (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.806 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i7.50

Abstract

COVID-19 merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dan di dunia. COVID-19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak besar pada berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk sektor pariwisata. Dalam upaya untuk menghidupkan kembali usaha pariwisata, pemerintah mencanangkan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis dan memberikan edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat pada mitra. Mitra pada kegiatan ini bekerja pada usaha salon dan spa di wilayah Badung, Bali. Mitra yang dilibatkan sebanyak 5 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian edukasi, diskusi interaktif mengenai COVID-19, pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dibagi menjadi 2 sesi. Berdasarkan hasil analisis perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, diperoleh nilai sebagai berikut: mitra 1 (86,7), 2 (77,8), 3 (71,1), 4 (75,5), dan 5 (77,8). Sedangkan, hasil pengisian kuesioner PHBS di tempat kerja ditemukan hasil sebagai berikut: mitra 1 (66,7), 2 (66,7), 3 (55,6), 4 (81,5), dan 5 (77,8). Hasil ini menunjukkan bahwa rerata nilai penerapan PBHS di tempat kerja mitra lebih rendah dibandingkan dengan di rumah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pekerja salon dan spa belum mampu menerapkan PHBS secara konsisten.
PENGEMBANGAN KAWASAN DTW TUBING DESA NEGARI KOLABORASI DENGAN POKDARWIS TEGALSARI NEGARI DI DESA NEGARI, KEC. BANJARANGKAN, KAB. KLUNGKUNG, BALI Made Suryanatha Prabawa; I Ketut Sugihantara; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Lentera Karya Edukasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Bali as a tourist destination The world has a variety of tourist destinations (DTW) which are certainly popular. Of the total DTW, there are several in the Klungkung Regency area such as Banjarangkan, Nusa Lembongan, and Nusa Penida. Desa Negari as a village located in the Klungkung Regency area wants to participate in the post-COVID-19 tourism recovery period, which is marked by the increasing number of local/domestic/foreign tourists coming to the Klungkung area, by compiling a planning study to realize a tourist destination. (DTW) belongs to Desa Negari. The village plans to take advantage of the natural potential of the Tukad Bubuh River Basin to Tegal Besar Beach Estuary as a DTW Adventure Tubing. The main problem faced by the village is that it does not have expert human resources who are able to assist in preparing the DTW Tubing Development Plan in the Negari Village so that the Univ. Warmadewa came down to help. The results of the service show that there are several lands that can be used for Tubing locations (Starting-Finish), There will be increased employment opportunities, Realization of the initial concept of spatial planning (layout) of each Tubing Starting and Finish Point Area.Keywords: Tourist, Destination, Tubing, Desa NegariAbstrak: Bali sebagai destinasi wisata Dunia memiliki berbagai macam daerah tujuan wisata (DTW) yang tentunya populer. Dari keseluruhan DTW terdapat beberapa di wilayah Kabupaten Kelungkung seperti Banjarangkan, Nusa Lembongan, dan Nusa Penida. Desa Negari sebagai sebuah desa yang berada di wilayah Kabupate Kelungkung ingin ikut berpartisipasi dalam masa pemulihan pariwisata pasca COVID-19, yang ditandai dengan mulai banyaknya wisatawan lokal/domestic/mancanegara yang datang ke wilayah Klungkung, dengan menyusun sebuah studi perencanaan untuk mewujudkan daerah tujuan wisata (DTW) milik Desa Negari. Desa berencana memanfaatkan potensi alam yakni Daerah Aliran Sungai Tukad Bubuh hingga Muara Pantai Tegal Besar sebagai DTW Adventure Tubing. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Desa adalah tidak memiliki SDM Ahli yang mampu mendampingi dalam menyusun Rencana Pegembangan DTW Tubing Desa Negari sehingga Tim Pengabdian Univ. Warmadewa turun untuk membantua. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ada beberapa lahan yang dapat dimanfaatkan untuk lokasi Tubing (Starting-Finish), Akan adanya lapangan pekerjaan yang meningkat, Terwujudnya konsep awal tata ruang (layout) dari masing-masing Area Starting dan Finish Point DTW Tubing
PENGEMBANGAN INOVASI PENGAWETAN BAMBU SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI DESA BELEGA, GINYAR, BALI A.A. Gede Raka Gunawarman; I Wayan Wirya Sastrawan; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Lentera Karya Edukasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Belega village is known as a center for bamboo craftsmen, especially furniture and interior decoration in Bali. The 90s were the heyday of the bamboo craftsmen in Belega Village who succeeded in exporting bamboo handicrafts to America, Europe, and several Asian countries. However, since the opening of the Ida Bagus Mantra bypass around 1998, tourist visits have begun to decrease and have resulted in a decline in furniture orders. The decline in orders for handicrafts caused some craftsmen to start switching to bamboo building construction in 2010. The method of implementing the service program began with the development of the production sector with a focus on bamboo preservation innovation. The field of management focuses on the implementation of administration specifically in problems that occur related to capital by providing socialization and assistance. Partners' participation in implementing this program is more about developing bamboo preservation ideas and innovations according to community needs and designing a marketing plan model with the team.Abstrak: Desa Belega dikenal sebagai pusat pengrajin bambu khususnya furniture dan hiasan interior di Bali. Tahun 90-an adalah masa jaya dari para pengrajin bambu di Desa Belega berhasil mengekspor hasil kerajinan bambu  ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara Asia. Namun sejak dibukanya bypass Ida Bagus Mantra sekitar tahun 1998, kunjungan wisatawan yang mulai berkurang dan berdampak menurunnya pesanan furniture. Penurunan pesanan kerajinan menyebabkan beberapa pengrajin mulai beralih ke konstruksi bangunan bambu di tahun 2010. Metode pelaksanaan program pengabdian dimulai dengan pengembangan bidang produksi dengan fokus pada inovasi pengawetan bambu. Dalam bidang manajemen, berfokus pada pelaksanaan administrasi secara spesifik dalam permasalahan yang terjadi terkait permodalan dengan memberikan sosialisasi dan pendampingan. Partisipasi mitra dalam pelaksanaan program ini lebih kepada pengembangan ide dan  inovasi pengawetan bambu yang sesuai kebutuhan masyarakat dan rancangan model rencana pemasaran bersama tim.
Pendampingan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Dan Digital Marketing Pada Kelompok UMKM Laundry Putu Nita Cahyawati; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Asri Lestarini; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 2 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v7i2.2899

Abstract

Mitra pada pengabdian ini adalah adalah kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) laundry di Kecamatan Kuta Utara. Berdasarkan diskusi awal, diketahui bahwa mitra mengalami kesulitan dalam bersaing dengan kelompok usaha laundry lainnya yang cukup banyak di wilayahnya. Mitra membuka usaha dengan modal yang tidak terlampu besar dengan sasaran masyarakat sekitarnya. Hal ini dikarenakan mitra belum memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan laundry lainnya. Selama masa pandemi mitra juga belum memahami prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dan prosedur penangannya. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian difokuskan pada pemberian edukasi kesehatan dan keselamatan kerja, peluang usaha dengan pemanfaatan aromaterapi dalam usaha laundry serta digital marketing untuk memperluas dan efektifitas pemasaran. Metode kegiatan meliputi diskusi, pemberian edukasi, pemberian bantuan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan pengetahuan awal mitra. Pemberian materi dilakukan secara blended learning. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini antara lain peningkatan pengetahuan mitra berdasarkan nilai pretest dan posttest dengan nilai rerata posttest sebesar adalah 78,33 poin, pelaksanaan kegiatan edukasi dilakukan sebanyak satu kali, dan bantuan diberikan pada seluruh mitra. Mitra didominasi oleh perempuan (60%), usia antara 20-40 tahun, pendidikan terakhir antara SD hingga SMA, lama bekerja antara 6 bulan hingga 3 tahun, mayoritas sudah menikah (60%) dan mayoritas beragama Hindu (60%). Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian telah berhasil dengan baik karena seluruh indikator yang ditetapkan telah berhasi terpenuhi.
PENGARUH HARGA DAN DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION E-MARKETPLACE DENGAN MEDIASI CITRA MEREK I Putu Artha Yasa Wijaya; Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Indiani, Ni Luh Putu
JIMEK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2024): JIMEK VOLUME 7 NO 1 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jimek.v7i1.5517

Abstract

This study aims to analyze the influence of price and product design on the purchase decision of e-marketplace fashion products with brand image mediation in Bali Province. This study obtained 200 valid samples. This study used PLS-based SEM as an analytical tool. The results showed that price, product design, and brand image have a positive and significant influence on brand image and purchase decision. Brand image mediates the influence of price and product design on purchase decision. Aspects that need to be considered to increase purchase intention through prices are ensuring prices are affordable by the target market, prices in accordance with product quality, competitive prices with similar competitors' offers, prices following the benefits obtained by consumers, and providing regular discounts. In the product design aspect, namely up-to-date clothing models, varied product design choices, materials with long durability, comfortable products to wear, and stylish. In brand image, marketers need to ensure the brand is known to consumers, has a good reputation, and builds a good emotional connection with consumers.
Relationship between Green Entrepreneurial Orientation and Financial Literacy on SMES' Financial Performance Ningsih, Ni Luh Anik Puspa; Darma, I Ketut; Dewi, Made Pratiwi; Karyati, Ni Kadek Tata; Mustika, Rhenasya Oktiani; Sarmawa, I Wayan Gde
Jurnal Economia Vol. 21 No. 3 (2025): October 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with the Institute for

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/economia.v21i3.72982

Abstract

The growth of tourism encourages the growth of the Culinary MSME sector in Bali. The culinary sector is very vulnerable to producing waste. On the other hand, SMEs are expected to be oriented towards the concept of green entrepreneurship to minimize waste. This study aims to analyze the influence of the implementation of green entrepreneurial orientation (GEO) and financial literacy on the performance of SMEs. The subject of this study is culinary SMEs in Bali with the distribution of questionnaires to 100 samples. The analysis techniques used are descriptive analysis and inferential analysis with Partial Least Squares. The results of this study show that financial literacy has a significant positive effect on GEO, but financial literacy has a non-significant effect on the performance of culinary SMEs in Bali and GEO has a significant positive impact on the performance of culinary SMEs in Bali.
Development of the Incense Business Group through Business Management in Angantaka Village, Abiansemal, Badung Ningsih, Ni Luh Anik Puspa; Nitiwidari, Dewa Ayu Putu; Trisnadewi, Anak Agung Ayu Erna
Asian Journal of Community Services Vol. 3 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajcs.v3i7.10560

Abstract

The MSME sector is expected to become a new source of national economic strength during crises. To achieve this, the government should focus on human resources and management. Limited innovation within SMEs has led to stagnant growth, and financial issues often hinder productivity. One community service project is the Suputra herbal incense SME in Angantaka Village, Abiansemal, located 11.2 km from Universitas Warmadewa. According to Mrs. Ayu, the main challenge is limited business management capabilities. A lack of business management knowledge impedes growth. The partnership program aims to increase sales and improve financial practices through three activities: financial management assistance, production management, and creating a product catalog. The results show structured bookkeeping, reduced errors, enhanced management efficiency, and the development of a product catalog.
EDUKASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DAN STRATEGI PEMASARAN PADA KELOMPOK PEKERJA SALON DAN SPA DI MASA PANDEMI COVID-19 Cahyawati, Putu Nita; Pradnyawati, Luh Gede; Puspa Ningsih, Ni Luh Anik
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 6 No. 1 (2022): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.858 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v6i1.1785

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap pariwisata Bali, termasuk usaha salon dan spa. Dampak utama yang dialami adalah penurunan jumlah pelanggan dan penerapan protokol kesehatan yang tepat selama bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pekerja salon dan spa terkait penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di era pandemi. Kegiatan pengabdian menerapkan metode pembelajaran blended learning. Kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi dan melibatkan 5 orang pekerja. Pelaksanaan kegiatan meliputi diskusi, pretest, pemberian edukasi protokol kesehatan dan sistem marketing di masa pandemi Covid-19, pemutaran video, dan postest. Pekerja yang terlibat berada pada rentang usia 25 tahun hingga 46 tahun. Karakteristik pekerja yaitu 100% adalah perempuan, pendidikan terakhir SMP sebanyak 2 orang (40%), dan SMA sebanyak 3 orang (60%). Mayoritas pekerja beragama Hindu (80%) dan sudah menikah (80%). Masa kerja pekerja bervariasi yaitu antara 1 tahun hingga 6 tahun. Seluruh pekerja memiliki jadwal kerja yang sama yaitu 6 kali per minggu. Setelah pelaksanaan kegiatan, diperoleh hasil yaitu persentase kehadiran pekerja pada kegiatan ini sangat baik (100%). Pelaksanan kegiatan dengan membagi menjadi beberapa sesi kegiatan serta dengan penerapan metode edukasi secara daring dan luring (blended learning) berdampak baik pada peningkatan pengetahuan mitra yang ditandai dengan terdapatnya peningkatan rerata nilai pretest dan postest, yaitu awal adalah 38 poin, meningkat menjadi 84 poin. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode edukasi blended learning meningkatkan pengetahuan pekerja salon dan spa dalam hal penerapan protokol kesehatan dan strategi marketing di masa pandemi Covid-19.Kata kunci: Covid-19, edukasi kesehatan, sistem pemasaran, blended learningABSTRACTThe pandemic of Covid-19 had a significant impact on Bali's tourism, including salon and spa businesses. The main impact was declining customers numbers and the implementation of appropriate health protocols. This program aimed to provide education to salon and spa workers regarding the health protocols and marketing strategies during the pandemic era. The community project activity applied through blended learning method, divided into several sessions with five workers involvement. The activities included discussions, pre-test, education on health protocols and marketing system, video, and post-test. The workers’ age range was 25 to 46 years ,which were 100% women, 40% were junior high school and 60% were high schools’ graduates, majority were Hindu (80%) and were married (80%). The length of working period varied from 1 year to 6 years. All workers had the same work schedule, 6 times per week. The result of the activity was that the percentage of partner's attendance was good (100%). The implementation of the program by online and offline methods (blended learning) had a good impact on increasing knowledge, which was marked by an increase in the average pre-test from 38 points into 84 points on post-test scores. Based on these results, we concluded that the blended learning method increases the knowledge of salon and spa workers in terms of implementing health protocols and online marketing during the Covid-19 pandemic.Keywords: Covid-19, health education, marketing system, blended learning
Co-Authors A.A. Media Martadiani, A.A. Media Agus Pandu Bastian Agus Santosa Anak Agung Gede Raka Gunawarman Anak Agung Sri Agung Aryastuti anik puspa anik puspa Asri Lestarini Ayu Sita Laksmi Azis, Ita Sylvia Azita Cahyawati, Putu Nita Cokorda Krisna Yuda Darma Kotama, I Nyoman Darma, I Ketut Dewa Ayu Inten Mahaputri Dewa Ayu Kadek Claria Dewa Gede Semara Edi, Dewa Gede Semara Dewi, Made Pratiwi Dewi, Made Pratiwi Gde Candra Yogiswara Gde Candra Yogiswara Gede Krisna Mahartajaya I Ketut Darma I Ketut Sugihantara I Komang Try Satriawan Korry I Made Artawan I Putu Artha Yasa Wijaya I Wayan Dedek Surya Mahadipa I Wayan Parwata Ida Ayu Sasmitha Putri Ida Ayu Surasmi Ida Ayu Surasmi Ida Bagus Udayana Putra Karyati, Ni Kadek Tata Kevin Ken Krensia Isidora Wea Wea Kristianti, Ni Made Eka Linggasani, Made Anggita Wahyudi Luh Gede Sri Artini Luh Putu Indiani Made Kusuma Wardani Made Pratiwi Dewi Made Pratiwi Dewi Mustika, Rhenasya Oktiani Ni Luh Made Mahendrawati Ni Luh Putu Indiani Ni Luh Putu Sriastiti Ni Made Eka Kristianti Ni Putu Erlin Pramesti Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri Ni Putu Rediatni Giri Ni Putu Rediatni Giri Ni Putu Rossa Cempaka Dewi Ni Putu Taris Aprilia Dewi Ni Wayan Eka Novia Ni Wayan Kasni, Ni Wayan Ni Wayan SITIARI Nitiwidari, Dewa Ayu Putu Novia, Ni Wayan Eka Pande Ayu Naya Kasih Permatananda Prabawa, Made Suryanatha Pradnyawati, Luh Gede Pratiwi, Ni Made Widya Putri, Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putu Dyah Pradnya Paramitha Putu Hella Mey Artha Putu Ngurah Suyatna Yasa Putu Nita Cahyawati Putu Nita Cahyawati Sang Ayu Made Putri Suryani, Sang Ayu Made Putri Santini, Ni Made Sarmawa, I Wayan Gde Sastrawan, Wirya Setini, Made Sugiati, Gusti Ayu Surasmi, Ida Ayu Trisnadewi, AA Ayu Erna Wicaksana, Gde Bagus Andhika Widari, Dewa Ayu Putu Niti Widiastari, Ketut Ayu YAMAWATI, Ni Kd. Sioaji