Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

DARI SISA MINYAK KE CAHAYA: PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMBUATAN LILIN RAMAH LINGKUNGAN Saputra, Annisa Az Zahra Mayang; Amrina, Dania Hellin
BEGAWI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 - Nomor 2 - Juli 2025
Publisher : Faculty of Economics and Business Lampung University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/begawi.v3i2.88

Abstract

Used cooking oil, which is often disposed of as household waste, can cause negative environmental impacts if not managed properly. To address this issue, a community service program was carried out through training on producing environmentally friendly candles made from used cooking oil for housewives in Karanganyar Hamlet, Mungkung Village, Kalikajar District, Wonosobo Regency. The aim of this program was to raise community awareness of household waste management while providing practical skills that are useful for daily needs and potential small-scale businesses. The method included socialization about the dangers of used oil, demonstrations of candle-making techniques, and direct practice by participants using simple and easily available tools and materials. The results showed that participants successfully produced candles independently and were enthusiastic about replicating the process at home. Some participants even expressed interest in developing this skill into a home-based business. Thus, the program proved effective in empowering the community, reducing environmental pollution, and opening opportunities for improving family income.
Memberdayakan Low-Carbon Behavior melalui Sustainable Leadership dan Green Intellectual Capital di Indonesia Halim, M.; Siswanti, Yuni; Amrina, Dania Hellin; Nisa, Risya Khaerun; Martini, Aldini Nofta; Sudirman, Wahyu Febri Ramadhan; Siahaan, Nur Halimah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3313

Abstract

Pemerintah di seluruh dunia menghadapi tekanan yang semakin besar untuk menurunkan emisi karbon dan menyelaraskan diri dengan komitmen iklim global. Dalam konteks Indonesia, aparatur sipil negara (ASN) memegang peran strategis dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung pembangunan rendah karbon di berbagai lembaga publik. Meskipun sustainable leadership (SL) diakui penting dalam mendorong perilaku pro-lingkungan, mekanisme spesifik yang menghubungkan kepemimpinan dengan low-carbon behavior (LCB) karyawan masih kurang mendapat perhatian empiris. Studi ini bertujuan mengisi kesenjangan tersebut dengan menguji peran mediasi green intellectual capital (GIC) dalam hubungan antara SL dan LCB. Penelitian ini menggunakan desain survei kuantitatif terhadap 348 ASN dari kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga publik di Indonesia. Data dianalisis menggunakan partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4, disertai serangkaian uji ketahanan untuk mengatasi common method bias, bias non-respons, serta memeriksa potensi endogenitas guna memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SL tidak berpengaruh langsung terhadap LCB, tetapi hubungannya sepenuhnya dimediasi oleh GIC. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan berkelanjutan mendorong perilaku pengurangan karbon terutama melalui pembentukan pengetahuan, kemampuan, nilai, dan sistem organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Dengan demikian, studi ini memperluas perspektif berbasis sumber daya (resource-based view) dengan memberikan bukti bahwa SL dapat memperkuat aset intelektual hijau organisasi yang pada akhirnya mendorong perilaku karyawan menuju praktik rendah karbon. Secara praktis, penelitian ini menegaskan pentingnya investasi berkelanjutan dalam pengembangan kepemimpinan hijau, program pelatihan, serta manajemen pengetahuan lingkungan sebagai strategi kebijakan untuk mempercepat pencapaian target nol bersih Indonesia.
Integrasi Pendekatan Penginderaan Jauh dan Platform Google Earth Engine untuk Estimasi Harga Tanah di Wilayah Pedesaan Nugraini, Lysa Dora Ayu; Amrina, Dania Hellin; Arafah, Feny
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol. 5 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/imagi.v5i2.15587

Abstract

Informasi harga tanah di wilayah pedesaan sangat dipengaruhi oleh variasi tutupan lahan, di mana harga tanah pada klasifikasi area lahan terbangun, ledokan, maupun hutan akan memiliki perbedaan. Informasi harga tanah yang umumnya diperoleh melalui metode sampling, sangat bergantung pada kemampuan petugas survei dalam mengidentifikasi harga tanah berdasarkan jenis tutupan lahan dan informasi harga di lapangan. Kegiatan sampling harga tanah ini memiliki tantangan yang besar terkait dengan kebutuhan jumlah SDM dan waktu akuisisi data yang tidak mampu mengimbangi kecepatan dinamika perubahan harga tanah di lapangan. Teknologi penginderaan jauh telah dikenal mampu untuk mendeteksi informasi diatas permukaan bumi dengan cakupan yang luas. Penelitian ini mencoba mengintegrasikan teknologi penginderaan jauh dan platform Google Earth Engine (GEE) dalam proses klasifikasi tutupan lahan yang kemudian digunakan sebagai basemap untuk penentuan harga tanah lanjutan sesuai klasifikasi tutupan lahannya. Penelitian ini memilih Kapanewon Saptosari dan Panggang Kabupaten Gunungkidul sebagai lokasi studi dengan pertimbangan klasifikasi tutupan lahan yang unik dan harga tanah yang cenderung tidak memiliki variasi harga yang tinggi pada setiap kelasnya. Data harga tanah diperoleh pada penelitian ini yaitu melalui wawancara mendalam dengan responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang hasilnya kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori tutupan lahan dominan di lokasi studi. Data spasial dari citra satelit dianalisis menggunakan algoritma band ratio NDBI dan teknik ambang batas nilai reflektan (threshold) di GEE untuk membedakan tiga kelas utama pada daerah ini yaitu area terbangun (pemukiman atau pekarangan), ledokan, dan hutan. Algoritma band ratio NDBI dipilih karena dinilai efektif dalam membedakan area terbangun yang berskala kecil dan tersebar, sebagaimana karakteristik pemukiman di wilayah pedesaan, sehingga hasil klasifikasi tutupan lahan dapat lebih akurat dan mudah diinterpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tekknologi penginderaan jauh dan algoritma band ratio NDBI yang diolah melalui platform GEE mampu menunjukkan peningkatan kecepatan estimasi harga tanah di area pedesaan secara massive untuk tujuan penggunaan yang lebih praktis sehingga informasi harga tanah dapat divisualisasikan dengan baik.