Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Penerapan Inovasi Teknologi dan Digital Marketing pada Industri Tahu dan Tempe Khas Bandungan Kab. Semarang Prananta, Widya; Bintari, Siti Harnina; Wicaksono, Dimas; Rachmadi, Moch Faizal
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13068

Abstract

Tofu and tempeh are popular and affordable sources of plant-based protein. They also play a vital role in meeting the food needs of the Indonesian people. Besides containing plant-based protein, tofu and tempeh are also rich in fiber, calcium, iron, and sodium. Furthermore, these soybean products contain prebiotics that can help improve digestive health, isoflavones to lower cholesterol levels, and saponins to protect heart health. The various nutritional contents of soybean products, such as tofu and tempeh, must be optimized. One of the tofu and tempeh producers in Central Java is the "Asri Serasi" Tofu and Tempeh Industry in Karanglo, 06/01, Kenteng Village, Bandungan District, Central Java Province. Asri Serasi's tofu and tempeh products are only marketed at tourist markets and a few culinary stalls in the Bandungan area. However, marketing is not the only issue. In terms of production, the equipment used is still manual, such as when squeezing soybean juice and pressing tofu. Soybean juice is still extracted manually by hand, even though the company produces over 100 kg of soybean pulp per day. Some of the technologies and innovations handed over included a soybean extractor and a tofu press. Training on diversifying tofu and tempeh products into various processed foods was also conducted using a fortification method based on the use of local ingredients, including moringa leaves, cherries, and vegetables such as spinach and carrots. Digital-based business expansion assistance was also provided to address marketing challenges faced by target partners, with the active participation of students
Optimalisasi teknologi budidaya dan pengolahan pasca panen ikan nila salin sebagai produk unggulan daerah Kabupaten Pati Musyono, Ari Dwi Nur Indriawan; Ansori, Muhammad; Rachmadi, Moch Faizal
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35674

Abstract

AbstrakIkan nila salin (Oreochromis niloticus) merupakan sektor unggulan perikanan Indonesia. Produksi ikan nila salin pada tahun 2024 mengalami peningkatan mencapai angka 1,38 ton. Salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai potensi komoditas unggulan ikan nila salin adalah Kabupaten Pati. Desa Tunggulsari, Kec. Tayu, Kab. Pati dikenal sebagai sentra budidaya ikan nila salin nasional. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 111 Tahun 2023 tentang Kampung Perikanan Budidaya. Oleh karena itu, mayoritas masyarakat Tunggulsari adalah petani tambak. Tidak hanya ikan nila salin, tetapi di Tunggulsari juga banyak dibudidayakan jenis udang. Berdasarkan potensi dan keunggulan tersebutlah, Desa Tunggulsari menjadi lokasi pengabdian masyarakat skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). Meskipun demikian, masih ditemukan berbagai kendala yang ada di Desa Tunggulsari terkait budidaya perikanan. Permasalahan utama adalah masih terbatasnya alat-alat produksi sehingga seringkali budidaya yang dilakukan belum optimal. Tidak hanya itu, permasalahan aspek pemasaran juga menjadi problematika sampai sekarang ini. Metode kegiatan pengabdian adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program.Teknologi dan inovasi yang diterapkan adalah bantuan sarana produksi seperti kincir air, freezer dan tong pengasapan untuk menunjang olahan pasca panen perikanan. Tidak hanya itu, pelatihan diversifikasi produk yang dipandu langsung oleh Muhammad Ansori, S.T.P., M.P, dengan mengolah bahan baku ikan nila salin menjadi bakso dan stik ikan. Sementara, anggota PKM Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd juga mendampingi terkait pemasaran dan desain kemasan. Pemasaran yang dilakukan adalah berbasis digital (digital marketing) sehingga mampu dijangkau konsumen secara luas. Kata kunci: ikan nila salin; olahan produk; pemasaran digital; produk unggulan daerah; teknologi budidaya. AbstractSaline tilapia (Oreochromis niloticus) is a leading fishery sector in Indonesia. Saline tilapia production in 2024 increased to 1.38 tons. One of the regions in Indonesia with the potential for superior saline tilapia commodities is Pati Regency. Tunggulsari Village, Tayu District, Pati Regency is known as a national saline tilapia cultivation center. This is based on the Decree of the Minister of Maritime Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 111 of 2023 concerning Aquaculture Villages. Therefore, the majority of Tunggulsari residents are pond farmers. Not only saline tilapia, but Tunggulsari also cultivates many types of shrimp. Based on this potential and excellence, Tunggulsari Village became the location for community service under the Community Partnership Empowerment (PKM) scheme. However, various obstacles remain in Tunggulsari Village related to fisheries cultivation. The main problem is the limited production equipment, which often results in suboptimal cultivation. Furthermore, marketing issues are also a problem to this day. The community service activity method is socialization, training, technology application, mentoring and evaluation as well as program sustainability. The technology and innovation applied are assistance with production facilities such as water wheels, freezers and smoking barrels to support post-harvest fisheries processing. Not only that, product diversification training guided directly by Muhammad Ansori, S.T.P., M.P, by processing saline tilapia raw materials into meatballs and fish sticks. Meanwhile, PKM member Moch Faizal Rachmadi, S.Pd., M.Pd also assisted with marketing and packaging design. The marketing carried out is digital-based (digital marketing) so that it can be reached by consumers widely. Keywords: tilapia salt; processed products; digital marketing; regional superior products; cultivation technology.