Articles
Pengaruh Model Pembelajaran Probing Promting Terhadap Kemampuan Metakognitif Siswa (Studi Quasi Eksperimen Siswa Fase B Kelas IV Mata Pelajaran IPAS di SDN 1 Cigadung)
Amanda, Hemalia;
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Hermawati, Eli
Metodik Didaktik Vol 20, No 1 (2024): Metodik Didaktik Juli 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/md.v20i1.69426
The research was motivated by students who have not been able to answer when faced with problems, hesitate to solve problems in learning, and have not been able to evaluate learning. The study aims to determine the difference and increase (gain) of students' metacognitive abilities in experimental and control classes. The research used a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The research subjects were students of class IV A and IV B of SDN 1 Cigadung, Cigugur District, Kuningan Regency. The variables of this study were probing prompting learning model and students' metacognitive ability. The results of the posttest data analysis calculation show the tcount value of 3.502 and the ttable value of 5.991 (tcount ttable). Based on the criteria for submitting a hypothesis, H1 is accepted. This shows that there is a difference in posttest between the experimental class and the control class. The results of the gain test in the experimental class are in the medium category, while for the control class in the low category. So this shows that there is a difference in the improvement (gain) of students' metacognitive abilities in the experimental class and the control class. The application of the probing prompting learning model in the learning activities of grade IV IPAS subjects at SD Negeri 1 Cigadung in the even semester of 2023/2024 was successfully implemented. It can be concluded that the application of the probing prompting learning model affects the metacognitive abilities of IPAS subjects.Penelitian dilatarbelakangi siswa yang belum mampu menjawab ketika dihadapkan pada soal, ragu untuk mengatasi masalah dalam pembelajaran, dan belum mampu mengevaluasi pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan peningkatan (gain) kemampuan metakognitif siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian menggunakan metode adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV A dan IV B SDN 1 Cigadung Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Variabel penelitian ini adalah model pembelajaran probing promting dan kemampuan metakognitif siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian adalah tes uraian. Hasil perhitungan analisis data posttest menunjukkan nilai thitung 3,502 dan nilai ttabel 5,991(thitung ttabel). Berdasarkan kriteria pengajuan hipotesis maka H1 diterima. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan posttest antara kelas eskperimen dan kelas kontrol. Hasil uji gain pada kelas eksperimen masuk dalam kategori sedang, sedangkan untuk kelas kontrol masuk kategori rendah. Sehingga hal ini menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan (gain) kemampuan metakognitif siswa pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Penerapan model pembelajaran probing promting pada kegiatan pembelajaran mata pelajaran IPAS kelas IV di SD Negeri 1 Cigadung pada semester genap 2023/2024 berhasil dilaksanakan dengan baik. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran probing promting berpengaruh pada kemampuan metakognitif mata pelajaran IPAS.
Edukasi Pencegahan Perundungan Bagi Siswa SDN 1 Citangtu, Kabupaten Kuningan
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Nurhasanah, Aan;
Putri, Afiva Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 12 (2024): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v1i12.756
Perundungan menjadi momok bagi dunia Pendidikan, khususnya di sekolah dasar, Perundungan terjadi karena adanya ketimpangan dalam kekuatan dan kekuasaan. Hal tersebut mempunyai arti bahwa anak yang menjadi korban perundungan tidak berdaya dalam menghadapi pelaku perundungan. Perundungan mengakibatkan penurunan prestasi dan interaksi sosial yang tidak sehat. Tujuan kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini untuk mengedukasi siswa. Kegiatan edukasi ini sebagai upaya pencegahan perundungan yang sering kali terjadi di sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Citangtu Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Adapun diiharapkan hasil dari kegiatan edukasi ini, siswa mempunyai pemahaman tentang perundungan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat menjadi contoh baik untuk lingkungan rumah maupun sekolah.
Nayaga Wujud Kecintaan Pemuda Pada Pelestarian Gamelan Sunda Di Desa Cigugur
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Nurhasanah, Aan;
Andiyana, Andiyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 9 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v2i9.1573
Gamelan merupakan ensambel musik tradisional dari berbagai jenis instrumen, seperti gong, kendang, suling, dan lain-lain. Pertunjukan gamelan Sunda tidak lepas dari peran “Nayaga” yang menjadi pemimpin Gamelan Sunda, yang bertanggung jawab atas arasemen musik, pengaturan pertunjukan, dan seringkali sebagai instruktur bagi para pemain gamelan. Adapun Nayaga mempunyai banyak peran dalam terciptanya harmoni dalam gamelan. Tahapan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan: 1) Sosialisasi dan edukasi tentang Gamelan Sunda; 2) Penerapan dalam bentuk sosialisasi di komunitas remaja lingkungan setempat; 3) Penerapan teknologi dalam sosialisasi sangat diperlukan agar menarik perhatian kalangan remaja di desa Cigugur, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Pemanfaatan teknologi dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi gamelan di Desa Cigugur berupa: 1) Belajar Gamelan Sunda dengan menggunakan media digital, baik yang berbayar maupun yang tidak berbayar; 2) Memperkenalkan Gamelan Sunda dalam bentuk kekinian, misalnya dengan platform tiktok, youtube, dll; 3) Karya-karya pertunjukan dibuat dalam bentuk animasi sehingga menarik kalangan remaja.
DEVELOPMENT OF BAHASA INDONESIA TEACHING MODULE AT PHASE B BASED ON MERDEKA CURRICULUM
Triariani, Meti;
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Wulandari, Isnaini
Journal Of Educational Experts (JEE) Vol 8, No 1 (2025): JOURNAL OF EDUCATIONAL EXPERTS (JEE)
Publisher : Kopertis Region IV Jabar and Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30740/jee.v8i1.253
This research backgrounded by the existence of a new policy on the implementation of the Independent Curriculum, namely the change from lesson plans to teaching modules. This study aims to develop a teaching module Bahasa Indonesia at phase B that is feasible and efective at SD Negeri 1 Purwainangun. This type of research is Research and Development (R&D). This research development stage refers to the Borg and Gall development model which has been grouped into three groups, namely preliminary studies, development, and testing and dissemination. The limited test subjects were two expert validators. The main test subjects were teachers and 20 grade IV students at SD Negeri 1 Purwawinangun, Kuningan, West Java. The data collection instrument used interview guidelines, product assessment questionnaires validators of material experts and media experts, as well as teacher response questionnaires. The data analysis technique of the validator's assessment results in the limited test uses Aiken's V statistics. The data analysis technique of the product effectiveness of the main test results uses student test results to determine the suitability of the product with the goal. To test the effectiveness using a paired sample test T-test. The results of the research on the limited test are that the teaching module Bahasa Indonesia at phase B according to the expert validator is feasible to use, as evidenced by the average Aiken's V score for the teaching module product which was 0.889 in the very high category. The effectiveness test of the teaching module products showed that the teaching module Bahasa Indonesia at phase B was able to improve the quality of learning in the classroom and improve student learning outcomes, as evidenced by the tcount value of 6.788 greater than the ttable value of 2.093. This shows that the product of the developed teaching module Bahasa Indonesia at Phase B can be said to be very feasible and effective to use.
Mengoptimalkan UMKM Kawunglarang: Langkah-langkah Menuju Legalitas dan Pemasaran Digital
Hardiyanti, Dita;
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Fitriyani, Defita;
Amanda, Eliyana Putri;
Rismawan, Riki;
Firmansyah, Rizki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 12 (2025): Februari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59837/jpmba.v2i12.2090
Dalam era digital, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Kawunglarang menghadapi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan daya saing mereka melalui digital marketing. Artikel ini membahas pentingnya adopsi strategi pemasaran digital bagi UMKM di Kawunglarang untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan brand awareness. Dengan memanfaatkan platform digital seperti media sosial, website, dan tools seperti Canva, UMKM dapat menciptakan konten yang menarik dan profesional. Selain itu, artikel ini juga menyoroti pentingnya legalitas bisnis sebagai landasan kuat bagi UMKM untuk berkembang lebih jauh. Dengan memiliki legalitas yang jelas, UMKM dapat lebih mudah mendapatkan akses ke berbagai program bantuan pemerintah dan kerjasama dengan pihak lain. Digitalisasi, jika diimbangi dengan kepatuhan terhadap aspek legalitas, diyakini dapat mendorong UMKM Kawunglarang menuju pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.
Kajian Pembelajaran Multikultural di Kelas
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Borolla, Fridolin Vrosansen;
Marini, Arita;
Maksum, Arifin
Musamus Journal of Primary Education Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Musamus University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35724/musjpe.v5i2.4075
Keberagaman kebudayaan yang disebutkan sebagai multikultural saat ini tidak hanya sebatas keberagaman etnis, suku dan budaya melainkan dalam aspek yang lain pula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kajian pembelajaran multikultural di kelas. Setiap informasi yang bersumber dari literatur dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari kajian literatur yang berasal dari berbagai jurnal dan undang-undang. Pembahasan berisi asas filosofis dan yuridis Pendidikan multicultural di Indonesia. Berdasarkan kajian dapat ditarik simpulan bahwa Pendidikan multikultural sangat cocok diterapkan di Indonesia karena Indonesia merupakan salah satu negara dengan fenomena pluralisme yang sangat tinggi jika ditinjau berdasarkan suku, agama, ras, golongan, dan etnis. Amanat Undang-undang sudah menjadi pondasi dari keragaman yang kita miliki yang diaplikasikan di dalam kelas.
DEVELOPMENT OF BAHASA INDONESIA TEACHING MODULE AT PHASE B BASED ON MERDEKA CURRICULUM
Triariani, Meti;
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Wulandari, Isnaini
Journal Of Educational Experts (JEE) Vol. 8 No. 1 (2025): JOURNAL OF EDUCATIONAL EXPERTS (JEE)
Publisher : Kopertis Region IV Jabar and Banten
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30740/jee.v8i1.253
This research backgrounded by the existence of a new policy on the implementation of the Independent Curriculum, namely the change from lesson plans to teaching modules. This study aims to develop a teaching module Bahasa Indonesia at phase B that is feasible and efective at SD Negeri 1 Purwainangun. This type of research is Research and Development (R&D). This research development stage refers to the Borg and Gall development model which has been grouped into three groups, namely preliminary studies, development, and testing and dissemination. The limited test subjects were two expert validators. The main test subjects were teachers and 20 grade IV students at SD Negeri 1 Purwawinangun, Kuningan, West Java. The data collection instrument used interview guidelines, product assessment questionnaires validators of material experts and media experts, as well as teacher response questionnaires. The data analysis technique of the validator's assessment results in the limited test uses Aiken's V statistics. The data analysis technique of the product effectiveness of the main test results uses student test results to determine the suitability of the product with the goal. To test the effectiveness using a paired sample test T-test. The results of the research on the limited test are that the teaching module Bahasa Indonesia at phase B according to the expert validator is feasible to use, as evidenced by the average Aiken's V score for the teaching module product which was 0.889 in the very high category. The effectiveness test of the teaching module products showed that the teaching module Bahasa Indonesia at phase B was able to improve the quality of learning in the classroom and improve student learning outcomes, as evidenced by the tcount value of 6.788 greater than the ttable value of 2.093. This shows that the product of the developed teaching module Bahasa Indonesia at Phase B can be said to be very feasible and effective to use.
Karakter guru dalam Aspek Kompetensi Kepribadian pada Proses Pembelajaran di Sekolah Dasar
Sari, Mia Zultrianti;
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Hendayani, Santi;
Gunawan, Agus;
Acesta, Arrofa
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11048
Sistem pendidikan tidak terlepas dari sumber daya. Guru menjadi salah satu garda terdepan dalam pelaksanaan yang dinamis berkembang dan berubah sesuai kebutuhan. Pemerintah Indonesia mengatur bahwa guru wajib memiliki 4 kompetensi yaitu kompetensi profesional, sosial, pedagogik dan kepribadian. Kompetensi kepribadian sangat erat dengan kesadaran dan motivasi dalam mengajar pada individu guru. Proses kegiatan belajar mengajar yang tentu bukan hanya mentransfer ilmu tapi juga mentransfer nilai karakter. Sekolah dasar menjadi satuan pendidikan paling awal pada jenjang formal dimana kualitas kompetensi guru nya harus baik untuk menghasilkan siswa yang berkarakter baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan kompetensi kepribadian guru dalam proses pembelajaran dari sudut pandang guru itu sendiri dan juga siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan observasi dan survei melalui instrumen rubrik yang diisi oleh guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di tiga sekolah mendapatkan hasil yang berbeda antara tanggapan siswa dan guru pada indikator-indikator kompetensi kepribadian guru dalam proses pelaksanaan pembelajaran. Hal ini berarti guru belum secara utuh mengoptimalkan kemampuan kompetensi kepribadiannya dalam mengajar.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SDN 2 PURWAWINANGUN
Indah, Tiara;
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Praramdana, Gilang Kripsiyadi
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 2 (2023):, Juli 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/aquinas.v6i2.2675
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran project based learning terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 2 Purwawinangun Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan. Metode penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan desain Non Equivalent Control Group Design. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model pembelajaran project based learning dan variabel terikatnya adalah siswa kelas V SDN 2 Purwawinangun tahun ajaran 2022/2023. Dengan jumlah keseluruhan 50 siswa, yang terdiri dari 26 siswa kelas VA sebagai kelas kontrol dan 24 siswa kelas VB sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang terdiri dari pretest dan posttest. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji t, dan N-Gain. Hasil penelitian menunjukan terdapat perbedaan dan peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran project based learning dan tidak menggunakan model pembelajaran project based learing. Hal tersebut ditandai dengan hasil uji t yang menunjukan diterima karena > . Sedangkan hasil uji n-gain menunjukan bahwa kelas eksperimen memiliki kategori sedang dan kelas kontrol memiliki kategori rendah.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER PADA EKSTRAKURIKULER SENI TARI TRADISIONAL SISWA SD NEGERI UNGGULAN KUNINGAN
Bahiz, Yosa Agista Bahiz;
Simbolon, Marlina Eliyanti;
Oktaviani, Ndaru Mukti
Jurnal Ilmiah Aquinas Vol. 6 No. 2 (2023):, Juli 2023
Publisher : Unversitas Katolik Santo Thomas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54367/aquinas.v6i2.2676
Latar belakang penelitian ini adalah dampak dari era globalisasi mempengaruhi karakter siswa yang mengikis budaya lokal dan karakter bangsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat pada ekstrakurikuler seni tari tradisional di SD Negeri Unggulan Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis deskriptif, adapun untuk pengumpulan data penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan expert judgement, triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang muncul dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari tradisional yaitu nilai beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, nilai berkebinekaan global, nilai gotong royong, nilai mandiri, dan nilai bernalar kritis. Sedangkan nilai kreatif dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari tidak muncul dalam karakter siswa.