Articles
PERANCANGAN SISTEM PACKING BERAS OTOMATIS MENGGUNAKAN ARDUINO UNO
RIZKY M ALFI;
AGUS SUGIHARTO;
MUNNIK HARYANTI;
BEKTI YULIANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.462 KB)
|
DOI: 10.35968/jtin.v9i2.643
ABSTRAKAt this time, we need a tool to process the product arrangement, and packing or packing. The packaging functions so that the item is not easily damaged, due to external factors. As from the weather and pests when it will be saved. The rice filling packing device is designed quite simple, which can automatically control the packaging system design or the goods packing system using a conveyor, which is driven through a microcontroller. From this measurement tool can work quite well in terms of the packing process with the measurement media with the distance between the infrared sensor that detects the packaging. Keyword : Packing, Filling Rice, Microcontroller, Infra Red
Work Stressors Before and During COVID-19 Pandemic and Factors Related to Workers in the Heavy Equipment Manufacturing Industry of PT.X
Yunianti Lafau;
Nuri Purwito Adi;
Amilya Agustina;
Muhammad Ilyas;
Agus Sugiharto
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 11 No. 2 - Agustus 2023
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23886/ejki.11.221.133
Psychosocial hazards are a major public health problem, so it is necessary to prevent and manage them so as not to cause mental and physical harm to workers. This study aims to determine changes in work stressors before and during the COVID-19 pandemic and related factors to workers in the PT.X Heavy equipment manufacturing industry. The study used a retrospective cohort design from 2018 and 2021 Medical Check-Up (MCU) data with a Stress Diagnosis Survey (SDS) questionnaire. Research was conducted from October 2021 until July 2022 with samples of 146 obtained. Bivariate analysis using proportion and mean test. The research found that the increase in moderate-severe stressors before and during the pandemic was role ambiguity, role conflict, quantitative workload, and career development. On the other hand, qualitative workloads and responsibility for others decreased during the pandemic. The most worsened was role ambiguity and responsibility for others. Based on the type of production and non-production work, there was a significant relationship to quantitative workload before the pandemic (p=0.043), and not significant during the pandemic. Furthermore, there is a significant relationship with qualitative workload during the pandemic (p = 0.043), and it was not significant before the pandemic. It can be concluded that the Pandemic conditions caused an increase and decrease in work stressors analysed in workers in the heavy equipment manufacturing industry.
HUBUNGAN RADIO LINE OF SIGHT ANTAR MOBIL TELEPHON EXCHANGE DAN RADIO BASE STATION
Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 7 (2018): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v7i0.305
In the development of the telecommunications world which is growing rapidly at this time, one of the technologies that is quite widely used is the use of microwaves as transmission media. The tools for transmitting microwaves are microwave links or Radiolink, among the many uses, one of which is the link between MTX / MSC / EMX and RBS / BBC / BTS. If a subscriber makes a call, the signal will automatically go through RBS first then it will be transmitted to MTX, then the call will be identified. From MTX then the signal is transmitted back to all RBS in a traffic area where the subcriber is being addressed, and this connection is full duplex. So the signals from the subscriber will be received by the inter RX in RBS which then goes into 2 MB / S digital multiplexing with a capacity of 30 channels, then from this multiplexer the signal will be modulated digitally (most of the current digital R / L is used ) in Radio Link to be transmitted to MTX. Link Radio users cannot be avoided from interference, because the air as a medium is very free. But this of course can be minimized by several calculations, such as antenna gain, net path loss and others
ANALISA PENGARUH FITUR BFD TERHADAP REDUNDANSI SERVIS VPN BERBASIS IP/MPLS PADA JARINGAN METRO-E PT. NETTOCYBER INDONESIA AREA MEGA KUNINGAN JAKARTA SELATAN
Latif Kamaludin;
Nurwijayanti Kusumaningrum;
Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 6 (2017): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v6i0.966
Layanan jaringan khususnya jaringan Metro Ethernet pada masa dewasa ini semakin berkembang seiring dengan kebutuhan pelanggan yang sangat membutuhkan ketersedian layananan (High Availibility) dengan nilai downtime yang kecil. Untuk menunjang kebutuhan tersebut harus didukung dengan jaringan yang mempunyai redundansi, dengan adanya redundansi meminimalisasi terjadinya downtime, artinya apabila salah satu jaringan down maka akan dialihkan pada jaringan cadangan. Dalam proses pemindahan (failover) masih terdapat downtime pada rentang tersebut. Untuk menanggulangi masalah tersebut maka dilakukan implementasi fitur BFD (Bidirectional Forwarding Detection) dengan sistem kerjanya adalah mempercepat deteksi gangguan pada jaringan sehingga pada saat terjadi gannguan, traffic jaringan akan lebih cepat dialihkan pada jaringan cadangan. Pada penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa implementasi jaringan dapat meningkat ketersediaan jaringan (high availability) hingga 0,6 persen dan meminimalisir packet loss pada saat failover dengan nilai 1 % packet loss.Kata kunci: Redundansi, Bidirectional Forwarding Detection (BFD), High Availability, Failover, Packet Loss
ANALISIS KONSUMSI DAYA DAN DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK
Nanang Setiaji;
Sumpena Sumpena;
Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v11i1.884
Analisis membahas tentang pembagian konsumsi daya listrik di gedung parkir 4 lantau pada panel LVMDP untuk mengoptimalkan pemakaian daya listtrik yang tersedia. Kapasitas daya listrik yang tersambung pada pembangkit utama (PLN) sebesar 315 kVA (252 kW) dan kapasitas daya listrik pada pembangkit cadangan (Diesel Generator) sebesar 200 kVA (160kW) dengan cos 0,8 lagging total pemakaian daya listrik 292,188 kW. Setelah melakukan pembagian beban listrik antara beban prioritas dan beban normal, pemakaian daya listrik pada beban prioritas sebesar 136,829 kW dan besar pemakaian daya listrik pada beban normal menjadi sebesar 115,171 kW. Sehingga ketersediaan daya listrik cukup untuk melayani pemakaian beban listrik pada gedung parkir dan penghematan konsumsi daya sebesar 31%. Kata Kunci : Daya Semu, Daya Aktif, Konsumsi Daya
MODEM RADIO PAKET SSB MENGGUNAKAN FKS 1200 BAUD
Abner CM;
Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 5 (2016): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v5i0.761
Salah satu alternative untuk komunikasi data dalam bentuk sinyal digital adalah melaluikanal transmisi radio pada frekuensi tinggi yang menggunakan sistem transmisi Single Side Band(SSB) dengan jenis modulasi digital Frequency Shift Keying (FSK).Bila suatu pemancar akan mengirimkan sinyal informasi melalui kanal transmisi, pemancarharus memodifikasi sinyal informasi agar sesuai dengan sifat kanal transmisi tersebut. salah satuproses pengubahan sinyal ini disebut proses modurasi. Suatu penerima yang menerima sinyat yangtermodurasi harus melakukan proses kebalikan dari modulasi agar diperoleh sinyal informasi awal. Proses kebalikan ini disebut proses demodurasi. Umumnya, peralatan yang digunakan untukmemodulasi dan mendemodulasi sinyat digital disebut modem.Untuk komunikasi data melalui radio, modem ini dikenal dengan sebutan sebagai TerminalNode Controller (TNC). TNC dapat berfungsi sebagai alat untuk memodulasi dan mendemodulasiserta sebagai packet sembly / Disassembty (PAD). Dengan semakin cepatnya kerja komputersekarang ini, proses PAD dapat dilakukan secara perangkat lunak oleh komputer. sehingga untukkomunikasi data dengan kanal transmisi radio, lain komputer, hanya dibutuhkan perangkat kerasmodem sebagai alat modolator dan demodulator.Kata kunci: Radio, Frequency Shift Keying (FSK).Modulasi.
PROTOTIPE SMART PARKING MODULAR BERBASIS INTERNET OF THINGS
Widho Ralenza Pratama;
Bekti Yulianti;
Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v11i2.954
Tidak seimbangnya jumlah kepemilikan kendaraan mobil dengan lahan parkir yang tersedia menjadi salah satu permasalahan masyarakat khususnya yang berada di perkotaan padat penduduk. Salah satu solusi untuk permasalahan untuk minimnya lahan parkir yaitu smart parking dengan konsep parkir modular atau lebih umumnya disebut parkir bertingkat.Pada Penelitian ini akan dirancang prototipe smart parking modular berbasis internet of things. Prototipe ini dibangun secara vertikal dengan jumlah ruang parkir yang mampu menampung enam mobil. Pengguna dapat keluar masuk tempat parkir dengan mengakses aplikasi Blynk. Hasil dari perancangan prototipe smart parking ini berupa parkir otomatis yang dapat bergerak secara vertikal keatas serta horizontal ke kiri maupun ke kanan dengan memanfaatkan motor stepper sebagai penggerak elevator, sensor infrared sebagai pendeteksi objek berupa mobil dan Wemos ESP32 sebagai kontrol serta penghubung terhadap aplikasi BLYNK melalui jaringan internet.Kata kunci: IoT, Motor Stepper, Sensor Infrared, Wemos ESP32, BLYNK
POTENSI PEMANFAATAN SUMBER PANAS PEMBAKARAN SAMPAH TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI PENGHASIL LISTRIK DENGAN PRINSIP TERMOELEKTRIK GENERATOR
Muhammad Taufiq Ramadhan;
Munnik Haryanti;
Agus Sugiharto
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 10, No 1 (2021): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jti.v10i1.778
Sumber panas api saat ini di Indonesia belum dimanfaatkan secara maksimal, sedangkan beberapa negara sudah mulai banyak yang memanfaatkan sumber panas api, karena sumber panas api ini dapat dimanfaatkan menjadi energi listrik. Di Indonesia baru segelintir orang yang memanfaatkan sumber panas api ini sebagai penghasil listrik, kedepannya di harapkan sumber api ini digunakan untuk mengurangi pemakaian batu bara dan sumber daya alam lainnya. Alat yang digunakan untuk menghasilkan listrik ini adalah termoelektrik TEC1 – 12706 yang bekerja berdasarkan perbedaan temperatur dengan rentang temperatur kerja hingga 350oC. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk membuat alat yang memanfaatkan sumber panas api sebagai pembangkit. Penelitian ini berdasarkan potensi pemanfaatan sumber panas pembakaran, khususnya pada perbedaan temperatur antara suhu panas dan suhu dingin pada termoelektrik sebagai penghasil listrik, yaitu dengan menggunakan termoelektrik generator. Dari hasil penelitian ini menggunakan termoelektrik generator sebagai pembangkit mendapatkan hasil dari pengujian selama 30 menit alat ini dapat menghasilkan tegangan rata-rata 10,05 Volt, Arus rata-rata 0,99 Ampere dan daya ratarata sebesar 13,84 Watt.Kata Kunci : Sumber panas api, Termoelektrik generator
PENERAPAN KOMUNIKASI DATA PADA KEGIATAN PENGIRIMAN BARANG
Agus Sugiharto
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jmm.v13i1.833
Teknologi komunikasi dan informasi sangat berperan dalam berbagai kegiatan, baik bisnis maupun non-bisnis. Komunikasi data yang merupakan bagian dari suatu perkembangan teknologi, memberikan manfaat yang sangat besar bagi para penggunanya untuk memperlancar kegiatan. Sebagai contoh dalam kegiatan pengiriman barang menggunakan angkutan laut yang mengintegrasikan berbagai komponen untuk proses pengiriman, telah menggunakan model komunikasi data baik offline maupun online. Berdasarkan alur komunikasi data, yang mencakup sumber, transmisi, penerima, menjadi dasar dalam penerapan sistem komunikasi untuk menghubung pengolahan dan pemrosesan data sehingga pengguna akan memanfaatkan teori tersebut dalam mendukung suatu kegiatan dalam satu perusahaan. PT. Pelni sebagai perusahaan jasa angkutan telah menerapkan komunikasi data melalui bentuk layanan pelanggan yang terbetuk dalam sebuah aplikasi yang diberi nama “mycargoo”. Berdasarkan “mycargoo” ini, dibuktikan bahwa komunikasi data telah diterapkan di PT. Pelni dan menggunakan model komunikasi data online. Penerapan komunikasi data pada kegiatan pengiriman barang digunakan untuk pendokumentasian (pemrosesan dan penyimpanan data), untuk komunikasi antara shipper – agent, agent – transportation company, penyocokan data barang di pelabuhan dan agent asal ke agent tujuan, dan untuk kegiatan tracking (pemantauan perjalanan barang)
Sistem Jaringan Internet Gateway Berbasis Dua Internet Service Provide
Agus Sugiharto
JURNAL MITRA MANAJEMEN Vol 6, No 1 (2014): JURNAL MITRA MANAJEMEN
Publisher : JURNAL MITRA MANAJEMEN
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35968/jmm.v6i1.543
AbstractIncreased the usage of the internet connections for bussiness comunication makes thecompany must provide the large bandwidth and reliable for the connection.While a connection having problem will makes crash for bussiness comunication ofcompany. The solution by adopted the internet connection from 2 different of ISP (InternetService Provider). And implementing a load balancing technique that is combine thebandwidth of the two different ISPs and fail over techniques used to switch the connectionto another ISP when there is interference on one of the existing connections. From theexperience of the company's business disruption due failure of Internet connection sinceusing a single ISP and management will implement a multi-ISP internet connection toensure business continuity when one of Internet connection is disrupted.