Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

DIFFERENCES BETWEEN BANNER AND LEAFLET EDUCATION IN STUDENTS' ORAL HEALTH KNOWLEDGE: CROSS-SECTIONAL STUDY Riski Amalia Hidayah; Fitri Diah Oktadewi; Elisa Astuty Miniarny; Atha Priandha; Kezia Rastya Mitzi Lael Muskitta; Haris Budi Widodo
Journal of Vocational Health Studies Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V9.I2.2025.123-129

Abstract

Background: The prevalence of dental caries in children in Banyumas Regency is increasing. Karanglewas Public Health Centre is the only Health Center in Banyumas Regency that regularly performs periodic examinations in nearby primary schools. However, some schools still report a high prevalence of dental caries, reaching approximately 91.3% at SDN 1 and 2 Tamansari. Improving knowledge through oral health counseling is essential, banners and leaflets provide engaging educational overviews, which are suitable for children aged 7 to 8 years old. Purpose: To compare the effectiveness of banner-based and leaflet-based counseling in improving oral health knowledge among second-grade students at SDN 1 and 2 Tamansari. Method: This cross-sectional study used a pre-experimental, pre-post test design. This research used total sampling. 71 students participated classified into 32 in the banner counseling group and 39 in the leaflet counseling group. The Wilcoxon test analyzed knowledge score changes in the leaflet group and the Paired-T test in the banner group. An Independent-T test compared both media. Result: Knowledge improved significantly from pre-to post-counseling in both groups (p-value < 0.05). The increase in knowledge scores also differed significantly between the two media (p-value < 0.05), with the leaflet group showing a greater increase (37.54 ± 17.35) than the banner group (12.13 ± 6.22). Conclusion: Both media improved students’ oral health knowledge, but leaflets were more effective than banners.
THE CORRELATION BETWEEN DENTAL CARIES AND ORAL HEALTH RELATED QUALITY OF LIFE AMONG VISUALLY IMPAIRED CHILDREN Oktadewi, Fitri Diah; Soeprihati, Indah Titien; Hanindriyo, Lisdrianto
Odonto : Dental Journal Vol 7, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.281 KB) | DOI: 10.30659/odj.7.2.82-89

Abstract

Background: Visually impaired children have a low vision to visualize the process of plaque removal on teeth resulting in dental caries progression. Dental caries has an impact on children’s quality of life. The impact of dental caries on oral health related quality of life among visually impaired children remains mostly unknown. This study aimed to determine the correlation between dental caries and oral health related quality of life (OHRQoL) among visually impaired children.Method: This study was an observational study with a cross sectional design and conducted across four regencies in Yogyakarta and Central Java Province. A total of 70 visually impaired children aged 7-18 participated in this study. The participants underwent a dental examination to determine their caries experience using DMFT/dmft index. Oral health related quality of life was measured using the COHIP SF 19 questionnaire with interviewing method.Result: Data analysis showed that caries frequency was 94,3%. The mean number of DMFT/dmft index was 4,8 ± 2,743. Spearman correlation test showed the p value was 0,611 (p>0,05) for the correlation between DMFT/dmft index and OHRQoL.Conclusion: This study showed no correlation between dental caries and oral health related quality of life among visually impaired children.
SCHOOL-BASED FLOURIDE MOUTH RINSE (S-FMR) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES PADA ANAK: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA Seno, Pratitis Widi; Mardiunti, Ambar Delfi; Putri, Dewi Sartieka; Khoerunisa, Irma; Oktadewi, Fitri Diah
Odonto : Dental Journal Vol 7, No 2 (2020): December 2020
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.7.2.134-142

Abstract

Background: Dental caries is an infectious microbial disease that begins as demineralization of an inorganic portion of tooth, followed by the destruction of organic parts, leading to cavity formation. Fluoride helps to prevent caries which can be administered systematically or topically. Fluoride mouth rinse has been used in school program to prevent caries.Method: This article aim is to describe the effectiveness of school-based fluoride mouth rinse (S-FMR) as one of the effective methods to prevent caries on children.Discussion: The School-based Fluor Mouth Rinse (S-FMR) program or gargling using fluoride in schools is the use of fluoride as a mouth rinse for children aged 6-18 years conducted in the school environment. Several studies have shown that S-FMR can reduce the prevalence of caries.Conclusion: S-FMR is considered effective in preventing caries due to the simple method, cost-effectiveness, time efficiency, and easily undertaken by the teacher’s supervision
Aktivitas Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut serta Risiko Trauma Dental pada Penderes Nira Kelapa di Desa Sokawera, Kabupaten Banyumas Sari, Aniis Rakhmah; Bagus, Zahran Uzla Attaqi; Firdaus, Ananda Nurul; Izzati, Salsabila Dzil; Rosyadah, Nada Janardita; Setyaliani, Razin Alifahrezy; Nurcahyo, Ferdhana; Vida, Mary; Hidayah, Riski Amalia; Oktadewi, Fitri Diah
Journal of Dental and Biosciences Vol 3 No 01 (2026): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2026.3.01.11108

Abstract

Latar Belakang: Pekerjaan sebagai penderes nira kelapa masih banyak dijalani masyarakat Desa Sokawera akibat keterbatasan keahlian dan keterampilan di bidang pekerjaan lain. Aktivitas menderes nira menuntut kerja fisik yang tinggi serta paparan lingkungan yang berpotensi memengaruhi kondisi kesehatan gigi dan mulut, termasuk risiko terjadinya trauma dental akibat kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan aktivitas pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, upaya pengobatan mandiri atau tradisional saat mengalami keluhan sakit gigi, serta potensi risiko trauma dental pada penderes nira kelapa di Desa Sokawera. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek sebanyak enam penderes nira kelapa di Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, berusia antara 19 hingga 61 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipan, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi perilaku dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut serta perbedaan cara pengobatan mandiri yang dilakukan oleh penderes nira. Sebagian besar responden menyatakan tidak mengonsumsi gula secara berlebihan, sementara dua responden mengonsumsi gula nira hanya sebagai campuran makanan. Selain itu, tidak ditemukan adanya kasus trauma dental pada subjek penelitian selama periode pengamatan. Kesimpulan: Penderes nira kelapa memiliki risiko pekerjaan yang tinggi, praktik pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan relatif beragam, dan tidak ditemukan kejadian trauma dental pada responden yang diteliti. Kata kunci: Kesehatan gigi dan mulut, trauma dental, penderes nira, pengobatan gigi dan mulut
Chronic Hyperplastic Candidiasis pada Pasien Imunokompromi dengan Anemia dan Melena: Laporan Kasus Zahirah, Nur Faizah; Apriandi, Aditya Adha; Oktadewi, Fitri Diah; Taqwim, Ali; Nugraha, Indra Adhi
Journal of Dental and Biosciences Vol 3 No 01 (2026): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2026.3.01.11743

Abstract

Latar Belakang: Chronic hyperplastic candidiasis merupakan bentuk oral candidiasis yang relatif jarang dan sering menyerupai lesi oral berpotensi ganas. Kondisi imunosupresi akibat penyakit sistemik dapat menjadi faktor predisposisi penting terjadinya infeksi ini. Tujuan: Mendeskripsikan diagnosis, tata laksana, dan luaran klinis chronic hyperplastic candidiasis pada pasien dengan anemia dan melena. Kasus: Seorang pasien laki-laki usia 69 tahun datang dengan keluhan lemas dan tinja berwarna hitam. Pasien memiliki riwayat anemia, melena, nefrolitiasis, serta transfusi darah berulang. Pemeriksaan intraoral menunjukkan plak putih persisten dan eritema luas pada dorsum lidah yang tidak dapat dihilangkan sepenuhnya dengan swab. Tata Laksana dan Luaran: Pasien mendapatkan terapi sistemik untuk anemia dan melena, disertai terapi antifungal topikal nystatin dan edukasi kesehatan rongga mulut. Evaluasi intraoral serial menunjukkan perbaikan progresif dengan resolusi klinis lesi pada hari keempat perawatan. Simpulan: Chronic hyperplastic candidiasis perlu dipertimbangkan pada pasien imunokompromi dengan kelainan sistemik. Diagnosis dini dan terapi antifungal yang tepat, disertai kontrol kondisi sistemik, memberikan luaran klinis yang baik. Kata kunci: Chronic hyperplastic candidiasis, imunokompromi, anemia, melena
Peningkatan Kapasitas Ibu dari Balita Stunting melalui Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Berbasis Kolaborasi Tim Multidisiplin di Desa Sokawera, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah Oktadewi, Fitri Diah; Amalia Hidayah, Riski; Awaluddin Romadlon, Mahindra; Taqwim, Ali; Andrianto, Angger Waspodo Dias
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JAMSI - Januari 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2480

Abstract

Stunting pada anak merupakan permasalahan kesehatan yang kompleks dan membutuhkan pendekatan multidisiplin dalam penanganannya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta edukasi holistik dan kolaboratif pada anak stunting di Desa Sokawaera, Cilongok. Kecamatan Cilongok merupakan wilayah dengan kasus stunting tertinggi di Banyumas. Desa Sokawera yang berlokasi di kecamatan Cilongok, Banyumas menjadi salah satu desa lokus (lokasi khusus) stunting terintegrasi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui kolaborasi tim kesehatan yang terdiri dari dokter gigi, dokter umum, bidan, ahli gizi, dan psikolog. Intervensi yang dilakukan mencakup pemeriksaan dan edukasi kesehatan gigi dan mulut, edukasi gizi dan pola makan sehat, serta pemberian konseling tentang pola asuh yang tepat. Pada kegiatan edukasi kolaboratif yang dilaksanakan pada bulan Mei 2025 dihadiri oleh 33 ibu balita stunting, kader dan bidan Desa Sokawera. Setelah itu dilakukan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada 65 balita di Desa Sokawera. Hasil rerata dmf-t pada balita usia 0-5 tahun di Desa Sokawera adalah 5,09 (kategori karies tinggi menurut WHO). Pendekatan kolaboratif ini memungkinkan penanganan komprehensif terhadap berbagai faktor yang berkontribusi pada kondisi stunting, mulai dari aspek kesehatan fisik hingga psikososial. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dapat menjadi model intervensi komprehensif untuk memperkuat pemahaman orang tua mengenai kesehatan gigi dan mulut balita stunting di Desa Sokawera, Cilongok, Banyumas.
Co-Authors A. Haris Budi Widodo Agatha Tunggadewi Purnamasari Ali Taqwim Alia Istiqomah Amalia Hidayah, Riski Ambar Delfi Mardiunti Amilia Ramadhani Andrianto, Angger Waspodo Dias Angger Waspodo Dias Andrianto Apriandi, Aditya Adha Atha Priandha Awaluddin Romadlon, Mahindra Bagus, Zahran Uzla Attaqi Bambang Tri Hartomo Bambang Tri Hartomo Cahyani, Inneke cahyaningrum, nadya elsa Christiana Cahyani Prihastuti Dewi Sartieka Putri Diah Krisnansari Diah Krisnansari dias andrianto, angger waspodo Dwi Nur Indah Sari Elisa Astuty Miniarny Elpeni Fitrah Fahmi Hidayatullah Fajar Dwi Anggono, Fajar Dwi Fanny Kusuma Djati financia, dwi cinthya Firdaus, Ananda Nurul Fithriyya, Naila Robbaniyya Fitranto Arjadi Fitranto Arjadi Haris Budi Widodo Haris Budi Widodo Haris Budi Widodo Haris Budi Widodo Haris Budi Widodo hartomo, bambang tri Hidayah, Arfi Nurul Hidayat, Egi Gibbons Irene Putri Jayanti Irma Khoerunisa Izzati, Salsabila Dzil Kezia Rastya Mitzi Lael Muskitta Khoerunisa, Irma Kuncoro, Bestaria Sani Laksitasari, Anindita Laksmita Tanjung Laksmita Tanjung Lestari, Rr. Diyah Woro Dwi Lisdrianto Hanindriyo Mahindra Awwaludin Romdlon Mahindra Awwaludin Romdlon Mahindra Awwaludin Romdlon Mardiunti, Ambar Delfi Meitika Wahyu Wedhawati Nugraha, Indra Adhi Nurcahyo, Ferdhana Prasetyo Adi Nugroho Prasetyojati, Anna Kartika Puji Pratitis Widi Seno Purnama, Ryana Budi Putri, Dewi Sartieka Ratih Wijayanti Riski Amalia Hidayah Rosyadah, Nada Janardita Salsabilla, Alisa Sarah, Putri Sari, Aniis Rakhmah Satrio, Rinawati Seno, Pratitis Widi Setyaliani, Razin Alifahrezy Siti Mutia Ayuningtyas Soeprihati, Indah Titien Titien S, Indah Vida, Mary Zahirah, Nur Faizah