Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Hasta Wiyata

REPRESENTASI HUBUNGAN ALAM DAN MANUSIA DALAM KUMPULAN PUISI MATA BADIK MATA PUISI KARYA D. ZAWAWI IMRON (KAJIAN EKOKRITISISME) Yuriananta, Renda
Hasta Wiyata Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.72 KB) | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2018.001.01.01

Abstract

Ecocriticism is a new science for the development of literature. Ecocriticism examines literature by revealing how the relationship of literature to the physical environment (nature). Mata Badik Mata Puisi is an anthology of poetry by D. Zawawi Imron which is thick with natural nuance. The anthology of the poem is dissected using the study of ecocriticism. From the analysis process found that Zawawi Imron put the position of nature as the center of life, unlike other authors who place humans as axis. There are three findings from the analysis, namely the representation of nature as the center of life, balance and imbalance of nature, and nature as a teacher that shows the direction of life. These three findings are based on the study of ecocriticism on the anthology of the Mata Badik Mata Puisi. Thus, it can be concluded that Zawawi Imron tried to raise environmental issues on the anthology of the poem.
OPTIMALISASI KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE CERITA PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Yuriananta, Renda
Hasta Wiyata Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Hasta Wiyata
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.hastawiyata.2025.008.02.15

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode cerita dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas V sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan membaca siswa di tingkat dasar serta dominasi metode pembelajaran konvensional yang belum sepenuhnya mendorong keterlibatan dan pemahaman siswa dalam membaca. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain non-equivalent control group. Sampel penelitian terdiri dari dua kelompok siswa, masing-masing berjumlah 30 orang, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran membaca menggunakan metode cerita, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran konvensional. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada skor membaca siswa di kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol, dengan selisih peningkatan sebesar 18,35 poin berbanding 7,45 poin. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa metode cerita tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan menyenangkan, tetapi juga terbukti efektif secara empiris dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Implementasi metode ini direkomendasikan sebagai pendekatan alternatif dalam penguatan literasi dasar pada jenjang pendidikan dasar.