Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PERUBAHAN FREKUENSI DALAM SISTEM PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3-FASA TERHADAP EFISIENSI DAN ARUS KUMPARAN MOTOR Zuriman Anthony
Jurnal Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.885 KB)

Abstract

Salah satu cara dalam mengendalikan kecepatan motor induksi 3-fasa adalah dengan mengatur frekuensi sumber yang masuk ke motor. Bila frekuensi sumber yang diberikan ke motor semakin besar, maka motor akan berputar semakin cepat. Tetapi bila frekuensi sumber yang diberikan ke motor semakin rendah, maka motor akan berputar semakin lambat. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh pengaturan frekuensi ini terhadap efisiensi dan arus yang melewati kumparan motor agar dapat diketahui batas-batas frekuensi yang masih dapat digunakan untuk mengatur kecepatan motor. Motor yang digunakan pada penelitian ini adalah motor induksi 3-fasa 2250 Hp, 2300 V, 60Hz, hubungan bintang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan efisiensi motor saat terjadi kenaikan maupun penuruan frekuensi sumber. Terjadi juga penurunan arus kumparan motor saat terjadi kenaikan frekuensi sumber dan terjadi kenaikan arus kumparan motor saat terjadi penurunan frtekuensi sumber. Frekuensi terendah yang memungkinkan motor dapat bekerja dengan baik tidak boleh lebih rendah dari 43,33% dari frekuensi standar motor, karena freuensi yang lebih rendah dari ini akan dapat memperpendek umur motor.
Kajian Pengembangan Lilitan Motor Induksi 1-Fasa Dengan Bentuk Lilitan 4-Fasa (Studi Kasus: Daya Keluaran dan Faktor Daya) Zuriman Anthony
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.189 KB)

Abstract

Lilitan atau kumparan motor induksi 1-fasa biasanya dibuat dengan menggunakan 2 (dua) lilitan yang mana lilitan yang pertama adalah lilitan utama dan lilitan yang lainnya adalah lilitan bantu. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuat lilitan motor induksi 1-fasa seperti bentuk disain lilitan motor induksi 4-fasa, yang mana lilitan motor ini terdiri dari 4 (empat) lilitan yang berjarak 90olistrik. 1 (satu) lilitan didisain untuk bertindak seperti halnya lilitan utama, dan 3 (tiga) lilitan lain bertindak seperti halnya lilitan bantu. Untuk memperoleh bentuk karakteristik dan kemanpuan motor yang didisain, maka motor ini menggunakan konstruksi yang sama dengan motor induksi 1-fasa pembanding. Kajian dalam makalah ini dibatasi hanya dalam hal ‘daya keluaran dan factor daya motor’. Motor pembanding yang digunakan dalam penelitan ini adalah motor induksi 1-fasa 1Hp, 220 V, 8,3A, 50Hz, 1440 rpm, 200µF Cs dan 20µF Cr. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa motor induksi 1-fasa yang dirancang dengqan disain lilitan 4-fasa dapat dioperasikan dengan baik dengan nilai kapasitor start yang lebih rendah yaitu 25µF dan kapasitor jalan 20µF dengan daya keluaran 80,44% dan dengan faktor daya ytang lebih baik (0,99) dari motor induksi 1-fasa pembanding.
PENGARUH PENGGUNAAN KAPASITOR PERBAIKAN FAKTOR DAYA TERHADAP ARUS START MOTOR INDUKSI 3-FASA Zuriman Anthony
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.712 KB)

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisa pengaruh kapasitor perbaikan faktor daya yang dipasang paralel dengan motor induksi 3-fasa terhadap arus start motor. Penelitian ini dilakukan di Labor Teknik Elektro Institut Teknologi Padang dengan objek pernelitian adalah motor induksi 3-fasa, 1500 W, 380 V/Y, 4 kutup, 50 Hz, 1400 rpm dan 3,6 A. Untuk memudahkan analisa, motor juga dianalisa dengan menggunakan parameter motor dengan bantuan program Matlab. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh arus start motor sebesar 22,68 A dengan watu (t) 0,032 detik, yang hanya berbeda 0,89% dari hasil perhitungan dengan program Matlab, sehingga keakuratan hasil perhitungan dapat diterima untuk menganalisa motor. Dari hasil penelitian ini ternyata memperlihatkan bahwa kapasitor yang digunakan dapat memperbesar arus start motor. Semakin besar nilai kapasitansi kapasitor yang digunakan, maka semakin besar pula arus start motor. Arus start ini ternyata merupakan gejala arus transien motor saat start yang sangat dipengaruhi oleh parameter motor (L dan R) dan waktu respon (t) kecepatan rotor. Besarnya arus start maksimum pada motor sangat ditentukan oleh tahanan dalam (R1 dan R2 ’) motor.
PENDEKATAN RANGKAIAN EKIVALEN UNTUK MENGANALISIS MOTODE SCHEDA TERHADAP KINERJA ARUS, FAKTOR DAYA DAN DAYA MASUKAN MOTOR Zuriman Anthony
Jurnal Teknik Elektro Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.443 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian yang membahas sistem pengoperasian motor induksi 3-fasa saat beropeasi pada sistem tenaga listrik 1-fasa dengan menggunakan metode yang pernah dikemukakan oleh Scheda (1985). Metode ini adalah meletakan kapasitor jalan seri dengan salah satu kumparannya dan hanya memberikan rumus yang berhubungan dengan nilai kapasitor saja, sehinga tidak diketahui bagaimana bentuk kinerja motor dengan kondisi beban yang berubah ubah. Penelitian kali ini dimaksudkan untuk membuatkan rangkaian ekivalen motor induksi 3-fasa saat beroperasi pada sistem tenaga listrik 1-fasa dengan menggunakan metode Scheda ini. Objek pernelitian ini adalah motor induksi 3-fasa, 1,5 HP, 220V, hubungan Y, 2,7A, 4 kutup, 50 Hz, 1400 RPM. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa bentuk rangkaian ekivalen yang diberikan mempunyai tingkat keakuratan yang baik untuk menganalisa arus, faktor daya dan daya masukan motor Oleh karena itu, rangkaian ekivalen ini sangat cocok digunakan untuk menganalisa karakteristik arus masukan, faktor daya dan daya masukan motor induksi 3-fasa untuk berbagai kondisi beban tanpa harus mengoperasikan langsung motor ini pada sistem tenaga 1-fasa
STUDI PENGARUH PERUBAHAN FREKUENSI SUMBER TERHADAP FAKTOR DAYA MOTOR INDUKSI 3-FASA Zuriman Anthony
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Situs resmi ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.374 KB)

Abstract

Perubahan frekuensi yang terjadi pada sistem tenaga listrik biasanya tidak begitu besar sehinga pengaruhnya tidak begitu diperhatikan terhadap kinerja motor induksi. Perubahan frekuensi yang besar bisanya dilakukan untuk mengatur kecepatan motor indukssi. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran pengaruh perubahan frekuensi yang dilakukan untuk mengatur kecepatan motor induksi 3-fasa terhadap faktor daya motor. Motor yang digunakan pada penelitian ini adalah motor induksi 3-fasa 2250 Hp, 2300 V, 60Hz, hubungan bintang. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa akan terjadi penurunan faktor daya pada motor bila dilakukan perubahan frekuensi sumber, baik dengan cara menaikan ataupun dengan menurukan frekuensi. Frekuensi terendah yang memungkinkan motor dapat bekerja dengan faktor daya yang baik adalah pada frekuensi yang tidak boleh lebih rendah dari 43,33% dari frekuensi standar motor.
STUDI ANALISIS PEMANFAATAN AIR GARAM SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF MENGGUNAKAN ELEKTRODA KARBON BATERAI BEKAS Antonov Bachtiar; Yusreni YUSRENI WARMI Warmi; Zuriman Anthony; Aswir Premadi; Asnal Effendi; Dasman Dasman; Rahmat Fajri
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 1 (2022): Vol. 5 No. 1 Edisi 2 Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.133 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i1.958

Abstract

This research is motivated by the current fact that the availability of energy sources on the earth continues to increase and the demand for energy continues to increase in line with the increasing demand for energy on earth. population growth. So the use of new renewable energy sources and environmentally sound is needed. This study aims to determine the voltage generated using used battery carbon electrodes and copper, the effect of used battery carbon electrodes and single copper wire on the resulting voltage and the effect of salt content on the resulting voltage capacity. From the research results, it is obtained that the carbon electrodes of used batteries and copper can generate voltage using a solution of salt water and sea water. The highest voltage in the salt water solution is 1965mV and the lowest voltage is 405mV. In seawater solution, the highest voltage is 2071mV and the lowest voltage is 1890mV. The effect of the electrode on the resulting voltage is whether or not the entire surface of the electrode is immersed so that it affects the resulting voltage. And the effect of salt content on the resulting stress is 10%, 5%, 3%, 2% and 37%. With successive voltages of 740mV, 1777mV, 1965mV, 1920mV and 2071mV. With this it can be concluded that the use of used battery carbon electrodes and single copper wire as a substitute for electrodes in generating voltage using an electrolyte solution of salt water and sea water can be used as an alternative energy source.   Keywords: Salt Water, Alternative Energy, Used Carbon Electrodes, Copper Electrodes , Electrochemistry  .
ANALISA RUGI-RUGI DAYA DAN DROP TEGANGAN PADA PT. PLN (PERSERO) GARDU HUBUNG PANTI ULP LUBUK SIKAPING MENGGUNAKAN ETAP 12.6 Aisya Ilyana Adfin; Erhaneli Erhaneli; Sepannur Bandri; Zuriman Anthony
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 3, No 1 (2022): SEMNAS MULTIDISIPLIN ILMU
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gardu Hubung Panti ULP Lubuk Sikaping merupakan unit pelayanan yang bertanggung jawab atas pendistribusian listrik ke konsumen. Untuk mengoptimalkan pelayanan distribusi listrik ke konsumen pengguna listrik, maka diperlukan pendistribusian yang aman dan andal. Hal yang perlu diperhitungkan pada penyaluran daya listrik kekonsumen adalah rugi-rugi daya dan drop tegangan. Berdasakan SPLN No.72 Tahun 1987 batasan drop tegangan +5% dan -10% dan rugi-rugi daya 5%. Penelitian yang dilakukan adalah menentukan rugi-rugi daya dan drop tegangan pada GH Panti ULP Lubuk Sikaping Feeder Kauman, Feeder Tapus dan Feeder Panti. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rugi daya pada Feeder Kauman 2,8 % , Feeder Tapus 3,33% dan Feeder Panti 1,78 %. Sedangkan drop tegangan Feder Kauman 3,5% , Feeder Tapus 3,6 % dan Feeder Panti 0,2%. Walaupun dalam perhitungan yang sudah dilakukan terhadap rugi-rugi daya dan drop tegangan belum melebihi starndar yang ditetapkan, tetapi bedasarkan perhitungan yang dilalukan sesuai beban maksimum pada GH Panti didapat arus maksimumnya adalah 188 Amper, sedang jumlah arus beban pada ketiga feeder adalah 97,91 Amper. Sehingga beban pada kondisi saat ini adalah 52%. Kata kunci : Drop Voltage; ETAP 12.6; Rugi-rugi daya.
Proposal of analysis method to reduce back-flashover rate taking account of tower footing resistance Yusreni Warmi; Zulkarnaini Zulkarnaini; Abdul Rajab; Chitra Yuanisa; Rizki Oktrinanda Elyas; Andi M. Nur Putra; Zuriman Anthony
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 13, No 1: February 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v13i1.pp94-106

Abstract

The number of lightning stroke on the tower of the 150 kV Koto Panjang-Payakumbuh transmission line located the rocky area has been observed. The high value of tower footing resistance indicates the occurrence of the back-flashover in the transmission line at intensity of 74%. The back-flashover occurrence is dominantly triggered by the tower footing resistance value. Also, the rate of back-flashover has an effect on the value of the tower footing resistance by considering the number of electrode installations. A design is proposed for the grounding system of the tower footings in order to reduce the rate of back-flashover. The results presenting in numerical simulation indicates that it works properly after adding 4 electrodes. That is to say, installing 4 electrodes in each tower has successfully decreased the tower footing resistance value, back-flashovers rate 80% and 90-95% of present value respectively. The insulator voltage can be reduced to less than half of the present voltages as much as 30-50%. In more detail, in tower 77, the value of the tower footing resistance drops to 2.84 Ω, the flashover rate drops to 0.57/100 km/year and the insulator voltage drops to 0.99 MV when a disturbance occurs.
A new windings design for improving single-phase induction motor performance Zuriman Anthony; Erhaneli Erhaneli; Yusreni Warmi; Zulkarnaini Zulkarnaini; Anggun Anugrah; Sepannur Bandri
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 12, No 6: December 2022
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v12i6.pp5789-5798

Abstract

Single-phase induction (asynchronous) motors are widely used at home. These motors have two windings and usually operate at a lower performance than 3-phase asynchronous motors which have three windings. For this reason, this study aims to design a new winding of a single-phase asynchronous motor by increasing the number of phases in the motor windings in order to increase the performance of the motor. This research was focused on 36 slot capacitor-start capacitor-run asynchronous motor. The design used 4 non-identical windings in the motor, where three windings acted as auxiliary windings and one winding acted as main winding. The rated current of the designed motor winding was 2.74 A for the main winding and 3.15 A for the auxiliary winding. The performance of the designed motor compared to the traditional single-phase asynchronous motor with the same structure of stator, rotor, and rated current. A traditional single-phase asynchronous motor had data: 1 HP, 220 V, 8.3 A, 1440 RPM, 50 Hz, and 4 poles. The results of this study indicated that the designed motor operated with power factors almost close to unity and had higher output power, torque, and efficiency than the traditional single-phase asynchronous motors.
Analisa Kelayakan Sistem Pentanahan Area Wokrshop Plant PT. Saptaindra Sejati Job Site Boro Fauzan Iqbal; Sitti Amalia; Zuriman Anthony; Zulkarnaini Zulkarnaini
Journal on Education Vol 5 No 3 (2023): Journal on Education: Volume 5 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Workshop is the sole construction project owned by PT. Saptaindra Sejati Job Site Boro. There are 4 newly constructed workshops that each have unique functions. With a roof area of somewhat more than 720 m2 and a height of 20 meters. The most important bangunan in the business's area is the workshop. This raises a number of risks, the most significant of which is bangunan tersambar petir since sifat petir dominan menyambar tempat tertinggi. Approximately 7 computers crashed after the petir sambaran. Where the computer in question contains important company data. Without any analysis or corrective action, this situation could result in operational deterioration and reduce a company's profit. In the year 2021, PT. Saptaindra Sejati Job Site Boro certified a kelayakan system pentanahan. The goal of the certification was to understand kelayakan bangunan prior to use and to obtain a certificate from KTT (Kepala Teknik Tambang) PT. Borneo Indobara. The results of the previous system certification for the building's workshop were good and clearly stated. However, uji kelayakan ulang system pentanahan bangunan dan penangkal petir workshop did not yet take place in 2022. According to Pemerintah Uji regulations, pentanahan is carried out every two years, while, according to PUIL, every six months. It was determined through analysis and testing that the voltages for sentuh and long-wave tegangan with a frequency of 0.5 seconds each had been determined to be within acceptable standards, i.e., 173,891 and 155,371 Volt, respectively. As a result, it was possible to state that the pentanahan system in the workshop area was functioning properly.