Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Pelatihan Saka Bakti Husada terhadap Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri : The Effect of Saka Bakti Husada Training on Increasing Compliance with Iron Tablet Consumption among Female Adolescents Miswantoro; Ro'isah; Marfuah; Abidin, Zainal
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.220

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi, dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) menjadi kunci dalam pencegahannya. Namun, kepatuhan tersebut masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan Saka Bakti Husada terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di MA Ma’arif NU An Naashiri Pasrujambe, Lumajang, Jawa Timur.  Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Populasi sebanyak 54 responden dengan Sampel sebanyak 48 responden dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur kepatuhan yang digunakan adalah Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), dengan analisis data menggunakan SPSS-uji Wilcoxon signed ranks test.  Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang sebanyak 33 orang (68,8%), dan setelah pelatihan meningkat menjadi kategori tinggi pada 26 responden (54,2%). Uji wilcoxon signed ranks test menunjukkan nilai α sebesar -5,687 dengan signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat pengaruh pelatihan Saka Bakti Husada terhadap peningkatan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri di MA Ma’arif NU An Naashiri Pasrujambe. Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan Saka Bakti Husada efektif dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD. Hasil ini sejalan dengan teori perubahan perilaku yang menyebutkan bahwa edukasi yang baik dapat meningkatkan kepatuhan individu terhadap intervensi kesehatan. Oleh karena itu, pelatihan ini direkomendasikan sebagai upaya promotif dan preventif dalam program penanggulangan anemia pada remaja.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Teknologi dengan Pendekatan Sunrise Model terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Lansia Hipertensi Peserta Prolanis Puskesmas Kunir: The Effect of Technology-Based Health Education Using the Sunrise Model Approach on Medication Adherence Among Elderly Hypertensive Patients Participating in the Prolanis Program at the Kunir Community Health Center Masruris Sulton; Hartono, Dodik; Marfuah; Ainul Yaqin Salam
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.226

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kronis yang umum dialami oleh lansia dan memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Namun, tingkat kepatuhan lansia dalam menjalani perawatan hipertensi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model terhadap kepatuhan minum obat lansia hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Kunir. Metode yang digunakan adalah pre-experimental design dengan jenis pretest and post-test one group design. Sampel dalam penelitian ini adalah 31 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan menggunakan alat ukur kuisioner (MMAS-8). Analisis data menggunakan Wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan edukasi, sebagianbesar lansia (74,2%) memiliki tingkat kepatuhan rendah. Setelah diberikan edukasi kesehatan berbasis teknologi dengan pendekatan Sunrise Model, terjadi peningkatan kepatuhan menjadi kategori sedang pada 74,2% responden. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara sebelum dan sesudah intervensi denagn nilai p= 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Temuan ini sejalan dengan teori Leininger yang menyatakan bahwa edukasi yang mempertimbangkan aspek budaya, nilai, dan keyakinan individu akan lebih efektif dalam mengubah perilaku kesehatan. Pemanfaatan teknologi dalam penyampaian edukasi juga terbukti membantu meningkatkan akses dan pemahaman lansia terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, pendekatan edukatif ini direkomendasikan untuk diterapkan secara luas dalam program manajemen penyakit kronis di komunitas
Hubungan Kunjungan Posyandu Lansia dengan Kemampuan Pengendalian Hipertensi Lansia di desa Bades Kecamatan Pasirian: The Relationship between Elderly Health Center Visits and the Ability to Control Hypertension in the Elderly in Bades Village, Pasirian District Faizah, Miftahul; Ro'isah; Marfuah; Abidin, Zainal
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.231

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang banyak dialami oleh lansia dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Posyandu Lansia memiliki peran penting sebagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada upaya promotif dan preventif terhadap berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh lansia dengan hipertensi yang mengikuti Posyandu Lansia di Desa Bades Kecamatan Pasirian pada bulan Juni 2025 sebanyak 201 responden, dengan jumlah sampel 134 responden yang ditentukan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dan data rekam medis. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Contingency Coefficient.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kunjungan aktif ke Posyandu Lansia, yaitu sebanyak 84 responden (62,7%). Selain itu, mayoritas responden juga memiliki kemampuan pengendalian hipertensi yang baik sebanyak 91 responden (67,9%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara kunjungan Posyandu Lansia dengan pengendalian hipertensi pada lansia (koefisien kontingensi = 0,651; p = 0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kunjungan aktif ke Posyandu Lansia berperan penting pada kemampuan pengendalian hipertensi pada lansia. Peningkatan partisipasi lansia dalam kegiatan Posyandu dapat memperkuat pemantauan tekanan darah, meningkatkan pengetahuan kesehatan, serta mendorong kepatuhan terhadap pengobatan.
Efektivitas Kompres Hangat Kayu Manis dan Jahe Merah terhadap Nyeri pada Gout Arthritis : The Effectiveness of Warm Cinnamon and Red Ginger Compresses on Pain in Gout Arthritis Fitria, Arini; Marfuah; Handayani, Erna; Salam, Ainul Yaqin
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.232

Abstract

Pendahuluan: Tinggi nya konsumsi makanan mengandung asam urat menjadi faktor terjadi nya gout arthritis populasi dewasa di desa Rogotrunan Kabupaten Lumajang.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektivitas Kompres Hangat Kayu Manis dan Jahe Merah terhadap Nyeri pada Penderita gout arthritis di Posyandu Melati, yang dilaksanakan pada tanggal 16-24 Juli 2025.  Metode penelitian secara kuasi eksperimen, desain two group pretest-posttest, sampel diperoleh secara purposive sampling sebanyak 30 sampel. Hasil: Penelitian intervensi kedua terapi sama-sama efektif menurunkan nyeri, kompres kayu manis bekerja efektif dalam jangka waktu 5–7 hari, sedangkan kompres jahe merah lebih cepat, yaitu dalam 3–5 hari. Menurut Uji T Test dengan nilai kompres hangat kayu manis dengan hasil 0.028 dan jahe merah dengan hasil 0,017 < 0,05, sehingga dapat dinyatakan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan yang singnifikan kompres hangat kayu manis dan jahe merah. Kesimpulan: Kompres kompres hangat kayu manis dan kompres hangat jahe merah, keduanya efektif menurunkan nyeri pasien gout arthritis, terdapat perbedaan 0.11 sehingga menjadikan kompres hangat jahe merah lebih unggul sebagai pilihan terapi komplementer nonfarmakologis untuk percepatan penurunan nyeri.