Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pelayanan Prima Dalam Pembuatan Akta Kelahiran Di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Kolaka fitri, ade; Djabbar, Isra; Mardiana, Mardiana; Hidayat, Rahmat
Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol. 13 No. 02 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jip.v13i2.3566

Abstract

This study aims to measure and analyze the Excellent Service (Pelayanan Prima) in the Issuance of Birth Certificates at the Kolaka Regency Population and Civil Registration Office (Disdukcapil). The research is grounded in the six competencies of excellent service proposed by Priansa (2017): Ability, Attitude, Appearance, Attention, Action, and Accountability. The study employed a descriptive qualitative approach and was located at the Disdukcapil Kolaka. Primary data were collected through in-depth interviews with six informants, including service staff and community members, and field observation, supported by secondary data from literature and documentation (Ade Fitri, 2025). Data analysis utilized the descriptive qualitative technique involving data reduction, data display, and conclusion drawing/verification (Sugiyono, 2017). Findings indicate that overall service implementation is good, particularly in Accountability and Action, with documents processed quickly (3 days, faster than the 5-day target) and confirmed as free of charge. However, service quality is hindered by three main issues : 1) Ability: Shortage of human resources and low public awareness of procedures, leading to incomplete application files; 2) Attitude/Appearance: Staff occasionally display a less focused or indifferent attitude (cuek) during interactions, as reported by applicants, and struggle to manage the unreliable SIAK (Population Information System) due to unstable network connectivity ; and 3) Action: System errors force manual procedures, causing delays not compliant with the Standard Operating Procedure (SOP). The research confirms that these non-optimal competencies inhibit the full realization of Excellent Service. Research Implications: The study highlights the need for a focused effort by Disdukcapil Kolaka to enhance staff technical skills in handling the SIAK system and to improve the non-physical aspects of staff conduct, such as focusing on professionalism and customer-facing communication. Originality/Value: This research is critical as it offers a specific diagnostic assessment of the quality of birth certificate issuance in Kolaka using the comprehensive Priansa (2017) competency model, filling a gap in the literature regarding local public administration performance.
Akuntabilitas Pelayanan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka Cahyani, Jelita; Djabbar, Isra; Fait, Taslim; Mallapiseng, Arafat
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.780

Abstract

Artikel ini merupakan hasil dari suatu penelitian untuk mengetahui dan mendeskripsikan akuntabilitas pelayanan persetujuan bangunan gedung yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Kolaka di Kecamatan Latambaga Kabupaten Kolaka. metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data primer bersumber dari wawancara dengan informan yang berjumlah 15 orang. sedangkan untuk data sekunder diperoleh melalui studi keperpustakaan dan literatur pendukung lainnya. Setelah data diperoleh maka selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan model yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pengurusan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dalam hal kejujuran sudah cukup akuntabel tanpa adanya pungutan liar serta pelayanan yang digunakan sesuai dengan SOP atau ketentuan yang berlaku hanya saja perlu adanya peningkatan mutu atau kualitas pelayanan baik secara SDM maupun sistem yang menunjang pelayanan program tersebut. Adapun kendala dalam program PBG terkhusus di Kecamatan Latambaga yaitu Faktor penghambat program PBG, yang pertama dari kesadaran masyarakat sendiri tentang pentingnya izin bangunan, kurang fahamnya masyarakat tentang program PBG, kemudian pada saat mengajukan permohonan terkadang ada dokumen-dokumen dari pemohon yang kurang lengkap dan lambat untuk melengkapi, kurang pekanya warga atau kesadaran individu warga.
Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Antam Pomalaa Kabupaten Kolaka (Studi pada Pelayanan Rawat Inap) Hasmi; Nursamsir; Djabbar, Isra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.783

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai kualitas pelayanan rawat inap di Rumah Sakit Antam Pomalaa Kabupaten Kolaka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara dengan informan. Teknik analisis data yang digunakan adalah data kualitatif yaitu mendeskripsikan dan menafsirkan data yang diperoleh di lapangan dari informan. Teknik analisis data ini didasarkan pada kemampuan nalar dalam menghubungkan fakta, data dan informasi, sehingga data yang diperoleh akan dianalisis sehingga diharapkan akan muncul gambaran yang dapat mengungkap permasalahan penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasrkan bukti fisik (tangible) sarana pelayanan medis sudah tersedia walaupun tidak semuanya, mengenai kondisi pada setiap ruang inap yang ada di Rumah Sakit Antam Pomalaa belum sepenuhnya melakukan perbaikan sarana penunjang untuk setiap kepentingan pasien. Reliability pihak Rumah Sakit Rumah Sakit Antam Pomalaa sudah menetapkan alur pelayanan yang jelas, namun mengenai kedisiplinan waktu oleh para petus belum berjalan dengan baik. Responsiveness bahwa petugas belum memiliki daya tanggap yang cukup baik pihak Rumah Sakit Rumah Sakit Antam Pomalaa namun masih membede-bedakan pemberian pelayanan yang diberikan kepada pasien. Adanya jaminan standar dalam pemberian diagnoasa yang diberikan sesuai dengan penyakit yang diderita oleh pasien. Emphaty (Empati) pihak Rumah Sakit Antam Pomalaa menerapkan adanya komunikasi yang tinggi dalam memberikan perhatian kepada pasien dengan memberikan arahan dan juga masukan terkait penyakit yang diderita oleh para pasien serta pemahaman dalam mengkonsumsi obat yang diberikan.
Penerapan Inovasi Pelayanan Publik Di Puskesmas Pomalaa Kabupaten Kolaka Agusman, Yudi; Natasya, Chetrine; Djabbar, Isra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 3: Desember (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i3.921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penerapan inovasi pelayanan publik di Puskesmas Pomalaa, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini didasarkan pada lima atribut inovasi, yaitu keuntungan relatif, kesesuaian, kerumitan, kemampuan uji coba, dan kemudahan diamati. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik dalam proses pendaftaran pasien melalui Aplikasi Puskesmas Pomalaa telah berjalan dengan cukup berhasil. Namun, dari lima indikator yang digunakan, dua di antaranya, yaitu kerumitan dan kemampuan uji coba, masih belum maksimal. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun inovasi tersebut memberikan keuntungan relatif, sesuai dengan kebutuhan, dan mudah diamati, namun terdapat kendala dalam kompleksitas penggunaan aplikasi dan keterbatasan dalam pengujian yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik di Puskesmas Pomalaa.
Use of Local Culinary to Support Marine Tourism on Mampie Beach Polewali Mandar, Indonesia Wim Johannes Winowatan; Herry Rachmat Widjaja; Eko Harianto; La Ode Nursalam; Siska Mandalia; Isra Djabbar; Masri Ridwan
JAMBURA GEO EDUCATION JOURNAL Volume 5, Issue 1 (2024): Jambura Geo Education Journal (JGEJ)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jgej.v5i1.24415

Abstract

Maritime tourism is synonymous with natural beauty, but its culinary riches are often overlooked, even though local cuisine can be a significant tourist attraction, such as at Mampie Beach, whose potential is hidden and neglected amidst the post-COVID-19 crisis. The research method used is a qualitative approach with data collection techniques using interviews, documentation and observation, then analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The research results show much culinary potential, mainly traditional foods such as Baye/Golla Kambu, Kasippi, Coklat Macoa, and Co'ri. as products that can be marketed or sold in the Mampie Beach marine tourism area. However, the lack of awareness and initiative of the community, tourism managers, and local government means that the culinary potential of these traditional foods cannot support the marine tourism of Mampie Beach, so it cannot impact tourism recovery after the COVID-19 pandemic. Therefore, several strategies need to be implemented involving the community, tourism managers and local government to optimize the existing culinary potential: First, holding regular thematic culinary events, where local traders can promote and sell their traditional dishes; Second, establishing partnerships with local businesses such as restaurants, food stalls and local food producers to introduce and serve regional specialties at tourist attractions, and Third, carry out culinary tours and cooking courses, where tourists can learn about local culinary culture while enjoying authentic dishes served by local people