Articles
Hubungan Proses Pencucian Dengan Angka Kuman Wadah Makan Di Rumah Sakit Khusus Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda
Mawardani, Maya Tamara;
Raudah, Siti;
Kamil, Kamil
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1512
Peralatan makan merupakan salah satu faktor yang memegang peran penting dalam penularan penyakit, sebab alat makan yang tidak bersih dan mengandung mikroorganisme dapat menularkan penyakit melalui makanan. Oleh karena itu proses pencucian alat makan dengan penerapan metode pencucian yang tepat sangat penting dalam upaya penurunan jumlah angka kuman terutama pada alat makan. Penelitian ini bertujuan adalah megetahui hubungan proses pencucian dengan angka kuman wadah makan di Rumah Sakit Khusus Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wadah makan pada instalasi gizi di Rumah Sakit Khusus Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Sedangkan pemeriksaan sampel usap wadah makan dilakukan pada UPTD Laboratorium Kesehatan Provinsi Kal-Tim. Hasil penelitian dianalisis menggunakan software SPSS yang dianalisa dengan corelation pearson didapatkan hasil nilai r hitung lebih besar daripada r tabel 0,577 > 0,532 yang artinya jika r tabel lebih kecil dari r hitung maka Ho ditolak, Ha diterima yaitu terdapat hubungan proses pencucian dengan angka kuman wadah makan yang digunakan di Rumah Sakit Khusus Daerah Atma Husada Mahakam Samarinda. Angka kuman wadah makan berkisar 6 cfu/cm2 sampai dengan angka kuman yang tidak dapat dihitung. Tingginya angka kuman juga berhubungan dengan hasil observasi terhadap proses pencucian yang belum memenuhi standar Depkes RI (2006).
Gambaran Perbandingan Pemeriksaan Jamur Candida albicans Menggunakan KOH 10% dan KOH 20%: COMPARISON OF Candida albicans EXAMINATION Using KOH10% and KOH20%
Utami, Rinda Aulia;
Kamil, Kamil;
Datu, Meiliyawati Tandi
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jutelmo.v4i1.1516
Abstract : Fungal diseases affecting the skin, nails, mucous membranes and internal organs caused by various Candida species. Candida albicans is a pathogenic fungus that predominantly infects the urinary tract, genitals, skin and mouth. The most common cause of candidosis is Candida albicans, the species with the highest pathogenicity. Candidiasis on the surface of organs usually only contains a large number of blastospores, in advanced stages only hyphae are seen. If the examination found the presence of Candida sp, it is likely that this yeast is one of the causes of infection. Purpose of the study is to determine the description of the difference in results using 10% KOH and 20% KOH in the examination of Candida albicans fungi. Methods: The type of research conducted was descriptive analytic. The examination was carried out by planting on Sabouraud Dextrose Agar Media and then examining with 10% KOH reagent and 20% KOH. Results from the research conducted on 32 KOH reagent preparations, both are not much different. The difference only lies in the background of the preparation of preparations and the shape of spores and hyphae between using KOH 10% and KOH 20% there is a difference from the background of the preparation. Conclusion the visible hyphae are very fine so that in the preparation of preparations using 10% KOH the hyphae are not clearly visible. In preparations using KOH 20% spores are clearly visible and look full.
Analisis Waktu Tunggu Pelayanan Laboratorium Pada Pemeriksaan Kimia Klinik di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Samarinda
Kamil, Kamil;
Marsudi, La Ode;
Mawardani, Maya Tamara;
Kalinda, Welin
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35728/jutelmo.v5i1.1865
Penelitian mengenai waktu tunggu laboratorium kesehatan sangat penting untuk beberapa alasan krusial yaitu identifikasi kinerja yg terhambat, perencanaan kapasitas laboratorium dan peningkatan kualitas layanan dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata waktu tunggu pemeriksaan kimia klinik dan kepuasan pelanggan terhadap pelayanan laboratorium. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik yang bersifat kuantitatif menggunakan pendekatan cross-sectional. Dari hasil observasi terhadap 80 responden pengguna jasa laboratorium diperoleh waktu tunggu pada tahap pra analitik 4.76 menit, tahap analitik 41.29 menit, dan tahap pasca analitik 6.49 menit. Didapatkan rata-rata total waktu tunggu pelayanan untuk pemeriksaan kimia klinik adalah 52.54 menit. Hasil skoring kuisioner kepuasan pasien terhadap waktu tunggu berdasarkan kriteria penilaian didapatkan nilai BAIK sejumlah 77 orang (96.25%), nilai CUKUP sejumlah 3 orang (3.75%), dan nilai KURANG 0.0%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa total waktu tunggu laoratorium masih memenuhi standar waktu tunggu yang ditetapkan oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Samarinda yakni sebesar 120 menit dan Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNomor 129/MENKES/SK/II/2008 yakni ≤ 140 menit. Kepuasan pasien terhadap waktu tunggu pelayanan laboratorium adalah sebagian besar pasien merasa puas dan memberikan penilaian baik.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Dalam Membentuk Karakter Antikorupsi di SD Al-Wasliyah Medan
Kamil, Kamil;
Fuad, Ahmad;
Suciani, Anggun;
Ramdhani, Mutia;
Hidayah, Nailla;
Manurung, Nazwa Salsabia Zahra Br;
Putri, Saskia Amanda;
Maya, Windi Dwi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6824
Corruption is an extraordinary crime that has a systemic impact on the character development of the younger generation. Islamic Education (PAI) teachers play a strategic role in instilling anti-corruption values based on Islamic teachings. This study aims to analyze the role of PAI teachers in shaping students' anti-corruption character through Islamic values at Al-Wasliyah Private Elementary School in Medan. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with PAI teachers, and documentation. The data were analyzed using a descriptive-qualitative approach. The results of the study show that PAI teachers integrate the values of honesty, responsibility, and trustworthiness into learning and religious activities at school. In conclusion, the consistent internalization of Islamic values through the role of PAI teachers proves effective in shaping students’ anti-corruption character from an early age.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Dalam Membentuk Karakter Antikorupsi di SD Al-Wasliyah Medan
Kamil, Kamil;
Fuad, Ahmad;
Suciani, Anggun;
Ramdhani, Mutia;
Hidayah, Nailla;
Manurung, Nazwa Salsabia Zahra Br;
Putri, Saskia Amanda;
Maya, Windi Dwi
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.6824
Corruption is an extraordinary crime that has a systemic impact on the character development of the younger generation. Islamic Education (PAI) teachers play a strategic role in instilling anti-corruption values based on Islamic teachings. This study aims to analyze the role of PAI teachers in shaping students' anti-corruption character through Islamic values at Al-Wasliyah Private Elementary School in Medan. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with PAI teachers, and documentation. The data were analyzed using a descriptive-qualitative approach. The results of the study show that PAI teachers integrate the values of honesty, responsibility, and trustworthiness into learning and religious activities at school. In conclusion, the consistent internalization of Islamic values through the role of PAI teachers proves effective in shaping students’ anti-corruption character from an early age.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswa/i Sekolah Dasar Negeri 015 Samarinda Seberang
Raudah, Siti;
Anam, Khoirul;
Kamil, Kamil;
Puspitasari, Dwi Ida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, ITKES Wiyata Husada Samarinda
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan serangkaian kebiasaan dan tindakan yang dilakukan oleh siswa, guru, dan masyarakat sekolah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan guna mencegah penyakit serta menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman. Di lingkungan sekolah, penerapan gaya hidup bersih dan sehat tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari pendidikan kesehatan tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih kondusif. Penerapan PHBS di sekolah dasar sangat penting karena anak usia sekolah memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai penyakit menular, terutama yang berhubungan dengan kebersihan diri dan lingkungan. Sehingga perlu diberikan pemahaman tentang PHBS dalam sehari hari dengan cara memberikan edukasi, melakukan kebersihan kuku dan cuci tangan dengan sabun. Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 24 Agustus 2024 di Sekolah Dasar Negeri 015 Samarinda Seberang. Kegiatan ini ikuti oleh siswa/i kelas 1 dan 2 sebanyak 34 orang. Siswa/i sekolah dasar telah melakukan kegiatan seperti kebersihan tangan, kuku, kaki dan memperhatikan sanitasi lingkungan. Namun masih ada anak sekolah yang jarang dan tidak pernah melakukan seperti mencuci tangan setelah berolahraga dan bermain, ada pengawasan dari keluarga tentang kebersihan kuku dan memotong kuku 1 kali seminggu, menggunakan alas kaki ketika bermain di tanah dan membuang sampah pada tempatnya. Oleh karena itu, edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat sudah sewajarnya diterapkan pada anak sedini mungkin sehingga tercipta budaya perilaku hidup bersih dan sehat
Faktor Pendukung dan Penghambat Komunikasi Orangtua Terhadap Kepribadian Intrapersonal Anak pada Masyarakat Kota Pari Pantai Cermin
Tambunan, Nurhalima;
Kamil, Kamil;
Sandhya, M. Bayu
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 4 No. 3 (2024): Oktober 2024-Januari 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56832/edu.v4i3.540
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat komunikasi orang tua terhadap kepribadian intrapersonal anak pada masyarakat di Kota Pari Pantai Cermin. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, tokoh masyarakat dan orang tua yang memiliki anak yang masih dalam tahap pendidikan masyarakat. Hasil penelitian faktor pendukung dan penghambat komunikasi orang tua terhadap kepribadian intrapersonal anak pada masyarakat Kota Pari Pantai Cermin diantaranya kesibukan orang tua, kurang kepercayaan orang tua terhadap anak, kelelahan orang tua yang terlalu fokus pada mencari nafkah, sehingga terkadang komunikasi kurang efektif.
Peningkatan penggunaan Sumber Belajar melalui Power point Pada Madrasah Aliyah Islamiyah Sunggal
Kamil, Kamil;
Tambunan, Nurhalima
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan sumber belajar melalui power point, untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat penggunaan sumber belajar melalui power point pada Madrasah Aliyah Islamiyah Sunggal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang menonjolkan pemahaman dalam kaitannya dengan persoalan dalam kegiatan publik dengan melihat kondisi realita. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang menggambarkan objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak seperti kasusnya. Hasil penelitian penggunaan sumber belajar melalui power point pada Madrasah Aliyah Islamiyah Sunggal adalah, bahwa penggunaan powerpoint sebagai media pembelajaran belum maksimal karena keterbatasan dan ketersediaan alat yang digunakan belum maksimal, selain itu keterampilan guru juga dalam memanfaatkan sarana belum maksimal. Keberhasilan proses belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri siswa anatara lain motivasi, minat, dan kemampuan berpikir siswa. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar, antara lain lingkungan belajar, keluarga, masyarakat dan sekolah.
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Pada Mata Pelajaran PAI Di Kelas XI SMA Tarbiyah Islamiyah Hamparan Perak
Hariani, Hariani;
Kamil, Kamil
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9046
Penelitian dilaksanakan di kelas XI SMA Tarbiyah. Tujuan penelitian ini, ntuk mengetahui dan menjelaskan implementasi Kurikulum Merdeka pada mata pelajaran PAI dan faktor pendukung dan penghambat implementasi kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif: mendeskripsikan fenomena kondisi di lapangan, budaya informal. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan teknik analisis yaitu reduksi, display dan verifikasi. Hasil dan kesimpulan penelitian guru dalam memulai pembelajaran membuka pelajaran, memulai tepat waktu lanjut sesi tanya jawab, ditutup dengan penilaian guru menggunakan formatif dan sumatif. Faktor pendukung: motivasi siswa yang baik, dukungan pihak sekolah, tenaga pengajar yang memiliki pengetahuan linier dan dukungan orang tua. Sedangkan faktor penghambatnya adalah adanya kebijakan yang sering diubah oleh pemerintah dan kemampuan siswa yang berbeda-beda sehingga dalam proses pembelajaran guru harus menerapkan berbagai strategi pembelajaran.
Implementasi Karakter Religius Sikap Kejujuran Siswa Di SD IT Al-Khair Desa Tanjung Gusta
Siregar, Meldyana Priadina;
Kamil, Kamil
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9221
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementansi karakter religius sikap kejujuran siswa di SD IT Al-Khair Jl. H.Z Abbas Desa Tanjung Gusta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, subjek penelitiannya adalah Guru dan seluruh siswa di SD IT Al-Khair Jl. H.Z Abbas Desa Tanjung Gusta. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa implementasi pendidikan karakter religius sikap kejujuran siswa di SD IT Al-Khair Jl. H.Z. Abbas Desa Tanjung Gusta yang dilakukan oleh guru disekolah itu dengan memberikan pembelajaran materi tentang kejujuran, memberikan pengertian, memberikan contoh dan nasihat kepada siswa, memberikan soal latihan untuk mengasah pemahaman, serta penguatan dilakukan oleh guru dengan memberikan pujian dan motivasi siswa, dan penilaian guru yang dilakukan dengan cara mengamati sikap siswa. Hasil implementasi terlihat dalam tumbuhnya sikap jujur siswa, ditunjukkan dalam pelaksanaan ibadah, menghormati guru, dan minimya tindakan menyontek. Pendekatan terintegrasi ini efektif menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan karakter siswa yang jujur dan bertanggung jawab.