AbstrakTujuan kegiatan pengabdian adalah untuk meningkatkan kompetensi, keterampilan dan wawasan masyarakat Desa Cekel beserta mitra sasaran dalam optimalisasi sektor pertanian, sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi inovasi yang tepat. Pertanian mempunyai peran vital dalam pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan Indonesia. Hampir 30% penduduk Indonesia menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Upaya yang dilakukan pemerintah adalah mewujudkan swasembada pangan berbasis kearifan lokal khususnya pada sektor pertanian. Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-6 yang menjadi prioritas program dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Termasuk halnya di Desa Cekel, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, mayoritas penduduknya bermatapencaharian di sektor pertanian seperti jagung dan pisang. Selama ini, masyarakat Cekel melakukan transaksi jual beli jagung dan pisang dalam bentuk buah segar yang sudah matang. Disamping itu, masih minimnya pengetahuan, wawasan dan keterampilan pasca panen menjadi kendala yang masih dihadapi termasuk halnya terbatasnya alat produksi pasca panen. Metode pelaksanaan adalah sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Teknologi dan inovasi yang diimplementasikan pada mitra sasaran Kelompok Wanita Tani Srikandi ini diantaranya adalah seperti mesin penepung, mesin perajang, oven, tungku penggorengan, spinner dan sebagainya. Disamping itu, bantuan Teknologi Tepat Guna seperti mesin pencacah bonggol juga diserahkan, sebagai solusi untuk memanfaatkan limbah bonggol yang tidak bermanfaat menjadi suatu produk bahan briket maupun lainnya. Pelatihan diversifikasi olahan produk juga dilakukan dengan mengolah pisang dan jagung menjadi keripik pisang, sale pisang, egg rolls, bolen pisang dan pudding jagung. Sementara pendampingan pemasaran digital dan web bisnis. Kata kunci: diversifikasi produk; pelatihan; pemasaran digital; pertanian; teknologi tepat guna. AbstractThe aim of the community service activities is to improve the competence, skills and insight of the Cekel Village community and target partners in optimizing the agricultural sector, as a form of community empowerment based on appropriate innovative technology. Agriculture plays a vital role in Indonesia's economic development and food security. Nearly 30% of Indonesia's population relies on the agricultural sector for its livelihood. The government's efforts are to achieve food self-sufficiency based on local wisdom, particularly in the agricultural sector. This step aligns with Asta Cita 2, 3, 4, and 6, which are priority programs in the 2025-2029 National Medium-Term Development Plan (RPJMN). In Cekel Village, Karangrayung District, Grobogan Regency, the majority of the population earns a living in the agricultural sector, particularly in corn and bananas. The Cekel community has traditionally traded corn and bananas in the form of fresh, ripe fruit. Furthermore, a lack of post-harvest knowledge, insight, and skills remains a persistent obstacle, including limited post-harvest production equipment. Implementation methods include outreach, training, technology application, mentoring, evaluation, and program sustainability. The technologies and innovations implemented for the target partners of the Srikandi Women's Farmers Group (KWT) include flouring machines, shredding machines, ovens, frying pans, spinners, and so on. In addition, Appropriate Technology assistance, such as a corn cob shredding machine, was also provided as a solution to utilize useless corn cob waste into briquettes and other products. Training on product diversification was also conducted by processing bananas and corn into banana chips, banana sale, egg rolls, banana bolen, and corn pudding. Meanwhile, digital marketing and business web assistance were provided. Keywords: product diversification; training; digital marketing; agriculture; appropriate technology.