Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Karakteristik Morfologi Tanaman Jeruk Keprok (Citrus Raticulata L) Provinsi Aceh Akmal, Ajmir; Lubis, Uchti Nuzul Qinanti; Fridayati, Diah; Humaira, Mira
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 1: February, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v9i1.3183

Abstract

Jeruk keprok atau jeruk mandarin merupakan sebuah jeruk yang dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis. Penyebaran jeruk keprok di Indonesia terdapat di beberapa daerah dataran tinggi salah satunya jeruk keprok banyak di temukan di provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Tengah. Saat ini keberadaan jeruk keprok gayo ini nyaris saja terlupakan karna banyak nya habitat jeruk keprok yang sudah mulai punah. Melihat kondisi di atas Karakteristik tanaman jeruk kerpok perlu dilakukan hal ini guna menyelamatkan genetik karakter dari pada jeruk keprok (Citrus reticulata L) di Provinsi Aceh. Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meuriah. Pelaksanaan penelitian ini di mulai bulan Juni sampai Agustus 2024. penelitian dilakukan dalam 2 tahap. Tahap pertama adalah eksplorasi tanaman, tahap kedua yaitu identifikasi morfologi tanaman jeruk keprok lokal Aceh. Hasil penelitian di temukan karakter morfologi bentuk daun jeruk keprok (Citrus reticulata L) Aceh bedasarkan kuantitatif panjang dan lebar. Helai daunya tidak ditemukan perbedaan bentuk pada dua lokasi Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meuriah. Lebar daun berkisar 3.3 cm dan panang helainyan daunya berkisar 8,5 sampai dengan 10.08 cm. Daun ditemukan ada dua bentuk yaitu elliptic dan lanceolate, sementara yang dominan adalah bentuk lanceolate.
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR NASA TERHADAP PERTUMBUHAN STEK LADA (Piper Nigrum L.) Lubis, Uchti Nuzul Qhinanti; Akmal, Ajmir; Baihaqi, Baihaqi; Ramadhani, Almuna; Humaira, Mira; Nasution, Wahyu Isnanda
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4858

Abstract

Abstract: This study was conducted to compare the growth of pepper cuttings following the application of liquid organic fertilizer (POC) through the soil and leaves. The study took place at the Experimental Field of the Faculty of Agriculture, Malikussaleh University, from May to August 2024, using a factorial Randomized Block Design (RAK). The results showed that the application technique and concentration of POC significantly affected shoot length and number of leaves in the early growth phase, but did not affect several other parameters such as the age of shoot emergence and root length. The best treatment was at a concentration of 4.5 ml/L.Keywords: Pepper, liquid, organic, cuttingsAbstrak: Penelitian dilakukan untuk menguji efektivitas pupuk organik cair NASA terhadap pertumbuhan stek tanaman lada. Penelitian berlangsung di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh dari Mei hingga Agustus 2024 dengan metode penelitian aplikasi POC NASA di tanah dan daun dengan 4 taraf yaitu: 0; 1,5; 3; 4,5 ml/L. Penelotian menggunakan RAK faktorial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik dan konsentrasi POC NASA berpengaruh signifikan terhadap panjang tunas dan jumlah daun pada fase awal pertumbuhan, tetapi tidak memengaruhi beberapa parameter lain seperti umur muncul tunas dan panjang akar. Konsentrasi POC NASA 4,5 ml/L menunjukkan hasil lebih baik di beberapa parameter pengamatan.Kata kunci: Lada, cair, organik, stek
Perbandingan Susut Bobot Metode Full-Washed dan Natural Pada Varietas Kopi Red Bourbon dan Yellow Bourbon Sukma, Zaelin Melati; Pratama, Agief Julio; Muliasari, Ade Astri; Akmal, Ajmir
Jurnal Sains Pertanian Vol. 8 No. 3: October 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v8i3.2937

Abstract

Kualitas kopi yang baik dapat diperoleh dari biji kopi yang telah matang dan proses pengolahan pasca panen yang tepat. Penelitian bertujuan membandingkan penyusutan pada proses pengolahan kopi dengan metode full-washed dan natural pada varietas Red Bourbon dan Yellow Bourbon. Kegiatan penelitian dilaksanakan di Kampung Mekarsari Baru, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Juni-Agustus 2023. Varietas Red Bourbon diolah secara full-washed dan Yellow Bourbon menggunakan metode natural. Parameter pengamatan meliputi transportasi dan sortasi cherry, pencucian dan perambangan, pengupasan kulit, fermentasi, penjemuran, pengupasan kulit, pemutuan biji kopi serta pengemasan dan penyimpanan kopi. Hasil penelitian menunjukkan proses pengolahan dengan metode full-washed meliputi sortasi, perambangan dan pencucian, pengupasan kulit cherry, fermentasi, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk sedangkan metode natural meliputi perambangan, penjemuran dan pengupasan kulit tanduk. Varietas Yellow Bourbon dengan metode natural cenderung memiliki bobot bersih yang lebih tinggi dan variasi yang lebih besar dibandingkan dengan varietas Red Bourbon dengan metode pengolahan full-washed. Metode natural masuk dalam grade 2 sedangkan metode full-washed termasuk grade 3
Penerapan Pemurnian Air Darurat Pasca Banjir Bandang dengan Pelatihan Masyarakat untuk Peningkatan Ketahanan Lokal di Aceh, Indonesia Ersa, Nanda Savira; Yusrizal, Teuku; Gustami, Heri; Akmal, Ajmir; Najmuddin, Najmuddin; Herdianti, Wenny; Prayogo, Wisnu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25352

Abstract

ABSTRAK Banjir bandang di Aceh sering merusak infrastruktur air minum sehingga masyarakat terdampak kehilangan akses terhadap air yang aman. Pemulihan cepat layanan air bersih yang disertai peningkatan kapasitas operasional masyarakat menjadi krusial untuk mencegah dampak kesehatan lanjutan. Artikel ini bertujuan menyajikan model terintegrasi antara penerapan teknologi pemurnian air darurat dan pelatihan teknis berbasis masyarakat pada konteks pascabanjir bandang di Aceh, Indonesia. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan bertahap yang meliputi asesmen kebutuhan cepat, commissioning unit pemurnian air bergerak tipe skid-mounted, pelatihan operator, serta pemantauan rutin. Hasil pengujian kualitas air menunjukkan penurunan parameter fisik-kimia dari air baku menuju air hasil olahan hingga air minum, yang mengindikasikan peningkatan kualitas air secara konsisten selama periode operasional, dengan tren stabilitas parameter yang menunjukkan efektivitas sistem dalam berbagai kondisi kualitas air baku lapangan yang berfluktuasi. Selain itu, evaluasi kepuasan masyarakat menunjukkan mayoritas responden menyatakan puas terhadap aspek layanan, kinerja sistem, serta dampak program terhadap kesehatan dan kebutuhan dasar air, dengan tingkat kepuasan yang tinggi pada indikator aksesibilitas, keandalan sistem, dan kemudahan operasional di tingkat pengguna lokal. Unit yang diterapkan mampu memulihkan akses air yang lebih aman bagi masyarakat terdampak serta menjaga stabilitas operasional dalam kondisi lapangan yang fluktuatif. Selain itu, pelatihan meningkatkan kompetensi operator lokal dan memperkuat praktik penanganan air yang aman di tingkat rumah tangga. Model integrasi antara teknologi pemurnian non-kimia dan pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan pendekatan yang praktis dan replikatif untuk penyediaan air minum darurat pascabanjir, dengan menekankan pengendalian risiko rekontaminasi dan keberlanjutan operasional berbasis komunitas. Kata Kunci: Banjir Bandang, Pemurnian Air Darurat, Pelatihan Masyarakat, Air Minum Aman, Respons Bencana.  ABSTRACT Flash floods in Aceh frequently damage drinking water infrastructure, resulting in the loss of access to safe water for affected communities. Rapid restoration of clean water services, combined with strengthening community operational capacity, is essential to prevent further public health risks. This article aims to present an integrated model that combines the deployment of emergency water treatment technology with community-based technical training in a post-flash flood context in Aceh, Indonesia. The program was implemented through a participatory and phased approach, including rapid needs assessment, commissioning of a skid-mounted mobile water treatment unit, operator training, and routine monitoring. Water quality assessment results indicate a consistent reduction in physico-chemical parameters from raw water to treated water and final drinking water, demonstrating stable performance of the system under fluctuating field conditions. In addition, community satisfaction evaluation shows that most respondents expressed high satisfaction with service delivery, system performance, and program impact on health and basic water needs, particularly in terms of accessibility, system reliability, and operational ease at the local user level. The deployed unit successfully restored access to safer water for affected communities while maintaining operational stability under variable field conditions. Furthermore, the training program improved local operator competence and strengthened safe water handling practices at the household level. This integrated approach, combining non-chemical water treatment technology and community empowerment, provides a practical and replicable model for post-flood emergency drinking water supply, emphasizing recontamination risk control and community-based operational sustainability. Keywords: Flash Flood, Emergency Water Purification, Community Training, Safe Drinking Water, Disaster Response.
Indeks Keragaman Gulma pada Kebun Sagu Rakyat di Bogor, Indonesia Pratama, Agief Julio; Akmal, Ajmir; Nurulhaq, Muhammad Iqbal; Dewi, Ratih Kemala; Budiarto, Tri; Hasian Situmeang, Widya; Mardisiwi, Ririh Sekar; Wiraguna, Egi; Mumpuni, Restu Puji; Saputra, Henry Kasmanhadi
Jurnal Sains Pertanian Vol. 9 No. 2: June, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/a6g6st83

Abstract

Kondisi pertanaman kebun sagu rakyat sebagian besar tidak dilakukan pengelolaan gulma secara intensif yang mampu memberikan dampak negatif bagi produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan mengidentifikasi keragaman jenis gulma yang ada di kebun sagu rakyat dan vegetasinya sebagai dasar dalam pengendalian gulma di kebun sagu. Pengambilan contoh gulma dilakukan secara acak sederhana dengan menggunakan kuadran berukuran 50 cm x 50 cm dan fase tanaman sagu memasuki fase tanaman menghasilkan. Hasil penelitian menunjukkan jumlah spesies gulma yang ditemukan pada kebun sagu rakyat sebanyak 65 spesies yang terbagi atas 39 famili. Dari spesies yang ditemukan, spesies Ottochloa nodosa memiliki nilai kerapatan nisbi dan nisbah jumlah dominan yang tertinggi dengan nilai 16,03% dan 10,24%. Untuk nilai frekuensi nisbi dan bobot kering nisbi tertinggi terdapat pada spesies Asystasia gangetica dengan nilai 9,37% dan 9,87%. Indeks keragaman gulma termasuk dalam kategori sedang yaitu dengan nilai 1,54.