Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Formula Enteral Blenderized untuk Diet Diabetes Melitus dengan Sumber Bahan Pangan Lokal Kacang Merah dan Labu Kuning (LAMERA) Lili Hernasari; Septilia Anggi Rahmawati; Ferinda Rahma Mawadda; Alya Aulia Rahma; Faizah Zahrani; Dyah Intan Puspitasari; Dwi Sarbini
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Pada pasien diabetes melitus (DM) terjadi resistensi insulin. Pangan dengan indeks glikemik (IG) rendah dapat mencegah lonjakan gula darah pada penderita DM. Salah satu bahan makanan rendah IG yaitu kacang merah. Selain rendah IG juga mengandung serat yang dapat menurunkan respon insulin. Labu kuning mempunyai efek hipoglikemik dengan meningkatkan level serum insulin. Tujuan dari penelitian ini menganalisis kandungan gizi, food cost, viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan dan daya terima formula enteral blenderized LAMERA. Metode: Metode penelitian ini eksperimental dengan menggunakan 2 formula dengan perbedaan komposisi pada bahan utama yang digunakan. Hasil: Hasil uji osmolalitas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 452 mOsmol/l dan 455 mOsmol/l. Viskositas pada LAMERA 1 dan 2 yaitu 85,6 cP dan 54,5 cP. Uji daya alir pada LAMERA 1 ukuran selang 12 french (fr) 0,24 cc/detik dan ukuran 14fr 0,84 cc/detik. pada LAMERA 2 selang 12fr 0,57 cc/detik dan ukuran 14fr 1,14 cc/detik. Hasil uji endapan pada LAMERA 1 selama 6 jam dihasilkan sebanyak 0,4 cm dan LAMERA 2 0,3 cm. Hasil organoleptik parameter warna, aroma, rasa, tekstur dan secara keseluruhan tidak terdapat perbedaan antara formula LAMERA 1 dan LAMERA 2. Kesimpulan: Hasil penelitian nilai gizi, uji viskositas, uji endapan dan daya alir LAMERA 2 lebih baik dari LAMERA 1. Sedangkan berdasarkan uji organoleptik LAMERA 1 dan LAMERA 2 tidak terdapat perbedaan. LAMERA 1 dan 2 sudah memenuhi syarat untuk formula enteral.
Pengembangan Makanan Enteral Rendah Indeks Glikemik Berbasis Pangan Lokal ENSIDABUCANG (Enteral Subtitusi Daging Ayam, Labu Kuning, dan Kacang Merah) Siti Rahmatun Hasanah; Dyah Intan Puspitasari; Isna Rizqi Nurhikmah; Dhea Sadilla Anggraheni; Siti Zulaikhah; Melya Ummunnisa
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Salah satu intervensi gizi bagi pasien yang tidak dapat mencukupi asupan melalui oral adalah pemberian dalam bentuk formula enteral. Formula enteral berbahan pangan lokal, seperti labu kuning, kacang merah, dan daging ayam merupakan alternatif yang bernilai gizi tinggi, terjangkau, mudah didapat, serta mendukung pengendalian glukosa darah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan dan evaluasi terhadap mutu serta daya terima formula enteral untuk mendukung terapi nutrisi pasien diabetes mellitus secara optimal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan penyusunan komposisi bahan dan pembuatan formula yang kemudian diuji viskositas, osmolalitas, daya alir, endapan, dan zat gizi, serta biaya yang diperlukan, dan dibandingkan dengan formula enteral komersial (FEK). Hasil: Kandungan zat gizi formula ENSIDABUCANG per sajian yaitu formula 1 (energi 266,12 kkal; protein 13,24 g; lemak 2,92 g; karbohidrat 37,04 g), formula 2 (energi 266,26 kkal; protein 13,22 g; lemak 8,25 g; karbohidrat 36,74 g), formula 3 (energi 267,5 kkal; protein 13,22 g; lemak 8,96 g; karbohidrat 36,86 g) dan FEK (energi 250 kkal; protein 10 g; lemak 7 g; karbohidrat 39 g). Uji daya alir F1 0,06 cc/detik; F2 0,03 cc/detik; F3 0,093 cc/detik; FEK 1,2 cc/detik selang ukuran 12Fr; F1 0,09 cc/detik; F2 0,07 cc/detik, F3 0,154 cc/detik; FEK 2,4 cc/detik selang ukuran 14Fr. Uji viskositas F1 665,7 cP; F2 640,2 cp; F3 492,9 Cp. Osmolalitas F1 544 mOsm/Kg; F2 483 mOsm/kg; F3 498 mOsm/kg; FEK 314 mOsm/kg. Berdasarkan uji daya terima dari F1, F2, F3, dan FEK dari segi warna, rasa, tekstur, dan keseluruhan paling tinggi diperoleh oleh F3, sedangkan dari segi aroma paling tinggi diperoleh F2. Dari segi biaya dalam satu porsi formula enteral ENSIDABUCANG lebih hemat 70% dibanding FEK. Kesimpulan: Formula ENSIDABUCANG memiliki kandungan zat gizi yang sama dengan FEK dengan harga yang lebih hemat 70% dibanding dengan FEK, tetapi dengan osmolalitas yang lebih besar.
Pengembangan Makanan Enteral Tinggi Energi Tinggi Protein (TETP) berbasis Pangan Lokal Sulabayatika (Susu, Labu Kuning, Pepaya Muda Tinggi Kalsium dan Laktogogum) Umi Kurniawati; Dyah Intan Puspitasari
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2025: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Nutrisi yang adekuat selama masa menyusui sangat penting untuk menunjang kesehatan ibu dan bayi serta mendukung produksi ASI, sehingga pengembangan formula enteral tinggi energi dan protein (TETP) berbasis pangan lokal seperti susu, pepaya muda, labu kuning, dan telur menjadi alternatif yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis mutu formula enteral melalui uji daya alir, viskositas, osmolalitas, dan uji organoleptik. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, penilaian kandungan zat gizi secara empiris, viskositas diukur dengan viskometer, osmolalitas dengan osmometer, uji daya alir menggunakan selang NGT, uji organoleptik dengan 20 panelis, dan perhitungan food cost untuk pembuatan formula. Hasil: Formula ini mengandung energi 1088 kkal, protein 45,7 g, lemak 31,4 g, karbohidrat 156,8 g, kalsium 676,9 g. Uji daya alir pada selang NGT 12 Fr (0,42 cc/detik) dan 14 Fr (0,56 cc/detik). Viskositas sebesar 158,6 cP. Omolalitas 547 mOsm/kg, Food cost untuk 1 resep Rp. 6.664,00. Uji Organoleptik menunjukkan sebagian besar suka untuk aroma (80%), dan suka pada rasa (55%), warna (70%), tekstur (70%), dan keseleruhan (70%). Simpulan: Formula sulabayatika memiliki nilai zat gizi yang sesuai syarat dan prinsip enteral tinggi energi tinggi protein untuk ibu menyusui. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memodifikasi bahan atau teknik pengolahan untuk mencapai osmolalitas yang lebih sesuai. Hal ini dapat dilakukan dengan substitusi gula dengan maltodekstrin dapat dilakukan, karena maltodekstrin memiliki tekanan osmotik yang lebih rendah dibandingkan gula.
Pengembangan Formula "NEBULA" berbasis Ubi Ungu (Ipomoea batatas) dan Sari Kedelai (Glycine max) untuk Penderita Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Rifqi Fauziyaha; Alifia Maharani Ivan; Sudrajah Warajati Kisnawaty; Dyah Intan Puspitasari
Proceeding Seminar on Food and Dietetic 2026: Proceeding Seminar on Food and Dietetic
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi ketika asam lambung naik ke esofagus sehingga dapat merusak lapisan mukosa esofagus. Asupan serat yang tinggi diketahui dapat menurunkan frekuensi refluks pada penderita GERD. Oleh karena itu, pemanfaatan bahan pangan lokal tinggi serat menjadi salah satu upaya dalam pengelolaan GERD. Salah satu bentuk pengembangannya adalah Formula Enteral Ubi Ungu dan Sari Kedelai (NEBULA), yaitu formula enteral berbasis bahan pangan lokal yang tersusun dari ubi ungu dan sari kedelai. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi antara ubi ungu dan sari kedelai terhadap kandungan nutrisi, karakteristik fisik (daya alir, viskositas, osmolalitas, dan warna), serta uji organoleptik. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan desain eksperimental (true experimental design). Metode yang digunakan meliputi analisis kandungan gizi menggunakan software Nutrisurvey 2007, uji daya alir menggunakan selang NGT ukuran 14 Fr, uji viskositas menggunakan alat viskometer, uji osmolalitas menggunakan alat osmometer, uji warna menggunakan alat colorimeter, dan uji organoleptik menggunakan metode hedonik. Analisis statistik dilakukan dengan software SPSS 21 menggunakan uji one way ANOVA. Hasil: Hasil penelitian menujukkan bahwa densitas energi NEBULA 3 (1,1) kkal.mL) lebih tinggi dibandingkan formula NEBULA 1 (1 kkal/mL) dan NEBULA 2 (1,05 kkal/mL). Hasil uji daya alir menunjukkan formula komersial (5,26 cc/detik) mengalir lebih cepat dibandingkan formula NEBULA 1 (0,5 cc/detik), NEBULA 2 (0,9 cc/detik), dan NEBULA 3 (tidak terdeteksi). Uji viskositas NEBULA 3 (1171,5 cP) lebih tinggi dibandingkan NEBULA 1 (265,5 cP) dan NEBULA 2 (229,7 cP), formula komersial tidak terdeteksi viskositasnya. Uji osmolalitas menunjukkan NEBULA 3 (543 mOsm/kg) yang tertinggi dan formula komersial (418 mOsm/kg) yang terendah. Uji warna menunjukkan perbedaan signifikan antara formula NEBULA dengan formula komersial. Uji organoleptik menunjukkan secara keseluruhan formula NEBULA agak disukai. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah NEBULA 2 memiliki hasil terbaik pada uji mutu fisik dan diterima secara hedonik dibandingkan NEBULA 1 dan NEBULA 3. Sehingga formula NEBULA 2 direkomendasikan untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.
Co-Authors Adelia Triana Putri Alifia Maharani Ivan Alya Aulia Rahma An Nuur Fadillah Anisa Ananda Putri Aprilia Qoulan Syakila Ashillah Putri Sakhroni Ayik Rahmani Ayu Sherlinda Putri Azida Alfian Utami Bararan Roes Dian Putri Andany Clarissa Amalia Nanda Devira Novi Aprillia Dhea Sadilla Anggraheni Dian Hardiyanto Dita Zannuba Puspitasari Dwi Sarbini Ekan Faozi Elida Soviana Endang Nur Widiyaningsih Essa Andaru Anugraheni Faizah Zahrani Farida Nur Isnaeni Ferinda Rahma Mawadda Firhan Ahmad Firmansyah Fitriana Mustikaningrum Gita Al-Fauzia Salsabilla Hafidza Aulia Hafsyari Idek Zahra Igna Nur’Arofah Umisah Ilma Fauzia Muhaimin Inasya Safira Ramadiani Putri Adi Ismi Arifatul Khoridah Isna Rizqi Nurhikmah Isnaini Tiara Salsabilla Khayla Febriannisa' Lili Hernasari Listyani Hidayati Luluk Ria Rakhma Magistra Ammar Alghifari Melya Ummunnisa Mila Rizki Ayuningtyas Muhamad Fikry Abrar Yoga Wardhana Mutalazimah Mutalazimah Muwakhidah Muwakhidah Nafisa Annida Lil Mau'idhoh Nasva Fadila Eltari Putri Niken Asih Pangastuti Nimas Ayu Hamardika Norma Diena Amalia Nur Dania Munfaatin Nadilla Nur Lathifah Mardiyati Pratiwi, Yessie Finandita Rahmani, Ayik Rifqi Fauziyaha Rina Harum Puspita Sadna Izzatul Azka Septilia Anggi Rahmawati Setia Asyanti Setiyo Purwanto Setyaningrum Rahmawaty Shafira Azzahra Shureenzen Suci Syafatillah Siti Nurokhmah Siti Rahmatun Hasanah Siti Zulaekah Siti Zulaikhah Sudrajah Warajati Kisnawaty Umi Kurniawati Umisah, Igna Nur?Arofah Ummi Solikhah Wachid Yahya Wiwik Wuandari Yessie Finandita Pratiwi Yuli Kusumawati