Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengetahuan Orangtua tentang Penularan COVID-19 dan Kepatuhan Perawatan Berulang Gigi Anak di RSGM Unsoed Selama Pandemi COVID-19 Sarah, Putri; Lestari, Rr. Diyah Woro Dwi; Taqwim, Ali; Oktadewi, Fitri Diah; Anggono, Fajar Dwi
Journal of Dental and Biosciences Vol 1 No 2 (2024): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Masalah kesehatan gigi rentan terjadi pada anak usia sekolah dan pengetahuan orang tua mengenai penularan COVID-19 diduga berperan dalam kepatuhan melakukan perawatan gigi berulang di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 dengan kepatuhan anak melakukan perawatan gigi berulang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Metode pengambilan sampel adalah total sampling dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek terdiri dari 50 orang tua pasien anak usia 6-12 tahun yang pernah melakukan perawatan gigi berulang di RSGM Unsoed. Instrumen penelitian berupa angket online untuk mengukur pengetahuan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 dengan kepatuhan anak melakukan perawatan gigi berulang (p=0,006). Nilai koefisien kontingensi sebesar 0,41 menunjukkan kekuatan hubungan yang moderat antara kedua variabel. Kesimpulan: Pengetahuan orang tua tentang penularan COVID-19 berhubungan dengan kepatuhan melakukan perawatan gigi berulang pada anak di RSGM Unsoed. Selain itu, memberikan informasi dan edukasi kepada orang tua tentang tindakan pencegahan COVID-19 di bidang kedokteran gigi penting untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Hubungan Perilaku Ibu dalam Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Karies pada Anak Stunting Usia 30-59 Bulan di Kecamatan Cilongok, Banyumas Salsabilla, Alisa; Hidayah, Riski Amalia; Oktadewi, Fitri Diah; Taqwim, Ali; Widodo, A. Haris Budi
Journal of Dental and Biosciences Vol 2 No 02 (2025): Journal of Dental and Biosciences
Publisher : Jurusan Kedokteran Gigi Fakultas Kedoketaran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdentbios.2025.2.02.12612

Abstract

Latar belakang : Stunting merupakan malnutrisi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang ditandai dengan tinggi atau panjang badan lebih rendah menurut usia dan jenis kelamin. Karies gigi merupakan penyakit kronik yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus mutans dan Lactobacilli. Kurangnya asupan gizi menyebabkan atrofi pada kelenjar saliva sehingga terjadi penurunan fungsi saliva pada mulut. Resiko karies yang tinggi pada balita stunting memerlukan perhatian khusus dari ibu sebagai pemimpin kesehatan. Faktor perilaku ibu terbagi menjadi tiga domain, yaitu pengetahuan, sikap, dan tindakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dalam kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies pada anak stunting usia 30-59 bulan di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Metode : penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan pendeketan cross sectional. Responden penelitian dipilih menggunakan quota sampling dengan jumlah 101 responden ibu balita stunting dan 101 responden balita stunting. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara variabel perilaku ibu dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut terhadap variabel kejadian karies pada balita stunting dengan nilai uji statistik chi square (p < 0,05). Keeratan korelasi diketahui dari nilai Spearman Rank Correlation untuk pengetahuan -0,664 (keeratan tinggi) dan sikap -0,600 (keeratan tinggi) dan Pearson correlation untuk tindakan -0,432 (keeratan sedang). Simpulan: terdapat hubungan antara perilaku ibu dalam kesehatan gigi dan mulut dengan kejadian karies pada anak stunting usia 30-59 bulan di Kecamatan Cilongok kabupaten Banyumas.
DIFFERENCES BETWEEN BANNER AND LEAFLET EDUCATION IN STUDENTS' ORAL HEALTH KNOWLEDGE: CROSS-SECTIONAL STUDY Riski Amalia Hidayah; Fitri Diah Oktadewi; Elisa Astuty Miniarny; Atha Priandha; Kezia Rastya Mitzi Lael Muskitta; Haris Budi Widodo
Journal of Vocational Health Studies Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025 | JOURNAL OF VOCATIONAL HEALTH STUDIES
Publisher : Faculty of Vocational Studies, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jvhs.V9.I2.2025.123-129

Abstract

Background: The prevalence of dental caries in children in Banyumas Regency is increasing. Karanglewas Public Health Centre is the only Health Center in Banyumas Regency that regularly performs periodic examinations in nearby primary schools. However, some schools still report a high prevalence of dental caries, reaching approximately 91.3% at SDN 1 and 2 Tamansari. Improving knowledge through oral health counseling is essential, banners and leaflets provide engaging educational overviews, which are suitable for children aged 7 to 8 years old. Purpose: To compare the effectiveness of banner-based and leaflet-based counseling in improving oral health knowledge among second-grade students at SDN 1 and 2 Tamansari. Method: This cross-sectional study used a pre-experimental, pre-post test design. This research used total sampling. 71 students participated classified into 32 in the banner counseling group and 39 in the leaflet counseling group. The Wilcoxon test analyzed knowledge score changes in the leaflet group and the Paired-T test in the banner group. An Independent-T test compared both media. Result: Knowledge improved significantly from pre-to post-counseling in both groups (p-value < 0.05). The increase in knowledge scores also differed significantly between the two media (p-value < 0.05), with the leaflet group showing a greater increase (37.54 ± 17.35) than the banner group (12.13 ± 6.22). Conclusion: Both media improved students’ oral health knowledge, but leaflets were more effective than banners.