Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Teaching Speaking by Using Project-Based Learning to the Eighth Grade Students Ihwan; Nadrum; Anjar Kusuma Dewi; Rofiqoh
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 12 No. 2 (2024): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v12i2.5369

Abstract

The objective of this research was to determine if Project-Based Learning (PjBL) can improve the speaking ability of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Palu. This research applied a quasi-experimental design. The samples consisted of students from class VIII B as the experimental group and class VIII D as the control group, selected through purposive sampling from a population of 349 students across 11 classes. Data were collected from test results (pre-test and post-test) and analyzed statistically. The pre-test score for the experimental class was 36.25, while the post-test score was 70.12, indicating a significant improvement in speaking skills due to the treatment. Additionally, it was found that the class became more engaging and encouraged students' creativity. Hence, teaching using PjBL effectively improves the speaking skills of eighth-grade students at SMP Negeri 1 Palu. The findings of this research suggest that integrating Project-Based Learning (PjBL) into the classroom not only enhances students' speaking abilities but also creates a more engaging and stimulating environment, thereby fostering student creativity and motivation.
Pengelolaan Pembelajaran Dengan Penerapan Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ipa Siswa Kelas III SD Negeri 4 Mamben Daya Ihwan
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v5i2.3839

Abstract

Abstrak: “Pengelolaan Pembelajaran Dengan Penerapan Model Pembelajaran TGT ( Teams Games Tournament ) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SD Negeri 4 Mamben Daya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPA melalui pengelolaan pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran TGT ( Teams Games Tournament ) pada siswa kelas III SD Negeri 4 Mamben Daya. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus dan 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri 4 Mamben Daya yang berjumlah 23 siswa terdiri dari 11 laki-laki dan 12 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus persentase klasikal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil evaluasi dengan menggunakan tes tertulis berupa essay untuk mengetahui hasil belajar siswa cukup baik, yakni dari prasiklus, siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan yaitu pada prasiklus diperoleh nilai rata-rata 60,21 dengan ketuntasan klasikal 39%, siklus I diperoleh nilai rata-rata meningkat sebesar 66,47 dengan ketuntasan klasikal 65 % demikian pada siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 81,6 dengan ketuntasan klasikal sebesar 87 %. Dengan demikian Penerapan Model Pembelajaran TGT ( Teams Games Tournament ) dapat Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas III SD Negeri 4 Mamben Daya yang dapat dilihat dari bertambahnya jumlah siswa yang mendapatkan hasil belajar di atas KKM. Hal ini tidak terlepas dari penggunaan model pembelajaran yang tepat dan sangat diminati oleh siswa karena terdapat games tournament yang dapat melibatkan seluruh aktivitas siswa tanpa adanya perbedaan status dan ditambah dengan pemberian hadiah menarik yang membuat siswa lebih semangat dan antusias dalam mengikuti pembelajaran.
KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN ANATOMI STOMATA PADA TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) SEBAGAI SUMBER BELAJAR Muhammad, Nur'aini; Ihwan; Uslan
Jurnal Biosains dan Edukasi Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Biosains dan Edukasi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi - Universitas Muhammadiyah Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59098/biosed.v6i1.338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi morfologi tanaman dan anatomi stomata tanaman terung (Solanum melongena L.) sebagai sumber belajar dan diharapkan dapat memberikan informasi dasar sebagai landasan ilmiah tentang materi morfologi tanaman anatomi stomata tanaman terung sebagai sumber belajar bagi mahasiswa biologi. Model pengembangan bahan ajar Leaflet materi morfologi dan anatomi stomata tanaman terung (Solanum melongena L.) menggunakan model 3-D (Difine (pendefenisian), Design (perancangan), dan Develop (pengembangan)). Teknik pengumpulan data penelitian terdiri dari kajian dokumen, teknik karakteristik dan teknik kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis data kualitatif dan analisis data uji kelayakan bahan ajar Leaflet. Hasil penelitian menunjukan bahwa validasi bahan ajar Leaflet materi morfologi tanaman terung yang dilakukan oleh ahli bahan ajar dan ahli materi, diperoleh rata-rata penilaian yaitu 83,13% dan 88,83%, sedangkan hasil validasi bahan ajar Leaflet materi anatomi stomata oleh ahli bahan ajar dan ahli materi adalah 83,13% dan 88,4%, masuk dalam kategori sangat valid. Hasil penelitian tersebut, didapat dari penelitian kerapatan stomata tanaman terung (Solanum melongena L.) menunjukan kerapatan stomata 30,6 mm2.. Pengembangan bahan ajar Leaflet materi morfologi tanaman dan anatomi stomata tanaman terung sangat layak digunakan sebagai sumber belajar karena termasuk dalam kategori sangat valid. Diharapkan pada peneliti selanjutnya dilakukan implementasi untuk menguji kepraktisan bahan ajar Leaflet ini dalam proses belajar mengajar.
Aplikasi Pemberian Dosis Pupuk Provasoli’s Enriched Seawater (PES) Yang Berbeda Pada Produksi Bibit Gracillaria verrucosa Melalui Kultur Jaringan Dengan Metode Propagasi Vegetatif Rasnijal, Muhammad; Alauddin, Muhammad Hery Riyadi; Budiyati; Anton; Muhammad Syahrir; Yunarty; Saridu, Siti Aisyah; Wahid, Eriyanti; Regan, Yip; Hardianto, Toto; Supryady; Ihwan; Ernawati; Anwar; Mulato, Alwi; Sucipto; Syarief, Muhammad Nurman; Suleman, Yakub; Andini, Salsa; Suleman, Gabriella Augustine; Mulyono, Mugi; Anggoro, Agung Doni; Sektiana, Sinar Pagi; Achmad Suhermanto
JARI : Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Vol. 13 No. 2 (2025): JARI: JURNAL AKUAKULTUR RAWA INDONESIA
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jari.v13i2.71

Abstract

Cultivation of the seaweed Gracilaria verrucosa is necessary as a preventive measure against overexploitation. One applicable method is tissue culture, which requires special attention to nutrient needs to support accelerated growth. These nutrients can be provided through fertilization. One commonly used chemical fertilizer in seaweed tissue culture is Provasoli’s Enriched Seawater (PES). This study aims to determine the optimal PES fertilizer dosage for the production of G. verrucosa seedlings through tissue culture using a vegetative propagation method. This study used a completely randomized design with analysis of variance (ANOVA) consisting of four treatments of different PES fertilizer doses with three replicates for each treatment. The results showed that fertilizer dose variation did not significantly affect the absolute growth of explant weight, but tended to increase the number of growth points. Growth points began to increase in the second week for all treatments, and by the fourth week, the number of growth points at a 1.5% dosage showed a significant difference compared to other doses. The application of PES fertilizer in G. verrucosa seedling production through tissue culture with vegetative propagation indicates that different fertilizer doses do not affect explant growth but significantly influence the increase in growth points by the fourth week